Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 77


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


ولو خيروني لكررت حبك للمرة الثانية


And if they made me choose, I’d choose to love you once more.


Dan jika mereka memberiku pilihan, aku akan memilih untuk mencintaimu sekali lagi.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Episode 77


Setelah tiga pukulan di berikan Fatih ke arah perut laki laki tersebut karena berucap menghina Aisha di depan Fatih.


"Kau!! Ternyata masih hidup!! Gilang Angga, mahasiswa akhir ternyata dan kamu juga yang pernah menghasut wanita jal@ng itu tapi sayang wanita mu telah ku masukkan ke penjara dan sebelum masuk penjara aku berikan hadiah seperti adik ku memberikan hadiah ke dia!!" Fatih mencabut pistol nya dan mengarahkan ke Gilang.


Aisha segera memeluk Fatih, menahan Fatih agar tidak di kuasai emosional nya. "Aku baik baik saja Mas, sabar Mas, sabar, istighfar Mas, tidak semua di lakukan dengan kekerasan."


Fatih menatap lembut Aisha, di pandangi lah niqab Aisha yang masih terlihat sobek. "Kamu kehormatanku Aish jika kehormatanku di lecehkan maka nyawaku akan ku berikan untukmu Aish."


"Makasih Mas tetapi Aisha tak apa apa, kita bicarakan baik baik dan kita maafkan dia Mas, karena ....." suara Aisha terputus karena jari tangan Fatih menempel di depan bibirnya.


"Memaafkannya menurutmu Aish? Delon!! Cek dan tanya semua laki laki yang di kantin tadi, siapa yang melihat wajah istriku ini selain aku dan mahramnya tadi segera kasih pelajaran!!" bentak Fatih sambil menunjuk ke arah kantin.


Aisha bergidik ngeri membayangkan kemarahan suaminya saat ini, sembari masih di peluknya erat. "Mas !! Demi Allah dan Demi Rasulullah Muhammad SAW, tadi aku langsung menutup wajahku dengan map ini Mas!!."


Aisha menunjukkan map yang di bawa nya tadi ke kantin, Fatih yang melihat tidak ada dusta di kedua manik mata Aisha dengan cepat menatap ke arah Sofiyah dan Dina untuk mencari jawaban tambahan.


"Benar pak, suer deh tadi Aisha kita tutupi dan dia juga menutup Aisha dengan kerudung panjangnya itu" Sofiyah menunjuk Shinta.


"Benar itu Shinta!!! Jangan ada yang melihat wajah istriku Shinta!!" tegas Fatih ke arah Shinta.


Shinta tersenyum mendengar ketegasan suara Fatih, dia tersenyum sambil menatap Fatih dengan tenang. "Tuan Muda cemburu? Apakah Tuan Muda Fatih yang dulu hatinya bukan untuk Nona Muda Aisha kini sudah mencair menjadi samudera cinta milik Nona Muda Aisha saja? Jika apa yang di katakan Sofiyah itu benar Tuan, karena Nona Muda Aisha langsung saya masukkan ke jilbab panjang ku setelah niqabnya terlepas tadi."


Fatih kembali menatap lekat Aisha, di tatap nya kembali niqabnya yang terlihat sobek. "Belikan niqab dan jilbab untuk istriku Shinta, kalau bisa jangan lengah seperti tadi dan untuk Gilang segera eksekusi ke leopard ku!!"


Tubuh Gilang gemetar mendengar ucapan Fatih, dirinya kini bersiap untuk menjadi santapan lezat bagi leopard milik Fatih.


"Mas, jika Mas Fatih kejam maka Mas Fatih tak ubahnya dengan dia, Aisha ngomong gini bukan karena Aisha lemah Mas, bukan karena Aisha sok suci Mas, Allah SWT masih sering memberikan banyak waktu untuk hambanya mengakui kesalahannya tetapi kenapa kita hambanya tidak mau memberikan kesempatan ke sesama?, Aisha tahu kehormatan Aisha di robek olehnya tapi percayalah Mas, wajahku hanya milikmu dan mahram ku saja Mas, meskipun taruhannya adalah nyawaku kelak" Aisha mengecup kening Fatih untuk meredam amarah Fatih.


Delon yang telah menerima informasi bahwa tidak ada satupun mahasiswa yang melihat wajah Aisha segera berdiri di samping Fatih yang tengah nyaman dengan perlakuan Aisha.

__ADS_1


"Maaf Tuan Muda mengganggu acara kemesraan nya, saya hanya ingin memberikan informasi bahwa tidak ada satupun mahasiswa yang melihat wajah Nona Muda Aisha, sekian dan terimakasih" ucap Delon sembari menunduk memberikan hormat ke Fatih dan Aisha.


Fatih menatap Delon kemudian berbisik ke telinga Delon. "Bawa dia dan berikan pelajaran sesuai wanita J@lang itu juga dan perketat lagi semuanya untuk istriku tercinta yaitu Aisha Khumairah."


Delon mengangguk setelah mendapat bisikan dari Fatih, dengan segera dia membalikkan badannya dan membawa Gilang dengan paksa keluar dari ruangan milik Fatih.


"Terimakasih aku ucapkan untuk kalian berdua telah menjaga istriku ini, terimakasih Shinta dan segera cari pengganti mu dengan segera sebelum kamu berangkat ke Mesir kelak." Fatih menatap tajam ke arah Shinta.


