Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 31


__ADS_3

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


ูˆูŽู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ู…ู‘ูŽู†ู’ ูŠู‘ูŽู‚ููˆู’ู„ู ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุงู“ ุงูฐุชูู†ูŽุง ููู‰ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆู‘ูŽููู‰ ุงู„ู’ุงูฐุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆู‘ูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูขู ูก


Wa minhum may yaquulu Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzabannar


Artinya: "Di antara mereka ada juga yang berdoa, โ€œYa Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab nerakaโ€."


Tafsir Quran Surah Al Baqarah Ayat 201


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Episode 31


Setelah ibu paruh baya itu menghabiskan air mineral pemberian dari Aisha....


"Neng makasih ya, neng wanita yang sangat baik, semoga neng bisa merebut suami neng dari wanita tadi yang bersama suami neng, saya pamit pulang neng, ayok nak kita pulang." ajak ibu paruh baya ke anaknya yang tengah duduk di pangkuan Aisha.


"Tapi Ma, acu beyum maem, adik lapel Ma." rengek anak kecil itu.


Aisha menatap anak perempuan kecil dan ibu paruh baya bergantian....


"Ibu ikut Aisha yuk, adik mau ikut kakak?" tanya Aisha.


"Mau akak cantik, yuk Mama kita itut akak cantik." ajak anak perempuan kecil itu.


"Nak kasihan kakaknya lho, yuk kita pulang saja." ajak ibu paruh baya ke anaknya tapi anaknya hanya menggeleng dan semakin erat memeluk Aisha.


Aisha segera memberikan kode ke Shinta untuk mendekat dan berbisik ke Shinta. "Bantu aku kak menyakinkan ibunya ya." pinta Aisha.


Shinta pun mengangguk mengerti kemudian berfikir untuk menyusun kalimat dan ..."Bu, permisi Nona saya mengajak ibu, alangkah baiknya ibu menerimanya karena Nona Aisha tidak keberatan sama sekali." ucap lembut Shinta.


Ibu paruh baya tersebut menatap Shinta agak lama dan berganti menatap Aisha.


"Mari Bu masuk mobil calon mertua saya." ajak Aisha.


"Tapi baju saya kotor neng, nanti membuat kotor mobil Neng." ucap ibu paruh baya itu sambil menunduk.


"Subhanallah ibu, itu semua tidak masalah yang terpenting ibu dan adik cantik ikut saya sebentar saja ya, Kak Delon tolong masuk kan barang bawaan ibu ya ke bagasi." pinta Aisha ke Delon.


"Baik Nona Aisha." ucap Delon sambil berjalan mengambil barang bawaan ibu paruh baya tersebut.


Aisha menggendong anak perempuan tersebut dan bertanya.... "Nama adik cantik ini siapa? Nama kakak Aisha." ucap Aisha mencium pipi anak perempuan itu.


"Wow nama akak cantik sesuai pelbuatanya, namaku Hafisah akak dan mamacu....." ucapan anak perempuan bernama Hafisah berhenti karena mengingat nama Mama nya sambil menggaruk kepalanya untuk mengingat.


"Nama saya Zulaikha neng, nak turun nanti capek kakak Aisha." ajak ibu Zulaikha.


Hafisah menggeleng dan semakin erat memeluk Aisha hingga Aisha tertawa di balik niqabnya.


"Yuk Ibu ikut Aisha ke dalam, jangan nolak Bu." ajak Aisha dan di ikuti Shinta.


Riko dan Anas yang sedari tadi mengamati video CCTV merasa geram atas tindakan Vina Renata dan Fatih hanya diam tanpa menegur perilaku Vina Renata.


"Tuan, sudah selesai? Itu Nona Aisha ke dalam mall lagi tuh, nanti kita bahas saja." Delon merebut ponselnya yang masih memutar video kejadian Vina Renata menendang ibu Zulaikha.


Riko dan Anas mendengus karena ponsel Delon di ambil sepihak oleh Delon dan mengikuti Aisha dan Shinta berbelanja.


Aisha segera ke toko baju anak anak dan memilihkan baju untuk Hafisah....


"Kak Shinta sudah beli peralatan mandi?" bisik Aisha ke Shinta.


"Sudah Nona, apakah saya mengajak mereka berdua mandi terlebih dahulu?" balas Shinta berbisik.


