
ππππππ
"Kalau aku mencintai karena Allah, cintamu tak akan pernah mati."
ππππππ
Episode 37
Di tengah sarapan pagi terdengar suara teriakan dari teras rumah Aisha dan Fatih.....
"Saaaayyyyaaannnggg!!! Buka!!!! Jangan sampai kamu menyentuh wanita bercadar itu!!!" teriak suara wanita dari teras rumah Aisha dan Fatih.
Shinta yang paham dengan suara tersebut menghentikan sarapannya dengan segera mencabut pistol nya seraya berjalan ke arah teras rumah. Aisha menggeleng melihat Shinta yang berjalan dengan pistol di tangan seolah-olah berhadapan dengan mafia mafia kejam, Aisha segera menyusul Shinta agar tidak terjadi keributan di pagi hari yang tengah sarapan itu.
"Kenapa harus kesini sih Vina Renata?" batin Fatih yang segera menyusul Shinta dan Aisha yang menuju teras.
Shinta segera membuka pintu rumah dan.....
"Kak, sini pistolnya kasih ke Aisha." pinta paksa Aisha.
Shinta hanya menggeleng mendengar permintaan Aisha....
"Sudah banyak Nona Aisha bersabar, alangkah baiknya dia aku habisi Nona Aisha, permisi." ucap Shinta dingin.
Shinta segera menerjang tubuh Vina Renata dengan sebuah pukulan dan....
"Masih pagi!! Jangan buat ribut!!" Shinta menodongkan pistolnya ke pelipis Vina Renata.
Vina Renata yang menerima serangan Shinta menangis ke arah Fatih yang berjalan ke arahnya...
"Sayang, hiks hiks hiks, dia memukuliku, tolong aku." rengek Vina Renata.
Fatih menatap Vina Renata, dalam hatinya ingin menolong Vina Renata akan tetapi ada Shinta dan Aisha yang nantinya bakal melaporkan ke Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira.
Aisha yang menatap Fatih terpaku menatap Vina Renata yang seolah-olah ingin di tolong oleh Fatih berucap. "Tumben Mas Fatih gak nolongin Vina Renata? Tolongin atuh kekasihnya kalau masih menghormati pernikahan kita." tantang Aisha.
Fatih mendengar tantangan Aisha menoleh ke arah Aisha dengan segera menolong Vina Renata, mendapat pemandangan pagi hari seperti itu di depannya langsung hanya bisa membuat Aisha tersenyum di balik niqab nya "Berarti dia masih mencintai Vina Renata ya Allah, kuatkan hamba mu ini." batin Aisha.
"Sayang, kamu masih cintaΒ sama aku? Nanti kita bareng ya ke kantormu, aku kan sudah kerja di kantornya papa Ahmad Fatihurahman sayang, boleh ya bareng berangkat nya." Shinta bergelayut manja ke Fatih.
Shinta yang mendengar perkataan Vina Renata tersenyum sinis ke arah Vina Renata sementara Vina Renata yang menatap Shinta tersenyum sinis ke arahnya.
"Ngapain? Asal kalian berdua tahu, hanya Vina Renata yang pantas menjadi istri dari Fatih Nur Rakhman." tegas Vina Renata.
Aisha tanpa gentar mendengar ucapan Vina Renata segera maju ke arah Vina Renata..
__ADS_1
"Oh ya? Terus apa ini? Ini? Ini?." ucap Aisha menunjukkan cincin pernikahannya dan kalung berlian pemberian dari Mama Zahra Khumaira ke Vina Renata.
Vina Renata mengepalkan tangannya kuat...
"Mau mukul? Bagaimana kita bermain sedikit Vina Renata mantan kekasih dari Kak Anas bin Hamzah?" Aisha melenggang pergi dari Vina Renata dan Fatih sambil menggandeng tangan Shinta.
Vina Renata yang geram segera menyusul Aisha untuk memberikan pelajaran ke Aisha tapi sayang Aisha membalikkan tubuhnya seraya berkata.
"Oh ya hanya ingin memberikan sebuah informasi jika kasus penculikanku saat itu sudah di proses secara hukum dan berhati-hati lah kalian berdua terutama kamu Mas Fatih Suami sah ku yang ikut terlibat kan? Tenang ini bukan ancaman akan tetapi peringatan buat kalian berdua yang semena-mena, ayo Kak Shinta kita berangkat ke kantor, assalamualaikum wr wb Mas Fatih,cup cup, sudah halalkan? Kenapa harus mencari yang haram untuk Mas Fatih?" ucap Aisha setelah mencium kedua pipi Fatih di depan Vina Renata kemudian mencium tangan Fatih.
