
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
سوف أحبك حتى نهاية الوقت
Sawf’ahabak hataa nihayat alwaqt.
Artinya: Aku akan mencintaimu sampai akhir waktu.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 89
Setelah shalat maghrib berjamaah Fatih berjalan ke arah dapur untu membuat secangkir kopi sembari membawa catatan doa doa yang dia hafalkan saat umrah nanti. Aisha yang tengah mengekor di belakang suaminya tersebut kini menggeleng sembari tersenyum di balik niqabnya.
“Ngapain Mas? Sepertinya asyik nih baca doa doanya.” ucap Aisha sembari menatap Fatih yang tengah menyiapkan cangkir kopinya.
“Kan tadi aku suruh istirahat di kamar Bae. Jangan capek capek atau aku mau buat capek lagi?” goda Fatih sembari menaik turunkan alisnya.
“Boleh, mau lagi? Yauda Aish tunggu di kamar ya.” balas Aisha sembari berjalan meninggalkan Fatih.
Fatih segera menarik Aisha hingga kini mereka berdua saling menatap dan menikmati keindahan masing masing netra mereka berdua. Fatih tersenyum menatap netra Aisha dan begitu juga dengan Aisha yang kini menemukan kesejukan dari pandang mata Fatih.
“Di sini saja dan temani aku ngobrol sayang, jangan terlalu capek untuk melayaniku di ranjang saja akan tetapi aku sangat butuh kamu di sini.” ucap Fatih sembari menunjuk dadanya.
“Aku selalu ada untukmu Mas dan maaf jika Aish….” suara Aisha terputus karena Fatih menyingkap niqab Aisha kemudia di kecupnya dengan lembut bibir Aisha dengan penuh kasih sayang dan cinta.
Aisha membalas kecupan Fatih. Kini dia menemukan dan merasakan jika Fatih, suaminya tersebut telah berubah sifat dan sikapnya ke dirinya. Di tengah adegan mesrah antara Aisha dan Fatih kini Mama Zahra dan Ayah Ahmad Fatihkhurahman tengah berdiri di belakang mereka berdua.
“Jangan di sini. Bentar lagi Hafisah datang…..lagian dapur juga bisa di jadikan Fatih sebagai tempat bermesraan ya sayang.” ucap Ayah Ahmad Fatikhurahman ke arah Mama Zahra.
“Jangan hiraukan ayahku sayang karena dia iri melihat kita bermesraan.” ucap Fatih sembari menatap netra Aisha yang malu kepergok bermesraan dengan Fatih.
“Ya tapi jangan di sini juga Fatih. Mama tahu kok jika kamu sedang jatuh cinta ke Aisha tapi ini dapur Fatih, besok setelah umrah. Kalian bisa bermesraan sepuasnya di rumah kalian berdua sendiri.” balas Mama Zahra sembari mengaduk kopi untu suaminya.
“Beneran Ma? Beneran Fatih dan Aisha boleh hidup berdua di rumah baru nanti?” tanya Fatih seolah tak percaya.
“Iya beneran tapi percuma deh sepertinya, soalnya di depan rumahmu nanti ada rumah Mama dan Ayah juga sih terus di samping itu nanti ada rumahnya mertuamu juga. Ini yah kopinya.” ucap Mama Zahra sembari memberikan secangkir kopi untuk Ayah Ahmad Fatikhurahman.
“Gak apa apa Ma yang penting mama dan ayah ridha juga ketika Fatih membangun keluarga kecil Fatih bersama istriku yang manis dan cantik ini. Benar begitu Bae??” Fatih mencolek dagu Aisha.
“Hadeh, bucinya Fatih ternyata lebih dari aku, yauda yuk Ma kita keluar untuk ke rumah Hamzah. Mau ikut Aisha?” ayah Ahmad Fatikhurahman menawarkan ke Aisha untuk ikut ke rumah Abi Hamzahnya.
“Gimana Mas? Ikut atau di rumah saja?” Aisha meminta jawaban ke Fatih.
“Yauda ikut yuk, aku rindu suasana pondok pesantren An-Nur. Ma Yah aku naik mobil berdua dengan istriku.” balas Fatih sembari menggenggam jemari Aisha.
“Jangan ngebut bawa mobilnya. Shinta!!!! Delon!!!” teriak Ayah Ahmad Fatkhurahman memanggil Shinta dan Delon.
“Ya Tuan Besar.” jawab mereka serempak.
“Jaga dan awasi mereka berdua serta tambah personil. Delon, setelah aku berfikir dan maka dari itu aku putuskan. Jangan berhenti dari pekerjaanmu di sini dan besok aku berikan satu perusahaan untukmu sebagai hadiah pernikahanmu dengan Ghea.” ucap Ayah Fatikhurahman.
“Terimakasih Tuan Besar.” balas Delon sembari menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Aisha dan Fatih yang kini satu mobil telah berangkat terlebih dahulu dengan kecepatan yang sedang. Aisha sesekali mengelus perutnya yang masih terlihat datar.
“Mas…Aisha boleh bertanya?” pinta Aisha.
“Mau tanya apa Bae?” balas Fatih.
“Aku tambah gendut ya? Terus nanti jika aku gendut dan melar pasti Mas Fatih jijik melihatku.” balas Aisha sembari menundukkan kepalanya.