"Setelah mereka mendapatkan bajunya." bisik Aisha kembali.


Saat Aisha berbisik dengan Shinta, tangan Aisha di tarik Hafisah....


"Akak cantik mahal cemua, Hafisah tak unya uang." Hafisah menunduk.


"Subhanallah Hafisah, pilih aja ya, Kak Shinta tolong ajak ibu Zulaikha membeli bajunya ya, ibu ikut Kak Shinta ya dan jangan menolak." ucap Aisha tegas.


Ibu Zulaikha hanya mengangguk dan mengucapkan... "Terimakasih Neng, semoga Neng Aisha sehat selalu, panjang umur dan bisa merebut suami neng tadi." ucap ibu Zulaikha tulus.


"Aaaaammmmmmmiiiiinnnnnn." ucap Delon, Riko dan Anas serentak.

__ADS_1


Aisha mengangguk dan segera memberikan kartu Black Cardnya ke Shinta, sementara dia mengikuti Hafisah yang tengah memilih baju.


"Akak cantik nih udah." ucap Hafisah sambil memeluk Aisha yang sejajar dengannya.


"Lho kok Dua saja? Yuk ambil lagi yuk sini." ajak Aisha sambil menggendong Hafisah.


Setelah semua baju untuk ibu Zulaikha dan Hafisah terbeli segera Shinta mengajak mereka untuk mandi dan berganti pakaian.


Aisha yang menunggu di depan toilet menatap Anas, Delon dan Riko bergantian yang sedang menonton video tindakan Vina Renata tadi.


"Ada yang kalian sembunyikan? Pasti kalian tahu kan siapa dia, Aisha sudah tahu kok." ucap Aisha dengan entengnya.


Delon mengangguk karena sudah mengingat kejadian saat malam itu yang di mana Aisha bertemu anak kecil bernama Hafisah dan ibu Zulaikha saat Mama Zahra Khumaira tengah di rawat di rumah sakit saat itu.


"Sudah biarkan saja, kalau mau serahkan saja ke Ayah Ahmad Fatihurahman Kak Riko, itu kalau mau lho dan untuk Kak anas dan itukah Vina Renata yang kakak tunggu??" Aisha berbicara kembali dengan entengnya.


Riko dan Anas melongo mendengar ucapan Aisha yang berbicara dengan entengnya.


"Akak Aisha cantik, Hafisah udah nih." ucap Hafisah menghamburkan diri ke Aisha.


Ibu Hafisah yang menatap anaknya bergelayut manja ke Aisha menitikkan air matanya hingga Shinta menyadari air mata ibu Zulaikha.....


"Begitulah Nona Muda Aisha Bu, jangan khawatir dengan Nona saya Bu karena dia...." ucapan Shinta terputus karena Aisha memanggilnya.


"Kak Shinta yuk kita berangkat." ajak Aisha.


Shinta segera mengajak ibu Zulaikha untuk berjalan terlebih dahulu dan setelah di parkir mobil....


"Ibu ikut Aisha ya." pinta Aisha.


"Baiklah Neng." ucap ibu Zulaikha.


Akhirnya mereka masuk ke dalam mobil dengan posisi Shinta duduk di sebelah Anas yang mengemudi sehingga membuat jantung Shinta semakin berdebar tak karuan.


"Akak Aisha, kayaknya akak itu suka deh sama akak cowok itu." ucap Hafisah spontan.


"Dengar Kak Anas? Anak kecil tak pernah berbohong, segera khitbah Kak Shinta jangan berharap sama Vina Renata." sambung Aisha.


Di dalam mobil Aisha terlihat Hafisah bercerita banyak setelah pertemuan dengan Aisha malam itu.


Aisha mendengar ucapan Hafisah langsung memeluk erat Hafisah dengan kasih sayang dan kemudian berucap..... "Ibu setelah ini sementara ibu di Panti Asuhan Al-Azhar ya dan setelah Aisha menikah ikut Aisha di rumah Aisha dan suami Aisha, mau kan Bu? ibu jangan menolak, Aisha mohon." ucap Aisha memohon ke ibu Zulaikha.


"Tapi neng? Ibu gak punya biaya untuk tinggal dengan neng Aisha." ucapan ibu Zulaikha menyayat hati Aisha kembali.


Aisha menunduk dan menitikkan air matanya....


