
ππππππ
"Tidak ada cinta antara dua jiwa yang lebih besar daripada cinta antara pasangan." - Tafsir Ibn Khatir 3/525.
ππππππ
Episode 34
Aisha yang sedari shubuh tadi sudah bangun segera bergegas membantu persiapan untuk pernikahan nya setelah kemarin seharian merupakan acara tukar cincin dengan Fatih.
"Nak, yang menikah itu kamu kenapa ke dapur, sana siap siaplah." ucap Umi Fatimah yang tengah membantu beberapa santriwati memasak di dapur.
Santriwati yang membantu di dapur ndalem Umi Fatimah hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Umi Fatimah, sementara Aisha tersenyum mendengar ucapan Umi Fatimahnya.
"Mau maem di suapi Umi Fatimah dan Abi Hamzah karena setelah pernikahan Aisha sulit mendapatkan suapan dari Umi dan Abi, boleh ya." pinta Aisha dengan manja.
Umi Fatimah hanya menggeleng dan tersenyum mendengar permintaan Aisha, dengan cekatan Umi Fatimah mengambil piring dan lekas di masukkan nasi dan lauk kesukaan Aisha.
Anas yang tengah melintas di depan dapur dan mendengar permintaan Aisha bergegas memanggil Abi Hamzah.
"Yuk nak sini Umi suapi, bentar Abi Hamzahmu biar Umi panggil." ucap Umi Fatimah mencari keberadaan Abi Hamzah.
Abi Hamzah yang telah di beritahu Anas segera ke ruang makan untuk menyusul Aisha dan istrinya.
"Ada apa Sayang? Siapa bayi besar yang mau di suapi?." suara Abi Hamzah terdengar saat Umi Fatimah beranjak mencari Abi Hamzah.
"Hemmm masih pagi juga sudah romantis Abi dan Umi, Aisha masih kecil lho." protes Aisha.
Abi Hamzah dan Umi Fatimah tertawa pelan mendengar perkataan Aisha, sementara Anas yang di dekat Abi Hamzah berucap....
"Sini Kakak yang menyuapi yang pertama karena sebentar lagi adik Kakak yang cantik ini menikah bukan?" ucap Anas sambil mengambil sepiring nasi yang tadi di siapkan Umi Fatimah.
"Uuhhhh sini sini Kakakku yang paling bandel ini, Kakak kapan nikah? Jangan lama lama kasihan Kak Shinta tuh melihat Kak Anas nyuapi Aisha, mau di suapi Kak Shinta?" ucap Aisha yang melihat Shinta tengah menatap Anas yang bersiap menyuapi Aisha.
Tuk (suara sendok mendarat pelan di kening Aisha.)
"Kakak!!!!!! Abi, kakak nakal, huhuhuhuhu." Aisha pura pura menangis.
"Mangkanya jaga tuh ucapan, masih pagi ngajak war nih anak, coba mulut nya buka aaaakkkk." Anas memberikan suapan besar ke mulut Aisha.
__ADS_1
Aisha yang tengah protes ke Abi Hamzah nya menurut untuk membuka mulutnya tanpa menatap suapan besar dari Anas.....
Abi Hamzah tertawa lirih menatap adik kakak yang sudah dewasa masih bertengkar kecil sejak dari dulu, sementara Umi Fatimah menghapus air mata bahagianya melihat kedua anaknya yang tampak saling mengisi kehidupan rumah tangganya bersama suami tercintanya yaitu Abi Hamzah.
Abi Hamzah segera menyuapi Aisha setelah Anas pamit untuk bersiap memanggil penghulu pernikahan.
"Setelah Abi Hamzah yang suapi Aisha nanti yang suapi Aisha siapa Abi?" tanya Aisha polos.
Abi Hamzah hanya mengelus pucuk kepala Aisha dengan lembut dan menatap ke arah istrinya, Umi Fatimah mengangguk mendengar suara polos Aisha.
"Setelah itu Umi Fatimahmu ini yang menyuapi Aisha dan setelah itu Aisha lah yang harus menyuapi suami Aisha dan cucu Umi Fatimah nantinya." suara Umi Fatimah menyadarkan Aisha yang setelah ini melepaskan masa lajangnya menuju jenjang pernikahan.
