
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
سأحبك إلى الأبد حتى تحترق النجوم
Sa’uhibuk ‘iilaa al’abad hataa tahtariq alnujumu.
Artinya: Aku akan selamanya mencintaimu sampai bintang-bintang terbakar.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 90
Setelah melanjutkan perjalanan kembali kini Fatih dan Aisha sudah tiba di Pondok Pesantren An-Nur dengan di sambut beberapa santriwan dan santriwati yang telah selesai mengaji di masjid.
“Bae, kenapa semua di sini?” tanya Fatih keheranan.
“Habis mengaji Mas dan kok barang belanjaannya sudah sampai duluan ya?” balas Aisha sembari memperhatikan beberapa santriwan membantu bodyguard Delon dan Shinta yang tengah menurunkan beberapa perabotan yang telah di beli Fatih tadi.
“Alhamdulillah, yauda yuk turun. Sudah di tunggu Abi Hamzah tuh sama Ayah Ahmad Fatikhurahman.” balas Fatih sembari menunjuk ke arah Abi Hamzah yang tengah keheranan dengan beberapa perabotan yang telah di masukkan ke rumahnya.
Fatih yang turun terlebih dahulu kini membuka pintu Aisha kemudian di genggam erat tangan Aisha sembari berjalan di antara santriwan santriwati yang menunduk saat mereka berdua berjalan.
“Asslamualaikum wr wb Abi Hamzah. Abi kenapa wajahnya heran begitu?” tanya Fatih sangat hati hati.
“Siapa yang membeli itu semua Fatih? Apakah anakku Aisha?” selidik Abi Hamzah menatap ke arah Aisha.
“Mohon maaf Abi. Itu semua Fatih yang membelinya untuk Pondok Pesantren An-Nur dan ada beberapa hadiah juga untuk santriwan santriwati.” ucap Fatih tetap menunduk.
Abi Hamzah tersenyum menatap Fatih yang tengah menunduk. “Fatih. Nanti tolong ajari santri santri untuk mengoprasikan kulkas dan kompor yang barusan kalian berdua beli tersebut dan ayo masuk ke rumah, Ahmad mau ikut masuk atau nungggu di sini?” ucap Abi Hamzah ke arah Ayah Ahmad Fatikhurahman.
Fatih yang tengah berjalan di samping Aisha tiba tiba berhenti ketika melihat seorang santriwan yang ingin mencium tangan Fatih.
“Assalamualaikum wr wb Gus Fatih… Gus Fatih mau minum kopi atau the? tanya santriwan tersebut sembari tetap menunduk.
“Waalaikumsallam wr wb, Gus? Panggil saja Kak Fatih atau Abang saja ya karena panggilan Gus belum pantas untukku dan terimakasih untuk tawaran kopi dan teh nya, biar nanti aku buat sendiri, oh ya nanti ajak ke kamar semua santriwan ya.” pinta Fatih seraya mengacak lembut rambut santeiwan di depannya tersebut.
“Nggih Gus, saya pamit terlebih dahulu, assalamualaikum wr wb.”
“Waalaikumsallam wr wb, ada ada saja ya Bae, masa sih aku di panggil Gus Fatih?” tanya Fatih seraya menatap Aisha.
__ADS_1
“Nanti Mas Fatih akan tahu juga kok, yuk masuk Mas, aku pingin maem rujak nih.” balas Aisha menggandeng tangan Fatih.
Setelah tak beberapa Fatih dan Aisha masuk ke kediaman Abi Hamzah dan Umi Fatimah. Beberapa orang berseragam pasukan khusus dan satu komandan memasuki rumah Abi Hamzah dengan wajah pucat pasi.
“Assalamuailaikum wr wb. Abi….Abi Hamzah!!” teriak komandan tersebut dari luar rumah.
Semua orang yang tengah berbincang termasuk Fatih dan Aisha menoleh ke arah ruang tamu. Fatih yang mengenal sekilas suara tersebut segera berdiri dengan di ikuti Delon yang telah menarik pistol dari tempatnya.
“Waalaikumsallam wr wb, silahkan masuk Komandan Iqbal. Ada apa ini kok banyak pasukanmu di sini?” tanya Fatih keheranan.
“Fatih…apa ada Tuan Ahmad dan Abi Hamzah?” tanya Iqbal dengan raut wajah serius.
Seluruh orang yang berada di dalam rumah Abi Hamzah menyusul Fatih karena mendengar suara yang mencari keberadaan Ahmad Fatikhurahman dan Abi Hamzah. Abi Hamzah segera menyusul Fatih dengan di ikuti Aisha dan Umi Fatimah beserta Mama Zahra Khumaira.
“Waalaikumsallam wr wb Iqbal, ada apa ini? Banyak sekali pasukanmu?” tanya Abi Hamzah.
Wajah Iqbal menatap ke arah Shinta dan Abi Hamzah bergantian. “Vina…Vina Renata kabur Abi dan sialnya kita terlambat mengejarnya!!”
Aisha segera memeluk Fatih dan Fatih pun segera memberikan rasa nyaman dan aman bagi istrinya tersebut. Ayah Ahmad Fatikhurahman yang mendengar nama Vina Renata telah kabur kini menggenggam tanganya sangat erat.
“Bodoh!! Kenapa tak kamu eksekusi sekalian!! Sekarang dia kabur kemana!!” bentak Ayah Ahmad Fatikhurahman.
“Ahmad tenanglah jangan meninggikan suaramu. Silahkan duduk Iqbal….Umi tolong buatkan kopi untuk tamu kita ya sayang.” ucap Abi Hamzah tenang ke arah Umi Fatimah.
“Silahkan di minum nak Iqbal dan bawa santai saja karena bagaimanapun nantinya kita juga menyerahkan semua permasalahan duni ini ke sang pencipta yaitu Allah SWT juga. Mau rokok?” Abi Hamzah menawarkan rokok ke arah Iqbal.
“Terimakasih Abi dan terimakasih Umi. Langsung saja ke intinya, Vina Renata kabur setelah memeriksakan kandungannya dan… dan kini dia kabur dengan bantuan kekuatan Andre Villa Boaz menuju….” Iqbal menghentikan ucapanya dan menatap sejenak ke Arah Aisha.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?
Jangan lupa vote dan like serta komentar nya ya🙏🙏, untuk menambah semangat author juga😊😊.
__ADS_1
Terimakasih semuanya.
Wassalamu'alaikum wr wb.