"Ibu jangan khawatir soal itu, nanti ibu bisa menjadi asisten rumah tangga adik saya dan nanti akan di berikan bayaran kok dari adik saya, bagaimana Aisha adikku?" ucap Anas.


"Apa yang di katakan Kak Anas benar Bu, ibu bisa bekerja di rumah Nona Aisha setelah menikah, insya Allah ada saya juga kok." sahut Shinta dengan cepat.


Ibu Zulaikha terdiam....


"Ibu, Aisha mohon Bu." pinta Aisha.


Ibu Zulaikha menangis dan memeluk Aisha erat dan..... "Terimakasih Neng Aisah terimakasih, semoga Allah SWT membalas semuanya yang neng Aisha berikan ke ibu dan Hafisah." ucap ibu Zulaikha tulus.


Aisha mengangguk dan membalas pelukan ibu Zulaikha dengan erat....


Setelah hampir tiga puluh menit kedua mobil yang di tumpangi mereka akhirnya sampai juga di sebuah Panti Asuhan Al-Azhar....


"Yakin Kak ini tempatnya?" tanya Aisha ke Anas.


"Yakinlah, hanya ini Panti Asuhan yang ada di dalam kota ini dan dekat dengan kantor perusahaan keluarga besar Al-Fatih dik, yuk turun tuh ibu Panti Asuhannya sudah menunggu." ajak Anas.


Aisha yang memandang seluruh bangunan Panti Asuhan Al-Azhar yang lebih dari kata layak huni hanya mengusap dadanya berkali kali. "Ya Allah kenapa bangunan nya mau roboh seperti ini, izin kan Aisha memperbaiki Panti Asuhan Al-Azhar ini ya Allah." batin Aisha.


Ibu Panti Asuhan Al-Azhar segera menyambut kedatangan Aisha dan rombongan di ikuti anak anak Panti Asuhan Al-Azhar yang bergantian mencium tangan Aisha dan rombongan.


"Assalamualaikum wr wb, ini pasti Nona Muda Aisha ya Tuan Riko Tuan Anas." ucap ibu Panti Asuhan menatap Aisha kemudian berganti menatap ke Anas dan Riko.


"Waalaikumsalam wr wb, ibu jangan panggil Tuan panggil nama saja atau Mas boleh kok." ucap Riko sambil menatap seorang gadis di sebelah ibu Panti Asuhan Al-Azhar.


"Kondisikan matanya dong, lirikan matanya lhoโ€ฆ.. awas awas minggir." ucap Aisha sambil berjalan melewati Riko.


Semua tertawa melihat Aisha membuyarkan lirikan Riko ke arah gadis yang di sebelah Panti Asuhan tersebut, sementara Riko yang mendapat ucapan Aisha langsung menunduk malu.

__ADS_1


"Assalamualaikum wr wb Bu, nama saya Aisha, panggil saja Aisha tanpa embel embel Nona ya Bu, oh ya bu" ucap Aisha seraya mencium tangan ibu Panti Asuhan Al-Azhar.


"Waalaikumsalam wr wb, Masya Allah iya nak Aisha, saya Ibu Dewi dan ini Retno yang mendampingi ibu sejak Panti Asuhan Al-Azhar ini berdiri." ucap Ibu Dewi seraya mengenal kan Retno ke Aisha.


Retno yang memiliki perawakan hampir seperti Aisha itu pun mengenalkan diri.


"Retno Kak." ucap Retno menjabat tangan Aisha.


Aisha membalas jabatan tangan Retno.....


"Bu Dewi, bisakah kita semua melihat keseluruhan Panti Asuhan Al-Azhar? Aisha ingin mengerti kondisinya, oh ya Kak Shinta minta tolong kertas dan pulpen ya." pinta Aisha.


Aisha berkeliling di ikuti Shinta dan Bu Dewi sementara itu ibu Zulaikha, Anas, Riko, Retno bermain dengan Hafisah di pekarangan panti asuhan yang luas.


"Mama, acu aus." suara khas cadel Hafisah meminta minum.


"Adik haus? Yuk ikut Kakak." ajak Retno.


Retno menggendong Hafisah untuk mengambil air minum dan.... "Aku juga haus, boleh aku ikut?" ucap Riko.


