
ππππππ
"Yakinlah, ada sesuatu yang menantimu setelah sekian banyak kesabaran yang kau jalani, yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit." Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu.
ππππππ
Episode 22
"Cukup Vina Renata!!! Dari dulu sampai sekarang selalu pongah kau!!!" ucap pria di samping Vina Vina Renata yang menahan tangan Renata.
"Kau!!! Jangan ikut campur masalahku!!! Ini kantor calon suami aku!! Fatih Nur Rakhman!!!." teriak Renata.
Pria itu adalah Anas yang tengah mengantarkan makanan untuk adiknya Aisha akan tetapi dia bertemu Vina Vina Renata saat menuju ke ruang Aisha.
"Jadi orang jangan seenaknya sendiri Renata, ini ada apa sebenarnya Kak?" tanya Anas ke resepsionis di depan Renata.
"Mohon maaf Tuan Anas, beliau ini Nona Muda Renata." resepsionis menjelaskan.
"Saya sudah kenal dia Kak, ada apa dia membuat keributan di sini?." tanya Anas kembali.
"Beliau adalah......" ucapan resepsionis itu terhenti karena melihat Aisha yang memberikan kode di belakang Anas dan Renata.
"Assalamualaikum wr wb Kak Anas, eh ada badut nih, ngapain di sini?." tanya Aisha ke Vina Renata.
"Waalaikumsalam wr wb, badut? Siapa yang badut dik?." tanya Anas.
"Siapa lagi bukan dia Kak? Liat aja make up setebal lima centj tuh persis badut pasar malam." Aisha menunjuk ke Renata.
"Hei!! Jangan asal bicara kau wanita bercadar!!! Ngapain kau di kantor kekasih ku??!!! Jadi office girl ya??? Kasihan tuh cadar." ejek Renata.
"Jaga ucapanmu Renata!! Dia adik ku!!! Ini kantor perusahaan keluarga besar Al-Fatih!!! Emang siapa kekasih mu!! Riko?" emosi Anas memuncak.
Vina Renata tersenyum bangga menatap Anas yang terpancing emosinya sementara Aisha memasang wajah bodoh amat.
"Bukan Riko tetapi kakaknya yaitu Fatih Nur Rakhman yang jauh level dengan kau Anas!!! Maka dari itu gua tinggalin lu untuk berselingkuh dengan Fatih!!" ucap Vina Renata.
"Oh ini Vina Renata yang menghilang seperti syetan syetan terkutuk itu toh kak? Dih kok mau punya pasangan kayak gini sih mending sama Kak Shinta nih." Aisha menunjuk Shinta yang berdiri di sampingnya.
"Fatih kekasih mu? Bukankah dia sebentar lagi menikahi adikku Renata? Apa kau ingin menghancurkan adikku, hah!!" Anas mencengkeram leher Vina Renatasangat erat.
Vina Renata yang menerima serangan mendadak dari Anas hanya bisa meronta memohon untuk di lepaskan.
"Kak cukup!!! Jangan kotori tangan Kak Anas, biar Aisha jelaskan ke dia,si binatang buas ini dan jangan ceritakan ke Abi Hamzah dan Umi Fatimah Kak, biar Aisha hadapi semua dan jika Aisha menyerah Aisha akan pulang ke rumah nantinya." pinta Aisha.
__ADS_1
Anas segera melepaskan cengkeramannya dari leher Renata, Vina Vina Renata menghirup udara banyak banyak lumer lumer hingga akhirnya......
"Renata, dua hari lagi saya dan Mas Fatih menikah, saya kasih dua pilihan, yang pertama kau jauhi dan tinggalkan Mas Fatih atau nantinya tanganku sendiri yang akan membunuhmu." ancam Aisha.
Vina Renatayang mendengar ucapan Aisha spontan melayangkan tangan untuk menampar Aisha tapi sayang kali ini Aisha lebih cepat dari Renata, Aisha menangkap tangan Aisha dan berucap.....
"Eits tidak kena, tidak semudah itu syetan betina, mau anda apa? Ingin menguasai harta keluarga besar Al-Fatih? Maaf anda salah dan jangan membangunkan singa yang tertidur, sekali lagi dua hari saya akan menikah dengan Mas Fatih, mau anda apa? Gak terima?" tantang Aisha kembali.
Vina Vina Renata menelan ludah mendengar ucapan Aisha sekaligus merasakan sebuah pistol yang sudah berada tepat di pelipis kepalanya.
