Istri Ke Dua

Istri Ke Dua
=======


__ADS_3

Setelah Kya membuka pintu, orang yang mengetuk pintu itu langsung teriak menanyakan suami nya.


" Mana suami saya ! pa ! keluar kamu pa, mama tau papa ada di sini !" teriak nya.


" Ya ampun mas... itu istri kamu, kata nya gak ada masalah !" ucap ku pada mas Hadi.


Mas Hadi pun hanya diam saja.


" Mas, kamu tunggu apa lagi ?, ya udah samperin sana !" perintah ku.


" Mas malas dek, kamu kan istri mas juga, ngapain juga dia nyusul kemari. mas gak ada masalah kok dengan nya" ( istri nya ) jelas mas Hadi.


" pa ! keluar pa !, awas kamu ! saya mau masuk !"


Teriak istri mas Hadi pada Kya.


" Ibu tunggu di luar saya. jawab Kya sambil ber susah paya menahan pintu agar istri mas Hadi tidak masuk.


Karena mas Hadi diam saja, akhir nya aku pun ikut ke luar menghampiri Kya. Namun saat Kya melihat ku sedang menghampiri nya, dia langsung membentak ku untuk tidak ke luar.


" Hellen ! kamu di dalam saja !, gak usah ikut keluar..!" bentak Kya.


Sontak saja aku langsung berdiri mematung karena kaget. Namun istri nya mas Hadi terlanjur melihat ku, dan langsung meneriaki ku.


" Heh ! perempuan jala*** !, suruh keluar itu suami saya !" teriakan istri mas Hadi, sambil mendorong - dorong Kya berusaha masuk.


" Len, suami kamu suruh keluar aja, suruh pulang nih dengan istri nya." ucap Kya.


" Mas, kamu keluar lah, kasihan itu Kya." ucap ku pada mas Hadi.


Mas Hadi pun akhir nya terpaksa keluar menemui istri nya.Sontak saja istri mas Hadi langsung mendorong Kya, dengan sekuat tenaga. hingga membuat Kya tersungkur menghantam pintu.


Lalu istri nya mas Hadi pun langsung menghampiri mas Hadi. dan memukul, menjambak, menarik baju nya dan juga manampar mas Hadi. Tidak hanya itu, istri nya mas Hadi pun berusaha menjangkau ku, yang sedang berdiri di belakang mas Hadi. Namun selalu di halangi oleh mas Hadi.

__ADS_1


" Sini kamu perempuan mura**n ! gak laku !, laku nya sama laki orang ! kamu kira saya tidak akan menemukan tempat tinggal mu ! hah !, sini hadapi saya, apa kamu takut, sampai - sampai kamu minta perlindungan suami saya !" teriak nya dengan suara yang makin meninggi gak karuan.


Aku dan Kya pun hanya tersenyum mendengar kan teriakan nya.


" Aku rasa ini sudah sampai di telinga nya tetangga ini Len. ucap Kya dengan muka masam nya melihat istri mas Hadi.


" Eh ! mba, saya ini tidak takut..!" namun ucapan ku segera di hentikan oleh mas Hadi.


" Diam dek, gak usah ngomong apa - apa.


" Biarin aja pa, dia mau ngomong apa ! gak usah di larang - larang !" maki nya lagi, sambil berusaha meraih ku.


Akhir nya usaha nya pun membuah kan hasil. dia menjangkau ku, dan langsung menarik rambut ku. saat Kya ingin menolong ku, aku segera menghenti kan nya.


" Jangan Ky, kamu diam saja di sana. aku bisa mengatasi nya." ucap ku pada Kya.


Kya pun langsung mendengus kesal pada mas Hadi.


Aku pun tak tinggal diam mernerima pukulan dan jambakan istri mas Hadi. apa yang dia sentuh, itu yang aku sentuh pada nya. apa yang dia pukul itu juga yang aku pukul pada nya. sampai pada akhir nya kami saling tarik menarik rambut.


