
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
أأنت تجعليني أريد أن أكون رجلا أفضل.
ʾAnti taǧʿaliīnī ʾurīdu ʾan ʾakūna raǧulan ʾafḍal.
Artinya: Engkau membuatku ingin menjadi seseorang yang lebih baik lagi.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Warning episode kali ini agak panjang dan mohon membaca dengan bijak ya gaes terimakasih.
1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
2
.
.
.
.
.
.
.
3
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Camera
Rolling
**Action!!!!
Episode 46**
Aisha segera ikut bersimpuh di samping Fatih yang tengah menangis di telapak kaki Mama Zahra Khumaira.
"Belum terlambat Mas Fatih, jika Mas Fatih meragukan Aisha, maka izinkanlah Aisha masuk ke hati Mas Fatih." ucap Aisha mengelus kepala Fatih dengan lembut.
Fatih menatap Aisha dengan lekat, wanita di depannya sangat kuat,cerdas dan kenapa dia mensia-siakan.
Cklek (suara pintu terbuka)
"Aku sudah dengar semuanya adikku Aish." suara dingin Anas membuyarkan tatapan Fatih untuk menoleh ke arahnya.
"Waalaikumsalam wr wb, Kak Anas? Biarkan Mas Fatih untuk merubah semuanya." pinta Aisha.
"Jika tidak karena permintaan Aisha habis kamu di tanganku Fatih dan beruntunglah kamu tak aku habisi saat ini karena aku menghormati Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira sebagai sahabat Abi Hamzah dan Umi Fatimah!!" suara Anas terdengar membunuh Fatih.
__ADS_1
"Kak….. sudah jangan marah. Aisha tak apa apa, insya Allah Aisha akan bersabar menunggu Mas Fatih untuk berubah lebih baik lagi, bukan begitu Mas Fatih?" ucap Aisha mengusap lembut wajah Fatih.
Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira tersenyum menatap Aisha yang begitu lembut dengan Fatih.
"Yah, Aisha boleh minta satu permintaan?" pinta Aisha.
"Silahkan nak Aisha." jawab Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Aisha ingin berangkat umroh dengan Mas Fatih, bagaimana Yah Ma?" pinta Aisha.
Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira saling berpandangan mendengar permintaan menantunya tersebut.
"Kalau bisa sih Yah Ma, karena Aisha ingin berumrah dengan Mas Fatih." ucap Aisha sungguh sungguh.
"Baiklah, Ayah akan siapkan semuanya, lebih baik kita berangkat satu keluarga, Ayah ajak Abi dan Umimu juga." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman sambil menekan nomor Delon.
Aisha tersenyum mendengar permintaannya untuk berumrah di kabulkan oleh kedua mertuanya.
"Setelah sembuh kita umrah bersama, bimbing aku menjadi imam yang baik dan benar di mata Allah SWT dan Rasulullah SAW juga." bisik Fatih ke arah Aisha yang telah berbaring ke kasurnya.
"Berjanjilah hatimu untuk Allah SWT juga Mas, Aisha hanya ingin memilikimu karena Allah SWT bukan karena yang lainya, percuma ganteng doang tapi ilmu agama nol." ucap Aisha memasang niqab nya.
"Aish, maaf." ucap Fatih mengecup punggung tangan Aisha.
Setelah berbicara dengan Delon terkait keinginan Aisha untuk berumrah, segera Delon mengurus semuanya, umrah yang di ambil keluarga besar Al-Fatih yaitu umrah plus dengan durasi waktu satu bulan.
"Mas, aku ingin nanti kita berfoto denganmu di Raudhah ya." pinta Aisha.
"Raudhah? Apa itu Raudhah?" tanya Fatih yang tengah mengupas kulit apel.
"Raudhah adalah makam Rasulullah Muhammad SAW, Sayyidina Abu Bakar As Shiddiq dan Sayyidina Umar bin Khattab." balas Aisha.
Sementara itu Anas yang tengah mengecek emailnya terkait tugas negaranya di amati oleh Shinta yang tengah di belakang Anas mendengar perkataan Anas bergetar hatinya.
"Tuan Anas, bagaimana kabarnya Tuan Anas?" tanya Shinta hati hati.
"Shinta, jangan panggil dengan kata kata Tuan, saya bukan Tuanmu, hari ini ada waktu? Aku ingin bertanya kepadamu empat mata." ucap Anas serius.
"Tentang apa ehm Mas Anas?" ucap Shinta malu malu.
"Mas? kamu manggil aku Mas? Benarkah ini yang aku dengar wahai Shinta?" ucap lembut Anas sambil menatap lekat Shinta.
Pletak (suara sendok melayang ke kepala Anas)
Anas meringis merasakan lemparan dari Aisha, sementara Aisha menatap tajam ke arah Kakaknya tersebut.
