
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
لا يمكن الكلمات أن تصف حبي لك.
Laā yumkinu lilkalimāti ʾan taṣifa ḥubbī laki.
Kata-kata takkan bisa menjelaskan rasa cintaku untukmu.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 87
“Oh ini yang bikin Kak Aisha kelepek kelepek? Bagaimana kabar Abi Hamzah Kak?” tanya Ali sembari duduk di samping Cinta.
“Alhamdulillah baik dan sehat semuanya, oh ya Mas Fatih. Ali ini saudara sepupuku dari Abi Hamzah dan kalau Cinta Arabella dulu pernah menaruh hati ke Kak Anas tapi ada yang mengganggu saat itu.” ujar Aisha sembari menunjuk ke arah Cinta Arabella.
“Emang siapa yang mengganggu Bae?” tanya Fatih sembari memberikan satu boto; air mineral untuk Aisha.
“Terimakasih Mas, sebentar ya aku minum dulu maklum yang di perut haus juga…….Alhamdulillah segarnya. Yang mengganggu Cinta Arabella saat itu siapa lagi kalau santriwati yang di pondok pesantren. Oh ya Dik Ali, apakah kekasihmu sudah balik dari Mesir? Siapa namanya? Vina?” tanya Aisha ke Ali.
Fatih tertegun mendengar nama Vina, begitu juga Ali yang menunduk mendengar nama Vina. Aisha yang menyadari ada yang tidak beres dengan suaminya tersebut langsung menyenderkan kepalanya dengan sangat manja sembari memegang dagu Fatih.
“Vina kabarnya di penjara Kak Aisha dan aku akan menikah dengan Cinta Arabella. Kalau mau tahu tanyakan saja ke anaknya nih.” Ali menunjuk ke arah Cinta Arabella yang sedang menghubungi seseorang.
“Nikah? Kamu mau menikah sama Cinta Arabella? Alhamdulillah Dik Ali.” ucap Aisha sembari menatap sebuah foto di walpaper hape Cinta Arabella.
“Eh iya Kak Aish tapi aku masih mencintai kekasihku juga sih karena Iwan juga sudah dan telah lama hadir dalam kehidupanku juga tapi…..” ucapan Cinta Arabella terputus karena kedatangan Delon yang tengah membisikkan sesuatu ke Fatih.
Fatih yang telah mendapatkan bisikan dari Delon mengangguk seakan mengerti langsung mengajak Aisha untuk undur diri dari Cinta Arabella dan Hasan Ali Fatih.
“Kita jalan dulu ya dan jangan lupa untuk selalu berhati hati dengan Iwan ya Dik Cinta Arabella serta untuk Dik Ali, aku kasih saran untuk melupakan siapa Vina kekasihmu tersebut karena tak baik bagimu untuk selalu menunggunya. Assalamualaikum wr wb.” ucap Fatih sembari menjabat tangan Ali dan menangkupkan tangan utnuk Cinta Arabella.
Aisha yang tidak begitu mengerti alasan Fatih untuk segera mengajaknya kembali berjalan hanya bisa terdiam dan menyimpan semua pertanyaanya.
“Nanti aku ceritakan semuanya Bae dan kalau kurang puas biar Delon yang menceritakan juga.” bisik Fatih di telinga Aisha.
Setelah berbelanja berbagai keinginan Aisha dan Fatih untuk keperluan umrah selama tiga puluh hari kini Aisha berjalan ke sebuah money changer. Fatih yang di samping Aisha hanya bisa menggeleng.
“Kenapa tukar uang di sini Bae? Bukankah lebih enak tukar uang di sana?” tanya Fatih lembut.
“Untuk jaga jaga saja Mas karena saat Aisha di sana selain untuk beribadah tetapi Aisha sudah ngiler membayangkan masakan arab, hehehehehehehehe” balas Aisha sembari menatapa netra Fatih.
“Iya kalau gitu ayo Bae kita tukar uang Rupiah menjadi Riyal tapi biar aku saja yang menukarkannya dan Bae duduk sama Shinta.” ucap Fatih sembari memberikan kode ke Delon dan Shinta.
__ADS_1
“Ada yang bisa kita bantu Tuan Muda dan Nona Muda?” tanya mereka berdua.
“Shinta jaga Aisha dan selalu berdiri di samping Aisha. Aku mau menukarkan uang terlebih dahulu.” ucap Fatih sembari menuju loket antri.
Fatih yang telah di depan tempat penukaran uang kembali menatap Aisha yang tengah menatapnya juga. “Kenapa dia tak memghampiriku? Apa salahku? Bukankah jika suaminya yang tengah di depan wanita yang bukan mahramnya istri harus menghampiri dan berdiri di sampingnya juga ya?”
Aisha yang juga sedang menatap Fatih. “Ada apa dengan Mas Fatih? Kak Shinta tunggu di sini sebentar ya, sepertinya Mas Fatih butuh Aisha deh.”
Aisha segera berjalan ke arah Fatih dan langsung bertanya, “Kenapa Mas? Apa ada yang kurang uangnya?”
