Istri Ke Dua

Istri Ke Dua
Part 157 # Bonus 4


__ADS_3

"Assalamu'alaikum, Ibu ... Adik ... Nenek." Taqa sangat antusias membuka pintu ruangan sang ibu.


"Wa'alaikumussalam, sini Sayang." Yasmine menjawab sembari melambaikan tangannya, agar sang putra mendekat.


"Ya Allaah. MaSyaa Allaah tabbarakallah, adik cantik banget, Bu," kata Taqa yang kini sudah berdiri di sebelah ranjang dengan ibu Sufi dibelakangnya.


"Cantik ya, Taqa adiknya. Namanya siapa?" tanya ibu Sufi.


"Namanya Taqisha Humaira, ya 'kan Bu?" Taqa kembali bertanya pada sang ibu.


"Iya," jawab Yasmine. "Ayah mana?" tanya balik wanita itu, saat ia tak mendapati suaminya turut masuk.


"Ayah urus apa, Taqa lupa." tangan anak itu mengusap pipi lembut sang adik.


"Kak Taqa, sama Adik Taqi, lucu sekali. Namanya tidak susah. Jadi nenek bisa panggil dengan mudah," begitu ujar ibu Sufi dengan senangnya.

__ADS_1


"Iya, benar apa kata Nenek. Oh iya, Bu. Ibu sudah telepon nenek sama Kakek Jakarta belum?" tanya anak tampan itu. "Aku pengin yang kasih tahu, kalau adik aku udah lahir," sambungnya antusias.


"Belum, kayaknya. Boleh, coba Kak Taqa tolong ambilkan hape ibu di tas." kata Yasmine.


"Sini, biar Taqi sama nenek dulu. Mumpung masih kuat gendong." tangan ibu Sufi dengan terampil menggendong cucu barunya itu. "Kamu juga harus makan, Nak Yas. Habis melahirkan itu butuh tenaga lebih banyak lagi," sambung wanita paruh baya itu pada menantunya.


"Iya, Bu. Sebentar, biar Yas telepon ibu dan ayah dulu." Yasmine tersenyum pada ibu mertuanya itu.


"Iya, beritahu. Mereka jelas bahagia sekali mendengar ini."


...----------------...


Bahagia. Satu kata yang dirasakan semua orang saat ini. Tak terkecuali Alifa dan Alfin yang saat ini juga sudah datang di rumah Yasmine dan Arya. Ya, karena saat ini bayi Taqi sudah boleh dibawa pulang, dan bayi mungil itu tengah me n y u s u di ibunya saat ini. Di kamar, dengan ditemani nenek Radiah saja.


Sedangakan Alifa, dan si kembar Lisha dan lisi tengah bermain di ruang keluarga. Tentu saja dengan semua orang. Ada ayah Ilyas, ibu Sufi, Yahya dan sang istri yang tengah hamil besar, ada Arya yang duduk disebelah Taqa. Dan Alfin yang tengah memperhatikan anak pertamanya yang sangat nempel dengan ayah sambungnya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja, Lisi merangkak mendekat ke arah Taqa. Namun, siapa sangka bocah itu malah berdiri dan menjauh.


"Loh, Taqa. Ini adiknya mau main sama kakak." ujar Arya yang lantas menggendong anak kecil itu dan mendudukkannya di pangkuan.


"Adik ya." ujar Taqa. "Aku mau sama adik, kalau gitu." bocah tampan itu pergi dari sana, memutar tumit dan berlari ke kamar.


"Eh, Taqa." Arya memanggil, namun tak dihiraukan.


"Sudah, tidak apa. Mas Arya," kata Alifa dengan wajah sendu. Begitu juga dengan Alfin.


"Maafkan, Nak Taqa ya ... Nak Alfin, Nak Alifa," ucap ibu Sufi tak enak hati.


"Kenapa minta maaf, Ibu. Kita semua memaklumi kok, ya 'kan." ujar Zahra yang memang tengah duduk disebelah Alifa. Tentu saja wanita itu mengangguk.


"Sini, Lisha sama kakek. Kita lihat dedek Taqi." ayah Ilyas lantas berdiri dan mengajak cucu perempuannya itu.

__ADS_1


"Ayo, Lisi juga. Kita lihat, siapa tahu dedeknya sudah nen nya." Arya juga turut berdiri.


__ADS_2