Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 52


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


إجعل كل شيئ تفعله مفعماً بالحب.


ʾIǧʿal kulla šaīʾin tafʿaluhu mufʿaman bilḥubbi.


Artinya: Biarkan semua yang kamu lakukan dilakukan dengan cinta.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Episode 52


"Boleh saya angkat Tuan?" pinta pria itu dengan suara bergetar.


Riko mengangguk sebagai jawabannya, sementara itu Delon menghubungi bodyguard dan Shinta untuk menanyakan keadaan di kamar Nona Aisha.


Delon menghela nafas lega karena keadaan di sekitar kamar inap Nona Aisha sudah aman terkendali dan pria tersebut mengangkat panggilan dari Ghea.


"Hallo, lama sekali kamu angkat telfonku!!."


"Maaf Nona, saya tadi habis beli rokok."


"Bagaimana hasilnya? Sudah berhasil untuk melakukan tugasmu?"


"Tugas ku hanya memvideokan Tuan Fatih dan perempuan yang sebentar lagi datang kan Nona?"


"Benar sekali Rian, kalau bisa masukin tuh obat perangsang untuk Kak Fatih karena bagaimanapun juga aku ingin wanita itu hancur dan aku akan merebut Kak Fatih darinya."


"Siap laksanakan Nona tapi tolong jangan sakiti istri dan anakku Nona Ghea."


"Asalkan kamu berhasil untuk menghancurkan keluarga besar wanita tersebut dan wanita itu nantinya harus mati pukul satu malam!!"


"Baik Nona, terimakasih."


"Jangan lupa tugasmu Rian!! Ingat!! Anak istrimu akan aku bunuh jika kamu gagal!!"


Tut Tut Tut


Pria tersebut bernama Rian, saat ini anak dan istrinya telah di sandera oleh Ghea. Fatih yang sedari menahan amarahnya dengan suara Ghea yang ingin menghabisinya dan Aisha menendang meja hingga terbelah menjadi dua.


Riko menggeleng pelan melihat tingkah polah Masnya tersebut hingga....


"Dimana tempatnya anak dan istrimu di sekap PakRian???" tanya Riko kalem.


Rian menelan salivanya, rahangnya mengeras mengingat anak istrinya di sekap oleh Nona Ghea.


"Delon!! Sudah kau rekam tadi ucapan busuk Ghea tersebut?!!" suara nada Fatih terdengar membunuh.


"Sudah Tuan, dengan alat serbaguna ini saya bisa merekam percakapan siapapun dan dimanapun kecuali percakapan makhluk halus." ucap Delon mencairkan suasana.


"Dan kamu!! jawab!! Siapa yang akan menjebakku!!" ucap Fatih mencengkeram kuat kerah baju Rian.


Rian ketakutan dengan tatapan membunuh Fatih, di teguk salivanya berkali kali.


"Mas, biarkan dia bercerita, silahkan cerita PakRian." pinta Riko kembali kalem.


Fatih melepaskan cengkeramannya dan menyuruh duduk Rian.

__ADS_1


"Baiklah Tuan, saya akan bercerita, saya memiliki hutang ke Nona Ghea dan hari ini terakhir batas pembayarannya akan tetapi saya tidak memiliki uang sepeser pun karena bunga pinjaman dari Nona Ghea terlalu mencekik." suara Rian terdengar sendu.


"Berapa hutangmu pak??" tanya Riko sembari mengeluarkan cek dan pulpen.


"Dua ratus juta Tuan dan saya di suruh menjebak Tuan Muda Fatih untuk nantinya dengan dalih istri Tuan Fatih terpuruk kemudian Nona Ghea akan masuk dan menggantikan istri Tuan Fatih." balas Rian sembari mengeluarkan catatan yang di berikan Ghea.


Delon membaca catatan tersebut di ikuti Fatih, sementara Riko menuliskan nominal angka di cek nya sebesar delapan ratus juta untuk Rian.


"Terimalah akan tetapi saya minta satu permintaan, bisa??" pinta Riko sembari menyodorkan cek dengan nominal delapan ratus juta ke Rian.


"Tuan? Ini terlalu banyak untuk menebus hutangku ke Nona Ghea." suara Rian bergetar.


"Sisanya untuk mu Pak dan ini kartu namaku, bekerjalah denganku di Panti Asuhan Al-Azhar, bisa??" balas Riko cepat.


"Hanya itu Tuan permintaan anda??" tanya Rian cepat.


"Bukan hanya itu, kita jebak balik Ghea karena ada satu hal yang harus bapak tahu, saya percaya dengan Bapak akan tetapi jika Bapakberkhianat maka konsekuensinya keluarga Bapak seluruhnya akan menghilang tanpa jejak." Riko tersenyum smirk memberikan simbol membunuh.


"B . . . Baiklah Tuan, kita jebak Nona Ghea akan tetapi anak istriku bagaimana keselamatannya Tuan??" tanya Rian sembari menunduk.


