
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
"Mahkota seseorang adalah akalnya, derajat seseorang adalah agamanya, sedangkan kehormatan seseorang adalah budi pekertinya." Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 28
Adegan 21+++
(bijaksana menanggapi nya ya gaes ya)
...****************...
...🍃🍃🍃POV VINA RENATA🍃🍃🍃...
...****************...
"Apa yang kita lakukan? Tubuhku hanya untuk dia!! Bukan untuk dirimu brengsek!!" ucap wanita itu mendorong tubuh laki-laki.
"Tenang dengan begini kita berdua bisa menikmati kekayaan keluarga besar itu dan kamu harus segera menjebaknya agar dia percaya jika benih yang aku tanam adalah benihnya." ucap enteng pria tersebut.
"Tapi hanya dia yang harus mendapatkan perawan gua, bukan lu brengsek!!" perempuan itu kembali marah.
"Sadarlah kamu, kamu yang tadi malam menyetujuinya, bukan begitu Vina Renata sayang....." ledek laki laki tersebut.
Vina Renata menatap kosong mendengar ucapan laki laki tersebut, kemarin setelah mendapat berita dari keluarga besar Fatih, Vina Renata segera menghabiskan waktu untuk ke klub malam meminum air surga dunia yang pastinya memabukkan, mulai dari Jack Daniels, Vodka dan yang terakhir Jagermeister.(jangan tanya kenapa author paham beginian ya😁😁😁😂😂).
Samar sama Vina Renata yang di landa mabuk karena minuman beralkohol itu menatap seorang pria yang pernah hadir dalam masa lalu ketika Fatih membentak nya karena menjual beberapa perusahaan keluarga besar Al-Fatih.
"Bagaimana? Brilian kan ideku? bukankah kita dulunya saling mencintai akan tetapi aku masih ingin mendapatkan hati seorang wanita yang menurutku keluarga nya sombong." ujar pria itu sambil meneguk satu botol Vodka.
Vina Renata menatap pria itu sambil menatap tubuh polosnya di balik selimutnya.
"Ya dulu ku akui aku mencintaimu daripada Fatih akan tetapi saat ini aku harus menguasai kekayaan keluarga besarnya yang tak habis tujuh turunan." seringai Vina Renata.
"Ya benar itu asal kita main cantik Nona Vina Renata bagaimanapun kedua musuhku bahkan saudara dari Hamzah itu tak mampu aku habisi akan tetapi Putra yang sudah aku habisi setelah peristiwa perselingkuhan kita terbongkar dulu, apakah Fatih ingat?" tanya pria itu.
Vina Renata menegak satu gelas Jack Daniels setelah mendengar perkataan pria itu, dia mengangguk sebagai jawabannya.
"Kalau begitu kamu segera jebak Fatih sebelum semuanya terbongkar kembali Nona Vina Renata." ucap pria itu sambil mencium tengkuk leher Vina Renata.
Vina Renata yang di serang tengkuk lehernya terbuai hebat seakan menerima serangan dari pria tersebut.
"Satu ronde aja ya sayang setelah itu aku persiapkan untuk menjebak Fatih setelah ini." ucap Vina Renata sambil membalas ciuman pria tersebut.
Akhirnya pergumulan berpeluh keringat menyatu oleh kedua pasangan itu hingga ranjang berderit mengikuti irama persetubuhan mereka berdua.
"Ah ah ........Sayang……… aku mau nyampai sayang." ujar Vina Renata di tengah desisannya.
"Kita keluarkan bersama sayang agar menjadi bayi yang menggemaskan untukmu dengan kekasihmu Fatih itu, uh uh uh uh, sekarang sayang aku sampai!!!" ucap pria yang semakin mendekatkan gerakan pinggulnya menghantam pinggul Vina Renata.
Kedua pasangan itu mendesah dengan hebatnya, pelepasan yang bersamaan membuat mereka berdua merasakan surga dunia di iringi peluh keringat, Vina Renata menikmati sisa sisa pelepasannya hingga jatuh tertidur.
Siang menyapa Vina Renata, Vina Renata menatap sekitar kamar yang telah di gunakan untuk melepas keseucian ("emang masih suci Vina Renata?" author tertawa jahat) bukan untuk Fatih akan tetap untuk seorang pria yang dulu membantunya menjual beberapa perusahaan keluarga besar Al-Fatih. (siapakah dia? Dia ada dalam seri cerita yang berbeda, hehehehehehehehehe).
Vina Renata berjalan ke kamar mandi dan bergumam. "Sebentar lagi kamu menjadi milik aku Fatih dengan menjebakmu melalui tubuhku maka kamu tak akan bisa berkata tidak untuk menikah denganmu."
