Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 63


__ADS_3

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


ุงู„ุญุจ ุงู„ุฐูŠ ุฃุจุญุฑ ููŠ ุนูŠู†ูŠูƒ ุฌุนู„ู†ูŠ ุฃุฑู‰ ุงู„ู†ูˆุฑ


Alhubu aladhi โ€˜ubhar fi eaynayk jaealani โ€˜araa alnuwr.


Artinya: Cinta yang berlayar di matamu, telah membuatku melihat cahaya.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Episode 63


"Delon!!!!!!" teriak Aisha melepaskan pelukannya dari tubuh Fatih.


Delon menutup mulutnya, kali ini dia harus menerima akibat dari ucapannya.


"Bae, jangan teriak teriak, ingat kondisinya Bae." bisik Fatih di telinga Aisha.


Mendapat perlakuan dari Fatih membuat Aisha mendesis pelan, rasanya seperti aah susah di gambarkan bagi Aisha.


"Tapi Delon Mas??" balas Aisha.


"Biar aku yang bereskan ya Bae." Fatih kembali berbisik di telinga Aisha.


Fatih kembali menghembuskan nafasnya pelan dan lembut di telinga bahkan dekat pipi Aisha. Aisha yang masih memakai niqab dan jilbab nya merasakan hembusan nafas dari Fatih itupun kembali menikmati sentuhan dari suaminya tersebut meskipun hanya bisikan dan hembusan nafas.


"Delon...!!" Fatih berucap tegas.


"Siap Tuan!!" Delon memberi hormat ke Fatih.


"Wanita yang menyerang istriku tadi kau bawa kemana!!" Fatih kembali tegas.


"Maaf Tuan Muda, saya taruh di dekat kandang Marrow." ucap Delon sedikit ketakutan.


Fatih beralih menatap Aisha yang menggenggam erat jemari Fatih.


"Hanya dekat? Tidak kamu masukkan ke kandang Marrow kan??" tanya Fatih yang sudah mulai melunak.


"Jika berkenan dari Tuan Muda dan Nona Muda, saya akan berikan ke Marrow, apakah bersedia untuk di tempatkan ke kandang Marrow Tuan Nona??" tanya Delon masih bergetar suaranya.


"Lebih baik rawat dan interogasi dia Delon, untuk siapa dan karena apa dia melakukan penyerangan seperti tengah malam tadi, paham Delon..!?" pinta Fatih sekaligus bertanya ke arah Delon.


"Baik Tuan, dan apakah ada penyerangan lagi Tuan? Pintu ruangan ini sepertinya terkena serangan dari luar Tuan." ucap Delon menelisik pintu yang tadi membuat tubuhnya hampir terjungkal.


"Oh itu saya yang salah, minta tolong urus administrasi untuk kepindahan ruangan istriku ini." pinta Fatih menatap Delon dan Shinta bergantian seraya memberikan Black Card nya ke Delon.


Setelah Delon, Shinta dan beberapa bodyguard yang tadinya memenuhi karena teriakan Aisha kini berangsur keluar untuk bersiap menjaga di ruang baru Aisha, orang kaya sekaligus pemilik perusahaan Al-Fatih bisa dengan santainya berganti ruang inap di rumah sakit dan itupun rumah sakit milik keluarga besar Al-Fatih pula.


Aisha menatap Fatih lekat, berusaha memberikan kode untuk melakukan sesuatu untuknya.


"Ada apa Bae? Apa ada yang sakit??" Tanya Fatih penuh cemas.


"Hem anu." Aisha berkata sedikit ragu.


"Anu apa sih Bae? Mau minum? Atau mau makan??" Tawar Fatih.


"Mau ngomong malu aku." Wajah imut Aisha membuat Fatih gemas.

__ADS_1


Fatih semakin kebingungan dengan melihat wajah imut nan gemas milik Aisha.


"Sini Aisha bisikin." Pinta Aisha.


"Hemm, baiklah. Emang kenapa langsung ngomong? Kan gak ada orang Bae??" Tanya Fatih seraya mendekatkan telinganya ke arah Aisha.


Fatih menunggu Aisha berbisik di telinga nya akan tetapi entah kenapa jantungnya berdetak kencang seolah-olah Aisha meminta hak nya.


"Mau ganti pembalut aku Mas." Bisik Aisha sangat pelan.


"Masya Allah Bae, yauda yuk aku bantu, bentar aku ambil pampersmu itu." Ucap Fatih.


"Mas..!! Itu bukan pampers, itu pembalut..!!" Aisha mencebikkan bibirnya.


Fatih terkekeh mendengar Aisha cemberut, dengan segera dia membantu Aisha ke kamar mandi untuk berganti- pembalut tentunya. Setelah berganti pembalut Aisha masih terlihat mencebik, hingga membuat Fatih gemas menatap Aisha.


"Bae, maaf lah, aku kan bergurau tadi." Ucap Fatih penuh pengharapan maaf ke Aisha.


"Ndak, aku maafkan tapi aku mau rujak lagi tapi aku ikut beli rujaknya." Pinta Aisha.


"Biar Shinta aja ya yang beli kan Bae belum boleh kemana mana, nurut ya Bae." Suara Fatih semakin memelas.


