Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 69


__ADS_3

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


ู…ุฆุฉ ู‚ู„ุจ ู„ู† ูŠูƒูˆู†ูˆุง ูƒุงููŠูŠู† ู„ุญู…ู„ ุญุจูŠ ู„ูƒูŠ.


Miสพaแบ—u qalbin lan yakลซnลซฤ kaฤfiฤซฤซn liแธฅamli แธฅubฤซ lakฤซ.


Seratus hati nampaknya terlalu sedikit untuk membawa (menampung) semua rasa cintaku padamu.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Episode 69


"Assalamualaikum wr wb Bae, lha kok tidur Bae??" Fatih membenahi selimut Aisha.


"Selamat tidur sayang, aku berangkat ke kampus dulu ya. Jadi benih yang baik ya sayang." Fatih mencium perut Aisha.


Aisha tersenyum mendengar permintaan Fatih untuk segera memiliki anak darinya. "Siap ayah." Aisha menirukan suara anak kecil.


"Bae, ku kira tidur, yuk maem dulu, ikut ke kampus? Atau ke kantor?" tanya Fatih seraya menyuapkan nasi beserta lauk ke mulut Aisha.


Aisha berdoa sebelum makan dari suapan tangan suaminya, Aisha tak menjawab pertanyaan Fatih hanya fokus menikmati suapan demi suapan dari suaminya sembari menatap lembut manik manik mata Fatih.


Setelah selesai kini giliran Fatih sarapan pagi di samping Aisha yang sedang membuka aplikasi Google. "Aku ingin foto di sini bersama Mas Fatih."


"Bentar bentar itu di mana Bae." Fatih menyuapkan nasi terkahir nya.


"Ini Jabal Rahmah, tempat pertemuan antar Nabi Adam As dengan Ibu Hawa setelah lama terpisahkan." ucap Aisha kemudian menunjukkan sebuah tempat lagi.


"Kalau ini apa Bae??" Fatih menunjuk sebuah tempat yang sangat teduh dan nyaman.


"Ini ....ini Raudhah Makam Rasulullah Muhammad SAW Mas, tepatnya di Madinah Al Munawwarah." Aisha menjelaskan ke Fatih.


"Tempatnya teduh ya Bae, nyaman rasanya meskipun hanya di foto saja terasa sudahan." mata Fatih tak lepas dari foto Raudhah Makam Rasulullah Muhammad SAW.


"Kita jadi berangkat umrah kan Mas?" tanya Aisha.


"Jadi tapi Bae harus check up dahulu sebelum berangkat dan nanti malam mungkin Abi Hamzah dan Ayah Ahmad Fatihurahman akan membahas keberangkatan kita semua tapi ..." Fatih ragu untuk meneruskan ucapannya.


"Tapi apa Mas? Apa nunggu kita berangkat berdua saja atau bagaimana Mas?" tanya Aisha bergelayut manja.


Fatih menatap Aisha, sedikit keraguan untuk mengungkapkan jika kakaknya tidak akan ikut berumroh dengannya. "Kak Anas belum bisa ikut umrah nanti dan itu apa tidak apa apa??"


Aisha menyenderkan kepalanya di dada Fatih. "Masih belum selesai semuanya di Mesir sana kah Mas? Bagaimanapun juga Aisha ingin mengajak Kak Anas berumroh bersama keluarga besar kita."


Fatih mengusap lembut kepala Aisha kemudian mengecup lembut bibirnya. "Semuanya akan baik baik saja dan aku janji akan menjagamu seperti Kak Anas menjagamu dan kita jalan jalan mau? tapi pakai niqabmu ya Bae."


"Kenapa pakai niqab Mas? Bukankah Mas Fatih ingin melihat wajahku selalu?" Aisha menggoda Fatih.


"Yauda jika kamu menginginkan ada yang lain untuk melihat wajah mu selain aku Bae, aku memang pendosa yang sangat tak pantas melarang kamu juga." Fatih hendak beranjak dari pelukan Aisha.


Aisha tersenyum mendengar jawaban Fatih, di genggam erat tangan Fatih. "Mas, kita tebus dosa kita bersama untuk menjadi pahala dalam rumah tangga kita, Mas Fatih punya masa lalu dan Aisha juga punya masa lalu, masa lalu Mas Fatih tak selalu yang buruk juga begitu juga masa lalu Aisha juga tak sebaik yang Mas Fatih lihat kan? Akan tetapi Aisha dan Mas Fatih menjadi satu, menjadi kita jadi tak ada salahnya kita saling mengingatkan."


Aisha kini bersiap memakai niqab dan Fatih pun memakai jas, mereka kini bersiap untuk pergi ke kampus.


"Mau kemana Fatih, Aisha?" suara Ayah Ahmad Fatihurahman menghentikan langkah mereka berdua.


"Ehm, anu yah, ini anu" ucap Fatih terbata bata.


