
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
العيون تنسى من رأت و لكن القلوب لا تنسى من أحبت
Al uyuun tansa man taro, walaakinna al qolbu laa tansa man tuhibb
Artinya: Mata akan lupa siapa yang ia lihat. Akan tetapi hati tidak akan lupa siapa yang ia cinta.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 91
“Terimakasih Abi dan terimakasih Umi. Langsung saja ke intinya, Vina Renata kabur setelah memeriksakan kandungannya dan… dan kini dia kabur dengan bantuan kekuatan Andre Villa Boaz menuju….” Iqbal menghentikan ucapanya dan menatap sejenak ke Arah Aisha.
Iqbal menghela nafas panjangnya dan membakar rokoknya perlahan, “Fatih dan Aisha. Saya mohon maaf karena belum mendapatkan informasi terkait alasan Vina Renata masih ingin merusak hubungan kalian berdua, akan tetapi kini Vina Renata tengah menuju ke Mesir.”
“Mesir? Berarti untuk saat ini tidak ada yang berusaha merusak keluarga kecilku dan istriku kan Iqbal?” tanya Fatih memberikan tampang wajah serius.
“Belum tentu juga. Kamu tahu Andre Villa Boaz merupakan mafia yang terkenal kejam dan tak melepaskan apa yang di inginkannya? Ya meskipun dia jauh berada di negara lain dan untuk Shinta, kapan kamu menyusul Anas? Dan sudahkah kamu mengetahui dan mengingat semuanya tentang saudara kembarmu?” tanya Iqbal menatap Shinta.
__ADS_1
Semua pandangan menatap Shinta kecuali Ayah Ahmad Fatikhurahman yang menunduk dan memberikan kode ke Delon untuk memberikan sebuah berkas.
“Shinta belum bisa mengingat semuanya Iqbal. Siapa dia, keluarganya siapa dan saudaranya siapa saja akan tetapi ada sebuah berkas yang bisa membuat Shinta mengingat semuanya. Bacalah Shinta dan aku secara pribadi meminta maaf sebesar-besarnya karena dulu hanya bisa menyelamatkan kamu saja.” ucap Ayah Ahmad Fatikhurahman seraya memberikan berkas ke arah Shinta.
Sebuah berkas yang berisikan surat surat kepemilikan aset dan kekayaan dari keluarga besar Zevanya Ynace. Aisha yang berada di samping Shinta menatap ke arah berkas tersebut dan membukanya secara perlahan.
“Yance. Satu keluarga besar telah terbunuh dan seseorang dari negara I telah menyelamatkan salah satu putri dari Zevanya Yance. Pembunuhan? Kak Shinta?” ucap Aisha sembari menunjuk ke selembar foto yan di mana ada dua anak kecil kembar yang memakai kalung bertuliskan SY.
Shinta yang menatap selembar foto yang di pegang Aisha kini memegang kepalanya sangat kuat kemudian pingsan setelah tak kuat merasakan sakit kepala yang di rasakan oleh Shinta.
“Nak? Nak Shinta, Abi tolong ambilkan minya kayu putih.” pinta Umi Fatimah.
“Kak Shinta kenapa Umia? Kak Shinta!! Bangun Kak!!” ucap Aisha sembari mengguncang tubuh Shinta.
“Dia pingsan Fatimah dan Iqbal apakah benar yang kamu katakan itu? Dan kenapa Ayah menutupi semuanya dari Mama tentang masalalu Shinta?” kini mama Zahra bertanya ke arah ayah Ahmad Fatikhurahman dan Iqbal.
Ayah Ahmad Fatikhurahman menunduk mendengar pertanyaan dari istrinya tersebut. “Ma, dulu aku setelah lulus dari kuliah. Aku terjun ke dunia mafia dan ketika aku membawa Shinta ke negara ini, lebih tepatnya ke dalam keluarga kita saat itu. Alasan kuatku adalah untuk kemanusiaan bukan untuk lainya dan masih ingat jika dulu Riko pernah aku suruh melacak kembali keberadaan saudara Shinta?”
“Aku masih mengingatnya Yah. Dan sekarang aku paham kenapa ayah dan mama menjodohkanku dengan Aisha, karena ini bukan?” Fatih menunjuk ke sebuah nama di berkas yang tadi di berikan oleh Delon.
__ADS_1
Vina Renata, nama yang di tunjuk Fatih. “Ada harga yang harus aku tebus untuk menyelamatkan Kak Anas nantinya ayah mama. Karena dulu aku di butakan oleh cinta ke Vina Renata. Iqbal tolong urus pasport dan keperluanku untuk membawa kembali Kak Anas dan Riko dari Mesir akan tetapi aku berangkat setelah umrah nanti bersama istriku.”
“Vina Renata? Ini daftar kejahatannya? Sebanyak ini? Berarti saat Mas Fatih dulu bersama Vina Renata, dia sudah merencakan semuanya ini? Dan ini? Ya Allah berarti yang membunuh keluarga Kak Shinta?” suara Aisha bergetar menunjuk sebuah nama, VB.
Semua mata tertuju ke arah Aisha yang tengah menunjuk nama Villa Boaz. Iqbal yang baru saja tersadar dengan pemecahan kasus yang di bantu Aisha kini segera memberikan kode ke ajudannya. “Beritahu Anas, Riko dan Alvan terkait ini sebelum Shanti salah sasaran.”
“Daddy!! Mommy!!! Huhuhuhuhuhuhuhuhu.” teriak Shinta yang tiba siuman dari pingsanya.
“Kak Shinta sabar Kak, minum dulu Kak.” ucap Aisha menenangkan Shinta yang menangis di pelukannya.
Aisha kini menatap lekat suaminya dan ada beberapa pertanyaan yang tiba tiba muncul di hati dan otaknya. “Aku harus menanykan langsung ke Mas Fatih.”
Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?
Jangan lupa vote dan like serta komentar nya ya🙏🙏, untuk menambah semangat author juga😊😊.
Terimakasih semuanya.
Wassalamu'alaikum wr wb.
__ADS_1