
ππππππ
Jika suatu kehilangan membuat mu terjatuh ingatlah jika kamu masih memiliki Tuhan mu untuk berkeluh-kesah dengannya karena apa? Ya!! karena dirimu butuh Tuhanmu dan sementara Tuhan mu hanya ingin bermesraan dengan mu, apakah kamu sanggup? apakah kamu takut? tenang Tuhan mu selalu tersenyum untuk kalian.
^^^Khibban Sparrow Gendeng^^^
ππππππ
Episode 64
Aisha tersenyum di balik niqabnya. Fatih dan Aisha yang sudah mendekati kamar inapnya kini di hebohkan dengan suara anak anak Panti Asuhan Al-Azhar yang berlari ke arahnya.
"Bunaaa.!!!!" Teriak salah satu anak perempuan kecil nan menggemaskan.
"Waalaikumsalam wr wb Hafisah, wah dah besar semuanya ya. Ayo masuk yuk, Bu Zulaikha gimana kabarnya Bu??" Tanya Aisha sembari mencium tangan Ibu Zulaikha.
"Assalamualaikum wr wb, Alhamdulillah sehat Ibu nak, maaf ya ibu baru datang menjenguk nak Aisha, sudah sehat nak??" Tanya Ibu Zulaikha menggenggam tangan Aisha erat.
"Waalaikumsalam wr wb, Alhamdulillah Bu sudah sehat, Insya Allah sebentar lagi pulang, oh ya Mas, ini Ibu Zulaikha yang aku ceritakan." Ucap Aisha mengenalkan ke Fatih.
"Assalamualaikum wr wb Bu, sehat semua kan Bu, saya minta maaf dulu tidak pernah di samping Aisha karenaβ¦." Ucapan Fatih terputus karena tepukan di pundaknya.
"Waalaikumsalam wr wb, semua manusia punya masa lalu nak Fatih akan tetapi masa depan yang harus di gapai sebaik mungkin dan sudah lupakan masa lalunya nak Fatih dan ibu bersyukur jika nak Fatih sudah berubah." Ucap Ibu Zulaikha tulus.
"Terimakasih Bu, oh ya Bu untuk berkas Hafisah apa sudah siap? Saya berkeinginan mengadopsi Hafisah karena ingin menjaga dia Bu, saya baru tahu jika Hafisah sudah lama di tinggal ibu dan ayah kandungnya." Ucap Fatih memandang Hafisah yang sedang makan roti.
"Alhamdulillah sudah semua nak dan sebentar lagi notaris beserta badan perlindungan anak juga datang kok." Jelas Ibu Zulaikha.
"Terimakasih Bu, yuk masuk Bu, hei anak anak yuk masuk, siapa yang mau rujak buah??" Teriak Fatih ke arah anak anak yang sibuk berlari dan berkejaran di antara bodyguard Fatih dan Aisha.
"Aku mau, aku mau." Ucap anak anak kecil rebutan masuk ke dalam kamar inap Aisha.
Semua anak anak masuk ke dalam kamar inap Aisha dan duduk dengan rapinya menunggu Fatih membagikan rujak buah untuk mereka. Hafisah yang sedari tadi bermain dengan Aisha kini berbisik ke Aisha.
"Buna, tuh Om nackal dak mayah mayah lagi??" Tanya Hafisah.
Aisha tertawa mendengar pertanyaan Hafisah, dia mengingat awal kali bertemu Hafisah dan yang kedua.
"Mulai sekarang panggil dia Ayah ya Hafisah karena Ayah Fatih sudah berubah jadi baik kok." Ucap Aisha menerangkan ke Hafisah.
"Buna ndak boong? Buna anji dak tinggal Hapicah agi??" Tanya Hafisah dengan suara cadel nya.
"Buna ndak bohong sayang, Buna janji kok, yuk ke Ayah Fatih." Ajak Aisha ke Hafisah.
__ADS_1
Fatih yang membagikan rujak buah pun kini duduk di tengah anak anak yang lagi sibuk membuka tempat rujak buah tersebut. Dengan telaten Fatih membantu mereka semuanya hingga Aisha tersenyum melihat perubahan Fatih yang begitu tulus di depannya meskipun Fatih tak mengetahui jika dia kini terus di tatap dan di perhatikan oleh Aisha.
Merasa ada yang menatap dirinya, Fatih kini menatap Aisha. Kedua mata mereka bertemu untuk kesekian kalinya akan tetapi kali ini Fatih merasakan hatinya bergetar kencang menatap istrinya yang begitu menawan meskipun hanya terlihat kedua mata nya saja.
