Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 70


__ADS_3

πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


"Fakartu an uhdika uyunie walaakin khiftu an asytaaq ilaiki falaa aroki."


CInta sejati adalah ketika engkau mencintai satu-satunya orang yang mampu menjadikanmu sengsara.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Episode 70


Fatih segera menutup ponsel milik Aisha dan segera memeluk Aisha sangat erat dan hangat. "Maaf sayang, aku lengah, maaf jika dia masih menghubungi mu."


Fatih memeluk Aisha erat akan tetapi Aisha mencoba melepaskan pelukan suaminya tersebut hingga kaca mobil mereka di ketuk seseorang dari luar.


"Tuan!!! Nona!!! Cepat buka!!!" teriak seseorang dari luar kaca mobil.


Fatih pun segera membuka kaca mobilnya dan nongol lah kepala Delon dari luar kaca mobil. "Kita balik kerumah sekarang Tuan!! Ada ulat bulu di rumah."


"Ulat bulu? Siapa??" tanya Fatih penuh keheranan.


"Mantan Tuan yang seperti patung Gajayana Gagal jadian yakin tunangan dan tidak bisa menjadi Kediri kembali ke dirinya sendiri." Delon mencoba membuat joke ke arah Fatih dan Aisha.


"Bastard!!!! Berani benar dia nginjak rumah ku!!!" Fatih menggenggam setir mobil mencoba melepaskan amarahnya.


"Mas, kita pulang, kita selesaikan dan aku mau tanya sesuatu tapi tolong jawab jujur sebelum kita sampai rumah." pinta Aisha dengan pandangan kosong berlinang air mata.


Fatih menunduk dan menyalakan mesin mobilnya. "Kita kembali Delon dan tolong jangan sampai ada keributan yang serius di rumah Ayah dan Mama karena ada Abi Hamzah dan Umi Fatimah."


Delon mengangguk dan memberikan kode ke beberapa anak buahnya untuk kembali ke rumah keluarga besar Al-Fatih.


Selama perjalanan kembali ke rumah, Aisha memandang kosong ke depan kaca mobil, telfon dari Vina Renata dan entah ucapan apa yang membuat dirinya yang tadinya ceria kini bermuram durja.


"Bae, aku jangan di diamkan gini, ayolah ngomong Bae, tadi mau tanya apa???" Fatih menatap wajah Aisha sekilas kemudian kembali berkonsentrasi untuk menyetir.


Aisha menghembuskan nafas beratnya dan menatap Fatih lekat. "Sebelum melakukan denganku Mas Fatih melakukannya dengan Vina Renata berapa kali? Karena dia tadi mengaku ….."


β€œMengaku apa? Aku hanya sekali melakukannya dengan dia. Aish percayalah kali ini padaku dan dia tadi mengaku apa?” Fatih balik bertanya..


Fatih memelankan laju kecepatan kendaraan nya dan menyeka air matanya sedikit demi sedikit yang mulai membasahi pipinya. Air mata yang terlihat tulus mengakui kesalahannya. Aisha menatap Fatih yang berlinang air mata, Aisha mengetahui jika air mata Fatih tulus merasa kesalahannya.


"Hanya sekali kamu melakukanya Mas? Dia tadi mengaku telah hamil dan terlambat datang bulan Mas Fatih." jawab Aisha mulai menurunkan nada bicaranya.

__ADS_1


"Tapi ..... itu tak mungkin Aish dan aku percaya jika dia hamil bukan anakku. Aku akui Aish. Aku bodoh Aisha!!!! Aku bodoh!!! Aku melakukannya dengan orang yang salah!!!" Fatih memukul kepalanya berkali dengan tangannya sendiri.


Aisha merangkul Fatih sangat erat, di hatinya kini terasa sakit mendengar pengakuan dari suaminya yang telah berbuat tak semestinya sebelum dia dan Fatih menikah.


"Tenanglah Mas, tenang, tak ada yang bisa menandingi doa dan usaha kita di atas jalan yang di ridha i Allah SWT Mas, sekarang Aisha boleh bertanya dan kita jawab untuk menemukan kuncinya, bisa?" pinta Aisha yang mulai tenang tetapi tidak dengan hatinya jika kejadian itu akan berakhir bagi mahligai rumah tangga nya dengan Fatih.


"Aisha perlu kamu tahu saat itu aku merasakan sudah jebol milik Vina Renata." Fatih kembali menatap lekat Aisha.


"Tapi kenapa bisa hamil? Apakah Mas Fatih melakukannya berlanjut seperti yang kita berdua lakukan semalam dan setelah Shubuh tadi??" wajah polos Aisha terlukis di depan wajah Fatih.


"Cuman sekali Aisha dan aku menyesal jika sudah seperti ini, aku akan melakukan dengan caraku untuk menebus dosaku selama ini ke kamu, keluargamu dan tentunya keluarga besar ku." Fatih menyalakan mesin mobilnya kembali untuk menuju ke rumah keluarga besar Al-Fatih untuk menuntaskan dengan caranya.


