
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
أعتبرك أكثر من صديق.
ʾAʿtabiruki ʾakṯar min ṣadiīq.
Artinya: Aku menganggapmu lebih dari sekedar seorang teman.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 60
"Masya Allah Kak, berikan ponsel nya, Aisha hubungi tuh Kakak durhaka, gimana sih menggantung perasaan seorang wanita." gerutu Aisha sembari merebut ponsel Shinta.
Shinta menolak sembari tersenyum ke arah Aisha sembari menggeleng pelan untuk tidak menghubungi Anas.
"Nona, biarkan Mas Anas sendiri, ada waktunya kita tetap berdoa dan berusaha kan? Bukankah Nona selalu mengingatkan untuk menyerahkan semuanya kembali ke Allah SWT? Biarkanlah Mas Anas saat ini bertugas di sana dulu Nona." suara Shinta penuh keyakinan.
Aisha kembali tersenyum mendengar ucapan Shinta yang begitu tenang menghadapi makna dan arti jodoh saat ini.
"Terus kata Abi Hamzah jika pesan dari Kak Anas Aku tak perlu bahasa apapun hanya untuk mengungkap aku cinta kamu dan aku tak pernah beristirahat untuk mencintai kamu sesuai janjiku. ucap Aisha mencari jawaban ke Umi Fatimah dan Shinta.
"Aish, biarkan saja kakakmu itu, biar Shinta yang menjalani semuanya dan bukan kah itu yang sudah tertulis di Lauhul Mahfudz Anas dan Shinta kelak? Tentunya misteri kan?." jelas Umi Fatimah.
Aisha mengangguk setuju dengan pernyataan dari orang yang sangat di cintai nya sejak lahir hingga saat ini.
"Ya benar itu Nona, apa yang di bilang Umi, biar saya yang menjalani nya, Nona juga harus lekas sembuh karena tuh ada yang nongol dari tadi nunggu kita ngomong gak selesai selesai." Shinta menunjuk ke arah pintu yang dimana kepala Fatih melongok ke dalam ruang inap Aisha.
Fatih yang kepergok mengintip serta menguping dengan segera menutup kembali pintu dan pergi kembali ke Ayah Ahmad Fatihurahman dan Abi Hamzah. Ke empat beda generasi itu tertawa kecil melihat gelagat Fatih yang telah kepergok menguping pembicaraan mereka.
Setelah hampir menjelang Maghrib dan tentunya keluarga besar Al-Fatih maupun keluarga besar Abi Hamzah tidak melupakan kebutuhannya untuk beribadah shalat kini pun selesai dan mereka kini pamit untuk meninggalkan Aisha dengan Fatih untuk saling berbicara dua mata satu hati.
"Bae nih obatnya." Fatih memberikan obat untuk Aisha.
"Makasih Mas, sudah makan??" tanya Aisha sebelum meminum obatnya.
"Sudah tadi sama Abi dan Ayah, mau makan??" tanya Fatih.
"Masih kenyang tadi di suapi Umi Mas, Mas Fatih besok mulai kerja saja dan lagian aku sudah membaik kok."
Fatih kembali menatap lekat Aisha dan membantunya meminum obat.
"Tak apa biar Delon yang mengurus perusahaan, Bae tahu? Aku benar benar menyesal dari dulu mensia-siakan mu Bae. Aku lelaki bodoh yang tak pernah bisa menerima takdirku untuk berjodoh dengan mu." lirih Fatih setengah berbisik di tengkuk leher Aisha.
Fatih yang saat ini hatinya benar benar jatuh dan meluluh untuk Aisha hanya bisa menyesal telah mensia-siakan Aisha. (Tumben kali kau Fatih).
"Mas, kita bukan lagi dua remaja yang di mabuk cinta dengan embel embel pacaran, mana sih ada pasangan yang tak serius ketika ada ikatan yang sah? mana ada yang tak ingin bernaung di surga kelak dengan kekasih halal nya? masa lalu Mas Fatih milikmu Mas, masa lalu Aisha milikku akan tetapi masa depan adalah milik kita." ucap Aisha menirukan kata kata Alm Baharuddin Jusuf Habibie.
Fatih semakin mengeratkan pelukannya ke Aisha, sakit di rasakan hatinya saat ini yang telah mensia-siakan Aisha sebagai istrinya.
"Dulu Vina Renata kan? Terus datang Ghea kemudian siapa lagi Mas? Apakah Aisha siap menghadapi semuanya yah ingin merebut Mas Fatih untuk Aisha? jawabannya Aisha siap dan Aisha perjuangkan rumah tangga Aisha akan tetapi...." ucapan Aisha terhenti ketika Fatih sudah membuka niqab nya dan mencium bibirnya lembut.
Aisha menerima kecupan mesra Fatih, menyambutnya dengan lembut dan memberikan kenyamanan untuk Fatih dengan sangat lama.
__ADS_1
"Janjiku ke kamu satu Aish, aku menjadikanmu ratu di hatiku, bidadari surgaku dan ibu dari anak anak kita, aku minta maaf Aisha Khumairah." ucap Fatih seraya mengecup kening Aisha berlinang air mata.