"Delon, bisa minta tolong? Dan tolong Pak Rian beritahu dimana istri dan anak Bapak di sekap." pinta Riko.


Rian pun memberikan titik koordinat dimana istri dan anaknya di sekap ke Fatih, Delon dan Riko.


"Delon paham tugasmu? Jangan ada korban tumbang minimal kasih pelajaran untuk tidak berurusan dengan keluarga besar Al-Fatih. Paham Delon? Dan kamu Mas Fatih, jaga benar benar Kak Aisha jangan sampai aku membunuhmu karena dia aku menemukan sosok Kakak yang mengetahui apa yang di sukai adik iparnya dan berterimakasihlah ke Kak Aisha karena dialah yang menemukan jodohku." ucap Riko tersenyum bahagia ke arah Fatih.


"Do'akan selalu dik dan terimakasih untuk nasehatnya selama ini serta aku minta maaf belum bisa menjadi kakak yang baik untukmu." suara Fatih terdengar sangat tulus.


Rian segera berkoordinasi dengan Delon, Rian menatap Riko dan Fatih dengan penuh kekaguman.


"Ternyata benar mereka keluarga Mafia akan tetapi tidak terlihat akhir akhir ini karena kehadiran sosok istri Tuan Fatih." batin Rian menatap Fatih.


"Hallo, sudah siap kau Rian??"


"Sudah Nona, setelah ini saya akan menjadi perawat untuk memanggil Tuan Fatih guna mengurus administrasi nya."


"Cerdas sekali kamu Rian!! Hahahahahaha, setelah itu suntikan anestesi untuk Fatih, dan taruh di kamar inap nomor 212."


"Baiklah Nona dan apakah Nona sudah dalam perjalanan?"


"Sebentar lagi sampai Rian!! Segeralah bersiap!! Aku akan menghancurkan Wanita bercadar itu!!"


"Dengan senang hati Nona Ghea, ada yang perlu di siapkan lagi Nona Ghea??"


"Oh ya siapkan obat kuat untukku, karena aku ingin tampil bergairah di depan Kak Fatih nantinya."


"Baiklah Nona Ghea. Segera saya siap kan semuanya."


Tut Tut Tut.


"Edan sekali tuh anak denganmu Mas!! Apa sih maunya mereka dengan Kak Aisha? Ini kalau terdengar di Kak Anas habis tuh Ghea beserta keluarganya." ucap Riko sembari menatap Fatih.


"Kenapa dengan Kak Anas? Apa lebih mafia dari Ayah Ahmad Fatihurahman kita?" tanya Fatih dengan nada suara penuh dengan pertanyaan.


Riko menyesap kopi dan membakar nikotinnya kemudian menghembuskan perlahan sembari mengingat nama Kak Anas yang dulu pernah melegenda di Mesir.


"Dia pembunuh lebih dari Mafia Mas. Kak Anas ternyata lebih buas dari Ayah dan Delon, pasukannya di luar negeri bukan pasukan yang Delon miliki karena Kak Anas itu Intel dan pembunuh dari negara Mesir." Riko memperjelas ucapannya.

__ADS_1


"Dan dengar sekali lagi Pak Rian, jangan sampai berurusan dengan Kakak dari istrinya Mas ku ini, habis semuanya kena Kak Anas, paham Pak Rian??" Riko menekan nada bicaranya.


Semuanya menelan salivanya kasar tak terkecuali Fatih dan Delon. Semuanya kembali memikirkan finishing untuk menjebak balik Ghea.


"Terus siapa yang menjadi penggantiku??" tanya Fatih.


Semuanya menatap Delon dengan tersenyum menakutkan, Delon yang di tatap kedua Tuanya hanya mendengus kesal.


"Baiklah, sekali kali berbuat dosa tak apa juga hehehehehehehe, sudah lama aku tak mencicipi tubuh semenjak Tuan Fatih bertaubat." sindir Delon seraya menatap Fatih.


Fatih memonyongkan bibirnya mendengar ucapan Delon.


"Jadi gini Pak Rian. Nantinya ruangan akan di buat remang remang dan Delon nantinya memakai penutup masker tetapi sebelum itu buat Ghea teler dulu kemudian kita rekam aksi panas mereka dengan syarat Mas Fatih juga ada di ruangan tersebut, bagiamana Mas Fatih? bersedia atau tidak??" tanya Riko membeberkan idenya.


"Baiklah akan tetapi nanti berikan pertanggungjawaban di depan Kakak iparmu." pinta Fatih.


"Baiklah, Pak Rian coba hubungi Ghea sudah sampai mana dan Delon sudah siap semuanya? Perekam dan kameranya sudah siap semuanya??" tanya Riko ke Delon.


"Sudah ready semuanya Tuan tinggal saya mencicipi tubuh sintal Nona Ghea." ucap Delon berbinar.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Assalamualaikum wr wb gaes, sehat semua? jangan lupa like dan komentar nya ya gaes, saya tahu jika tulisan saya kurang bermutu 🙏🙏, maaf ya🙏🙏.


__ADS_2