Dengan segera Fatih pun berjalan ke arah Aisha dengan membawa dua bungkus rujak buah untuk Aisha dan Hafisah.
"Assalamualaikum wr wb Hafisah, Hafisah mau??" Fatih menawarkan sebungkus rujak buah untuk Hafisah.
"Waalacum calam wr wb, emang boyeh? Nanti Om mayah agi." suara cadel khas anak kecil milik Hafisah membuat Fatih gemas.
"Marah? Marah kenapa? Sini peluk Om, Om kangen sama Hafisah." Fatih merentangkan kedua tangannya untuk Hafisah.
Hafisah pun berlari memeluk Fatih erat, hati anak kecil tak pernah bohong ke siapapun, termasuk saat ini Hafisah mengetahui jika Fatih sudah berubah menjadi baik untuk nya kelak.
"Maem ya, Om mau ngurus berkas dulu ya." ucap Fatih mencium pipi tambun Hafisah dengan gemas.
Hafisah mengangguk seraya melahap buah yang di berikan Fatih. Fatih berjalan ke Aisha dan bertepatan pula Abi Hamzah, Ayah Ahmad Fatihurahman, Mama Zahra Khumaira dan Umi Fatimah datang.
"Assalamualaikum wr wb, wah ramai banget nih, makan apa kalian??" ucap Mama Zahra Khumaira merasa senang melihat anak anak kecil yang begitu menggemaskan.
"Waalaikumsalam wr wb, ayo anak anak salim ke Uti dan Akung." ajak Ibu Zulaikha ke anak anak.
Anak anak pun bergantian salim ke Ayah, Abi, Mama dan Umi bergantian. Akan tetapi melihat ke arah Hafisah dengan penuh pertanyaan.
"Assalamualaikum wr wb, sehat Ma, Yah, Abi, Umi??" sapa Fatih seraya mencium tangan keempat orangtua di depannya.
Fatih menoleh ke arah jari telunjuk Mama Zahra Khumaira yang mengarah ke Hafisah.
"Anak angkat aku dan Aisha Ma sebentar lagi." ucap Fatih seraya memeluk Mama Zahra Khumaira.
Mama Zahra Khumaira menatap heran ke arah Fatih, sementara ketiga orangtua Fatih dan Aisha mengerti maksud dari Fatih.
"Lantas kalau dia calon anakmu dengan Aisha bagaimana Mama mu ini merasakan cucu dari anak sendiri dan menantu Mama sendiri??" tanya Mama Zahra Khumaira ke Fatih.
"Tapi itu keinginan Fatih Ma, ayolah Ma." Fatih merengek seperti anak kecil.
Mama Zahra Khumaira yang terdiam mendengar anak pertamanya itu merengek hanya diam dan mengamati Hafisah.
"Nanti aja di bahas setelah semua pulang sayang." bisik Ayah Ahmad Fatihurahman di telinga Mama Zahra Khumaira.
Mama Zahra Khumaira mengangguk dan segera berbicara dengan Ibu Zulaikha hanya sekedar untuk menanyakan perkembangan Panti Asuhan Al-Azhar.
"Bagaimana kondisi di Panti Asuhan Al-Azhar Bu Zulaikha? Apa semua sudah terkondisikan?." tanya Ayah Ahmad Fatihurahman.
__ADS_1
"Alhamdulillah Tuan Besar, berkat nak Aisha dan nak Fatih kita semua sudah sangat membaik, mulai dari tempat tinggal hingga persediaan sehari-hari dan mulai bulan ini insya Allah akan ada beberapa guru untuk membimbing anak anak belajar dan itu tentunya keinginan dari nak Aisha dan nak Fatih." Ibu Zulaikha menjelaskan detailnya.
"Ya begitulah mereka berdua Bu, apalagi Aisha, saya tidak salah memilih mantu untuk anak ku karena dulu Fatih lebih buruk dari yang sekarang." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman menatap Fatih dan Aisha yang sedang bersenda gurau dengan Hafisah dan anak anak Panti Asuhan Al-Azhar lainnya.
"Maksudnya Tuan Besar??" Ibu Zulaikha bertanya sembari mengerenyitkan dahinya.
"Ya, Fatih dulu tak seperti ini, dia bengal, sarkas, sombong, angkuh dan tidak ada seperti saat ini, semoga terus seperti ini dia hingga maut memisahkannya dengan Aisha." balas Ayah Ahmad Fatihurahman menahan getir mengingat kehidupan masa lalu Fatih.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Terimakasih ke semua pembaca, tetap di tunggu like dan komentar nya ya......