" Maka nya jangan bertamu di rumah orang dengan cara bar - bar. kamu kira saya diam, saya takut sama kamu hah !, kamu kira saya akan tinggal diam !" bicara ku sambil melepas kan rambut nya dengan mendorongan badan nya ke arah mas Hadi.


" Heh ! di sini kamu yang salah ya ! udah ngambil laki orang berlagak gak salah lagi."


" Saya tau, saya ngambil laki orang ! tapi bukan berati kamu bisa se enak nya menghina saya ! yang salah di sini kamu !, datang ke rumah orang cari ribut. saya gak ada urusan dengan kamu, urusan nya dengan suami kamu sendiri. suruh aja suami kamu itu untuk meninggal kan saya. beres kan ! gak usah repot - repot kamu menemui saya !. kamu kira saya tergila - gila dengan suami kamu ! kepedean !. untung aku hamil mas, kalau tidak kamu tidak akan bisa menemui ku lagi !" ucap ku sinis.


Sontak saja mas Hadi langsung emosi mendengar aku bicara seperti itu. mas Hadi pun langsung membentak ku, menyuruh ku diam.


" Diam kamu dek ! Kya, tolong ajak Hellen masuk ke dalam kamar dulu ya." pinta mas Hadi pada Kya.


Kya pun langsung menuruti nya untuk mengajak ku ke dalam.


" ma ! ayo pulang !"

__ADS_1


Terdengar mas Hadi mengajak istri nya pulang sambil menyeret nya.


" Mama gak mau pulang pa, mama belum selesai dengan perempuan ja***g itu !" teriak istri mas Hadi.


Aku pun hanya tersenyum sinis melihat mas Hadi menyeret istri nya. istri nya pun tak kalah emosi melihat ku sinis pada nya.


" Awas kamu ya ! hati - hati kamu mulai sekarang." ancam nya.


" Gak takut..!" jawab ku dengan sinis.


Istri mas Hadi pun makin emosi, dan berusaha melepaskan cengkraman tangan mas Hadi.


" Lepas kan pa ! aku masih ingin memberi pelajaran dengan ja***g itu." teriak nya.


" Gak usah sok jago ma ! nanti kamu pingsan, papa yang repot !" bentak mas Hadi.


Sontak saja Kya langsung tertawa ngakak mendengar ucapan mas Hadi. Sehingga membuat istri mas Hadi makin emosi.dan menghampiri ku. Namun segera di halangi oleh Kya


Istri mas Hadi pun berusaha menghajar Kya, namun segera di tangkis oleh Kya, dan memilintir tangan nya. sambil berkata,


" Berani kamu menyentuh saya, deting ini juga saya akan memperkaya kan kamu !" ucap Kya lantang.


" Owh..jago banget kamu ! emang kamu siapa hah !" tantang istri mas Hadi lagi.


" Yang ada juga saya yang akan melapor kan perempuan ga*** ini ke polisi. dia yang merebut suami saya ! teriak nya.


" Silah kan saja kamu melapor kan Hellen, kita lihat siapa yang akan di tahan, Hellen, suami kamu, atau kamu !" ucap Kya dengan lantang dan percaya diri.


Aku pun Ter heran - heran dengan Kya. sampai segitu nya dia ingin membela ku. dan juga aku sampai di buat penasaran dengan seluk - beluk keluarga Kya. karena dengan percaya diri nya dia membela ku.


" Dan ya, mulut kamu hati - hati kalau bicara, jangan suka merendah kan perempuan lain. dan jangan terlalu munafik jadi perempuan. mana tau jika sampai suami kamu mencerai kan mu, kamu pula yang jadi perebut suami orang. apa gak malu tuh ! ucap Kya dengan senyum sinis.


Aku dan mas Hadi pun hanya terbengong mendengar argumen mereka berdua.

__ADS_1


***Terimakasih***


__ADS_2