
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
حتى آخر يوم بعمري, سأظل أحبك
Sampai hari terakhir ku, aku akan mencintaimu
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 81
WARNING ADEGAN DEWASA 21+
HARAP DI BACA DENGAN BIJAK UNTUK YANG JOMBLO DAN BELUM DI HALAL KAN.
.
.
.
.
.
.
Setelah satu minggu berjalan, kini Fatih dan Aisha beserta ke-dua keluarga besar mereka bersiap untuk perjalanan Umrah yang berjarak dua hari lagi.
Fatih yang terlihat membaca doa atau bacaan mulai dari niat umrah, sa'i (lari lari kecil bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali ini dan yang terakhir tahallul itu pun mendapat respon dari Aisha yang sudah menunggunya di ranjang.
"Mas, kenapa belum tidur? Sepertinya memang harus di hafal kan ya Mas??" ucap Aisha sembari duduk di samping Fatih.
Fatih tak mendengar ucapan Aisha, dia semakin fokus ke bacaan untuk umrah besoknya akan tetapi bisikan Aisha membuat pertahanan tubuh Fatih pupus.
"Aku minta kita malam ini menyatu bolehkah Mas??" ucap Aisha meraba bibir Fatih kemudian mengecupnya sangat dalam.
Fatih terkesiap dengan Aisha karena baru kali ini Aisha istrinya itu meminta untuk menyatu pertama kalinya.
"Emang Bae tak capek? Setelah Ashar tadi sudah Bae." ucap Fatih kembali membenamkan bibirnya di tengkuk leher Aisha sangat dalam.
Aisha menggelinjang mendapat perlakuan istimewa dari suaminya, dengan nada suaranya yang manja. "Sama istri sendiri masa harus nolak Mas, aku minta karena aku ingin kita segera memiliki generasi penerus nantinya."
Kini Fatih dan Aisha memulai penyatu-an, di bawah selimut kini mereka membuat adonan tepung untuk menyatu menjadi satu.
Setelah Fatih berdoa untuk penyatuan tubuhnya dengan tubuh Aisha, tiba-tiba.......
Tok
Tok
Tok
Pintu kamar Aisha dan Fatih di ketuk dari luar.
"Tuan Fatih!!! Assalamualaikum wr wb, Tuan Fatih!!! Ada dokumen perusahaan yang belum di tandatangani." ucap Delon dari luar kamar Fatih dan Aisha.
Aisha mendorong tubuh Fatih dan memberikan isyarat untuk membuka menemui Delon terlebih dahulu akan tetapi Fatih tetap meneruskan mencumbu Aisha.
"Hhheeemmmmhhhhh, Mas, tuh Delon bagaimana??" ucap Aisha sambil menggigit bibir bawahnya.
"Biarin dulu Bae, aku sudah di puncak, yuk kita mulai Bae." balas Fatih kembali mencumbu Aisha.
Kini kedua insan telah halal saling menyatukan raga untuk membuat Fatih junior atau Aisha junior nantinya, Fatih menatap manik mata Aisha sangat lembut dalam setiap gerakan penyatu-an nya dengan Aisha.
"Bae, aku mencintaimu." ucap Fatih sangat lembut di telinga Aisha.
Aisha membalas dengan anggukan dan senyuman menggoda ke suaminya tersebut. "Tetap begini sayang, tetap menjadi suami Aisha seperti ini ya Mas Fatih."
Setelah hampir setengah jam Aisha dan Fatih menyatu kini Fatih segera menyelesaikan tugas terakhirnya dengan memberikan calon calon keturunan ke rahim Aisha. "Mas, mau nyampai Bae, kita barengan ya Bae."
Aisha memeluk tubuh Fatih yang berada di atasnya sangat erat dan mengunci nya, Fatih yang menerima perlakuan mesrah Aisha kini menuntaskan dan .......
__ADS_1
"Makasih sayang, kamu tumben pengen sayang??" ucap Fatih yang masih di atas tubuh Aisha.
"Aku hanya ingin menjadi istri berbakti ke suami dan makasih ya Mas, Aisha mandi dulu ya." ucap Aisha sembari mengambil handuk di samping king size bed.
"Aku ikut mandi boleh??" tanya Fatih sembari memeluk Aisha.
"Yuk Mas."
"Manggilnya kok Mas , Mas dan Mas terus??" ucap Fatih memanyunkan bibirnya.
Aisha menggeleng pelan, di tatapnya Fatih sangat lekat. "Iya sayang, yuk mandi terus shalat Sunnah witir ya." Aisha mengecup bibir Fatih.
