
🍃🍃🍃🍃🍃
عندما افتقدتك لن أبحث عنك بعيدا... بل سأنظر إلى أعماق قلبي حيث تكون دائما
Saat aku kehilanganmu, maka aku tidak akan jauh-jauh mencarimu. Tapi cukuplah aku mencarimu di dalam lubuk hatiku yang engkau selalu berada di sana.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 68
Riko terdiam dengan pertanyaan dari Fatih, sementara Delon hanya menunduk mencoba mencari jawaban.
"Besok kita lanjut saja, aku mau ngantar ini untuk istriku." Fatih meninggalkan Riko dan Delon.
Di dalam kamar Aisha tersenyum mengingat penyatu-an nya dengan suaminya tadi hingga tak menyadari jika Fatih sudah duduk di sampingnya.
"Ndak panas suhumu Bae, kenapa tersenyum sendiri?" tanya Fatih membuyarkan lamunan Aisha.
"Eh ....anu Mas Fatih. Oh sudah jadi, makasih ya Mas, setelah ini kita tidur yuk, tiga jam lagi shubuh soalnya." Aisha mulai menyuapkan makanan ke mulutnya kemudian menyuapkan ke suaminya.
"Kok rasanya hambar gini masakanku bae, jangan di makan Bae nanti sakit perutmu." Fatih mencegah Aisha menghabiskan makanan yang di buatnya.
"Enak kok tapi lain kali biar Aisha aja yang masak Mas, ini Aisha habiskan bukan berarti Aisha terpaksa tetapi Aisha menghargai Mas Fatih, makasih Mas, yuk bubuk." ajak Aisha yang mengajak Fatih tidur di sampingnya.
Aisha memandang wajah Fatih yang terpejam. "Seperti ini terus ya Mas, aku akan berusaha menghadirkan cinta di hatimu."
"Jangan kamu hadirkan cintamu untukku Aisha, biar aku yang menghadirkan cintaku untukmu dan tegur keras aku jika aku salah ke kamu, sudah yuk bubuk atau aku mengulangi adegan kita tadi, mau aku ulangi Bae?" Fatih menaik turunkan alisnya menggoda Aisha.
"Masih sakit Mas tapi kalau Mas Fatih minta Aisha kasih kok, minta lagi kah Mas?" tanya Aisha dengan wajah polosnya.
Fatih menggeleng mendengar ucapan Aisha. "Aku tak mau berlebihan untuk meminta hak ku karena tanggungjawab ku belum terlihat di keluarga kecil kita."
Fatih memeluk Aisha sangat dalam, hatinya kini teduh melihat dan merasakan kehadiran cinta dari seorang wanita meskipun di rasakan Fatih terlambat.
Setelah tiga jam berlalu, kini Fatih terbangun karena dering ponselnya yang menandakan pukul empat dini hari. Dengan lembut dan hati hati membangunkan Aisha untuk melakukan kebutuhan mereka yaitu Shalat Shubuh.
"Bae ....Bae....Shalat yuk, dah Shubuh nih, Bae..... bangun...." Fatih segera menciumi bibir Aisha untuk membangun kan Aisha.
Malang tak dapat di tolak, rezeki nomplok bagi Fatih, Aisha membalas ciuman Fatih. "Iya tapi Mas, bantu Aisha jalan ya Mas, masih sakit ...."
Fatih segera menggendong Aisha menuju tempat wudhu dan membantunya untuk memakaikan mukenah dengan sangat hati hati agar tidak membatalkan wudhu milik Aisha, setelah Aisha memakai mukenah kini Fatih bergegas mengambil air wudhu.
Fatih dan Aisha beribadah Shubuh sangat khusyuk nya, beberapa doa di panjatkan Fatih meskipun tak pandai berbahasa Arab akan tetapi Fatih yakin jika Allah SWT mendengar kan doanya.
Setelah shalat Shubuh berjamaah Aisha hendak ke dapur tetapi di cegah Fatih. Fatih memeluk erat tubuh Aisha hingga meninggalkan beberapa kissmark di lehernya.
"Mas ...!! Merah merah semua lho ini." protes Aisha.
"Heemmmmm, gak ada yang tahu kok, kan aku aja yang tahu, jangan turun di sini aja karena aku tak mau ada yang melihat istriku di rumah ini." Fatih terlihat sedikit posesif.
"Hah?? Aku mau bantu bibi masak Mas dan bantu mama menyiapkan bekal Hafisah untuk sekolah." rengek Aisha yang masih dalam pelukan Fatih.
"Tak boleh capai capai dulu."