Aisha yang tersenyum menanggapi wajah Fatih yang melongo mendapat kecupan darinya, sementara Shinta memasang wajah datarnya setelah mendengar ucapan Aisha tentang Vina Renata adalah seorang kekasih Anas.
"Kak kita daftar sekolahnya Hafisah dulu ya agar mulai besok Hafisah sudah bisa sekolah, Aisha bisa minta tolong?" pinta Aisha sambil mengecek berkas berkas kantornya yang nantinya untuk rapat dengan seorang pimpinan perusahaan dari luar negeri.
"Baik Nona Aisha kita ke sekolah untuk mendaftarkan Nona Hafisah." ucap Shinta datar.
Aisha yang mendengar nada bicara Shinta yang datar seolah mengerti tentang perasaannya ketika dia menyebut nama Anas sebagai kekasih Vina Renata.
"Kakak marah? Tenang saja Kak Anas sebentar lagi melepaskan ulat bulu itu kok, jangan datar gitu wajahnya Kak, seram lho." ucap Aisha di balik niqabnya.
Shinta memaksakan senyumnya akan tetapi saat ini hatinya semakin terusik dengan satu nama, yaitu Anas Kakak dari Aisha Khumairah.
Setelah Aisha mendaftarkan Hafisah untuk bersekolah kini dia beranjak menuju kantor perusahaan keluarga besar Al-Fatih akan tetapi sebuah suara memanggil namanya.
"Aisha?" suara berat seorang pria di belakangnya.
"Assalamualaikum wr wb, ada yang bisa saya bantu?" tanya Aisha menundukkan kepalanya.
"Waalaikumsalam wr wb, Aisha ini kamu?" tanya pria di depannya.
"Maaf dengan siapa?" ucap Aisha berjalan menjauh untuk mencari keberadaan Shinta.
Pria di depannya menatap Aisha dengan tatapan kagum tanpa hentinya, Shinta yang berjalan ke arah Aisha segera berlari karena melihat gesture tubuh Nonanya yang tidak nyaman berhadapan dengan seorang pria di depannya.
"Assalamualaikum wr wb, maaf Nona Muda Aisha saya terlambat." ucap Shinta menunduk.
Shinta segera menatap ke arah wajah pria di depan Aisha terkejut dan. "Kau!!!" bentak Shinta.
"Waalaikumsalam wr wb, Shinta? benar ini Shinta? Kita bertemu kembali." ucap pria itu dengan tenang seraya mengulurkan tangannya untuk bersalaman ke Shinta.
Aisha menatap mimik wajah Shinta yang berubah tegang yang mengabaikan uluran tangan pria tersebut.
"Mari Nona Muda Aisha kita bergegas menuju kantor dan kau!!! Jangan kembali mendekat Nona Muda Aisha karena...." ucapan Shinta terputus karena tangannya di genggam Aisha.
Aisha yang tetap menunduk segera undur diri dan pamit ke pria yang berada di depannya....
__ADS_1
"Saya pergi dulu, assalamualaikum wr wb." Aisha mengucapkan salam melenggang berjalan menjauh dari pria di depannya.
Pria itu menatap kepergian Aisha mengangguk....
"Waalaikumsalam wr wb, masih seperti dulu kamu Aisha, rasanya ingin segera menikah denganmu Aisha." ucap pria itu dengan yakin.
Selama perjalanan Aisha hanya menatap Shinta yang tengah memikirkan sesuatu....
"Kak? Kenapa? Kakak mengenal pria tadi?" tanya Aisha hati hati.
Mendapat pertanyaan dari Aisha, Shinta mengangguk seraya berkata...
"Maaf Nona Aisha lebih baik menjauh dari pria tadi saja, itu pintaku." ucap Shinta.
"Kenapa?" tanya Aisha kemudian.
"Dia......., maaf Nona kita sudah sampai dan untuk pria tadi biar Shinta yang urus, mari Nona." ajak Shinta seraya keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Aisha.
Siapakah pria tadi? bagaimana dengan Aisha dan Fatih nantinya??
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Assalamualaikum wr wb gaes, siapa yang setuju Vina Renata dibongkar oleh Aisha? setuju ndak jika Aisha membuat Fatih jatuh hati?
__ADS_1
Komentarnya gaes ya.....
Terimakasih....