Vina Renata berjalan keluar dari hotel dengan terburu-buru untuk segera ke rumah Fatih tanpa menyadari Dio dan Arman yang tengah membeli beberapa jajanan di seberang hotel segera memfoto Vina Renata yang menunggu taksi datang menjemput nya.
"Kenapa dia ke hotel ya bro?" tanya Dio.
"Berfikir positif aja tapi firasat aku kok gak enak gini ya bro?" balas Arman.
Kedua sahabat Fatih segera membayar beberapa gorengan yang telah di belinya dan segera memasuki hotel yang telah di gunakan Vina Renata menginap.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kembali ke Aisha yuk gaes gak baik jika di pikirkan pelepasan Vina Renata dengan pria itu hehehehehehehe.
Aisha yang mendengar percakapan Abi Hamzah nya hanya bisa tersenyum, begitu erat persahabatan mereka, begitu tulus kedua sahabat itu meskipun sudah termakan usia dan waktu.
"Tak apa apa Zahra, lagipula perjodohan ini terbilang singkat juga kan jadi kita berdua mengerti kondisinya, semoga Aisha dan nak Fatih bisa saling menyayangi satu sama lain." ucap tulus Umi Fatimah.
Fatih kembali mencuri pandang ke Aisha yang tersenyum lepas ke arah Ayah Ahmad Fatihurahman dan Abi Hamzah yang terlihat tertawa lepas.
Aisha yang merasa Fatih mencuri pandang ke dirinya segera menjauh ke teras rumah keluarga besar Al-Fatih, Fatih yang menatap kepergian Aisha segera menyusulnya untuk berbicara berdua, Delon menatap Fatih yang menyusul Aisha segera memberikan kode ke Shinta untuk mengikuti dari jauh dan Shinta pun mengangguk setuju.
"Sendiri saja?" Fatih berbasa-basi.
"Lha emang ada lagi selain kita berdua? Sana jauh jauh belum satu mahrim kita Mas Fatih." Aisha memberikan gesture jaga jarak untuk Fatih
"Maaf, apakah anda mencintai saya? Bukankah nantinya sebuah rumah tangga harus saling mencintai dan aku masih mencintai ..." ucapan Fatih terputus karena Aisha memberikan kode untuk berhenti ke Fatih.
"Ke Vina Renata? Tuh dia, panjang umur dia datang setelah Mas Fatih menyebut namanya." sahut Aisha menunjuk ke arah Vina Renata yang berjalan ke arah mereka berdua.
Vina Renata yang tengah menatap Aisha merasa heran dengan kehadirannya di dekat Fatih kekasihnya……
"Aku kedalam dulu Mas Fatih ada Valakor soalnya, bye bye." Aisha berjalan ke dalam di ikuti Shinta.
Aisha kembali memakai niqabnya dan segera pamit untuk menyiapkan beberapa dokumen untuk membangun panti asuhan atas nama dirinya dan keluarga besar Al-Fatih.
Vina Renata yang hanya menatap Fatih dingin seakan Fatih mengetahui kegiatan olahraganya tadi malam berpeluh keringat.
"Halo sayang, kenapa menatapku seperti itu?" tanya Vina Renata.
"Gak apa-apa, tumben ke sini, ada apa?" tanya Fatih dingin.
"Aku mau izin ke Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira untuk menghabiskan waktu bersamamu sebelum kamu menikah dengan wanita bercadar pilihan orang tua mu." Vina Renata memasang wajah sedih.
Aisha yang sudah pamit undur diri bersama Shinta akhirnya bertatapan dengan Vina Renata yang tengah memeluk Fatih erat, kedua netra Aisha menatap Fatih yang tengah di peluk Vina Renata.
"Oh jadi kamu tadi dan sekarang memakai cadarmu kembali, ternyata kamu tak ada bedanya dengan ku dasar lacur!!" teriak Vina Renata menunjuk ke arah wajah Aisha.
__ADS_1
Shinta segera mengeluarkan pistol dan mengarahkan ke wajah Vina Renata, Fatih yang kalah cepat hanya pasrah dengan kesigapan Shinta menjaga Aisha.
"Turunkan Kak Shinta pistolnya, biarkan dia menghinaku." ucap Aisha memegang pundak Shinta.
Ayah Ahmad Fatihurahman, Abi Hamzah, Riko, Anas dan Delon yang mendengar keributan langsung menghambur keluar sementara Mama Zahra Khumaira dan Umi Fatimah yang tengah di dapur menyiapkan makan siang tidak mendengar apapun keributan di teras rumah.