"Nikahi Kak Shinta!! Jangan buat anak baper kemudian kau tinggal lagi Kak!! Jangan jadikan Kak Shinta sebagai Vina Renata kedua seperti yang kakak lakukan dulu ke Vina Renata!!" ketus Aisha.
"Jaga Aisha, jangan membuat Aisha seperti ini kembali, ayah tahu jika ayah salah tetapi percayalah Aisha adalah rusukmu yang telah lama hilang boy." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman menepuk bahu Fatih.
"Doakan yang terbaik untuk anak mu ini Yah, makasih Ma telah membuat sadar Fatih yang terlena oleh...." ucapan Fatih terputus karena pelukan Mama Zahra Khumaira.
"Sudah, berusahalah menjadi lebih baik, surgamu ada di mama tetapi surga istrimu ada di kamu, jika kamu tidak bisa membimbing istrimu masuk surga, siapakah nanti yang akan menemani Mama dan Ayahmu di surga kelak boy?" bisik Mama Zahra Khumaira.
Tubuh Fatih menegang mendengar ucapan Mama Zahra Khumaira.
"Aish, Mama pulang dulu, titip bayi Mama ya, jewer kalau nakal." ucap Mama Zahra Khumaira yang beralih memeluk Aisha.
"Insya Allah Mama, Mama jaga kesehatan juga ya, nanti kita bermunajat bersama di Raudhah ya Ma." ucap Aisha membalas pelukan Mama Zahra Khumaira.
Kamar inap Aisha kembali lenggang karena Anas dan Shinta keluar untuk berbicara dengan di dampingi Delon.
"Aish, makan ya." pinta Fatih sambil membuka rantang makanan yang di bawa Mama Zahra Khumaira.
"Iya Mas." pendek Aisha.
"Ada apa Aish? Ada yang salah?" tanya Fatih.
Fatih menatap lekat Aisha, sementara Aisha yang di tatap Fatih hanya mengatur degup jantungnya agar tak terdengar Fatih.
"Boleh tanya? Tapi kalau Mas Fatih tak mau menjawab tak apa apa." pinta Aisha mengambil alih piring dari tangan Fatih.
"Biar Mas suapi, buka niqab dulu, aku ingin melihat wajahmu Aisha, aku ingin mengenalmu lebih dalam lagi." jawab Fatih mengalihkan pembicaraan Aisha.
Aisha segera membuka niqabnya, wajahnya yang putih dan berseri menambah daya kecantikan bagi yang melihatnya.
"Gini kan cantik, ayo buka mulutnya." ucap Fatih menyuapkan sesendok nasi dan lauk ayam.
Wajah Aisha bersemu merah mendengar ucapan Fatih, Aisha menghabiskan suapan dari Fatih tanpa berbicara sedikitpun.
"Tadi mau tanya? Tanya apa hemmm?" tanya Fatih sambil membersihkan bibir Aisha.
"Boleh cerita tentang Vina Renata versi Mas Fatih? Nanti Aisha cerita kan versi Aisha." pinta Aisha.
Fatih menunduk mendengar nama Vina Renata dari Aisha. "Baiklah, tapi jangan kembali menyebutkan namanya kembali ya Aisha, aku ingin mencintaimu dan menjadikanmu satu satunya di hatiku."
"Gak janji Aisha karena bagaimanapun wanita itu tempatnya cemburu paling besar." balas Aisha.
"Baiklah aku ceritakan." pendek Fatih sambil menatap lembut Aisha.
__ADS_1
...****************...
......🍃🍃🍃Flashback on Fatih dan Vina Renata 🍃🍃🍃......
...****************...
Suasana Sekolah Menengah Atas Husain Al Fatih sepi setelah acara kelulusan kelas tiga, beberapa siswa dan siswi saling berfoto-foto untuk mengenang tiga tahun yang telah berlalu akan tetapi tidak dengan dua orang lawan jenis yang tengah berseteru.
"Lupakan aku Kak Anas!! Aku muak dengan mu!! Aku bosan karena kamu terlalu munafik untuk menjalin hubungan dengan ku!!" ucap gadis memakai baju putih abu-abu.
"Vina Renata, maaf, bukan aku tak mau berpacaran dengan mu, bukan aku tak mau kita menjalani hubungan seperti teman temanmu akan tetapi aku ingin serius menikahi kamu kelak." balas Anas ke arah Vina Renata berjarak hampir satu meter.
"Lebih baik aku menjalin hubungan dengan anak pemilik sekolah ini kak!! Aku tak munafik!! Aku membutuhkan apa yang seharusnya aku butuhkan!! Lupakan aku!! Dan ingat kita putus hari ini!!" bentak Vina Renata menunjuk ke arah wajah Anas.
Seorang siswa yang menatap kedua insan saling bertengkar itu hanya menggeleng pelan, di satu sisi dia mengagumi wanita itu karena kecantikan nya, akan tetapi saat ini dia mengetahui bahwa siswa di depannya adalah kekasih siswi itu.