Tatapan mata Retno mendengar ucapan Riko hanya bisa mengangguk dan memandang wajah Riko, Anas dan Delon melihat Riko yang mencari kesempatan itu.


"Minta Ayah Ahmad Fatihurahman untuk melamarnya dik Riko." teriak Anas ke arah Riko yang berjalan berdampingan dengan Retno yang menggendong Hafisah.


Setelah hampir tiga puluh menit Aisha berkeliling dan mengamati catatan yang di tulisnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Kenapa Nona Aisha?" tanya Shinta.


"Nanti aja di rembukan sama Kak Riko dan Kak Anas, bagaimanapun juga mereka nantinya yang menentukan juga." ucap Aisha sambil berjalan.


Semua berkumpul di dalam Panti Asuhan yang sedikit sempit dan Aisha meminta tolong ke Anas dan Riko untuk membagikan makanan ringan ke anak anak Panti Asuhan Al-Azhar.


"Ada berapa anak Bu Dewi di sini?" tanya Aisha.


"Sekitar tiga puluhan nak Aisha tapi maaf Panti Asuhan Al-Azhar seperti ini bentuknya, oh ya dari tadi ini siapa?." tunjuk ibu Dewi ke arah ibu Zulaikha.


Aisha yang membalikkan badan untuk menatap ibu Zulaikha yang sedang membantu membagikan makanan ringan itu pun.....


"Nama beliau ibu Zulaikha, Bu Dewi. Insya Allah Aisha nitip di sini sebentar? Nanti setelah Aisha menikah ibu Zulaikha dan Hafisah ikut Aisha, boleh kan Bu?" tanya Aisha.


"Seperti nya saya mengenalnya nak, maaf sebelumnya apa Ibu Zulaikha yang bekerja sebagai pemulung untuk memenuhi kehidupannya bersama anak nya itu?" Bu Dewi bertanya balik ke Aisha.


Aisha terdiam mendengar ucapan dari Bu Dewi, sedikit tercubit hatinya karena mendengar profesi dari ibu Zulaikha.


"Ibu Zulaikha boleh kok nak di sini, Malah ibu berharap ada yang membantu di sini nak Aisha." ucap tulus Bu Dewi.


"Alhamdulillah Bu, terimakasih." Aisha mencium tangan Bu Dewi.


Setelah semua anak anak kembali bermain, Riko dan Anas menghampiri Aisha yang sedang berbincang dengan Bu Dewi.


"Gimana dik? Tadi kata Shinta mau ada yang di bahas?" tanya Anas.


"Sini sini, kita bahas bersama." ajak Aisha sambil memberikan kertasnya yang berisikan catatan tadi.


Anas dan Riko membaca bersamaan kemudian saling menatap satu sama lain.....


"Jadi itu catatan dari Aisha Kak Anas dan Kak Riko, semuanya harus di renovasi ya demi kenyamanan adik adik di sini dan yang kedua Aisha pasrahkan ke Kakak Aisha ini yang jomblo untuk sering sering kesini dan ini pegang untuk kebutuhan sehari-hari Panti Asuhan Al-Azhar ya Kak Riko." ucap Aisha memberikan amplop ke Riko.


Riko pun menerima amplop dari Aisha kemudian membuka dikit tutup amplop di ikuti Anas dan Delon yang merasa kepo.


"Baik lah, nanti malam aku ke Pondok Pesantren An-Nur untuk merangkai biaya bersama Mas Anas." ucap Riko sambil menggeleng setelah mengetahui isi amplop dari Aisha yaitu Black Card dari Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira yang tadi pagi di berikan untuk Aisha sementara belum sehari sudah di pasrahkan Aisha untuk kepentingan Panti Asuhan Al-Azhar.


"Baiklah Kak, oh ya Bu Dewi, Aisha pamit pulang ya, Hafisah baik baik di sini ya sama Mama Zulaikha." Aisha mencium pipi Hafisah.


"Akak, Hafisah boleh ikut? Hafisah anji dak akal." ucap Hafisah mengacungkan jari kelingking nya ke arah Aisha.


.


.


.


.


Ada yang tahu ada hubungan apa Ibu Zulaikha dan Bu Dewi? dan apakah Riko sudah menemukan jodohnya di Panti Asuhan Al-Azhar yaitu Retno?

__ADS_1


Fatih kemana ya gaes ya???


__ADS_2