"Kita ketemu lagi Vina Renatadan berterimakasihlah ke Nona Muda Aisha karena jika tidak ada Nona Muda Aisha habis nyawamu di tanganku seperti kau menghabisi sahabatku Putra saat itu!!" Shinta lebih menekan pistolnya ke pelipis Renata.
"Kak Shinta lepaskan, sekarang mau anda gimana? Apakah mau merusak rumah tanggaku kelak? Silahkan akan tetapi ingat satu hal, jangan menjadikan dirimu hina karena harta dan laki laki semata Vina Renata, karena saat itu saya Aisha binti Hamzah akan mempertahankan rumah tanggaku kelak dengan Mas Fatih bagaimanapun cobaannya dari anda!!!" Aisha melepaskan tangan Vina Vina Renata dengan kasar.
Vina Vina Renata tersenyum smirk ke Aisha, dua pandangan wanita tengah berseteru itu menjadi tontonan di kantor perusahaan Al-Fatih.
"Lihat saja nanti, yang pantas mendapatkan Fatih kamu atau gua karena gua pemegang kunci dari Fatih sementara lu jangan berharap jika Fatih jatuh cinta ke lu seorang wanita bercadar." ucap Vina Renata melenggang pergi.
Aisha tersenyum di balik cadarnya, dia menggeleng mendengar ucapan Vina Vina Renata sementara itu Anas merenung mendengar bahwa Fatih adalah kekasih Vina Vina Renata sejak SMA dan bahkan Vina Renataberselingkuh selama menjalan hubungan dengan Anas.
"Uda Kak jangan di sesali wanita macam kuntilanak itu, jangan cerita ke Abi dan Umi karena Aisha tak ingin ada perang di antara ayah Ahmad Fatihurahman dan Abi Hamzah, yuk makan bersama di ruang Aisha Kak Anas, Kak Shinta yuk ikut juga ini bekal makan siang gak habis Aisha." ucap Aisha menarik tangan Shinta untuk mengikuti nya.
Shinta berjalan berdampingan dengan Anas hingga.....
Anas yang terkejut mendengar nama Putra telah di sebut Shinta menoleh cepat ke arah Shinta.
"Putra? Bagaimana kamu mengenal nya?" tanya Anas menunduk.
"Putra adalah sahabat baik ku Kak tapi dia sudah tenang di surga." ucap Shinta menunduk mengingat Putra sahabatnya yang telah di tembak mati atas perintah seseorang.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berdukacita, Putra anaknya baik dan pasti Allah SWT menyiapkan surga untuknya, oh ya kamu siapa nya adik ku?." tanya Anas menunduk.
"Kak Anas kenapa menunduk? Bukankah kita harus menatap orang yang menjadi lawan bicara kita?" tanya Shinta memancing Anas.
Aisha yang mendengar percakapan Shinta dan kakaknya itu hanya tersenyum geli.
"Itu karena Kak Anas tak ingin Kak Shinta jatuh cinta pada pandangan pertama, bukan begitu Kak, hehehehehehehehe." cengir Aisha.
Anas menggeleng pelan dan mencubit pipi Aisha....
"Tuhkan Kak Shinta bisa lihat? Inilah kegemaran dari Kakakku suka membuat pipiku bertambah tambun." manyun Aisha.
Shinta dan Anas tertawa pelan mendengar ucapan Aisha, mereka berdua bersiap untuk makan siang bersama, sementara itu Fatih yang telah sampai rumah nya hanya mendapati Riko dan Delon sedang bermain game.
__ADS_1
"Assalamualaikum wr wb, mana Ayah Mama dik?" tanya Fatih memasang wajah cemberut nya.
"Waalaikumsalam wr wb, nyiapin pernikahanmu yang tinggal dua hari, bentar lagi pulang kok, tumben wajahnya berseri seri? Habis makan apa kau kak." ucap Riko menatap Fatih dengan penuh selidik.
"Berseri gundulmu, kenapa sih harus wanita yang menjadi pemimpin di perusahaan keluarga besar kita? Bukankah aku ini yang cakep, pintar, cerdas dan laki banget lah, kenapa harus di ganti sih pemimpin perusahaan keluarga besar kita?" ketus Fatih membakar rokok nya.
Riko menatap ke Delon yang tengah memainkan ponselnya, Fatih yang tengah kalut mendengar teriakan suara wanita dari luar rumahnya.
"Sayang!!!!! Keluar!!!! Gua tak boleh masuk sama satpam rumah mu!!" teriak Vina Renata dari depan gerbang rumah Fatih.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Ada dengan Vina Renatayang tiba tiba mendatangi rumah Fatih? Apa yang selanjutnya akan terjadi?