Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 82


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


أحبني أو أكرهني فكلا الحالتين في مصلحتي "وليم شكسبير" إن أحببتني ... سأظل دائما في قلبك إن كرهتني .. سأظل دائما في عقلك


Cintai atau benci aku sama-sama menguntungkanku ... Jika kau mencintaiku, aku akan selalu berada di hatimu ... Jika kau membenciku, aku akan selalu berada di pikiranmu.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Episode 82


Setelah Shalat Shubuh berjamaah Aisha merasakan perutnya sangat eneg, seperti ada yang mengaduk di perutnya.


Hoek


Hoek


Hoek


Aisha segera berlari ke kamar mandi dekat musholla rumah keluarga besar Al-Fatih dengan sedikit berlari. Fatih yang memimpin doa menyerahkan ke Ayah Ahmad Fatihurahman. "Yah pimpin doa dulu, aku mau menyusul Aisha."


Ayah Ahmad Fatihurahman mengangguk dan memimpin doa. Mama Zahra Khumaira terlihat tidak khusyu melihat Aisha yang mual mual.


Aisha yang tengah muntah muntah kini berdiri sedikit sempoyongan itu segera Fatih memapah nya ke arah meja makan.


"Bae ....kenapa? Kok muntah muntah??" tanya Fatih sembari mengecek dahi Aisha.


"Mas .....Hoek Hoek Hoek, Mas Fatih belum mandi??" Aisha bertanya balik ke Fatih setelah mengendus bau tubuh Fatih.


Fatih yang heran mendengar pertanyaan Aisha itu dengan segera mengendus bau tubuhnya. "Kan tadi mandinya sama Bae, lupa Bae??"


Mama Zahra Khumaira sedikit berlari ke arah Aisha yang tengah pucat setelah mengalami mual mual. "Kamu tak apa nak? Fatih!!! Kamu apakan Aisha??"


Fatih melongo mendengar pertanyaan Mama Zahra Khumaira, kemudian Ayah Ahmad Fatihurahman yang di samping Mama Zahra Khumaira melihat wajah Aisha pucat hanya bisa tersenyum penuh arti. "Bawa aja ke rumah sakit sayang nanti kan tahu."


Mendengar ucapan suaminya tersebut, Mama Zahra Khumaira menoleh ke arah Ayah Ahmad Fatihurahman yang hanya memberikan anggukan dan senyuman penuh arti.


"Nak ke rumah sakit ya sekarang, Fatih!!! Awas jika Aisha kenapa kenapa!! Mama hajar kamu nanti!!" ucap Mama Zahra Khumaira sambil mengepalkan tangannya ke muka Fatih.


Fatih mengangguk ketakutan, Aisha kembali berlari ke kamar mandi dan mengeluarkan kembali isi perutnya.


Hoek

__ADS_1


Hoek


Hoek


Fatih yang khawatir segera berlari ke dalam kamar mandi menyusul Aisha. "Sayang kita ke rumah sakit sekarang, gak ada penolakan!!"


Aisha hanya mengangguk pasrah karena tubuhnya sudah tak mampu menopang kini Fatih menggendong nya ke arah mobil dan di ikuti Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira serta Shinta yang tengah menghubungi seseorang di ponselnya.


Fatih segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh dan Ayah Ahmad Fatihurahman menghubungi besan nya yaitu Abi Hamzah dan Umi Fatimah. "Assalamualaikum wr wb, pagi sahabat ku Hamzah, bisa ke rumah sakit? Seperti nya kita akan semakin menua ini nantinya."


Mama Zahra Khumaira menoleh ke arah suaminya setelah mendengar kata kata menua dari suaminya itu. Sementara Fatih yang tengah kebingungan melihat wajah Aisha yang tanpa niqab segera menatap Shinta ke arah spion mobil bagian atas. "Bawa niqab berapa Shin??"


Shinta segera mengecek tas nya dan menggeleng sebagai jawabannya. "Lupa bawa saya Tuan, apakah Nona Aisha tidak memakai niqab??"


"Duh gimana ini? Yah, di rumah sakit ada dokter jaga perempuan kan??" tanya Fatih khawatir.


"Gak ada, kenapa? Biar saja Aisha di periksa dokter laki laki emang kenapa sih? Kan sama saja dokternya??" ucap Ayah Ahmad Fatihurahman sembari menghubungi Delon yang tengah di kantor polisi untuk beralih tugas berjaga di sekitar rumah sakit.


Fatih mengusap wajahnya dengan kasar. "Tak ada yang boleh lihat wajah Aisha!! Selain aku!!!."


Ayah Ahmad Fatihurahman tersenyum geli dan berusaha menggoda putranya. "Lha kan itu wajah wajahnya Aisha kenapa kamu yang repot boy??"


Fatih tak menjawab dan dengan segera dia menambahkan gas mobilnya untuk segera sampai di rumah sakit setelah melihat Aisha yang tersenyum lemah dengan wajah pucat pasi tetapi tetap terlihat cantik bagi Fatih.


"Sayang pakai ini, aku tak mau ada yang melihat wajah mu di sini." Fatih memberikan jas nya untuk menutupi wajah Aisha.