Siswa tersebut Fatih Nur Rakhman, anak pertama dari Ahmad Fatihurahman pemilik yayasan pendidikan Islam Husain Al Fatih, Fatih remaja sangat manja dan selalu ingin menang sendiri akan tetapi dia mengagumi sosok Anas yang telah mendapatkan beasiswa berturut-turut dari yayasan pendidikan Islam keluarganya.
"Bodoh aku!! Dia sudah memiliki Kak Anas, kenapa harus ku rebut kekasihnya tersebut!!" batin Fatih berkecamuk.
Fatih menggeleng pelan dan berlalu setelah melihat pertengkaran Anas dengan Vina Renata wanita pujaannya, akan tetapi sebuah tangan melingkar perutnya.
"Fatih, aku rindu denganmu." suara lembut berbisik di telinga Fatih.
"Vina Renata, maaf, lebih baik dengan Kak Anas, bagaimanapun juga dia pria baik baik, bagaimanapun juga dia siswa tercerdas di SMA ini dan mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Al-Azhar Mesir, aku hanya apa untuk membahagiakanmu kelak." balas Fatih.
"Buat apa cerdas jika cintaku hanya untukmu Fatih? Aku hanya memanfaatkan Kak Anas untuk membantuku di pelajaran dan selebihnya aku menaruh hati untukmu, aku mencintaimu Fatih." ucap Vina Renata memeluk erat tubuh Fatih.
"Aku mencintaimu juga Vina Renata, jadilah bagian hidupku." ucap Fatih lembut.
Fatih mencium lembut bibir Vina Renata dan Vina Renata menyambut ciuman Fatih untuk pertama kalinya, Anas yang melihat adegan Fatih dan Vina Renata berciuman segera memalingkan wajah dan meninggalkan mereka berdua dengan rasa sakit di hatinya.
Sebulan menjalani kisah kasih dengan Vina Renata, Fatih selalu mengajak Vina Renata untuk shoping dan berfoya-foya, gak tersebut membuat Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira menggeleng melihat pengeluaran Fatih yang begitu banyak.
"Fatih, makasih telah menjadi kekasih yang terbaik untukku." ucap Vina Renata manja sambil melihat jam tangan bermerek rolex.
"Kamu suka Vina Renata? Aku mencintaimu Vina Renata, menikahlah denganku kelak." ucap Fatih.
"Dengan senang hati Fatihku sayang." ucap Vina Renata sambil ******* bibir Fatih.
...****************...
...🍃🍃🍃Flashback off Fatih dan Vina Renata 🍃🍃🍃....
...****************...
"Begitu ceritanya Aish, apakah kamu tak merasa jijik denganku yang pernah mencium bibir Vina Renata?" ucap Fatih yang membuyarkan lamunan Aisha.
"Sama dengan cerita nya Kak Anas saat kehilangan Vina Renata dan ternyata Vina Renata yang sama ya Mas." balas Aisha mengalihkan ucapan Fatih.
Fatih dan Aisha saling berpandangan sangat lekat.
"Apakah aku tidak menjijikkan bagimu Aish?" tanya Fatih semakin mendekat ke wajah Aisha.
"Kalau jijik kenapa Aisha masih bertahan untuk tetap bersama Mas Fatih, Mas Fatih punya masa lalu tersendiri akan tetapi masa depan Mas Fatih juga ada kan? Bukankah Aisha akan mendampingi dan mengisi hati Mas Fatih juga." ucap Aisha sangat tulus.
"Jangan jauh dari Allah SWT Mas, karena hati manusia itu mudah terombang-ambing karena nafsu duniawi padahal sebentar lagi manusia juga meninggal kan? Emang Mas Fatih tak ingin berdampingan dengan Aisha di surga kelak? Kita sudah menikah lho Mas, Aisha bahkan bisa menjadi lebih dari masa lalu Mas Fatih untuk mengajak Mas Fatih lebih baik dengan di jalan nya Allah SWT, Aisha hanya ingin menjadi istri yang taat agama dan taat kepada suami akan tetapi jika Mas Fatih tetap susah di ajak ke jalan kebaikan makan kita berpisah saja karena sekuat apapun Aisha berusaha hati Mas Fatih lah yang harus merubah semuanya menjadi lebih baik lagi." ucap Aisha menjelaskan panjang lebar.
"Engkau membuatku ingin menjadi seseorang yang lebih baik lagi." batin Fatih sembari menatap wajah Aisha.
Fatih memeluk Aisha erat hingga menitikkan air matanya, Aisha membalas pelukan Fatih dengan memberikan kecupan di telinga Fatih dan sedikit berbisik.
"Cintai aku karena Allah SWT Mas, hatiku dan tubuhku milikmu semata." bisik Aisha.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Yuk gaes vote dan hadiah nya gaes, terimakasih, sebentar lagi cerita Shinta dengan Anas akan muncul gaes.