Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 51


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


أنت تجعليني أريد أن أكون رجلا أفضل.


ʾAnti taǧʿaliīnī ʾurīdu ʾan ʾakūna raǧulan ʾafḍal.


Artinya: Engkau membuatku ingin menjadi seseorang yang lebih baik lagi.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Episode 51


Aisha melotot mendengar nama Andre keluar dari Alena, begitu juga Fatih yang tengah mengingat kembali siapa Andre sebenarnya.


"Lekas sembuh Aisha, saya undur diri terlebih dahulu, jangan lupa jaga kesehatan selalu Aisha, titip Aisha Fatih, assalamualaikum wr wb." dokter Alena undur diri dan keluar dari ruang inap Aisha.


"Waalaikumsalam wr wb, terimakasih Kak Alena nanti aku salam kan ke Kak Anas." balas Aisha.


Aisha menatap Fatih yang tengah mengingat nama Andre yang dulu sangat dia kenal saat melakukan kerjasama dengan sebuah perusahaan dari luar negeri.


"Mas, Aisha haus." ucap Aisha membuyarkan lamunan Fatih.


"Eh iya sebentar, nih habiskan." ucap Fatih memberikan segelas jus alpukat untuk Aisha.


Aisha meneguk habis jus alpukat yang tadi di bawa Mama Zahra Khumaira, Fatih yang masih mengingat nama Andre hanya bisa memandang kosong ke arah gelas yang telah kosong.


"Mas, Mas mikir siapa? Andre?" tanya Aisha.


"Kamu mengenalnya? Apakah pria itu telah merebut hatimu Bae?" tanya Fatih.


"Bae? sejak kapan namaku menjadi Bae?" tanya Aisha memutar pertanyaan Fatih.


"Bae itu ungkapan sayang ke seseorang dariku khusus ke kamu Aish, apakah tak boleh memanggil Bae?" tanya Fatih.


"Apapun itu panggilan yang begitu romantis untuk Aisha, Aisha menyukainya, Mas Fatih mau manggil Dik, Khumaira, sayang ataupun Bae, tak apa apa Mas asalkan satu permintaan Aisha." pinta Aisha.


"Apa itu Bae?" tanya Fatih seraya duduk di samping ranjang Aisha.


"Jadilah imam keluarga kita di jalan Allah SWT hingga maut menjemput salah satu di antara kita dan alangkah baiknya hingga di surga kelak Mas." ucap Aisha mengecup bibir Fatih.


Fatih kembali terkesiap mendapati Aisha yang mulai berani berbuat mesrah ke dirinya akan tetapi tubuh dan hati sudah tidak menolak atas sikap Aisha.


"Insya Allah, bimbing juga aku Aisha, kita lupakan masa lalu dan aku ingin masa depan kita dan anak anak kita." ucap Fatih seraya mengelus perut Aisha.


Aisha tersipu malu mendengar ucapan Fatih.

__ADS_1


"Aisha ngantuk Mas, Aisha bubuk dulu ya." pinta Aisha.


Fatih mengangguk dan membantu Aisha untuk beristirahat dan meminta izin keluar ke kantin untuk merokok tentunya.


"Aku panggilkan Shinta ya untuk menjagamu Aish." ucap Fatih seraya menelfon Delon untuk meminta tolong ke Shinta untuk menjaga Aisha.


Cup


Cup


Cup


(Fatih mengecup kedua mata Aisha dan bibir Aisha seraya membatin "Engkau membuatku ingin menjadi seseorang yang lebih baik lagi Aisha".)


Shinta masuk ke kamar inap Aisha untuk menjaga Aisha selama Fatih ke kantin untuk mengobrol dengan Delon. Fatih menelfon Riko yang untuk menyuruh bergabung dengannya bersama Delon.


"Delon, minta tolong tambah personil untuk menjaga di sekitar kamar inap Aisha tapi..." ucapan Fatih terputus karena Delon menghubungi semua bodyguard dan anak buahnya yang telah berjalan ke arah Fatih dan dirinya.


"Semuanya perempuan Tuan jadi jangan takut karena Nona Muda Aisha begitu cantik bukan?" goda Delon.


"Hemm. jangan meledekku Delon, terimakasih atas bantuannya." ucap Fatih membungkuk hormat ke arah Delon.


Delon pun memegang kening Fatih dan menempel kan ke bokongnya.


"Gak panas Tuan, Tuan Fatih kenapa begitu berubah setelah berdekatan dengan Nona Aisha?" ucap Delon sedikit mengejek.


"Jaga Nona Muda Aisha, jangan lengah dan ingat!! Vina Renata dan Andre bebas bersyarat!! Paham kalian?" ucap Delon dengan suara bariton nya.