"Mas!!! Aku gak bisa nafas!!! Hoek Hoek Hoek." ucap Aisha sembari merasakan mual mencium jas hitam milik Fatih.


Fatih terlihat panik dan Shinta pun berjalan di depan kursi roda Fatih dan memberikan kode untuk berjalan di belakangnya. "Saya berada di depan Tuan dan dorong kursi roda Nona Muda Aisha."


Semua karyawan menunduk ketika melihat kedatangan Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira kemudian di susul Abi Hamzah dan Umi Fatimah.


"Kenapa mereka menundukkan kepalanya Abi??" tanya Umi Fatimah ke arah Abi Hamzah.


"Bagaimana tidak menunduk, lha ini rumah sakit miliknya Ahmad Fatihurahman kok, dah yuk kasihan Fatih tuh di dorong dorong tubuhnya oleh Aisha." Abi Hamzah menunjuk ke arah Fatih yang tubuhnya di dorong Aisha.


Setelah menunggu sedikit lama akhirnya Aisha dan Fatih di rujuk ke sebuah dokter spesialis kandungan. Fatih pun kebingungan menatap tulisan di depannya. "Ini benar kesini? Suster ......benar ini kesini?."


"Benar Tuan Fatih, karena hasil pemeriksaan medis semuanya di tubuh Nona Aisha tidak di temukan tanda tanda penyakit dan sejenisnya akan tetapi dokter Audy memberikan rujukan ke spesialis kandungan," ucap suster membukakan pintu ruang praktek dokter spesialis kandungan.


"Assalamualaikum wr wb, silahkan duduk Nona Aisha dan Tuan Fatih, untuk yang lainnya mohon tunggu di luar ya," ucap dokter spesialis kandungan untuk menyuruh Ayah Ahmad Fatihurahman, Mama Zahra Khumaira, Umi Fatimah dan Abi Hamzah untuk keluar ruangan.

__ADS_1


Fatih celingukan ke arah ruangan di mana Aisha sedang di periksa tapi tak bisa masuk karena atas permintaan Aisha agar tidak terlalu dekat dengannya. "Kok aku tak boleh dekat gini ini kenapa sih Bae ku dan kenapa harus ke poli kandungan segala sih?."


Fatih kembali berjalan mondar-mandir penuh kegelisahan, tak henti di lihat nya jam tangan yang melingkar di tangan kirinya dan menatap ke ruangan pemeriksaan Aisha. Setelah sedikit lama, akhirnya dokter spesialis kandungan meminta suster untuk memanggil kedua keluarga besar Aisha dan Fatih, sementara Aisha terus menghindar ketika Fatih mendekati ke arahnya.


"Mas Fatih belum mandi!! Jangan dekat dekat!!!" teriak Aisha sembari sedikit mual mencium aroma tubuh Fatih.


Mama Zahra Khumaira dan Umi Fatimah terlihat panik mendengar teriakkan Aisha. "Kamu kenapa nak? Fatih apa yang kamu lakukan hah ke menantuku!!!"


Tatapan mata Mama Zahra Khumaira ke arah Fatih seakan membunuh Fatih dan terlihat Ayah Ahmad Fatihurahman dan Abi Hamzah terkekeh melihat Aisha yang tak mau di dekati Fatih.


Dokter kemudian mempersilahkan duduk untuk ke-dua keluarga besar Aisha dan Fatih untuk memberikan penjelasan atas pemeriksaan Aisha Khumairah.


"Assalamualaikum wr wb, selamat pagi Tuan Besar dan Nyonya Besar, kira kira ini langsung saya berikan hasilnya atau saya tunda??" ucap dokter sembari bercanda.


Fatih yang mendengar ucapan dokter spesialis kandungan memberikan tatapan membunuhnya dan berkata... "Coba ulangi dokter, mau pulang dengan selamat atau pulang hanya nama hah!!"


Dokter spesialis kandungan tersebut hanya menggeleng mendengar ucapan Fatih yang sedikit mengancam. "Selamat Tuan Muda Fatih Nur Rakhman dan Nona Muda Aisha Khumairah, Nona Muda Aisha telah terlambat datang bulan hampir satu Mingguan dan ini hasilnya Tuan Besar dan Nyonya Besar." ucap dokter spesialis kandungan sembari memberikan hasil pemeriksaan Aisha.


Fatih yang mendengar penjelasan dokter tersebut menoleh ke arah Aisha dan Aisha mengangguk.......


"Benarkah Bae? Benarkah malaikat kecil kita akan segera hadir," ucap Fatih sembari memeluk Aisha.


"Hoek Hoek, Mas Fatih jangan dekat dekat!!!! Bau badan nya lho!! Hoek Hoek, minggir Mas!!" ucap Aisha mendorong tubuh Fatih.


Fatih di buat melongo dengan perlakuan Aisha yang kembali mempermasalahkan bau tubuhnya yang menurutnya masih segar dan wangi.


"Ini aku sudah mandi dan harum kenapa bilang belum mandi sih?." Fatih bermonolog sendiri.


.


.


.


.


Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?


Jangan lupa vote dan like serta komentar nya ya🙏🙏, untuk menambah semangat author juga😊😊.


Terimakasih semuanya.

__ADS_1


Wassalamu'alaikum wr wb.


__ADS_2