“Hem cukup kalau tukar uang seratus lima puluh juta untuk umrah besok Bae?” tanya Fatih gelagapan.
“Hah? Seratus lima puluh juta? Iya gak apa apa Mas Fatih tetapi jangan terlalu boros juga nantinnya di sana ya.” Aisha menatap netra Fatih penuh kasih.
Setelah menukarkan beberpa sisa uang untuk ayah dan mama beserta untuk kedua mertuanya kini Fatih menatap kembali Aisha yang tengah menunggunya yang sedang mengecek beberapa list untuk persiapan umrah mereka.
“Beli apalagi ya untuk Aisha di sana? Apa aku beli sesuatu untuk Aisha demi membahagiakanya?” batin Fatih sembari melihat Aisha yang tengah mengamati seisi ruangan money changer.
“Mas, aku lapar. Kita pulang yuk, aku mau masak nasi uduk.” pinta Aisha sembari menggenggam tangan Fatih.
“Yauda yuk pulang, tetapi ikut aku sebentar Bae.” balas Fatih sembari menggandeng tangan Aisha untuk menuju ke sebuah pusat perhiasan.
Aisha menatap Fatih yang sedang memilih beberapa perhiasan. “Untuk siapa Mas? Untuk Mama Zahra?”
Fatih segera membayar dan membeli beberpa perhiasan kemudian segera dititipkan ke Delon. Kini Aisha dan Fatih kembali ke rumah keluarga besar Al-Fatih dengan beberpa orang yang sedang sibuk menyiapkan keberangkatan umrah yang tinggal satu hari lagi.
“Mas. Aisha masak dulu ya. Mandi dulu dan nanti Aisha bawakan makanannya ke kamar. J…” suara Aisha terputus karena Fatih mencium lembut bibirnya.
“Love you Aish. Jangan masak dulu….sini kita habiskan waktu berdua yuk sebelum masuk shalat Dzuhur.” Fatih memeluk Aisha sangat lembut.
“Tapi Mama dan Umi sedang masak lho Mas. Aisha bantu sebentar saja boleh? Aisha janji gak lama kok, b…” suara Aisha kembali terhenti karena Fatih mengecup bibir Aisha dengan mesrah.
“Jangan terlalu capek Bae…..Fatih junior ingin selalu dekat dengan Fatih senior nih.” Fatih menaik turunkan alisnya.
Aisha tersenyum mendengar ucapan Fatih yang begitu tulus. “Mas Fatih ingin berduaan sama Aisha juga kan? Yauda yuk ikut Aisha masak di bawah.”
Fatih mengangguk dan segera menggandeng tangan Aisha untuk ke dapur akan tetapi Mama Zahra dan Umi Fatimah sudah di depan kamar mereka.
“Hasil pemeriksaan cucu mama dan umi gimana Fatih? Dan di tunggu ayah sama Abi Hamzah di taman belakang kita semua. Yuk sayang sini sama Mama.” ucap Mama Zahra merebut tangan Aisha dari tangan Fatih.
“Ma…. Kok di ambil sih Aisha? Eh Umi…..” ucap Fatih salah tingkah ketika dirinya kepergok memanyunkan bibirnya ke arah Mama Zahra.
“Mamamu sangat sayang ke Aisha dan Umi berharap dan selalu berdoa kalian berdua hidup menua bersama dan saling melengkapi hingga maut memisahkanmu dengan Aisha. Yauda Umi menyusul Mamamu terlebih dahulu Fatih dan segera turun ke bawah juga ya nak.” balas Umi Fatimah sembari berjalan menyusul besanya tersebut.
__ADS_1
“Mereaka semua sangat baik padaku ya Allah akan tetapi kenapa aku dulu sangat melukai hatinya mereka dan bahkan melukai hati istriku.” batin Fatih sembari membakar rokoknya dan menghisapnya sangat perlahan.
“Maaf Tuan Muda ada pesan dari Riko terkait keberangkatan Tuan Anas untuk umrah besok.” ucap Delon sembari meberikan berkas dan dokumen pasport milik Anas dan Riko.
“Riko? Kenapa minta izin juga ke aku? Ada ini Delon?” tanya Fatih sembari mengerenyitkan dahinya.
“Untuk surprisenya kita tunggu saat umrah besok dan saya berterima kasih Tuan karena setelah umrah saya akan menikah dengan Ghea.” balas Delon sembari memberikan undangan ke Fatih.
“Alhamdulillah, ayah dan mama sudah tahu Delon? Dan jangan bilang kamu belum memberitahukan ke Abi Hamzah dan Umi Fatimah juga.” ucap Fatih sembari membuka undangan pernikahan Delon dengan Ghea.
“Saya sungkan Tuan dan saya minta izin setelah menikah untuk berhenti sebagai pengawal Tuan Besar dan Nyonya Besar beserta Tuan Muda dan Nonda Muda juga, apa di perbolehkan?” tanya Delon sangat hati hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?
Jangan lupa vote dan like serta komentar nya ya🙏🙏, untuk menambah semangat author juga😊😊.
Terimakasih semuanya.
Wassalamu'alaikum wr wb.
__ADS_1