"Iiiihhhh, yauda kalau gitu, Aisha harus apa di kamar gini? Nanti di cariin Mama aku lho Mas." Aisha merengek lagi.
"Biar ku bilang Mama jika menantunya tak boleh capek capek." Fatih semakin mengeratkan pelukannya ke tubuh Aisha.
"Oke oke oke Aisha nurut tapi temenin Aisha belanja ya."
__ADS_1
"Ndak boleh belanja, di sini dan tidur peluk aku Bae" Fatih bermanja-manja dengan Aisha.
Aisha menggeleng mendengar ucapan Fatih yang manja, dia membalikkan tubuhnya menghadap Fatih. "Mas mau lagi? Kalau mau lagi bilang saja Mas, Aisha mu ini milik Mas Fatih semata begitu juga Mas Fatih adalah milik Aisha."
"Boleh? Tapi aku takut Bae kesakitan." Fatih bahagia mendengar nya tetapi raut wajahnya khawatir mengingat Aisha masih kesakitan saat berwudhu tadi.
"Boleh tapi pelan pelan ya sayang." ucap Aisha lembut.
"Apa Bae? Coba ulangi lagi yang terakhir." pinta Fatih ke Aisha untuk mengulangi panggilan sayang untuknya.
"Ndak mau." wajah Aisha kemerahan.
Fatih tersenyum, di belainya rambut panjang Aisha yang berwana hitam legam, di kecup nya bibir Aisha sangat lembut hingga adegan penyatu-an kembali terjadi.
Fatih dan Aisha menyatu dalam satu selimut, merasakan pagi hari dengan penyatu-an yang begitu hangat tentunya, Fatih menatap wajah Aisha yang begitu cantik saat penyatu-an nya. Aisha yang merasa dirinya di pandangi Fatih memberikan pelayanan terbaik untuk suaminya di atas ranjang milik mereka berdua.
Setelah hampir empat puluh lima menit mereka berdua menyatu dalam jiwa dan raga, Fatih mengeluarkan bibitnya di rahim Aisha dengan berbisik. "Aku berdoa agar penyatu-an kita bisa menjadikan anak anak kita Sholeh dan Sholehah kelak Bae."
Tubuh Aisha mengejang mendapatkan puncaknya dan beberapa kissmark telah menempel di tubuh Aisha di antaranya di leher dan di dekat daerah sensitif atas miliknya banyak sekali bekas kissmark dari Fatih untuk meninggalkan jejaknya untuk Aisha semata. Aisha juga tak ragu untuk memberikan kissmark di leher Fatih yang terlihat ada tiga sampai empat.
Kini Aisha dan Fatih bersiap untuk turun dan menikmati makan pagi bersama keluarga besar. Aisha yang tengah berjalan sedikit jinjit karena masih merasakan nyeri di inti tubuhnya kini di bantu Fatih berjalan.
"Pelan pelan Bae atau mau aku gendong?" Fatih menawarkan gendongan ke Aisha.
Aisha menggeleng sembari memberikan kode ke arah Fatih yang tak mengetahui jika di belakangnya ada Mama, Ayah, Abi Hamzah dan Umi Fatimah untuk bertemu Aisha pagi ini.
"Ada apa sih Bae? Kok gak mau tuh kenapa? Jangan nolak ntar sakit lagi kamu" Fatih langsung menggendong Aisha tanpa izin.
"Ekhem ekhem, masih pagi jangan gendong gendong an, ada Hafisah di sini." Ayah Ahmad Fatihurahman berjalan melewati Fatih yang tengah menggendong Aisha.
Mama Zahra Khumaira yang berjalan di belakang Umi Fatimah kini menatap ke arah leher Fatih. "Yah, sini bentar, lihat sini."
Ayah Ahmad Fatihurahman berbalik arah dan kembali ke arah Aisha dan Fatih tetapi Hafisah sudah berlari untuk sarapan pagi bersama Delon, Riko dan Shinta.
"Hah? demam? Coba ku cek suhu tubuh ku Ma" ucap Fatih sembari memegang dahinya.
"Itu leher kenapa merah semua Nak?" tanya Abi Hamzah ke arah Fatih yang tengah memegang dahinya.
"Hah? Merah? Masa sih Abi?" Fatih mengecek lehernya dengan bantuan kamera depan ponselnya.
Semua tertawa mendengar kepolosan Fatih tetapi Aisha langsung merapatkan tubuhnya ke tubuh Fatih karena sangking malunya dia saat ini.
