Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 62


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


أخاف عليك من أي حزن يسرق ابتسامتك


Akhofu alaika min ayyi huznin yasriku ibtisamataka.


Artinya: Aku selalu menghawatirkanmu dari setiap kesedihan yang akan mencuri senyummu.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Episode 62


"Lepaskan istriku!! Bawa aku!!" sentak Fatih yang berjalan ke arah wanita tersebut.


Suasana ruang inap Aisha menjadi tegang tak terkecuali Aisha yang kini tengah gemetaran menatap luka gores dari wanita yang kini menempel kan pisau di wajahnya.


"Kamu mau apa??" tanya Aisha ketakutan.


"Nyawamu!!" bentak wanita itu seraya melayangkan pisau ke arah wajah Aisha.


Aisha pasrah saat ini dan menerima apa yang akan terjadi untuknya saat ini. Akan tetapi....


Dor


Dor


Dor


Tiga tembakan mengarah ke bahu milik wanita yang menyekap Aisha, ya Delon lah yang menyelematkan Aisha.


Aisha segera di peluk erat Fatih. Delon berjalan tenang ke arah wanita dengan menenteng revolver di tangan nya masih mengepulkan asap setelah tiga peluru memuntahkan untuk wanita yang membahayakan Nona Mudanya.


"Hampir saja huft, kalian semua kenapa lengah goblok!!" bentak Delon seraya menempel kan ujung pistol ke pelipis kepala anak buahnya.


"Delon, bawa keluar nih orang dan jangan sampai kau lepaskan. Shinta panggil dokter tolong." pinta Fatih ke arah Shinta.


Aisha menangis di pelukan Fatih yang menenangkan nya, sementara Delon menarik paksa wanita yang telah membahayakan nyawa Aisha.


"Tuan Nona, apakah perlu saya habisi wanita ini??" tanya Delon dingin seraya mengarah pistolnya ke arah kepala wanita yang meringis kesakitan.


Aisha menggeleng di pelukan Fatih, Fatih yang menenangkan Aisha kini menatap tajam Delon untuk membawa wanita itu pergi dari hadapan Aisha dan dia.


"Bawa dia ke markasmu dan setelah itu hubungi pihak berwajib!! Tambah personilmu Delon, jangan lengah lagi!!" tegas Fatih.


Setelah wanita itu di bawa Delon pergi, Aisha segera di pindahkan kamar untuk mengurangi resiko depresi dan stress nanti bagi dirinya.


"Alhamdulillah, semuanya baik baik saja Tuan Fatih." ucap dokter perempuan itu sembari mengecek cairan infus milik Aisha.


"Baiklah, saya minta tolong, besok hadirkan psikiater terbaik di sini." pinta Fatih lirih karena melihat Aisha tengah berbaring menutup matanya untuk tidur karena telah di berikan obat penenang.


"Baik Tuan Muda, saya balik dulu, assalamualaikum wr wb." pamit dokter itu sembari di ikuti beberapa ajudan keluarga besar Al-Fatih.


Setelah dokter dan perawat itu keluar kini Shinta masuk untuk memberikan ponselnya ke Fatih, Fatih mengerutkan keningnya menatap nama di ponsel milik Shinta.


"Assalamualaikum wr wb, Mama, bagaimana Ma?." tanya Fatih.


"......"


"Aisha sudah baikan Ma, Mama di telfon Shinta??"


"....."


"Oh Umi yang minta menelfon toh Ma, yauda besok Mama dan Ayah di jemput Shinta untuk ke kamar inap Aisha yang baru. Yauda Mama istirahat dan Fatih juga mau istirahat dulu, maaf ya Ma, assalamualaikum wr wb." ucap Fatih kemudian menggeser tombol merah.

__ADS_1


"Shinta segeralah istirahat, biar aku yang menjaga istriku, berapa jumlah personil di depan??" tanya Fatih ke arah Shinta.


"Sekitar limapuluh delapan orang Tuan. Baiklah Tuan jika ada yang di perlukan biar saya saja yang keluar." ucap Shinta menunduk.


"Baiklah, aku mau berbicara ke mereka semua, jaga sebentar Aisha istriku." pinta Fatih seraya berjalan keluar kamar inap Aisha.


Setelah Anas berbicara untuk memberikan permintaan untuk menjaga lebih ketat dia kembali masuk ke dalam kamar inap Aisha dan menatap Shinta tengah tersenyum membalas chat dari ponselnya.


"Shin, sudah selesai dan kamu boleh istirahat." ucap Fatih membuyarkan Shinta yang sedang tersenyum menatap ponselnya.


"Eeehhh Tuan, baiklah saya izin undur diri dulu, assalamualaikum wr wb." ucap Shinta memberikan hormat ke Fatih.


"Waalaikumsalam wr wb, jangan senyum senyum sendiri nanti di culik kuntilanak baru tahu kamu Shin." ucap Fatih duduk di samping tempat tidur Aisha.


Shinta melenggang pergi tanpa menghiraukan ucapan Fatih, sementara Fatih menatap lekat Aisha yang tengah tertidur.


