
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
قد لا أكون رفيق موعدك الأول، قبلتك الأولى، أو حبك الأول، ولكني أريد أن أكون الأخير.
Qad lā ʾakūn rafīq mawʿiduk al-ʾawwal, qublatuka al-ʾūlā, ʾaw ḥubbuka al-ʾawwal, ūlakinnī ʾurīdu ʾan ʾakūn al-ʾaḫīr.
Artinya: "Aku mungkin bukan kekasih pertamamu, ciuman pertamamu, atau cinta pertamamu, tetapi aku ingin menjadi yang terakhir."
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 42
Langkah kaki Fatih yang mondar mandir menunggu kabar Aisha yang tengah berjuang hidup mati, tidak ada rasa takut dari dirinya untuk membuka lembaran di hati nya untuk Aisha semata.
Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira yang mendengar Aisha tertembak pun segera menjemput kedua besan nya yaitu Abi Hamzah dan Umi Fatimah.
"Ku pastikan kau mati Fatih!!" ujar Ayah Ahmad Fatihurahman penuh amarah.
"Ahmad nyebut, jangan begitu, kita bicarakan dengan kepala dingin nanti, jangan kamu sakiti menantuku Ahmad." pinta Abi Hamzah yang sedang duduk di samping Ayah Ahmad Fatihurahman yang menyetir.
"Hamzah, tolong beri aku kesempatan untuk menghajar anakku, aku gagal mendidik Fatih menjadi laki laki yang bertanggung jawab, maafkan aku Hamzah." Ayah Ahmad Fatihurahman menyesal.
"Sebaiknya kita berdoa untuk Aisha dan jangan saling berdebat, Abi tetap tenang nantinya ya." pinta Umi Fatimah ke Suaminya.
Setelah beberapa menit akhirnya Ayah Ahmad Fatihurahman, Mama Zahra Khumaira, Abi Hamzah beserta Umi Fatimah telah sampai di depan ruang operasi.
"Assalamualaikum wr wb, Fatih, gimana kondisi Aisha?" tanya Abi Hamzah.
"Waalaikumsalam wr wb Abi, belum keluar dokternya Abi. Abi ... Fatih minta maaf." Fatih mencium tangan Abi Hamzah.
"Bagaimana ceritanya hingga seperti itu Fatih!! Kamu tak becus menjaga Aisha!! Apa yang kamu lakukan hah!!" hardik Ayah Ahmad Fatihurahman mencengkeram kuat kerah baju Fatih.
"Tuan Besar silahkan ikut saya, saya ceritakan semuanya." pinta Delon memegang tangan Ayah Ahmad Fatihurahman untuk melepaskan cengkeramannya di kerah baju Fatih.
Ayah Ahmad Fatihurahman menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah Delon dan di ikuti Shinta, mereka bertiga berbicara dengan penuh ketegangan, hingga...
"Assalamualaikum wr wb, mohon maaf keluarga pasien siapa ya?" tanya suster menatap bingung ke arah Fatih yang tengah berbicara dengan Mama Zahra Khumaira dan Umi Fatimah.
"Waalaikumsalam wr wb, saya suaminya sus, bagaimana kondisi istri saya?" tanya Fatih penuh kecemasan.
"Alhamdulillah semuanya baik baik saja akan tetapi pasien membutuhkan donor darah golongan AB resus positif atau O dan pasien mengalami koma nantinya jadi mohon doanya dan ajak bicara untuk menyadarkannya, bagaimana ada yang bergolongan darah AB+ atau O?" tanya suster kembali.
"Saya golongan darah O sus, ambil darah saya untuk istri saya, saya mohon sus." pinta Fatih.
"Silahkan ikut saya Tuan Fatih? Ini keluarga besar Al-Fatih kan? Jadi pasien itu istrinya Tuan Muda?" tanya suster kembali.
Mama Zahra Khumaira yang mendengar percakapan suster dengan Fatih segera beranjak menghampiri Fatih.
"Bagaimana nak? Aisha bagaimana keadaannya?" tanya Mama Zahra Khumaira.
