Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 83


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


لقد وقعت في حبك لأنك لا تزال تحبني عندما لم أستطع أن أحب نفسي


Aku merasa cinta padamu karena kamu masih mencintaiku ketika aku tidak bisa mencintai diriku sendiri.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Episode 83


"Alhamdulillah Hamzah!! Alhamdulillah!!!! Kita menjadi seorang kakek!!!" teriak Ayah Ahmad Fatihurahman sembari memeluk Abi Hamzah dan mengguncang bahu Abi Hamzah.


"Alhamdulillah Ahmad Alhamdulillah, Ahmad!! Berhenti!!! Tubuhku sakit semua!!!" Abi Hamzah sedikit berteriak kesakitan karena di guncang guncang tubuhnya oleh Ayah Ahmad Fatihurahman.


Mama Zahra Khumaira dan Umi Fatimah mengucapkan hamdalah berkali kali dan saling berpelukan. "Alhamdulillah Ning, kita sebentar lagi menimang cucu."


"Iya Zahra, sesuai dengan cita cita kita dulu selama di pondok pesantren," ucap Umi Fatimah.


Fatih yang mendengar Aisha hamil segera kembali berusaha memeluk Aisha, "Baaaaaeeeeee, lllllooooovvvveee you banyak banyak."


"SSSSTTTOOOOOPPPPP!!!!!Berhenti di situ Mas!! Bau tubuh mu lho!!!,Hoek Hoek Hoek." Aisha kembali mual setelah jarak Fatih mendekat ke arahnya.


Semua memandang ke arah Fatih yang lagi dan lagi di tolak oleh Aisha.


"Baiklah Tuan dan Nyonya, saya jelaskan terlebih dahulu kenapa Nona Muda Aisha selalu mual mual seperti itu karena hal lumrah karena morningsicknes dan untuk Tuan Muda Fatih harap bersabar, untuk rahim Nona Muda Aisha sangat bagus dan alhamdulilah semua normal tetapi saya berikan beberapa vitamin dan nutrisi untuk Nona Muda Aisha dan untuk Tuan Muda harus menuruti kemauan Nona Muda Aisha." dokter spesialis kandungan memberikan resep dan segera di tebus ke apotek oleh Fatih karena permintaan Aisha.


Setelah mendengar kabar Aisha yang tengah mengandung, Ayah Ahmad Fatihurahman membisikkan sesuatu ke Abi Hamzah untuk berbicara sesuatu ke Fatih tentunya. "Izinkan aku menjaga Aisha dan dirimu berdua Hamzah karena ada seseorang yang tak ingin Fatih dan Aisha bersatu."


Abi Hamzah mengerenyitkan dahinya seakan akan bertanya siapa lagi yang akan menghadang jalan cinta Aisha putrinya tersebut. Setelah menebus vitamin dan beberapa nutrisi untuk ibu hamil kini Fatih kembali di pusing kan dengan Aisha yang merengek menunjuk ke arah mangga muda yang bergelantungan di atas pohon.


"Biar Delon yang mengambilkan mangga mudanya Nona," ucap Shinta membujuk Aisha.


"No Shinta!! Biar Mas Fatih yang memanjatnya, Mas Fatih mau memanjat kan? Ayolah sayang," ucap Aisha sembari mengerlingkan matanya ke arah Fatih.


Fatih menatap kerlingan mata Aisha tetapi menatap mangga muda yang letak nya sedikit lebih tinggi.


"Baiklah Bae, aku akan naik sekarang." Fatih pasrah menuruti permintaan Aisha untuk mengambil mangga muda.

__ADS_1


Setelah sampai atas tiba tiba Aisha berteriak. "Mas!!! aku gak jadi pengen mangga muda!! Yuk pulang aku lapar!!, Eh Abi Umi, yuk Abi Umi kita pulang, yuk Mama Ayah kita pulang."


Fatih yang mendengar teriakkan Aisha hanya bisa mengusap dadanya berkali-kali. "Ya Allah sabarkan hati ku ya Allah, aku mencintai nya ya Allah."


Fatih pun turun dari pohon mangga meskipun sedikit susah dan di bantu Delon yang terkekeh-kekeh melihat kelakuan konyol Fatih. "Harap bersabar Tuan Muda, seperti nya Fatih junior mengerjai Tuan, hehehehehehe."


"Diam kau Delon!! Yuk susul mereka." Fatih berlari kecil ke arah Aisha yang tengah bergelayut manja di antara Abi Hamzah dan Umi Fatimah.


Setelah perjalanan kembali ke kediaman keluarga besar Al-Fatih kini Fatih dan Aisha yang sedang di kamar mereka, Fatih yang berniat untuk mandi akan tetapi Aisha mencegah dan mencium aroma tubuh Fatih penuh keringat.