“Ini jika aku jawab nanti di kira ngegombal tapi kalau gak di jawab nanti Aisha merajuk.” batin Fatih.
“Mas? Kok diam? Jawab dong Mas Fatih.” pinta Aisha.
Fatih tetap diam karena dia tidak ingin serba salah menjawab pertanyaan Aisha, melihat suaminya tak menjawab kini Aisha menggoda Fatih dengan mencium lembut pipi Fatih.
“Kenapa diam Mas? Aku takut jika Mas Fatih meninggalkan Aish jika nanti Aish tak cantik dan …..” suara Aisha terhenti karena Fatih memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
Fatih menatap intens ke arah netra Aisha. “Bae, bagaimanapun bentuk tubuhmu setelah melahirkan anak anak kita kelak aku tak perduli akan tetapi hatimu dan hatiku yang harus saling menjaga, kamu tahu kenapa sayang?”
Aisha menggeleng menunggu jawaban suaminya tersebut. Fatih kemudian menggenggam tangan Aisha dan menyandarkan kepalanya di bahu Aisha. “Sampai kapanpun aku telah jatuh hati dan mengerti bahwa kecantikan tidak harus dari wajah saja akan tetapi harus di dukung oleh hati dan akhlaknya, jika kamu sedikit gendutan nantinya tinggal aku datangkan guru olahraga perempuan untuk kamu seorang Bae.”
Fatih mengecup lama bibir Aisha yang menurutnya candu baginya. “Satu lagi Bae, aku tak akan meninggalkanmu, melukaimu sedikitpun karena bagaimanapun kamulah yang berhasil menaklukkan hatiku dan jiwaku atas seizin Allah SWT.”
“Makasih Mas dan kita lanjut lagi yuk, tuh ada Delon dan Shinta yang nunggu di depan tuh, nanti mau masakkin sesuatu Mas?” tanya Aisha sembari mengusap rambut Fatih.
“Kamu masak apapun aku makan dan minum Bae, asalkan yang halal dan bermanfaat bagi tubuh. Nanti mampir ke toko sebentar ya.” ucap Fatih sembari menyalakan mesin mobil kembali.
Aisha mengangguk dan tetap tersenyum di balik niqabnya sembari memandang wajah Fatih yang sangat teduh baginya dan hatinya. Fatih dan Aisha berhenti ke sebuah pusat belanja dan dengan segera Shinta dan Delon menyebarkan pasukan untuk menjaga Tuan dan Nona Mudanya tersebut.
“Mas Fatih beli apa memangnya?” tanya Aisha sembari menatap Fatih yang sedang memesan beberapa sembako, pakaian busana muslim muslimah dan rokok beberpa slop.
“Alhamdulillah, terimakasih Mas Fatih.” ucap Aisha sembari memeluk Fatih.
“Aku yang seharusnya berterimakasih ke kamu sayang, karena doa dan kasih sayangmu ke aku yang keras dan penuh dosa ini. Aku tanpamu tak ada nyawanya.” balas Fatih memeluk erat Aisha.
“Maaf Tuan dan Nona, semuanya sudah masuk di dalam mobil dan apakah ada yang mau di beli kembali?” ucap Delon sembari menundukkan kepalanya.
“Delon, minta tolong beli kulkas, kompor dan beberapa bahan makanan untuk santri dan santriwati juga ya, ini kartunya dan masih ingat PIN nya kan?” tanya Fatih sembari menyodorkan kartu blackcard ke Delon.
“Masih Tuan dan mohon di tanda tangani untuk daftar belanja terkait daftar belanja untuk Panti Asuhan ini juga Tuan.” balas Delon sembari menyodorkan berkas Panti Asuhan.
“Baiklah terimakasih Delon dan jangan lupa nanti ajak makan dan belikan semua kebutuhan kawan kawanmu yang menjaga istriku yang cantik menawan ini.” ucap Fatih sembari memeluk pinggang Aisha.
Delon mengangguk dan berjalan ke arah tokoh elektronik untuk membelikan semua daftar belanja milik Fatih. Akan tetapi Aisha yang menatap Shinta yang tengah mengusap air matanya setelah melihat ponselnya.
“Mas Fatih… Ada yang aneh dengan Kak Shinta, apa perlu kita menanyakan ke Kak Shinta?” tanya Aisha sembari meminta jawaban dari Fatih.
“Boleh sayang, akan tetapi tidak langsung ke Shinta. Aku curiga dengan Riko sebenarnya dan kakakmu Anas yang tengah bertugas di Mesir.” balas Fatih sembari menatap Shinta yang berkali kali mengusap air mata.
“Maksudnya Mas?”
“Riko dan Kak Anas bukan orang sembarangan sayang. Nanti kita tanyakan ke Ayah dan Abi Hamzah saja. Yuk kita ke Pondok Pesantren, sudah di tunggu ayah dan mama nih Bae.” ajak Fatih sembari menggenggam jemari Aisha.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?
Jangan lupa vote dan like serta komentar nya ya🙏🙏, untuk menambah semangat author juga😊😊.
Terimakasih semuanya.
__ADS_1
Wassalamu'alaikum wr wb.