"Cantik sekali kamu Aish, love you Aisha." lirih Fatih sembari mengecup kening Aisha.


Aisha yang tadi terbangun mendengar percakapan Fatih dengan Shinta kini tersenyum dalam hatinya mendengar ucapan Fatih.


"Apakah kamu sudah mencintaiku Mas??" batin Aisha sembari tetap terpejam.


Fatih kini tertidur di samping Aisha dengan posisi duduk. Waktu semakin berjalan hingga Shubuh menyapa Fatih, dengan segera Fatih mengambil wudhu tanpa membangun kan Aisha. Setelah berwudhu Fatih terlonjak kaget melihat Aisha yang cemberut menatapnya.


"Mau shalat? Gak ajak Aisha? Jahat kamu Mas!!" Aisha mencebik kesal.


"Eh bukan gitu Bae, aku tak mau kamu terbangun, lagian kamu juga perlu istirahat Bae, kok marah sih, aduh gimana nih." ucap Fatih panik melihat Aisha mencebik kesal.


"Mbuh lah Mas, gak bangunkan Aisha mau dapat pahala sendiri? Terus kalau sudah dapat Aisha di tinggal? terus kalau sudah dapat pahala masuk surga nanti Aisha di lupakan? Gitu??" Aisha memonyongkan bibirnya ke arah Fatih.


"Astaghfirullah Bae, yauda, yuk wudlu dulu yuk." ucap Fatih membantu Aisha turun untuk berwudhu.


"Makasih sayang." Aisha mencium pipi Fatih.


"Hehehehehehe, sengaja." ucap Aisha sembari bergelayut manja di tangan Fatih.


Kini kedua insan itu saling bermunajat dan saling memanjat kan doa. Setelah selesai Aisha menatap Fatih lekat.


"Ada apa Bae??" tanya Fatih sembari merapikan sajadah.


"Mas Fatih tumben gak keluar? Terus jadwalnya Aisha pulang bagaimana??" tanya Aisha.


"Tunggu dokter visit ya, yuk mau makan apa??" tanya Fatih mengecup pucuk kepala Aisha.


"Nanti dulu Mas, Mas Fatih ndak mau merokok gitu??" tanya Aisha kembali.


"Ndak Aish, di sini aja sama kamu, ini masih sakit??" tanya Fatih menunjuk luka gores di tubuh Aisha.


"Alhamdulillah sudah ndak Mas, oh ya wanita tadi malam gimana kondisinya??" tanya Aisha antusias.


Fatih menggeleng mendengar ucapan Aisha yang masih mencoba menanyakan keadaan wanita yang benar benar ingin mencelakai dirinya.


"Dibawa Delon Bae, mungkin nanti mau di kasih ke Marrow." jelas Fatih.


"Marrow? Siapa dia Mas? Jangan bilang mau bikin rencana lagi seperti saat itu." suara nada Aisha mengancam.


"Hahahahahahaha, yang ada wanita itu sudah tinggal tulang kalau berhadapan dengan Marrow Bae." jelas Fatih.


"Hah? Tinggal tulang? Marrow itu siapa??" tanya Aisha.


"Singa miliknya Delon." ucap Fatih sembari mengupas buah untuk Aisha.


"Astaghfirullah jangan Mas, mana ponselnya, sini berikan ke Aisha!!!" ucap Aisha meminta ponsel Fatih.

__ADS_1


Fatih pun pasrah, dia memberikan ponselnya untuk di hubungkan ke nomor Delon. Dan akhirnya....


"Assalamualaikum wr wb, Delon!!! Kesini cepat!!!" teriak Aisha dan langsung menutup panggilan nya.


Shinta dan beberapa bodyguard yang berjaga di luar kamar inap Aisha mendengar teriakan Aisha segera menendang keras pintu rawat inap Aisha hingga tak berbentuk.


"Nona!! Ada apa!! Mana yang menggangu Nona!!" teriak Shinta menodongkan pistolnya ke berbagai sudut ruangan.


Bodyguard pun segera menendang pintu kamar mandi untuk mengecek keberadaan yang membuat Aisha berteriak.


"Mas? Aku salah apa? Mereka sampai nendang pintu gitu??" ucap Aisha yang kini memeluk Fatih erat penuh ketakutan.


Fatih tersenyum ke arah Aisha, gemas? Tentunya. Akan tetapi kini Shinta berjalan pelan ke arah Aisha yang tengah memeluk tubuh Fatih sangat eratnya.


"Maaf Nona, apa ada yang menganggu??" tanya Shinta menatap Fatih tajam.


"Eh Kak itu tadi aku...." belum selesai ucapan Shinta tiba tiba Delon berlari sangat kencang hingga terbentur pintu yang telah roboh.


"Dancuk sakit ***." omel Delon.


"Delon!!!!!!" teriak Aisha melepaskan pelukannya dari tubuh Fatih.


Delon menutup mulutnya, kali ini dia harus menerima akibat dari ucapannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih ke semua pembaca, tetap di tunggu like dan komentar nya ya.

__ADS_1


__ADS_2