Istri Ke Dua

Istri Ke Dua
Panggilan kerja harian


__ADS_3

Setelah mengobrol dengan Kya, masalah pernikahan suami nya Ratih, aku pun langsung beristirahat dengan putri kecil ku Helena. Dia lah yang menjadi penyemangat ku untuk mencar pundi - pundi rupiah. Dan tak menyerah dalam ke hidupan ini.



Pagi hari nya aku mendapat tawaran kerja harian lagi di ketring rumahan.



Kring kring kring ! bunyi panggilan panggilan telpon masuk.



" Halo ! selamat pagi.., apa ini dengan mba Hellen ?" tanya seorang ibu di sebrang telpon.



" Iya benar bu, dengan saya sendiri " jawab ku.



" Ooh iya, begini mba, saya mendapat pesanan ketring lumayan banyak. dan saya kekurangan tenaga orang, apa mba Hellen bisa bantu ? kalau bisa, tolong sekarang ke rumah ya mba... nanti saya sherlock." ucap ibu itu lagi.



" Oh iya bisa bu, saya tunggu Sherlock nya " jawab ku.



" Baik lah, saya tunggu dari sekarang ya mba...!" sembungan telpon pun langsung terputus.



Sebelum aku berangkat, aku pun mempersiap kan segala keperluan anak ku, untuk nanti aku titip kan kepada mba Ema. ya mba Ema lah yang membantu ku untuk menjaga anak ku, saat aku mendapat tawaran kerja harian.



Setelah memastikan keperluan anak ku sudah komplit, aku pun langsung membawa anak ku ke rumah mba Ema.



Tok tok tok !


" Assalamualaiku..."



" Walaikumsalam !"



Mba Ema pun membuka pintu untuk ku.



" Mba Ema, seperti biasa saya mau titip Helena. Kemungkinan nanti saya akan pulang sore. Apa mba sibuk hari ini ? atau suami mba masih di rumah ?" tanya ku pada mba Ema.



" Nggak sibuk mba santai kok, suami juga udah berangkat dari jam 5 pagi. paling pulang nya juga malam. soal nya lagi dapat kerjaan yang agak jauh." jelas mba Ema lagi.



" Oh kalau gitu aman ya mba, kalau saya titip jg Helena." ucap ku lagi.



" Aman mba, mba Hellen tenang aja saya suka dengan Helena. dia gak rewel mba. Malah suami saya senang banget kalau Helena di sini. Kata nya... ngurang - ngurangi aktifitas saya bergosip Hahaha " Jelas mba Ema dengan ciri khas tawa nya yang melengking. Aku pun ikut tertular dengan tawa nya itu.



" Oke, kalau gitu saya tinggal dulu ya mba... kalau sekiranya Helena rewel, mba hubungi saya langsung, terimakasih banyak yaa mba Ema.."


__ADS_1


Aku pun langsung menaiki motor ku, menuju alamat yang di tuju. sekitar 20 menitan aku pun sampai.



" Assalamualaikum," Rupanya ibu yang punya ketring pun sudah menunggu ku di teras rumah nya.



" Walaikumsalam, dengan mba Hellen ya ?!"



" Iya bu " jawab ku



" Ooh kenalin mba, saya ibu Siti Asti di panggil nya bu Siti. kalau gitu kita langsung ke dapur belakang aja ya mba " ajak bu Siti.



Sesampai nya di dapur, bu Siti pun memperkenalkan ku dengan yang lain, agar kami saling bantu dalam pekerjaan.



" Mba Hellen, kalau begitu saya tinggal dulu ya, mba boleh mulai dengan kerjaan nya, dengan mempersiap kan bahan - bahan yang akan di masak. mulai mengupas bawang, mengiris nya, memotong sayur dan mencuci alat - alat bekas masak nya. kalau yang masak sudah ada khusus tukang masak nya." tutur ibu Siti.



" Baik bu terimakasih banyak "



Setelah bu Siti pergi, aku pun bertanya pada karyawan bu Siti yang sibuk.



