Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 85


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


الحب الحقيقي يكون بين الطرفين ويصحبه الصدق والامانه ما عادا ذلك فيكون خيال


Al Hubbul haqieqie yakunu baina thorfaini wa yushohibuhus shidqu wal amanah. wa maa ada dzalika fa yakuna khoyal.


Cinta itu melibatkan dua belah pihak dan disertai kejujuran dan amanah. Jika tidak, maka cinta hanyalah khayalan.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Episode 85


Aisha yang kini telah siap untuk pergi keluar bersama Fatih sudah berjalan turun ke arah dapur. Sementara Shinta yang masih membaca berkas berkas keluarga besar nya kini tak mengetahui jika di sampingnya kini berdiri Aisha yang ikut membaca berkas.


"Berkas siapa Kak? Yance?." Aisha membaca nama keluarga besar Shinta.


"Maaf ......Maaf Nona, ada yang bisa saya bantu Nona??" ucap Shinta tergagap mendapati Aisha ikut membaca berkas miliknya.


Aisha menatap Shinta penuh pertanyaan. "Ada yang Kakak sembunyikan? Dan siapa keluarga besar Yance Kak??"


Shinta segera membereskan semua berkas miliknya dan sedikit merutukki kecerobohannya saat ini, Aisha yang menatap Shinta membereskan berkas miliknya hanya tersenyum di balik niqabnya.


"Ikut Aisha sama Mas Fatih ke Mall yuk Kak, itung itung mencari angin segar." ajak Aisha.


"Tentu Nona dan saya akan menghubungi Delon untuk menyiapkan beberapa penjagaan untuk Tuan Muda dan Nona Muda, permisi Nona." Shinta menunduk dan berlalu dari hadapan Aisha sembari membawa semua berkasnya.


Fatih yang tengah mencari keberadaan Aisha kini melihat Aisha yang tengah memperhatikan gerak gerik Shinta. "Sayang kemana saja? Berangkat sekarang?"


Aisha mengangguk ke arah Fatih dan setelah mereka berdua pamit ke ke-dua keluarga besar mereka untuk pergi ke pusat pembelanjaan.


"Kita naik mobil berdua saja Mas, bisa Mas??" Aisha menatap ke arah Fatih.


"Tapi tadi kata Ayah kan harus Delon yang menyetir dan ada Shinta juga di bangku depan sayang??"


"Baiklah Mas, tapi nanti ke tempat rujak buah dulu ya, pengen mangga muda." ucap Aisha sambil mengelus perutnya yang masih terlihat rata.


Fatih mengangguk, di genggam nya jemari Aisha untuk berjalan ke arah mobil yang telah siap untuk berangkat ke sebuah tempat pembelanjaan. Shinta terlihat sangat kebingungan di mata Aisha. “Apakah ada yang di sembunyikan Kak Shinta??”


Kini  Aisha menatap lekat kearah Shinta yang tengah terdiam dan sedikit menekukkan wajahnya. Shinta hanya bisa terdiam karena Aisha menatapnya begitu intens.


“Kak shinta jika ada yang ingin di ceritakan Aisha dengan senang hati mendengarkan.” ucap Aisha.


Shinta tersenyum getir mendengar ucapan Aisha yang begitu menyatu. Aisha tersenyum melihat wajah kebingungan milik Shinta. Hati Shinta ingin rasanya menceritakan semuanya akan tetapi dia menyadari posisinya dan siapa dia saat ini.


Aisha menatap Fatih, Suaminya saat ini yang tengah bermain dan mengelus perutnya. Aisha tersenyum melihat Fatih sudah berubah saat ini. “Kenapa di elus elus seperti itu Mas Fatih??”


“Aku tak sabar untuk menggendongnya Bae dan aku tak ingin kehilanganmu juga Bae!” Fatih mengecup tangan Aisha dengan penuh rasa cinta dan kasih.

__ADS_1


“Kumohon temani aku dan jangan pernah rapuh di setiap perjalanan keluarga kita mas Fatih. Meskipun nanti aku tak secantik saat ini.” ucap Aisha sembari mengelus rambut Fatih yang sedang bermanja di pangkuannya.


“Always Aish, dan jadi saksi untukku menuju jalan yang lebih baik. Delon kita ke rumah sakit terlebih dahulu untuk memeriksakan kondisi istriku dan anakku.” pinta Anas ke arah Delon yang tengah berkonsentrasi mengemudi.


“Baiklah Tuan Muda.”