Fatih melongo mendapat perlakuan Aisha yang sangat romantis akhir akhir ini ke dirinya.
"Apakah ini yang di namakan cinta sejati ya Allah." Fatih membatin dengan membalas kecupan manis Aisha.
Setelah mereka berdua dan masuk dalam satu bathup, kini Fatih menggosok tubuh Aisha dengan sedikit memberikan sentuhan ke tubuh Aisha.
"Sayang mau lagi? Tapi jangan di sini, kita kembali ke ranjang aja yuk." ucap Aisha memberikan jawaban.
"Kenapa sayang? Gak boleh ya kita menyatu lagi di sini??" balas Fatih seraya memberikan sentuhan ke bagian sensitif Aisha.
"Makruh sayang hukumnya, yuk kita lanjutkan lagi di ranjang atau besok sebelum Shubuh??" tanya Aisha mengerlingkan matanya menggoda Fatih.
"Sudah berani menggoda ya istriku ini." Fatih menyerbu bibir Aisha.
Aisha menyambut aksi bibir suaminya dengan penuh suka cita. Fatih merasakan terbang dengan perlakuan Aisha sebagai pemenang hatinya. "Kamu memenangkan hatiku sayang, kamu jangan pernah pergi dariku."
Fatih melepaskan pelukannya dan menatap Aisha sangat lekat, wajah Aisha terlihat lebih dari cantik akhir akhir ini. "Aku tak ingin wajah ini di lihat orang lain Bae, aku akan menjaga apa yang harus aku jaga dan tetaplah bimbing aku, ingatkan aku jika belum menjadi suami yang baik menurut mu sayang."
Aisha tersenyum. "Sama sama saling melengkapi Mas tapi aku minta maaf belum bisa menjadi istri baik dan nurut keinginan Mas Fatih."
Setelah selesai mandi junub dan berwudlu untuk menunaikan ibadah shalat Sunnah dua rakaat yaitu witir. Aisha berjalan di samping Fatih untuk turun menuju ke musholla rumah keluarga besar Al-Fatih.
Mama Zahra Khumaira yang tengah bersiap untuk masuk ke kamar pun di buat tersenyum melihat Fatih yang sedang berbincang dengan Aisha, menantunya itu. Ayah Ahmad Fatihurahman yang melihat istrinya senyum senyum sendiri. "Lihat apa Ma?.\?"
"Lihat Fatih yang sudah memiliki Aisha seutuhnya Yah, lihatlah mereka berdua telah bersatu dan lihat juga Fatih yang kini sering terlihat meredam amarah setelah bersama Aisha, apakah Mas Ahmad merasakannya??" ucap Mama Zahra Khumaira ke arah suaminya.
"Kenapa Mas? Ada apa sebenarnya yang akan terjadi dengan anak menantu ku Mas??" Mama Zahra Khumaira sedikit khawatir setelah melihat mimik wajah suaminya tersebut.
"Yance telah kembali dan Shinta nanti setelah umrah harus menyusul Anas dan Riko ke Mesir karena Shanti dan Diana adik dari Shinta kini dalam incaran Andre Villas Boas." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman memberikan sebuah foto keluarga besar Yance.
"Hubungan nya dengan Aisha dan Fatih apa Mas Ahmad??" tanya Mama Zahra Khumaira sembari menatap lembar foto keluarga besar Yance.
"Andre ingin merebut Aisha dari Fatih akan tetapi Renata sudah tertangkap, masih ingatkah sayang dengan Shinta yang dulu kita rawat menjadi anak angkat kita setelah kejadian menimpa keluarga besar Yance??" tanya Ayah Ahmad Fatihurahman ke Mama Zahra Khumaira.
Mama Zahra Khumaira mengangguk dan menunduk mengingat ayah dan ibu Shinta di bantai oleh kelompok mafia dan sampai saat ini masih belum di temukan siapa yang menghabisi nyawa keluarga besar Yance.
Di balik dinding, Shinta yang mendengar percakapan antara Mama Zahra Khumaira dan Ayah Ahmad Fatihurahman menangis sesenggukan dan kini dia sudah menemukan jawaban atas liontin yang selalu di kenakan nya sampai detik ini. "Aku ternyata masih memiliki adik dan keluarga ku di bantai serta di bunuh begitu keji, apakah aku harus membunuh orang yang telah menghabisi keluarga besar ku ya Allah??"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?
Jangan lupa vote dan like serta komentar nya ya🙏🙏, untuk menambah semangat author juga😊😊.
Terimakasih semuanya.
Wassalamu'alaikum wr wb.
__ADS_1