"Waalaikumsalam wr wb Nyonya Besar Zahra Khumaira, Alhamdulillah pasien bisa tertolong akan tetapi membutuhkan pendonor darah O atau AB resus positif." suster menjelaskan kembali.
"Fatih, bukankah golongan darah mu O? Jangan sampai Aisha kenapa-kenapa, Mama buat perkedel kamu nanti!!" tegas Mama Zahra Khumaira memberikan sedikit penekanan.
Fatih mengangguk dan mengikuti suster yang mengarah ke ruangan Aisha untuk transfusi darah, Fatih terkesiap ketika melihat Aisha yang tengah terbuka niqab nya setelah pasca operasi.
__ADS_1
"Kenapa istriku terbuka niqabnya gini sus? Tadi yang operasi dokter laki laki atau perempuan?" tanya Fatih menatap ke arah Aisha.
Istri? Sejak kapan kata itu terlontar dari bibirnya Fatih?
"Jangan khawatir Tuan, tadi yang mengoperasi Nona Muda itu dokter perempuan." suster menjawab kepanikan Fatih.
"Oh, baiklah." singkat Fatih.
"Bukankah Tuan Muda dulu dengan Nona Vina Renata? Sayang sekali Nona Muda ini Tuan karena menjadi istri Tuan Muda, hehehehehehehe." cengir suster berbasa-basi.
"Sudah diam!! Mau transfusi atau interview kau?!!" gertak Fatih ke arah suster yang tengah menyiapkan alat untuk proses transfusi darah.
"Maaf Tuan, mari kita mulai transfusi nya." suster memasang jarum untuk mentransfusikan darah Fatih ke kantong darah.
Mata Fatih menatap wajah Aisha yang tengah tidak memakai jilbabnya, sedikit kekaguman dalam hati Fatih dengan rambut hitam legam milik Aisha yang kini telah di lihat nya. Siang berganti malam, setelah semenjak tiga hari setelah Aisha di pindahkan ke ruang VVIP. Fatih yang termenung menatap wajah Aisha yang tengah terpejam sedikit tersenyum kecut di wajag Fatih.
"Aku bodoh, kenapa wanita secantik kamu tak bisa kurasakan dalam hatiku Aish? Apakah hatiku sudah mati dengan pernikahan yang di jodohkan ini?" batin Fatih.
Abi Hamzah dan Ayah Ahmad Fatihurahman yang sedari tadi di kantor polisi kini kembali ke rumah sakit untuk menjenguk Aisha.
"Assalamualaikum wr wb, Fatih gimana kondisinya Aisha? Tadi Abi dan Ayahmu sudah cek ke kantor polisi ternyata mereka berdua sudah bebas bersyarat dan apa hubungannya kamu dengan wanita yang bernama Vina Renata?" tanya Abi Hamzah sedikit menyelidik.
"Waalaikumsalam wr wb, Abi, sebelumnya Fatih minta maaf, Fatih ceritakan semuanya tapi setelah ini biarkan Fatih mendapatkan cintanya Aisha." pinta Fatih.
Semua tercengang mendengar ucapan Fatih tetapi tidak dengan Umi Fatimah dan Mama Zahra Khumaira yang tersenyum mendengarnya. Fatih pun menceritakan secara detail tanpa di tambah dan di kurangi sedikitpun, raut wajah Abi Hamzah berubah ketika mendengar nama Andre di sebut Fatih.
"Abi, benarkah dulu Aisha ada yang meminta sebelum Ayah?" tanya Fatih hati hati.
"Benar dan itu bernama Andre akan tetapi pertanyaan Abi satu saat ini dan selamanya, apakah kamu mau meninggalkan wanita yang bernama Vina Renata itu? Karena dia kekasih dari Anas dan kakak Aisha telah menaruh hati padanya sejak dulu." Abi Hamzah memandang lekat Fatih.
"Ahmad, tidak perlu meminta maaf, semoga kedepannya Fatih bisa berubah untuk bersikap layaknya suami bagi Aisha dan begitu Aisha bersikap layaknya istri bagi Fatih, Fatih jawab pertanyaan Abimu ini." pinta Abi Hamzah kembali menatap Fatih lekat.