" Mba - mba maaf, yang mana nih yang perlu bantuan saya ?"




Tak terasa, hari pun sudah sore menunjuk kan jam 4. aku dan yang lain nya pun siap - siap untuk pulang.



"Mba Hellen sudah mau pulang ?" tanya bu Siti.



" Iya bu semuanya sudah beres " jawab ku.



" Baik lah, tunggu sebentar yaa, ini untuk upah mba hari ini ya, nanti kalau semisal saya perlu bantuan mba Hellen lagi, saya bisa hubungi kapan aja kan ?" tanya bu Siti lagi.



" Iya bu bisa, kebetulan saya memang sering mengambil kerjaan harian." jawab ku.



" Baik lah, terimakasih untuk hari ini ya mba Hellen "



" Sama - sama bu, terimakasih juga." balas ku lagi.



Setelah berpamitan, aku segera menaiki motor ku untuk pulang. tak sabar rasa nya ingin melihat wajah mungil putri kecil ku. yang selalu menjadi pengobat rasa lelah.


__ADS_1


Sesampai nya aku di rumah, rupanya mba Ema sedang berjalan - jalan sore dengan tetangga lain nya.



Tin tin ! klakson ku, memanggil mba Ema. karena aku tak mungkin berteriak memanggil karena mereka agak jauh dari jalan yang ke lewati.



" Wahhh, mama sudah pulang dek ! ayo kita pulang juga ke rumah..." ucap mba Ema saat aku mendekat sambil naik ke atas motor.



" Ibu - ibu maaf tinggal dulu yaa " ucap ku basa basi menyapa mereka.



" Iya mba " sahut mereka serempak.



Sampai di rumah, aku pun langsung bergegas mandi karena badan ku sangat lengket seharian bekerja di dapur.



" Mba Ema saya tinggal mandi dulu yaa, suami mba Ema masih lama kan pulang nya ?"



" Iya mba, santai aja " jawab mba Ema.



Selesai mandi aku pun berbincang - bincang dengan mba Ema, sambil menonton acara TV. Saat akan tiba waktu magrib, mba Ema pun pamit untuk pulang. Aku pun memberikan uang untuk mba Ema 50 ribu namun di tolak nya. karena perjanjian kami, aku hanya bisa bayar dia perhari 15 ribu saja.



" Mba Hellen sudah mau magrib, saya pulang dulu ya. besok kalau mba ada job lagi datang aja ke rumah ya !"



" Oh iya mba, kalau gitu ini untuk mba hari ini dan terimakasih selalu membantu saya." ucap ku lagi.



" Kok 50 sih mba ? ini ma ke banyakan mba " ucap mba Ema.



" Iya gak papa mba, kebetulan saya dapat bayaran lebih." ambil lah" ucap ku lagi.



" Gak usah mba, saya ikhlas bantuin mba buat jaga in Helena. tanpa di bayar pun saya tetap mau jaga Helena. saya menerima tawaran mba itu, supaya mba gak segan aja untuk nitipin Helena ke saya." ucap mba Ema lagi.



" Iya mba saya tau, tapi saya juga ikhlas untuk ngasih mba. dan nih saya juga beliin kue untuk mba, mba kan suka nya ngemil kue." jelas ku lagi.



" Ya udah, kalau mba mau libihkan, kasih 20 ribu aja. kalau 50 saya tetap gak mau. kalau mba tetap ngotot, besok jangan titip Helena lagi sama saya. titip nya ke orang lain ajah, dan... ini kue nya saya bawa hehehe. " ucap mba Ema dengan cengengesan nya.



" Baik lah mba, kalau gitu ini 20 ribu. terimakasih banyak mba Ema sudah membantu saya. semoga rezeki mba dan suami lancar yaa mba Ema..." ucap ku lagi.



" Aamiin..." jawab mba Ema.



\*\*\*Terimakasih untuk teman² yg selalu mampir. jangan lupa tinggalin jejak nya yaa ! sehat selalu untuk semua nya\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2