Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 32


__ADS_3

πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


"Ada yang berkata menikah tanpa cinta akan menghadirkan cinta dengan sendirinya seiring berjalannya waktu akan tetapi tidak semudah itu mencintai orang yang baru mengenal dalam hidup kita" Chairil Anwar.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Episode 32


"Baiklah Kak, oh ya Bu Dewi, Aisha pamit pulang ya, Hafisah baik baik di sini ya sama Mama Zulaikha." Aisha mencium pipi Hafisah.


"Akak, Hafisah boleh ikut? Hafisah anji dak akal." ucap Hafisah mengacungkan jari kelingking nya ke arah Aisha.


Aisha mengangguk dan menoleh ke arah Ibu Zulaikha yang mencoba membujuk Hafisah agar tak ikut Aisha pulang, akan tetapi....


"Yuk ikut kak Aisha pulang Hafisah, Ibu Zulaikha ikut juga?" tanya Aisha.


Ibu Zulaikha hanya menunduk merasa tak enak hati..."Ibu hanya takut nanti Hafisah merepotkan Nona Aisha." ucap Ibu Zulaikha.


"Masya Allah Ibu, Hafisah anak baik jangan begitu Bu, yuk Bu, oh ya Kak Shinta. Aisha nanti minta tolong ya." Aisha menulis beberapa daftar baju untuk Ibu Zulaikha dan Hafisah yang nantinya menginap bersama keluarga besar Abi Hamzah dan Umi Fatimah.


Shinta segera mengangguk dan segera menelfon beberapa anak buahnya untuk membeli beberapa daftar pesanan milik Aisha.


"Oh ya Bu Dewi, Insya Allah besok hari Jumat Aisha menikah, alangkah senang hati Aisha jika Bu Dewi datang dengan Retno beserta anak anak ke rumah Mas Fatih, bisakah Bu Dewi?" pinta Aisha.


"Baik Nona Aisha tapi maaf kenapa Retno baru saja mengecek rekening Yayasan Panti Asuhan Al-Azhar bertambah, ini untuk apa? Dan Retno juga mendapat telfon barusan juga dari beberapa tukang ya?" tanya Bu Dewi panjang lebar.


Aisha langsung menatap ke arah Anas dan Riko bergantian.... "Kenapa kok di limpahkan ke Bu Dewi?" tanya Aisha ke Anas dan Riko.


Anas dan Riko saling berpandangan dan kemudian tertawa.....


"Itu untuk uang untuk kehidupan anak anak di sini kakak ipar dan tukang bangunan itu mulai nanti sore sudah mulai membangun nanti kita berdua awasi kok." ucap Riko mencuri pandang ke Retno.


"Kita berdua akan mengawal semuanya adikku Aisha dan yang di katakan adik iparku ini benar adanya itu semua buat kebutuhan satu minggu anak anak Panti Asuhan Al-Azhar ini." Anas meneruskan ucapan Riko.


"Kak, maaf tapi ini seminggu kenapa nominal nya hampir ratusan juta? Apa tidak terlalu banyak?" tanya Retno ke arah Anas.


Anas menyenggol lengan Riko untuk membalas ucapan Retno, Riko yang paham akhirnya menjawab.... "Apa yang kita makan dan minum sehari hari itu yang kalian makan dan minum juga, nanti biar Shinta yang membantumu Retno, usahakan kasih makanan dan minuman yang benar benar layak untuk mereka semua ya dan kita bertiga menjadi donatur tetap kok." ucap Riko sambil tersenyum ke arah Retno.


Setelah selesai berbincang akhirnya Aisha pamit di ikuti Semuanya, Aisha yang menggendong Hafisah sambil berceloteh ria sepanjang perjalanan membuat kagum Ibu Zulaikha, Shinta dan Anas tentunya.


Hampir tiga puluh menit perjalanan akhirnya Aisha sampai di Pondok Pesantren An-Nur dan melihat Fatih yang tengah mengaji bersama Abi Hamzah.

__ADS_1


"Tumben Tuan Fatih sudah datang." ucap Shinta.


Hafisah yang menatap Fatih sedang mengaji bersama Abi Hamzah segera berlari dan...... "Amu nakal!!! Amu cahhhaaatttt!!!." Hafisah memukul Fatih dengan sandalnya.


Sementara Abi Hamzah yang menatap Hafisah memukul Fatih hanya terkekeh dan berkata.


"Assalamualaikum wr wb adik cantik, kenapa kok bilang Kak Fatih jahat?" ucap Abi Hamzah sambil memeluk Hafisah.