Fatih menunduk sangat dalam, hatinya terasa sakit mengingat pengkhianatan Vina Renata terhadapnya akan tetapi dirinya sadar diri tidak pantas dengan Aisha.
"Abi, diam itu jawaban iya kan? Yauda titip Aisha ya nak, kita pulang dulu, istirahat yang cukup, Umi doakan yang terbaik buat kalian berdua, assalamualaikum wr wb." ucap Umi Fatimah sambil menggandeng tangan Abi Hamzah yang sedikit menampilkan guratan marah di wajahnya.
Ayah Ahmad Fatihurahman, Abi Hamzah, Mama Zahra Khumaira dan Umi Fatimah beranjak pamit untuk pulang di temani Shinta yang menawarkan diri untuk menjaga mereka berempat, sementara Delon yang sedari terus menunduk melangkah pergi keluar ruangan....
"Delon, tunggu, bisa minta tolong?" pinta Fatih.
"Saya akan keluar Tuan karena tak baik mengganggu pasangan suami istri yang tengah berdua, permisi, assalamualaikum wr wb." pamit Delon.
"Bukan itu maksudku, aku minta tolong jaga di luar ruangan karena mereka berdua telah bebas, aku minta tolong Delon." Fatih memelas.
"Tidak Tuan Fatih minta pun saya akan menjaga Tuan dan Nona dengan nyawa saya dan semua pasukan sudah saya sebar di rumah sakit ini Tuan, saya permisi dulu, jaga Nona Aisha dan lupakan kunyuk satu itu pintaku, assalamualaikum wr wb." Delon membungkuk memberi hormat ke arah Fatih.
"Waalaikumsalam wr wb, doakan saja Delon yang terbaik untukku juga, terimakasih atas bantuannya." ucap tulus Fatih.
Delon segera keluar dan menatap lekat ke semua anak buahnya untuk tetap berjaga sementara Fatih berjalan ke arah Aisha yang tengah terbaring.
"Aish, kamu cantik tapi apakah aku pantas mendapatkan hatimu?" Fatih bermonolog di depan Aisha yang tengah terpejam.
Fatih mengelus dengan lembut pipi Aisha, desiran hatinya mengungkapkan kekagumannya dengan wajah Aisha.
"Aish, aku minta maaf ya, aku minta kenalkan cinta darimu ke diriku." Fatih kembali bermonolog.
__ADS_1
Jari Aisha bergerak mendengar ucapan Fatih, seolah merespon ucapan Fatih, Fatih yang mengetahui jari Aisha bergerak dengan bergegas dia keluar ruangan.
"Delon!! Panggil dokter dan suster!! Cepat!!" pinta Fatih.
"Baik Tuan." ucap Delon segera berlari.
"Hei tunggu!! Bawa dokter perempuan!! Jangan laki laki!!" teriak Fatih.
Delon yang mendengar ucapan Fatih hanya mengangguk dan memberikan jempolnya ke udara. Setelah Aisha di periksa dan di nyatakan sudah mulai sadar…….
"Bagaimana dok? Apakah istriku baik baik saja?" tanya Fatih.
"Alhamdulillah Tuan, ajak komunikasi terus dan Insya Allah besok siuman, terimakasih atas bantuannya juga Tuan, saya permisi dulu, assalamualaikum wr wb." dokter pamit ke arah Fatih.
"Waalaikumsalam wr wb, terimakasih dokter dan suster." balas Fatih.
Ruang inap Aisha kembali hening, Fatih duduk di samping Aisha sambil menggenggam tangan Aisha yang terpasang infus.
"Aish, kenalkan cintamu ke aku, kamu mau kan untuk menepati janjimu demi menggantikan posisinya di hatiku?" Fatih kembali bermonolog di depan Aisha.
Malam semakin larut, selepas shalat Isya Fatih tertidur dengan posisi terduduk hingga.....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Apakah Aisha bisa menaklukkan hati Fatih? dan apakah Fatih nantinya akan jatuh cinta dengan sendirinya ke Aisha?
Tebak dong gaes 😊😊
__ADS_1