"Anu apa? Mau kamu ajak kemana Aisha? Kalau ke kantor bentar lagi saja kita bareng saja."

__ADS_1


"Maaf Yah, Aisha dan Mas Fatih ingin berjalan jalan sebentar kemudian ke kantor untuk menandatangani beberapa dokumen yang Aisha tinggal kemarin" Aisha mengambil alih jawaban.


"Sudah di tandatangani Fatih semua kemarin dan itupun ayah juga melihat kok, benar begitu Yah?" Mama Zahra Khumaira menimpali jawaban untuk Aisha dan Fatih.


"Kalau mau keluar kalian berdua untuk berjalan-jalan maka itu baik untuk kalian berdua Nak Fatih dan Aisha putriku, Ahmad biarkan mereka berdua berjalan jalan dan tak sepantasnya kita melarang pasangan anak kita, duduk sini kita lanjut mengajinya." Abi Hamzah menarik lengan Ayah Ahmad Fatihurahman untuk kembali mengaji bersama Abi Hamzah.


Ayah Ahmad Fatihurahman menatap Delon dan Shinta untuk mengikuti dan menjaga Aisha dan Fatih. Hal itu membuat Abi Hamzah bertanya ke sahabat nya itu. "Masih saja kamu menyuruh mereka berdua untuk menjaga Aisha dan Fatih, emangnya ada apa??"


"Nanti ku ceritakan saja setelah mengaji dan intinya adalah aku tak ingin anak mu sekaligus menantuku menjadi sasaran kejahatan yang tengah di periksa Anas di Mesir sana."


"Yauda aku manut (nurut) sama maumu Ahmad, kita kembali ngaji dulu kemudian nanti kita bahas bersama terkait keinginan nya Aisha untuk umrah kan?".


Kini Ayah Ahmad Fatihurahman dan Abi Hamzah kembali mengaji. Fatih dan Aisha yang tengah di dalam mobil untuk bersiap pagi ini hanya sekedar untuk berjalan-jalan tak menyadari siapa yang mengawasi mereka dari kejauhan.


"Shinta, kamu jaga Nona Muda Aisha dari radius sedekat mungkin dan aku akan mengecek siapa di sana." Delon menunjuk sebuah mobil sejenis Van tak jauh dari rumah keluarga besar Al-Fatih sekitar lima ratus meteran.


Aisha yang menatap keluar jendela mobil kini melihat sebuah permen kapas yang ramai dengan anak kecil, melihat hal itu Fatih menepikan mobilnya ke dekat penjual permen kapas.


"Mau? Yuk beli, tapi tunggu di mobil aja dan jangan keluar" pinta Fatih ke Aisha.


"Terus aku milih warna dan bentuknya gimana Mas? Aku ikut turun aja ya, janji deh Aisha dekat Mas Fatih terus deh" Aisha merayu Fatih.


Fatih membalas tersenyum ke arah Aisha. "Baiklah, yuk kita turun."


Aisha merasa nyaman di samping Fatih yang tengah memilihkannya bentuk permen kapas, akhirnya Aisha memilih bentuk permen kapas Hello Kitty dengan warna pink. Dari kejauhan Shinta dan beberapa anak buahnya bersiaga penuh saat Aisha dan Fatih saling menyuapi permen kapas.


"Romantis benar mereka berdua Shinta, apakah kamu tak menginginkan seperti itu???" ledek Delon sembari memainkan pistolnya.


"Bukan urusanmu!!! Lagian aku tak jadi berangkat juga karena keinginan Tuan Besar dan Nyonya Besar untuk menjaga Nona Muda Aisha, jangan banyak bicara ....!!! Semuanya masuk!! Kita jaga Tuan Muda dan Nona Muda." teriak Shinta memberikan komando ke anak buahnya.


Kembali ke Aisha yang tengah menyuapi Fatih yang sedang menyetir. "Aku mau jalan jalan ke mall, boleh??"


"Assalamualaikum wr wb, siapa di sana?"


"........"


Wajah Aisha berubah setelah mendengar balasan suara dari ponselnya. Fatih yang melihat gelagat tak beres dari Aisha, dengan segera merebut ponsel Aisha.


"Halo, siapa di sana?"


"......."


"Aku sudah tak ada urusan denganmu Vina Renata!!! Dan jangan kau dekati istriku!!! Atau kau menyesalinya kelak!!!"


"......"


"Silahkan jika itu ancaman anda Vina Renata akan tetapi perlu kau ingat!!! Camkan kata kata ku untukmu!!! Jangan sampai kau sentuh istriku Aisha sesenti pun!! Atau nyawamu akan jatuh ke tangan ku!!!"


Fatih segera menutup ponsel milik Aisha dan segera memeluk Aisha sangat erat dan hangat. "Maaf sayang, aku lengah, maaf jika dia masih menghubungi mu."


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Assalamualaikum wr wb gaes, selamat sore, yuk like dan komentar nya dong, ini Othor sudah up dua bab lho ๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”


__ADS_2