Kedua insan larut dalam kerinduan untuk saling memiliki, Fatih yang sudah benar benar menerima lahir batin Aisha sebagai istri, pendamping bahkan calon ibu dari anak anak nya kelak.
"Mas, Aisha boleh bertanya? Kenapa Mas Fatih benar benar ingin merubah untuk rumah tangga kita? Bukan Aisha lancang bertanya seperti ini akan tetapi Aisha kaget Mas, beneran kaget." ucap Aisha sembari menatap lekat mata Fatih mencari sebuah jawaban di kedua matanya.
Fatih kembali mencium lembut kening Aisha....
"Tadi Abi dan Ayah ngobrol denganku Aisha, aku ceritakan tadi ya." ucap Fatih ingin menceritakan obrolannya dengan Abi Hamzah dan Ayah Ahmad Fatihurahman.
.
.
.
.
.
.
...****************...
...🍃🍃🍃 Flashback obrolan 🍃🍃🍃...
...****************...
Setelah Fatih kepergok menguping pembicaraan ke empat wanita berbeda generasi itu segera dia berjalan ke arah tempat duduk Ayah Ahmad Fatihurahman dan Abi Hamzah, akan tetapi langkah kaki Fatih berhenti dengan notifikasi panggilan dari Abi Hamzah.
"Assalamualaikum wr wb, dimana Abi dan Ayah?."
"......"
"Baiklah Abi, Fatih ke sana sekarang, assalamualaikum wr wb."
"...."
Fatih mengerutkan dahinya karena permintaan Abi Hamzah yang kini sedang nongkrong dengan Ayah Ahmad Fatihurahman, Delon dan Riko di cafe seberang rumah sakit.
Fatih berjalan sedikit cepat untuk segera sampai di cafe dan tentunya sudah di tunggu oleh mereka berempat. Setelah sampai Fatih segera mencari keberadaan Ayah Ahmad Fatihurahman dan Abi Hamzah yang tengah tertawa lepas sembari bercerita.
"Assalamualaikum wr wb, lho kok ramai Yah Abi??" tanya Fatih menatap Delon dan Riko.
"Waalaikumsalam wr wb, pesan dulu sana, Abi mau ngobrol sama kamu nak." pinta Abi Hamzah.
Fatih segera memesan secangkir arabica dan membeli sebungkus rokok berlogo gudang garam kesukaan author 😂😂😂.
"Kok ada Delon dan Riko yah? Ada apa Abi??" tanya Fatih yang sudah sangat kepo.
"Tadi Delon sudah di terima keluarga besar Ali dan sebentar lagi menikah juga tapi..." ucapan Abi Hamzah terputus dan menghembuskan asap rokoknya sangat berat.
"Fatih jawab jujur ke Ayah, jangan ada yang di tutupi dari kita berempat, bagaimanapun juga saat ini Vina Renata dan Andre masih bebas dan merencanakan pembalasan ke kamu, pertanyaan Ayah satu dan jawab jujur, kamu masih ada rasa ke Vina Renata??" ucap Ayah Ahmad Fatihurahman seraya menatap Fatih penuh penekanan.
__ADS_1
Fatih menunduk hatinya sedikit teringat Vina Renata akan perlakuan dan tentunya kenangan bersamanya dulu.
"Abi mau ceritakan tentang Vina Renata dari Kakakmu Anas boleh??" pinta Abi Hamzah dengan sangat halus.
Fatih mengangguk lemah karena dia saat itu posisinya salah saat mendapat kan Vina Renata karena bagaimanapun Vina Renata masuk ke hatinya bukan karena benar benar cinta akan tetapi hanya karena harta nya.
"Vina Renata dulu mantan kekasihnya Anas akan tetapi Anas yang tak jujur membuat Umi Fatimah sering jatuh sakit hingga ketika kelulusan Anas di SMA milik ayah mu ini telah bertemu Vina Renata untuk terakhir kalinya karena Anas melanjutkan ke Mesir lebih tepatnya di Kairo Mesir Al Azhar. Dan kamu menggantikan posisi Anas sebagai kekasihnya bukan? Fatih tahu kalau Vina Renata telah berselingkuh di belakang mu? Mau bukti nak?." tanya Abi Hamzah sembari menatap Delon untuk memberikan berkas penyelidikannya ke Fatih.
Fatih melongo menatap berkas yang bertuliskan "Secret Document" dengan logo CIA.
"Anas telah mengumpulkan data milik Vina Renata dan Andre jauh sebelum kamu dan Aisha di jodohkan akan tetapi Anas mundur untuk melanjutkan penyelidikan Vina Renata karena dia tahu kedekatan mu dengan Vina Renata dan kamu telah aku jodohkan dengan Aisha saat itu Fatih. Kamu tahu sebab lain Anas menghentikan langkahnya untuk menyelidiki Vina Renata??" tanya Abi Hamzah.