Fatih yang semula ingin pergi ke pusat belanja kini merubah arah ke rumah sakit yang tengah menunggu seseorang yang menunggu Fatih dan Aisha. Aisha yang tersenyum di balik niqabnya melihat Fatih tengah bermanja di pangkuannya hanya bisa menggeleng karena kelakuan Fatih telah berubah seluruhnya menjadi lebih baik saat ini.


Setelah menempuh waktu beberapa menit. Kini Aisha yang di dampingi Fatih menunggu nomor antrian untuk memeriksakan Fatih junior.


“Sayang, kenapa harus menunggu gini sih? Aku kan bisa meminta untuk langsung memeriksakan anak kita dan tentunya kamu tidak kecapekan juga.” Fatih menatap manik mata Aisha dengan penuh cinta.


“Mas, Aisha tahu jika rumah sakit ini milik keluarga Mas Fatih akan tetapi Aisha tak ingin harus mendahului prioritas orang lain yang datang terlebih dahulu untuk periksa.” balas Aisha sembari mengelus rambut Fatih.


“Iya memang benar yang kamu katakan sayang. Setelah periksa nanti aku ingin memberikan sesuatu untukmu.” ucap Fatih sembari mencubit pelan hidung Aisha.


Aisha mengangguk untuk membalas ucapan Fatih hingga seorang wanita yang di kenal Aisha dan Fatih duduk di sebelah Aisha. Wanita yang memakai setelan baju tahanan kini menoleh ke arah Aisha.


“Kalian berdua sekarang masih bisa bebas dan menikmati apa yang menurut kalian indah dan berarti wanita bercadar!! Dan kamu Fatih!! Jangan pernah menjadi manusia munafik tentang cinta kita ini.”


Suara wanita itu membuat Fatih dan Aisha menoleh ke arah suara yang membuat mereka terkejut. Aisha yang mengenali bahwa di sampingnya saat ini adalah Vina Renata hanya bisa menggeleng ke arah Fatih.


“Jangan terpancing ucapannya Mas. Dan kamu Vina Renata mau periksa juga?” tanya Aisha lembut  ke arah Vina Renata.


“Bukan urusanmu wanita bercadar!! Fatih, aku masih menginginkanmu meskipun nanti bukan aku yang akan merebut kamu dari wanita ini.” ucap Vina Renata ke arah Fatih.


“Jangan ikut masuk dan berbicara ke ranah mereka Shinta karena bagaimanapun juga kita hanya bertugas untuk menjaga Tuan Muda Fatih dan Nona Muda Aisha. Lihat juga di sini ada pasukan dari Iqbal yang terjun langsung untuk mengawal Vina Renata untuk memeriksakan kandungannya.” ucap Delon ke arah Shinta yang masih melihat gerak gerik Vina Renata yang tengah berbicara dengan Fatih dan Aisha.


Shinta yang mendengar ucapan Delon hanya bisa mengangguk dan menatap Aisha yang tengah menatap intens ke arah Vina Renata. Aisha yang mendengar ucapan Vina Renata yang menyebutnya dengan wanita bercadar hanya bisa menggeleng.


“Masih ingin mengejar suamiku Vina Renata? Tak ingatkah jika dulu kamu pernah meninggalkan Kak Anas untuk mengejar Mas Fatih? Dan kurang kah kamu untuk membuat kesabaranku semakin menipis Vina Renata? Jika itu benar maka aku sendiri yang akan menjadikan kamu debu nantinya.” balas Aisha sembari memberikan tatapan intimidasi ke arah Vina Renata.


“Jangan merasa tinggi kamu wanita bercadar!! Aku yang mengenal Fatih dan aku juga tahu hatinya!! Ingat!! Hatinya Fatih masih mencintaiku!! Benar begitu Fatih??” tanya Vina Renata dengan penuh percaya diri.


“Maaf dan maaf Vina Renata. Jangan pernah datang dan tolong menjauh dari keluarga kecilku dengan Aisha Khumairah, istriku. Dan sampai kapanpun cerita masa lalu kita milikmu dan aku akan memulai dari awal dengan pasanganku yang mampu mengetuk hatiku Vina Renata. Jika kamu tak menjauh dan berniat menyerang keluarga besarku dan keluarga besar istriku maka jangan heran nantinya kamu akan aku bunuh sendiri dengan tanganku.” ucap Fatih menatap Vina Renata dengan tatapan membunuh..


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?


Jangan lupa vote dan like serta komentar nya ya🙏🙏, untuk menambah semangat author juga😊😊.


Terimakasih semuanya.

__ADS_1


Wassalamu'alaikum wr wb.


__ADS_2