"Waalaikumsalam wr wb, dia ackal lho, Akak Aisha inyi olangnya yang buat beras Mama umpah cemuanya." teriak Hafisah ke arah Aisha.


Aisha yang di panggil segera menghampiri Hafisah yang tengah di pangkuan Abi Hamzah.


"Assalamualaikum wr wb Abi, Hafisah biar kakak saja yang menjelaskan ya, sini peluk kakak." ajak Aisha ke Hafisah.


Aisha segera bercerita semuanya ke Abi Hamzah sementara Hafisah menatap Fatih dengan marah dan jengkel, Shinta segera menghubungi Delon untuk memberikan kabar bahwa Fatih sudah di Pondok Pesantren An-Nur dan Delon pun segera mengajak Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira.


"Oh begitu ceritanya, nak Fatih Abi Hamzah boleh tanya?" tanya Abi Hamzah hati hati.


Fatih pun mengangguk dan menunduk....


"Nak Fatih tadi bilang ke Abi Hamzah dari rumah kan? Tetapi kok Aisha bercerita yang berbeda? Apakah nak Fatih masih mencintai kekasih nak Fatih?" tanya Abi Hamzah.


"Fatih!!!!! Anak kurang ajar tak tahu diri!!!." Ayah Ahmad Fatihurahman mencekik leher Fatih.


Bugh


Bugh


Bugh


Tiga pukulan Ayah Ahmad Fatihurahman mengarah ke Fatih akan tetapi pukulan ke empat Abi Hamzah memegang erat tangan Ayah Ahmad Fatihurahman.


"Ahmad, jangan di pukul terus anakmu, berikan ruang dia untuk berbicara." ucap Abi Hamzah tenang.


"Astaghfirullah, assalamualaikum wr wb sahabatku, maafkanlah anakku sekaligus calon menantumu ini, karena dia...." ucapan Ayah Ahmad Fatihurahman terhenti karena Hafisah menarik lengan Ayah Ahmad Fatihurahman.


"Waalaikumsalam wr wb, semua sudah di jelaskan dan Aisha sudah cerita semuanya, sekarang kita bicara baik baik dengan Fatih, Aisha ajak masuk adik ini terlebih dahulu." pinta Abi Hamzah.


Aisha mengangguk dan menggendong Hafisah untuk di ajak ke dalam rumahnya, Mama Zahra Khumaira yang berbincang dengan Umi Fatimah dan Ibu Zulaikha menatap Aisha yang menggendong Hafisah.


"Assalamualaikum wr wb Mama Zahra Khumaira, Umi Fatimah." ucap Aisha mencium tangan keduanya bergantian.

__ADS_1


"Waalaikumsalam wr wb, duh lucunya anak Ibu Zulaikha, siapa namanya?" tanya Mama Zahra Khumaira ke Hafisah.


Hafisah segera memeluk Mama Zahra Khumaira dan Umi Fatimah bergantian dan.... "Accalamuaicumm wr wb, amaku Hapisah, tadi ada akak nakal di ukul i." celoteh Hafisah.


Mama Zahra Khumaira yang berusaha mengartikan ucapan Hafisah terkekeh dan menghamburkan memeluk Hafisah.


"Omah tahu semuanya dari Ibumu nak, Aisha maafkan Fatih ya, maafkan jika dia masih seperti itu." pinta Mama Zahra Khumaira.


"Ma, biar waktu dan doa doaku yang menjawab nantinya, oh ya Ma, Aisha mau minta izin boleh?" tanya Aisha.


Mama Zahra Khumaira dan Umi Fatimah saling berpandangan dan ......


"Lakukan semuanya nak, Ibu Zulaikha dan Shinta sudah cerita semua hari ini, Mama bangga memiliki menantu sepertimu nak, Ibu Zulaikha nanti titip Aisha dan Fatih ya di rumahnya setelah mereka menikah." pinta Mama Zahra Khumaira.


Ibu Zulaikha mengangguk dan mengucapkan banyak-banyak terima kasih ke Mama Zahra Khumaira dan Umi Fatimah.


"Dik, di panggil Abi sama mertua laki lakimu di masjid." seru Anas yang berlari ke arah Aisha.


Aisha yang mengerti segera menyusul Kakak nya ke arah masjid Pondok Pesantren An-Nur dan sesampainya di sana terlihat Fatih tengah di sidang oleh Abi Hamzah dan Ayah Ahmad Fatihurahman, terlihat Fatih meminta pertolongan ke Aisha.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hayo lho Fatih terkena sidang paripurna kan ahaahahahahaha, yuk gaes komentar nya dong please πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2