
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
أنا أحبكأنت تعني الكثير بالنسبة لي.
ʾAnā ʾuḥibbuka.ʾAnta taʿnī al-kaṯiīra bilnisbaẗi liī.
Artinya: Aku cinta kamu Kamu, Engkau sangat berarti untukku.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 47
Fatih memeluk Aisha erat hingga menitikkan air matanya, Aisha membalas pelukan Fatih dengan memberikan kecupan di telinga Fatih dan sedikit berbisik.
"Cintai aku karena Allah SWT Mas, hatiku dan tubuhku milikmu semata." bisik Aisha.
Fatih menghapus air matanya dan kembali menatap wajah Aisha dengan sendunya, Aisha tersenyum manis ke arah Fatih suaminya tersebut.
"Mas Fatih tahu? Pahala apa yang paling besar setelah kita menikah?" tanya Aisha memegang pipi Fatih.
"Apa itu Aish?" tanya Fatih keheranan.
"Bermunajat bersama mu di sepertiga malam, mencintaimu dalam doaku karena apa? Karena Mas Fatih cinta keduaku." jelas Aisha.
"Hah? Kenapa aku di jadikan cinta kedua?" tanya Fatih.
Aisha tersenyum menahan tawa ketika melihat wajah Fatih bertanya tanya.
"Assalamualaikum wr wb, gimana keadaanmu Aish?" suara berat Abi Hamzah memasuki ruang inap Aisha.
"Waalaikumsalam wr wb, Abi Umi. Alhamdulillah Aisha sudah sehat Abi, Abi Umi gimana keadaannya?" tanya Aisha sembari mencium punggung tangan Abi dan Umi bergantian.
"Alhamdulillah sehat Aisha, Fatih, Abi bisa bertanya? Akan tetapi Abi meminta maaf jika membuatmu tidak enak hati nantinya." jelas Abi Hamzah menatap lekat Fatih.
"Waalaikumsalam wr wb Abi Umi, silahkan Abi jika itu membuat Fatih lega nantinya." ucap Fatih mencium punggung tangan Abi Hamzah dan Umi Fatimah bergantian.
"Baiklah, mumpung ada Aisha juga jadi agar clear nantinya, apa yang ingin Abi Hamzah tanyakan?" ucap Fatih sembari menunduk menunggu pertanyaan Abi Hamzah.
"Benarkah kamu masih berhubungan dengan Vina Renata? Dan benarkah kamu tidak menganggap Aisha putriku sebagai istrimu?" tanya Abi Hamzah seolah-olah membunuh Fatih.
"Begini Abi, Fatih minta maaf karena Fatih belum bisa melupakan Vina Renata dan saat itu perjodohan Fatih dengan Aisha begitu cepat. Fatih saat itu hanya ingin berbakti kepada Mama karena Fatih sayang Mama." ucap Fatih penuh penyesalan.
"Berarti kamu belum memberikan haknya Aisha sebagai istrimu? Dan tadi Abi ke kantor polisi untuk mengecek keberadaan Vina Renata tapi dia dan Andre telah bebas bersyarat, kamu tahu siapa Andre? Dan jika saat ini aku selaku ayah dari Aisha memintamu untuk menjatuhkan talak kepada Aisha apakah kamu ingin melakukannya?" ucap Abi Hamzah penuh penekanan.
Fatih semakin menunduk mendengar ucapan Abi Hamzah. Hatinya bergemuruh hebat ketika Abi Hamzah mengucapkan talak di telinga nya.
"Kamu tahu Andre? Andre dulu yang pernah meminta Aisha untuk menjadi istrinya akan tetapi Abi ingat dengan nadzar untuk menjodohkan Aisha dengan putra sahabatku yaitu Ayahmu sendiri Fatih akan tetapi kenapa kamu melukai hati anakku?" ucapan Abi Hamzah bergetar.
Fatih bersimpuh di depan Abi Hamzah dan Umi Fatimah. Hati Fatih runtuh mendengar perkataan Abi Hamzah.
"Abi, maafkan Mas Fatih, Aisha minta maaf jika ucapan Aisha salah. Aisha ingin menjadi istri yang berbakti ke suami seperti Umi ke Abi dan apakah manusia hanya memiliki satu kesempatan Abi?" ucap Aisha yang membela Fatih di depan Abi Hamzah dan Umi Fatimah.
"Ketahuilah Fatih, cinta pertama Aisha itu Abi Hamzah dan semenjak perjodohanmu dengan Aisha, Aisha selalu ingin berdampingan denganmu Fatih, Umi memaafkanmu karena Umi yakin kamu bisa menjadi suami yang baik bagi Aisha dan anak anakmu kelak." ucap Umi Fatimah tulus.
"Abi Umi, Fatih meminta satu kali kesempatan untuk membuat Aisha tersenyum dan meminta kesempatan untuk menjadi suami untuk Aisha baik di dunia dan di akhirat kelak, Fatih mohon maaf dengan kesalahan Fatih yang begitu besar Umi Abi, maafkanlah Fatih." tangisan Fatih pecah sembari mencium telapak kaki Abi Hamzah dan Umi Fatimah.
__ADS_1
Akan tetapi Abi Hamzah dan Umi Fatimah langsung membangunkan Fatih untuk tidak bersujud di depan mereka berdua.
"Berubah lah untuk Allah SWT dan hidupmu dengan Aisha serta berjanjilah sedalam hatimu untuk menerima apa yang ada di depanmu saat ini Fatih. Abi dan Umi memaafkanmu akan tetapi jangan pernah berjanji kembali jika kamu melakukan hal yang sama dan Aisha jangan menjadi istri yang selalu mengingat kesalahan suamimu, paham kalian berdua?" suara Abi Hamzah terdengar lembut.