Anas menatap lekat Vina Renata yang tengah memeluk Fatih dengan eratnya, Abi Hamzah melihat gelagat anak laki-laknya yang terlihat gelisah hanya menggeleng pelan.
"Ada apa ini!! Kamu kenapa kesini Vina Renata!!" bentak ayah Ahmad Fatihurahman ke arah Vina Renata.
Abi Hamzah yang mendengar pemilik nama Vina Renata hanya bisa mengangguk dan...."Dia kah yang kamu maksud Anas? Vina Renata yang kamu tunggu tapi saat ini dia tanpa memiliki rasa malu memeluk seorang yang satu hari lagi akan menjadi besan dan menjadi adik iparmu? Apakah yakin kamu Anas jika kamu bersamanya Umi Fatimahmu akan merestui kalian berdua?" ucapan Abi Hamzah bagaikan cambuk di telinga Anas.
Vina Renata yang di sebut namanya oleh Abi Hamzah hanya tersenyum licik karena perasaan Anas yang tak pernah bisa terlepas darinya.
"Ada apa kau Vina Renata!!! Lepaskan pelukanmu ke Fatih!!! Jangan sampai nyawamu lepas dari raga mu saat ini juga!!" bentak Ayah Ahmad Fatihurahman.
Vina Renata segera melepaskan pelukannya dan maju untuk menyalami Ayah Ahmad Fatihurahman dan Abi Hamzah tapi Ayah Ahmad Fatihurahman dan Abi Hamzah hanya mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
"Vina Renata izin membawa Fatih untuk melepaskan rindu sebelum Fatih menikah dengan wanita yang nantinya Ayah jodohkan." ucap Vina Renata berharap restu untuk di perbolehkan.
Ayah Ahmad Fatihurahman menggeleng cepat untuk menolak permintaan dari Vina Renata tetapi tidak dengan Abi Hamzah yang berusaha tenang.
"Yah, terakhir kalinya setelah itu aku akan nikah dengan wanita yang Ayah dan Mama pilih, please Yah." pinta Fatih memelas.
Ayah Ahmad Fatihurahman hanya terdiam sementara Aisha yang ingin berbicara pun di persilahkan oleh Abi Hamzah.
"Yah, apa yang di katakan Mas Fatih itu benar, biarkan dia pergi untuk terakhir kalinya setelah itu biar Aisha yang mendapatkan hati Mas Fatih untuk Aisha semata." ucap Aisha menunduk.
Ayah Ahmad Fatihurahman tetap tak bergeming karena merasakan firasat buruk yang bakal terjadi nantinya, Anas semakin merasakan rasa sesak melihat Vina Renata dan Fatih saling menggenggam erat tangan.
Ayah menarik Delon untuk berbicara empat mata."Ikuti mereka berdua dan sebar semua pasukan mu Delon!! Jangan lengah!!! Firasat ku berkata ini bakal buruk untuk Aisha kedepannya." bisik Ayah Ahmad Fatihurahman.
Aisha menatap lekat Fatih yang tengah membalas pelukan dari Vina Renata untuk memohon izin menghabiskan waktu bersama terakhir kalinya sebelum Fatih menikah dengan Aisha.
"Pergilah nak Fatih, kita berdua pernah muda asal ketika sudah menikahi putriku jangan seperti ini karena akan panjang urusannya dengan diriku kelak." tegas Abi Hamzah.
Semua menoleh ke arah Abi Hamzah terkecuali Aisha yang tersenyum di balik niqab nya, Aisha berjalan ke arah Abi Hamzah dan Ayah Ahmad Fatihurahman untuk berpamitan. "Biarkan Mas Fatih menghabiskan waktunya bersama kekasihnya saat ini Ayah, percayalah jika semua akan baik baik saja." pinta Aisha.
Aisha menatap Fatih sekilas dan mengangguk serta mengucapkan salam untuk berangkat ke perusahaan keluarga besar Al-Fatih.
Vina Renata yang tersenyum senang saat usahanya sedikit lagi berhasil pun segera pamit meninggalkan kediaman Fatih untuk menghabiskan waktu bersama dengan Fatih.
"Delon dan Riko kemari!!!." perintah Ayah Ahmad Fatihurahman dan membisikkan sesuatu ke mereka berdua.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Apakah Vina Renata mampu menjebak Fatih? apakah rencana Vina Renata berhasil nantinya? sementara Aisha apakah tidak menaruh rasa memiliki ke Fatih yang sebentar lagi menjadi suaminya?.
Hayo tebak gaes, jangan lupa like dan komentar nya ya, tinggal kan jejak gaes.....