"Aku ikut!! Aku yang beli!! Tak boleh ada yang menolak!!" Tegas Aisha.


"Hemm yauda, yuk pakai kursi roda beli rujaknya." Ucap Fatih.


Fatih segera mengambil kursi roda untuk mengikuti kemauan Aisha saat ini untuk membeli rujak. Setelah Aisha duduk dengan nyaman di kursi roda, Fatih mendorong kursi roda Aisha menuju tempat tukang rujak buah berjualan.


"Mau kemana Nona??" Tanya Shinta menghentikan laju kursi roda Aisha.


"Beli rujak Kak, dan jangan minta Aisha nunggu di dalam kamar sementara Kak Shinta yang membelikan rujaknya." Ucap Aisha.


Kini Aisha dan Fatih di dampingi tiga bodyguard hanya untuk membeli rujak buah, bisa di bayangkan bagaimana orang orang yang di rumah sakit melihat Aisha dan Fatih? Meskipun Aisha menolak tetapi tidak berlaku karena Aisha saat ini sedang dalam ancaman dua orang yang kabur dari penjara, lebih tepatnya di bebaskan.


Aisha menghirup udara sekitar yang begitu segar, beda hal nya ketika masih berada di ruang inapnya yang notabene nya memakan AC. Aisha tersenyum di balik niqabnya menatap tumbuhan hijau yang rimbun. Hingga dia menatap ke arah tukang penjual rujak buah yang ramai akan pembeli.


"Bae ramai tukang rujaknya, kembali yuk? Biar aku yang beli." Pinta Fatih.


Aisha menggeleng cepat untuk memberikan jawaban atas permintaan Fatih. Begitu juga dengan Shinta dan dua bodyguard nya yang bersiap untuk mengurai pembeli hanya untuk Nona Muda mereka yaitu Aisha.


"Kak, biar mereka beli terlebih dahulu, pembeli lainnya juga berhak memberikan rezeki nya ke pedangan rujak buah itu jadi biarkan dulu, lagipula Aish juga suntuk di kamar." Ucap Aisha memohon.


"Baiklah Nona, kalian berdua hubungi rekan kalian berjumlah lima orang dan suruh menyebar serta ingat!! Jangan lengah!!" Shinta memberikan peringatan kepada dua bodyguard yang bertubuh gempal dan garang.


"Baik!!" Tegas kedua bodyguard tersebut.


Setelah menunggu hampir beberapa lama, tiba tiba Shinta berbisik ke Aisha.


"Nona, Nona Kecil Hafisah dan anak anak panti sudah di dalam." Bisik Aisha.


"Baiklah, yuk masuk, nanti minta tolong ya untuk bawakan rujak buah nya Kak, oh ya Kak Shinta bisa ndak aku borong semuanya untuk anak anak yang berkunjung? Tapi jangan pedas ya." Pinta Aisha.


"Beres Nona." Bisik Shinta.


Fatih yang tengah merokok tetapi jauh dari tempat Aisha dan Shinta berdiri mendapat lambaian tangan dari Aisha menandakan agar Fatih mendekat.


"Gimana Bae? Sudah beli rujaknya??" Tanya Fatih mencari bungkusan rujak buah milik Aisha.

__ADS_1


"Balik yuk Mas, anak anak panti dan Hafisah sudah datang, lagian hari ini kan Mas Fatih mau tanda tangan untuk mengangkat Hafisah sebagai anak kita kan?."


"Oh iya ya, yuk masuk tapi rujak buahnya gimana Bae??"


"Sudah ku borong semua untuk anak Panti Asuhan Al-Azhar Mas, boleh kan??"


"Anything for you Bae." Balas Fatih mengecup lembut kening Aisha.


Kini Aisha dan Fatih berjalan balik ke ruang inap Aisha yang telah di tunggu Hafisah dan beberapa anak Panti Asuhan Al-Azhar beserta Ibu Zulaikha. Beberapa bodyguard mengikuti Aisha dan Fatih dari arah depan maupun belakang.


"Mas, kok aku lama lama Ndak enak ya di ikuti bodyguard terus tapi aku takut juga seperti tengah malam tadi." Ucap Aisha memegang jemari Fatih.


"Sabar, ini permintaanku Bae jadi selama kita tidak di rumah ataupun di tempat kerja kita berdua saja tetapi jika nantinya keluar kemanapun kita pasti di ikuti dan di jaga bodyguard, itu yang minta aku ke Mama Zahra Bae." Fatih menjelaskan ke Aisha.


Aisha mengangguk dan mendongak kan kepalanya menatap lekat Fatih yang sedang mendorong kursi roda nya. Mencari jawaban atas ucapan Fatih barusan. Merasa Aisha menatap ke wajahnya, Fatih pun tersenyum...


"Serius Bae, aku yang minta." Ucap Fatih tersenyum ke arah Aisha.


Aisha tersenyum di balik niqabnya. Fatih dan Aisha yang sudah mendekati kamar inapnya kini di hebohkan dengan suara anak anak Panti Asuhan Al-Azhar yang berlari ke arahnya.


"Bunaaa.!!!!" Teriak salah satu anak perempuan kecil nan menggemaskan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Terimakasih ke semua pembaca, tetap di tunggu like dan komentar nya ya.


__ADS_2