Aisha dan Fatih mengangguk menjawab ucapan Abi Hamzah.
"Yauda, kamu ingin umrah Aisha? Jika itu benar maka Abi dan Umi akan menyiapkan semuanya karena tadi Abi di beritahu sahabat Abi yaitu Ahmad Fatihurahman untuk berangkat umrah bersama satu keluarga, apa kamu siap Fatih?" tanya Abi Hamzah sembari menepuk pelan pundak Fatih.
"Insya Allah siap Abi, mohon bimbingannya juga selama umrah nanti." ucap Fatih sembari menghapus air matanya.
"Alhamdulillah, ingat Fatih, lupakan masa lalumu karena kamu sekarang adalah imam bagi Aisha dan keluarga kecilmu juga, sekali lagi paham Fatih? Jangan sungkan untuk komunikasi dengan Abimu ini, jangan menganggap Abimu ini sempurna, teruslah untuk menuju jalan kebaikan bersama istrimu yaitu Aisha Khumairah." jelas Abi Hamzah mengelus rambut Fatih.
Fatih mencium punggung tangan Abi Hamzah penuh takzim.
"Maaf kan menantumu ini Abi Umi." ucap Fatih kembali terisak.
Abi Hamzah tersenyum melihat ketulusan Fatih untuk berubah menjadi lebih lagi. mereka berempat mengobrol hingga waktu menunjukkan adzan Maghrib dan tepat Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira datang untuk kembali menjenguk Aisha.
"Assalamualaikum wr wb, wah sahabatku sudah lama di sini? Bagaimana kabarnya besanku?" ucapan salam dari Ayah Ahmad Fatihurahman sembari memeluk Abi Hamzah.
"Waalaikumsalam wr wb, Masya Allah Ahmad, kita shalat yuk biar Fatih menantuku yang menjadi imam." ajak Abi Hamzah.
"Abi, Aisha ikut shalat ya." pinta Aisha.
Semua menatap kearah Fatih untuk memberikan jawaban atas permintaan Aisha.
"Yauda yuk bertayamumlah Aish." ucap Fatih sembari memberikan mukenah yang telah di antar Mama Zahra Khumaira.
Ibadah shalat Maghrib pun terlaksana dengan Fatih selaku Imam, setelah acara shalat Maghrib mereka berempat pulang, memberikan waktu berdua untuk Fatih dan Aisha.
"Kita pulang dulu Aish, Fatih!! Jaga menantu kesayangan Mama!! Awas kamu ajak yang ndak ndak." ancam Mama Zahra Khumaira.
"Yauda kita pulang dulu Fatih Aisha, lekas sembuh setelah itu kita umrah, Assalamualaikum wr wb." pamit Ayah Ahmad Fatihurahman di ikuti Mama Zahra Khumaira, Abi Hamzah dan Umi Fatimah.
Setelah kepulangan keluarga Aisha maupun Fatih. Kini ruang inap kembali sepi hanya terdengar suara jarum jam.
"Aisha, aku mau keluar dulu, mau merokok dulu, boleh?" pinta Fatih.
"Boleh Mas, sekalian ajak Delon atau tuh Kak Anas yang intip intip tuh." ucap Aisha sambil menunjuk ke arah kaca pintu yang terlihat Anas dan Delon mengintip Aisha dan Fatih.
"Mau nitip apa?" tanya Fatih mengusap lembut Aisha.
"Apa ya? Nanti aja wes Mas. Uda sana rokokan dulu, oh ya panggilkan Kak Shinta ya." pinta Aisha.
"Siap. Love you." ucap Fatih berusaha mencium Aisha.
"Mas, tuh ada Kak Anas tuh. Uda uda sana." balas Aisha.
"Jawab dulu." pendek Fatih.
"Too, hehehehehehe." balas Aisha seraya cekikikan.
"Haiisss, yauda nanti kalau minta sesuatu langsung telfon ya, aku berangkat dulu Bae, Assalamualaikum wr wb." ucap Fatih mengecup kening Aisha.
"Waalaikumsalam wr wb, hati hati Mas." balas Aisha mengecup bibir Fatih.
__ADS_1
Fatih tersenyum mendapatkan perlakuan begitu lembut dari Aisha, hingga keluar dari ruang inap masih tersenyum.
"Kenapa kau Fatih? Delon apakah dia kesurupan?" tanya Anas ke arah Delon.
Delon segera memegang kening Fatih dan menempelkan di lututnya.
"Iya Tuan Anas panas otaknya." ledek Delon.
Fatih mendelik mendengar ucapan dan perlakuan Delon ke dirinya.
"Kita ngopi Kak, Shinta di panggil Aisha dan minta tolong jaga dia sebentar, aku mau merokok dulu ya." ucap Fatih masih tersenyum membayangkan perlakuan Aisha barusan.
"Siap Tuan akan tetapi alangkah baiknya jangan tersenyum seperti ini terus Tuan, takut ada yang menganggap gila nanti ke Tuan Fatih." ucap Shinta berlalu ke arah ruang inap Aisha.
Fatih memajukan bibirnya mendengar ucapan Shinta dan segera mengajak Anas dan Delon untuk ngopi dan merokok di seberang rumah sakit.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Yuk komentar dan vote nya gaes, yuk main tebak tebakan. Apakah Fatih akan bucin parah ke Aisha? ataukah si kunyuk akan datang kembali untuk merebut paksa hati Fatih?
__ADS_1
Komentar nya gaes halo halo, like nya juga ya hehehehehehehe.
Terimakasih 🙏🙏