"Karena Aisha menerima perjodohan nya dengan ku Abi Hamzah? Dan Kak Anas tahu jika aku anak dari sahabat nya Abi??" pertanyaan Fatih terlontar dengan sendirinya.
"Ya benar begitu akan tetapi yang paling kuat adalah permintaan Aisha untuk merestui pernikahan nya dengan mu, mengarungi bahtera cinta rumah tangga dengan mu meskipun ada Vina Renata saat itu dengan mu nak." suara Abi Hamzah tetap lembut memberikan nasehat ke Fatih.
"Bahkan Aisha akan meminta Abi untuk segera melaksanakan pernikahan nya dengan mu nak karena saat itu nyawamu dan hartamu beserta keluarga mu sudah sangat terancam karena dia Vina Renata telah bekerjasama dengan Andre seorang Mafia kelas kakap." Ayah Ahmad Fatihurahman menambahkan ucapan Abi Hamzah.
Delon segera membuka berkas yang tertulis rencana pembunuhan dan rencana Vina Renata untuk mengambil paksa harta keluarga besar Al-Fatih.
"Maaf Tuan Muda Fatih, Shinta juga terpukul ketika tahu bahwa sahabat nya di bunuh Vina Renata dan Andre saat itu dan asal Tuan Muda Fatih tahu jika Vina Renata telah menjual semua beberapa aset yang Tuan Muda Fatih berikan saat itu tetapi Nona Muda Aisha lah yang membeli kembali dengan ini buktinya dan tentunya saya yakin jika Tuan Muda Fatih tidak tahu kan??" ucap Delon tersenyum mengejek.
"Dan tentunya Kak Aisha telah menuliskan sebuah surat saat setelah menikah denganmu untuk Kak Fatih." ucap Riko memberikan surat dari Aisha ke arah Fatih.
Fatih menerima surat dari Riko dan membacanya sangat pelan, berusaha mencermati setiap goresan pena dari Aisha.
"Ini belum kamu buka dan kamu baca dik??" tanya Fatih yang masih membaca isi surat Aisha.
"Untukmu itu Kak bukan untukku karena saat itu juga aku menjaga dirimu dan Kak Aisha dari Andre dan Vina Renata, masih ingat? Kenapa aku dan Delon sering datang ke kantormu? Karena insting ku benar saat itu akan ada yang tertembak dan yaitu Kak Aisha, kamu ya Kak Fatih jika masih ingin sama Vina Renata maka aku minta izin ke Abi Hamzah dan Ayah Ahmad Fatihurahman untuk membunuh mu entah itu di izinkan oleh Ayah maupun Abi Hamzah." suara membunuh Riko terdengar sangat tajam.
Fatih menunduk merasakan hatinya sangat nyeri, merasakan Aisha begitu melindunginya dari Vina Renata dan Andre.
"Andre dulu pernah melamar Aisha akan tetapi, Abi menolaknya bukan karena nadzar Abi menjodohkan Aisha dengan sahabat ku yaitu ayah mu akan tetapi permintaan dari Kakak ipar mu yaitu Anas." suara Abi Hamzah tetap lembut.
Fatih memeluk Abi Hamzah dan terisak hebatnya, seorang pemuda yang dulunya dingin dan sedikit bengal kini telah luluh.
"Dan sekarang Ayahmu ini mau tanya dan jawab jujur, sudah hampir satu bulan kalian menikah dan apakah kamu sudah memberikan tanggung jawab mu sebagai suami terhadap istrimu Fatih??" tanya Ayah Ahmad Fatihurahman seraya membakar rokoknya ala mafia.
Fatih melepas pelukan dari Abi Hamzah dan menatap lekat ke arah Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Maaf yah, Fatih belum memberikan hak nya Aisha termasuk batinnya Aisha karena...." ucapan Fatih terhenti karena mulutnya di sumpal rokok oleh Riko.
"Uda tau semuanya kamu sama Vina Renata bagaimana melakukannya sebelum pernikahan mu dengan Kak Aisha tapi Mama Zahra Khumaira dan Umi Fatimah belum tahu, berubah lah Kak Fatih." pinta Riko.
Semua menatap Fatih dengan tersenyum, berharap agar Fatih segera berubah total dari hatinya.
"Berubahlah dari hatimu yang sangat dalam Fatih, berikan Abi mu ini, Ayahmu, Umi mu, Mama mu dan Riko seorang ponakan dan jangan merasakan sebuah dosa mu ke Vina Renata saat itu dan jangan mengulanginya lagi, cintai Aisha, miliki Aisha dan sehidup mati lah dengan Aisha. Allah SWT tak kan pernah salah memberikan jodoh umat nya nak." ucap Abi Hamzah seraya tersenyum berwibawa ke arah Fatih.
Fatih mengangguk dan membalas senyuman Abi Hamzah dan kini mereka berlima berbeda generasi mengobrol untuk persiapan umroh dan tentunya mengembangkan pendidikan dan apapun untuk kebaikan mereka dan orang sekitar mereka.
...****************...
...🍃🍃🍃 Flashback off obrolan 🍃🍃🍃...
__ADS_1
...****************...