"Kak Shinta mau menyusul Kak Anas kah Mas?" tanya Aisha.


Fatih mengangguk dan kembali bermanja-manja di pelukan Aisha hingga membiarkan Sofiyah, Dina, Arman dan Dio serta Shinta masih ada di ruangannya.


"Mas, ada mereka semua lho, gak malu apa?" tanya Aisha sembari membiarkan Fatih bermanja-manja di pangkuannya.


"Biarin mereka iri, biarkan Shinta menahan rindunya ke Kak Anas jika tak ingin segera menyusul nya." ucap Fatih dengan entengnya.


Dina mendengar Anas yang segera di susul oleh Shinta menatap ke arah Sofiyah, akan tetapi Sofiyah mengangkat bahunya tak tahu.


"Aish, apa maksudnya Shinta menyusul Kak Anas? Apakah mereka sudah bertunangan?" tanya Dina hati hati.


Aisha menoleh ke arah Dina kemudian menatap ke arah Shinta.


"Sudah bertunangan mereka berdua dan Dina, ku sarankan untuk sedikit menjauh dari Kak Anas tetapi jika mau merebut hatinya ya berlomba tuh sama Shinta tapi yang sehat jangan seenak jidatnya." jawab Dio yang mengerti kondisi hati Dina.


"Dina, mencintai itu tak harus memiliki nya akan tetapi kita harus sadar kan jika hati nantinya tak bisa di paksakan, ibaratnya gini, kamu menyukai Kak Anas akan tetapi Kak Anas mencintai wanita lain, apakah kamu ingin mencintai nya dalam diam atau membiarkan nafsu dan ego mu mengejar untuk mendapatkan Kak Anas? Percayalah Dina jika masih ada yang menunggumu untuk Lauhul Mahfudz mu kelak." ucap Dio berusaha menenangkan hati Dina.


"Iya benar tuh Dina soalnya yang ngomong seperti ini biasanya memendam perasaan juga, ya kali merebut laki orang seperti cebong laut tuh, siapa namanya Dio? Vina Renata? Ya Vina Renata kan sejenis cebong laut yang berkembang biak dengan membelah urat malunya, percayalah jika Dio itu sedang berharap sama kamu Dina." timpal Arman sembari menggoda Dina yang sesenggukan.


Fatih hanya mendengar ucapan kedua sahabatnya dengan gelengan kepala, sementara Aisha yang melihat Dina memiliki perasaan ke Kakak nya yaitu Anas. "Din. Jodoh, maut dan kelahiran tak ada yang mengetahui, siapapun jodoh Kakakku yaitu Kak Anas belum tentu juga ada kan karena apa? Jika malaikat Izrail berkata jodoh nya Kak Anas di surga kelak bagaimana? Kita hanya berencana tetapi Allah SWT lah yang memutuskan nya jadi percaya lah masih ada laki laki lain yang lebih baik dari Kak Anas."


Fatih yang mengerti jika Dina akan memeluk Aisha segera memberikan ruang untuk sahabat istrinya tersebut, dia segera menyalakan rokoknya dan mengepulkan asap nya ke luar jendela kantornya dan menatap sebuah berkas yang di bacanya tadi pagi. "Aku harus ngomong sama Aisha dan Shinta terkait Andre karena bagaimanapun ini file dari Kak Anas."


Setelah keadaan hati Dina tenang, Sofiyah dan Dina pamit untuk kembali ke kelas kuliah mereka di ikuti Aisha dan Shinta akan tetapi tangan Aisha di genggam kuat oleh Fatih. Dio dan Arman yang paham dengan tindakan Fatih segera pamit keluar ruangan untuk membiarkan mereka berdua meluangkan waktu bersama begitu juga Shinta yang menunggu di luar ruangan untuk mendampingi Aisha ke ruang kelas kuliah nya.


"Mas, aku mau masuk kelas, ada jam ini." rengek Aisha.


Fatih yang memeluk Aisha sangat dalam dan mencium tengkuk leher Aisha yang masih berbalutkan jilbab dan niqab nya. "Jangan membuat ku kehilangan berlian seperti mu Bae And if they made me choose, I’d choose to love you once more."


Aish mengangguk ke arah suaminya tersebut dan mencium lembut kening Fatih. "Aku selalu buatmu, buat anak anak kita kelak dan menua bersama nantinya Mas tetapi jangan terlalu emosional terhadap masalah yang menerjang rumah tangga kita kelak."


Fatih mengangguk dan memberikan kesempatan Aisha untuk mengikuti kelas dengan mengantar nya hingga di depan ruang kelasnya yang kini sudah menunggu kedua sahabat Aisha. "Nanti selesai kuliah aku tunggu di sini dan jangan membantah ku Bae."

__ADS_1


Aisha mengangguk dan mencium tangan Fatih untuk masuk ke ruang kuliahnya, Fatih mengecup kening Aisha dan berdoa. "Ya Allah, dialah bidadari surgaku kelak dan bidadari dunia ku."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?


Jangan lupa vote dan like serta komentar nya ya🙏🙏, untuk menambah semangat author juga😊😊.


Terimakasih semuanya.

__ADS_1


Wassalamu'alaikum wr wb.


__ADS_2