"Siap Tuan Delon!!" suara mereka terdengar serempak.


Ya!! Benar, ada sekitar dua puluh penjaga untuk Aisha di sekitar ruang inap Aisha dan semuanya bodyguard perempuan yang sudah terlatih.


"Macam mafia saja kamu Delon." ucap Fatih sembari menatap Delon.


"Emang, kan Tuan Besar Ahmad Fatihurahman dulu juga mafia dulunya sih tetapi bertaubat setelah memiliki anda dan Tuan Riko di tambah bertemu dengan sahabatnya yaitu Abi Hamzah." ucap Delon sembari berjalan di belakang Fatih.


Fatih manggut-manggut memahami ucapan Delon, Riko yang mendapat panggilan dari kakaknya segera merapatkan diri ke rumah sakit. Di kantin rumah sakit milik keluarga besar Al-Fatih tetap tidak bisa merokok karena itu Fatih segera menghubungi kembali Riko untuk bertemu di cafe seberang rumah sakit.


Fatih menyesap kopinya dan segera membakar sebatang nikotin untuk melepaskan penatnya. Delon pun menggeleng melihat tingkah Fatih yang terlihat sangat lelah.


"Assalamualaikum wr wb, maaf Mas datangku telat, wajahmu kusam gitu, sholat sek sana." titah Riko menyalami Fatih dan Delon bergantian.


"Waalaikumsalam wr wb, astaghfirullah lupa aku belum isya, yauda tunggu bentar." ucap Fatih langsung mematikan rokoknya.


"Tumben sekali dia, kenapa Delon dengan Mas ku itu?" tanya Riko ke arah Delon.

__ADS_1


"Bucin sudahan dia Tuan, sudah hampir seharian dengan Nona Aisha tuh anak hehehehehehe." cengir Delon tanpa dosa.


"Alhamdulillah tapi ada yang lebih dibereskan sebentar lagi ini terkait….." ucapan Riko terputus ketika Delon memberikan isyarat di depan bibirnya.


"Jangan keras keras, ada yang menguping kita, tunggu sebentar Tuan." ucap Delon sembari berjalan ke arah pria yang tengah memvideokan perbincangan Riko dengannya.


Click (suara pengaman pistol milik Delon).


"Ada masalah Tuan?" ucap Delon sembari menodongkan pistol ke arah pelipis pria tersebut.


"Anda di suruh siapa Tuan? Hapus!! Atau timah panas ini menghancurkan isi kepala mu Tuan!!!!" gertak Delon.


Pria tersebut menciut mendengar suara bariton milik Delon.


"Benar benar mafia keluarga besar Al-Fatih." batinnya ketakutan.


"Baiklah akan aku hancurkan isi kepalamu Tuan dalam hitungan mundur. Tiga, Dua, Sat.." suara Delon menghitung mundur akan tetapi Riko menahan Delon.


"Cukup Delon!! Hei kamu!! Ada masalah apa? Mari kita bicara baik baik." ajak Riko tersenyum ke arah pria tersebut.


Pria tersebut menunduk menyesali tindakannya. ponsel pria tersebut berdering dan memunculkan nama "Nona Muda Ghea.".


"Oh suruhan Ghea, yuk ngobrol sini dan tunggu Mas ku yuk." ucap Riko sembari mengambil pistol milik Delon.


"Tuan!! Tapi dia!!" Delon menolak tindakan Riko.


"Tidak semuanya di selesaikan dengan senjata api Delon, kita bisa bicarakan baik baik, yuk mari ikut saya." ajak Riko ke pria tersebut.


Pria tersebut mengikuti Riko untuk duduk di meja mereka. Fatih yang telah selesai menunaikan shalat isya menatap kaget ke arah pria tersebut.


"Siapa dia dik??" tanya Fatih menunjuk pria tersebut.


"Duduk Mas, biarkan dia cerita terlebih dahulu." pinta Riko kalem.


Fatih pun menurut akan tetapi matanya melotot ketika ponsel pria tersebut kembali berdering dan menampilkan nama "Nona Ghea" untuk ke-dua kalinya.


"Boleh saya angkat Tuan??" pinta pria itu dengan suara bergetar.


Riko mengangguk sebagai jawabannya, sementara itu Delon menghubungi bodyguard dan Shinta untuk menanyakan keadaan di kamar Nona Aisha.


.


.


.

__ADS_1


Assalamualaikum wr wb gaes, sehat semua? jangan lupa like dan komentar nya ya gaes, saya tahu jika tulisan saya kurang bermutu 🙏🙏, maaf ya🙏🙏.


__ADS_2