"Tadi habis mandi kah Mas setelah manjat pohon mangga? Kok baunya harum gini??" ucap Aisha sembari bergelayut manja ke tubuh Fatih.


Fatih yang ingin mandi pun terhenti karena Aisha tengah bermanja-manja di dekatnya. "Aku tadi gak mandi Bae, tapi kok kebalik gini sih."


"Oh belum mandi, yauda mandi sana biar ku tidur di kamar sebelah nanti." Aisha mengerucutkan bibirnya dan meninggalkan Fatih di dalam kamar.


Fatih kembali menggelengkan kepalanya dan menemukan jawabannya. "Ternyata dia menyukai aroma keringat saat hamil gini, duh mana gerah lagi tapi tak apalah demi istriku."


Fatih segera menyusul Aisha yang berjalan ke arah dapur dan Fatih yang menatap Aisha masih mengerucutkan bibirnya dengan isengnya mengecupkan bibirnya ke bibir Aisha. "Jika tetap mengerucut bibirnya maka ku cium dirimu Bae."


"Mas!! Ada bibi itu lho!! Minggir aku mau masak." ucap Aisha sedikit ketus.


"Motong daging dan sayurannya tipis Mas dan jangan tebal tebal kemudian taruh di tempat ini terus cuci pakai tempat ini terus tiriskan kemudian kasih ....." ucapan Aisha berhenti karena Fatih mengecup bibir nya kuat kuat.


"Hmphmph, Mas ada bibi lho!! Kalau rumah sendiri gak apa apa, ini namanya bermesraan di depan bibi!! Mau bantu masak atau ...." bibir Aisha kembali di lahap Fatih.


"Hmphmph, aku laporkan ke Mama Zahra lho Mas!! Ini potong sayurannya dan dagingnya." Aisha memberikan tatapan tajam ke arah Fatih.


"Ba----Baiklah sayang, bibi bisa meninggalkan dapur dan biarkan saya yang membantu istriku memasak." suara Fatih sedikit ketakutan setelah mendapatkan tatapan tajam mata Aisha.


Sementara itu keluarga besar Al-Fatih tengah membahas sesuatu......


Kini di ruang keluarga bagian belakang rumah keluarga besar Al-Fatih terdapat Ayah Ahmad Fatihurahman, Mama Zahra Khumaira, Umi Fatimah, Abi Hamzah, Shanti dan Delon serta beberapa bodyguard khusus untuk menjaga Aisha dan Fatih nantinya.


"Assalamualaikum wr wb, langsung saja ke intinya Delon dan Shinta, tiga hari lagi kita berangkat umrah dan sekarang saya minta tolong ke dirimu Shinta untuk mencari tempat yang paling aman saat umrah nanti dan Delon!!! kamu tambah personil untuk menjaga Aisha dan Fatih ketika umrah besok!!, paham Shinta dan Delon!!!." Ayah Ahmad Fatihurahman sedikit memberikan suara tegas ke arah Delon dan Shinta.


"Baik dan siap Tuan Besar!!!," ucap Delon dan Shinta bersamaan.

__ADS_1


Abi Hamzah menggeleng mendengar permintaan sahabatnya tersebut. "Ada apa gerangan dirimu Ahmad? coba ceritakan semuanya dengan jujur tanpa ada yang di tutupi."


Mendengar ucapan Abi Hamzah, tatapan Ayah Ahmad Fatihurahman berubah arah ke Shinta. "Duduk Shinta, dan aku ceritakan semuanya karena ini terkait anakmu juga Hamzah yaitu Anas Hamzah yang kini ...."


Suara Ayah Ahmad Fatihurahman berhenti karena menatap Shanti sekilas yang tengah duduk di samping Umi Fatimah, besannya.


"Anas ke Mesir bukan sekedar melanjutkan karir militernya Hamzah akan tetapi...." suara Ayah Ahmad Fatihurahman kembali terputus, air matanya terjatuh perlahan.


"Dia menggantikan tugas Shinta untuk mengejar Andre Villas Boas yang dulu pernah ketangkap akan tetapi dia pergi ke Mesir dan sekarang aku buka semuanya Hamzah." Ayah Ahmad Fatihurahman mengeluarkan beberapa dokumen dan berkas berkas yang sedikit menguning di ujung lembaran kertasnya.


Shanti yang menatap berkas yang di bawa Ayah Ahmad Fatihurahman sedikit memberikan mimik wajah khawatir...........


(Mau tahu kelanjutan ceritanya? baca dan cermati alur cerita "Di Antara Rosario dan Tasbih")


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?


Jangan lupa vote dan like serta komentar nya ya🙏🙏, untuk menambah semangat author juga😊😊.

__ADS_1


Terimakasih semuanya.


Wassalamu'alaikum wr wb.


__ADS_2