"Oh ini, tadi malam banyak nyamuk Ma, assalamualaikum wr wb Abi Umi, sehat Abi Umi?" Fatih mengalihkan pembicaraan untuk mencium tangan Abi Hamzah dan Umi Fatimah bergantian dengan Aisha.
"Waalaikumsalam wr wb, Alhamdulillah sehat Nak, itu kenapa merah semua gitu? Apalagi yang ini sampai membekas sampai seperti ini, emang nyamuknya seperti apa nak?" tanya Abi Hamzah menatap intens ke arah Fatih.
Aisha yang menahan malu karena ulahnya memberikan kissmark di leher Fatih kini hanya menunduk dan mencoba mengalihkan perhatian tapi tak bisa.
"Hahahahahahaha, nyamuknya berbeda seperti kita semua Hamzah, Fatih!! Jangan ganas ganas kamu ke menantu ku atau ku berikan bogem untukmu kelak jika Aisha lecet segores pun kau kan ayah cari." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman menahan tawanya ketika melihat Fatih.
Mama Zahra Khumaira dan Umi Fatimah yang mengetahui jika Aisha dan Fatih sudah saling menyatu hanya saling pandang. "Ternyata sudah lepas lajang mereka berdua Zahra tapi maaf ya kalau Aisha ternyata ganas juga, sampai sampai merah semua lehernya Fatih."
"Alhamdulillah Fatimah jika Aisha ganas itu sangat di perbolehkan dalam suami istri di atas ranjang karena itu bentuk rasa memiliki terhadap suaminya, benar begitu Kak Hamzah??" Mama Zahra Khumaira bertanya ke Abi Hamzah.
"Sangat mulia seorang istri jika meminta hak suaminya untuk memuliakan di atas ranjang tetapi lucu aja sampai ada tanda merahnya gitu juga." Abi Hamzah mencari tanda merah yang lainya di leher Fatih.
"Tidak apa apa Abi, ini bukan aib tapi ini tanda cinta dari Aisha juga kok, Aisha ndak ganas tapi ..." ucapan Fatih terputus karena tangan Aisha menggenggam tangan Fatih sangat erat seakan memberikan kode.
"Abi, Umi, Ayah dan Mama yuk sarapan, gak baik sarapan di tunda, yuk kita makan, sudah di tunggu di bawah sama Hafisah juga." Aisha mencoba melangkah tapi rasanya masih sakit di inti tubuhnya.
__ADS_1
"Istirahat di kamar Bae, aku bawakan sarapannya ke kamar saja dan jangan menolak, paham?" Fatih menuntun Aisha kembali ke kamar untuk istirahat.
Kedua orangtua mereka tersenyum bersama melihat Fatih dan Aisha yang mulai saling mencintai, memiliki dan perhatian satu sama lain.
Setelah Aisha di bantu Fatih untuk rebahan di kasur ukuran king size nya dengan segera dia mengajak kedua orangtuanya dan kedua mertuanya untuk sarapan pagi bersama.
"Ayah Patih, Buna aica temana?" celoteh Hafisah ke arah Fatih.
"Buna istirahat sayang, mau berangkat sekolah? Ayah antar ya nanti sama Buna, mau?" ajak Fatih sembari mengambil kan nasi untuk Aisha dan beberapa lauk serta minuman kesukaan Aisha yaitu susu kedelai.
"Buna atid? Tapi alau atid Hapisah sama om deyon aja deh ayah." ucap Hafisah menunjuk Delon yang memainkan ponselnya.
"Siap Nona Muda, dengan senang hati saya akan menemani Nona Muda Hafisah, eh Tuan Muda Fatih itu kenapa ada tanda merah merah di leher Tuan?" tunjuk Delon ke arah leher Fatih.
Fatih tak menjawab akan tetapi menatap dengan tatapan membunuh ke arah Delon seakan-akan berkata "Diam atau kau ku cincang seperti seblak Fir'aun kau".
Semua tertawa renyah mendengar pertanyaan Delon untuk Fatih yang menangkap basah tanda merah di leher Fatih. Fatih segera pamit ke Ayah, Mama dan beserta kedua mertuanya kembali ke kamarnya untuk mengantarkan sarapan pagi untuk Aisha.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Assalamualaikum wr wb, bagaimana kabarnya gaes?, sesuai janji Othor, Othor akan update sebisa mungkin sehari tiga bab deh meskipun tidak ada yang mampir dan membaca.
__ADS_1
Terimakasih yang sudah hadir dan terimakasih yang sudah like dan komentar nya, sehat selalu dan jaga kesehatan ya gaes.
Sekian dulu dari Othor ya, wassalamu'alaikum wr wb.