Setelah beberapa menit menempuh perjalanan kini Fatih telah sampai dan segera membukakan pintu mobil untuk Aisha kemudian di genggam erat tangan Aisha serta mengecup dahi Aisha sangat menghayati.


Di dalam rumah terjadi perdebatan sangat sengit, hingga pasukan bodyguard Riko dan Shinta beserta Delon melumpuhkan bodyguard keluarga besar Vina Renata.


Fatih berjalan tenang ke arah mereka semua dengan menggenggam tangan Aisha sangat erat dan begitu Aisha yang seolah paham dengan Fatih segera bergelayut manja ke Fatih.


"Assalamualaikum wr wb, mohon maaf terlambat, Abi Hamzah, Umi Fatimah, Mama Zahra dan Ayah Ahmad. Izinkan Fatih membuka semuanya, boleh saya meluruskan semuanya??" pinta Fatih.


Semuanya keluarga besar Al-Fatih dan keluarga besar Aisha mengangguk tetapi tidak dengan Vina Renata.


"Kau!!! Kau menjebak ku saat itu Vina Renata!!! Kau yang membuat dan merayuku saat itu!!! Dan bodohnya aku mengikuti permainan mu!! Kau bilang ke keluarga besar ku dan keluarga besar istriku jika kamu hamil anak ku hah!!! Apa aku ceritakan semuanya!!!" ancam Fatih ke arah Vina Renata seraya meremas kuat pergelangan tangan Vina Renata.


"Dan kau yang telah mengirimkan anak buah mu untuk menghabisi nyawa istriku saat di rumah sakit?? Apakah aku tidak tahu Vina Renata?." tanya Fatih ke Vina Renata.


Semuanya terdiam mendengar ucapan Fatih. "Riko!!! Hubungkan aku dengan Kak Anas!! aku meminta maaf jika dulu merebut dia dari Kak Anas!! Cepat hubungi Kak Anas!!!."


Bugh


Bugh


Bugh


Tiga pukulan keras melayang di wajah dan tubuh Fatih yang telah di berikan oleh siapa lagi kalau bukan, kalau tiada lain Ahmad Fatihurahman, Ayah nya.


"Kau!! Jelaskan semuanya!! Biar tahu sebab musabab nya Fatih!!! Ayahmu ini tak pernah mengajarkan melecehkan wanita!! Jelaskan semuanya!! Agar dia, dia dan dia keluar dari sini!!!" Ayah Ahmad Fatihurahman menunjuk ke arah keluarga besar Vina Renata satu persatu.


"Ahmad, nyebut, ayo istighfar Ahmad, biarkanlah Fatih menceritakan semuanya baru kita ambil kesimpulannya, aku sudah bilangkan jika Fatih itu memiliki masa depan dengan anakku dan jika dia bersalah maka aku sendiri yang akan turun tangan tetapi dengan catatan dia tidak menciderai rumah tangganya dengan anak ku Aisha." Abi Hamzah menenangkan sahabat nya itu.


Fatih yang telah terjatuh akibat pukulan dari ayahnya kini berangsur berdiri dan bersimpuh di kaki Mama Zahra Khumaira dan Umi Fatimah untuk meminta maaf penyesalan yang sangat amat teramat.

__ADS_1


"Ceritakan semuanya Nak Fatih, Mama mu akan tahu posisimu yang sesungguhnya." pinta Umi Fatimah dengan tetap menggenggam tangan sahabat nya yaitu Zahra Khumaira, Mama dari Fatih Nur Rakhman.


Fatih mengangguk dan bangkit berdiri kemudian berjalan ke arah Riko dan membisikkan sesuatu. "Hubungi Kak Anas agar dia tahu yang sesungguhnya terjadi dan jangan lupa suruh rekam semuanya percakapan yang ada di sini."


"Tapi ini yang terhubung temannya Mas, Mas Alvan namanya, biarkan gini aja dan sudah aku rekam semuanya kemudian bercerita lah karena aku tahu apa yang sudah terjadi dengan Vina Renata maka nantinya berterima kasihlah ke diriku ini Mas." Riko membalas dengan bisikan ke telinga Fatih dengan sedikit tersenyum ke arah Vina Renata, sebuah senyuman mematikan.


Vina Renata menatap senyuman Riko yang terlihat dan terasa mematikan sendi sendi tubuh nya kini berusaha menyakinkan argumentasi nya di depan keluarga besar Al-Fatih untuk menyuruh mereka menceraikan Aisha dari Fatih.


"Aku habisi kau wanita cadar yang busuk!!!" Vina Renata berbicara dalam hati seraya menatap Aisha dengan tatapan membunuh.


Fatih berjalan ke tengah keluarga besar Al-Fatih, keluarga besar Abi Hamzah dan keluarga besar Vina Renata. Sementara Delon dan Shinta menghilang entah kemana.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?


Jangan lupa vote dan like serta komentar nya yaπŸ™πŸ™, untuk menambah semangat author juga😊😊.


Terimakasih semuanya.


Wassalamu'alaikum wr wb.

__ADS_1


__ADS_2