Umi Fatimah menggeser duduknya mendekat ke Aisha dan menerima piring dari Abi Hamzah untuk menyuapi Aisha.
"Emang boleh Aisha nanti menyuapi suami Aisha meskipun tak sakit pun?" tanya Aisha.
Umi Fatimah menggeleng tersenyum mendengar pertanyaan Aisha.... "Nak, menyuapi suami jangan nunggu dia sakit akan tetapi saat kapanpun harus menyuapi suamimu karena pahalanya besar, bukan begitu Abi?" ucap Umi Fatimah sambil menyuapi Aisha.
"Ya benar itu istriku sayang, apalagi seroang istri meminta untuk haknya suaminya pasti pahala yang tertulis untuk suami istri itu." Abi Hamzah menyambung ucapan Umi Fatimah yang tersipu malu.
Aisha yang paham dengan ucapan Abi Hamzahnya hanya mengangguk sambil isi mulutnya penuh dengan nasi. Hampir satu jam Aisha dan Umi Fatimah berbincang hingga....
"Waalaikumsalam wr wb, bentar lagi Zahra, nih anak manja habis aku suapi tadi." ucap Umi Fatimah menyambut kedatangan Mama Zahra Khumaira.
"Wah nanti sudah menikah minta suapi Fatih aja nak pasti Mama dukung." ucap Mama Zahra Khumaira yang membuat wajah Aisha berubah menjadi kemerah-merahan.
"Sudah Zahra kasihan Aisha tuh mukanya seperti kamu saat menikah dengan Ahmad Fatihurahman ya." balas Umi Fatimah.
Mama Zahra Khumaira tersenyum mengingat pernikahan nya dengan suaminya dulu yang sama sama di jodohkan tetapi yang menjodohkan langsung Kyai dan Bu Nyai nya.
"Nona Aisha mohon bersiap untuk segera berdandan karena MUA nya sudah datang untuk mendandani Nona Aisha, mari ikut saya." ucap Shinta memberikan hormat.
Aisha segera mengikuti Shinta untuk di dandani akan tetapi berbisik ke Shinta sesuatu. Sementara Fatih yang tampak mengatur nafasnya karena sebentar lagi pernikahannya dengan Aisha.....
"Kenapa? Nervous bang? Santuy lah, tenangkan hatimu, tarik nafas buang, tarik nafas lagi buang lagi." ucap Riko memberikan instruksi ke Fatih yang terlihat nervous.
Fatih sesegera mengikuti anjuran Riko tetapi..... "Ngapain aku ikuti saranmu yang tarik nafas buang nafas segala sih, dik minta rokok dong." pinta Fatih.
Riko segera memberikan rokok ke Fatih dan menatap Delon mendampingi Abi Hamzah dan Ayah Ahmad Fatihurahmannya bersenda gurau membicarakan sesuatu. Setelah hampir satu setengah jam pernikahan akan dilangsungkan, akhirnya Fatih berjalan ke arah Masjid Pondok Pesantren An-Nur yang sudah di hadiri penghulu dan santriwan santriwati yang menjadi saksi pernikahan dengan Aisha.
__ADS_1
"Maaf Vina Renata, aku mengkhianati cinta kita." lirih Fatih.
Riko yang mendengar lirih an suara Kakaknya itu hanya menggeleng pelan dan..... "Sebelum Kakak menikah, permintaan dari adikmu cukup satu saja Kak, lupakan wanita itu karena sebentar lagi statusmu dengan Kak Aisha adalah pasangan dunia dan akhirat yang sah menurut Agama dan Negara, buang semua perasaanmu ke Vina Renata karena dia bukan milikmu yang pertama." ucap Riko dengan santainya.
Fatih terdiam dan menghentikan langkahnya, Riko yang mengetahui Kakaknya terpancing perkataannya dengan segera dia memberikan sesuatu ke Fatih.....
"Perhatikan baik baik Kak, ini videonya yang sudah tersebar hampir di semua sosial media dan jangan tanya darimana aku mendapatkannya karena ini semuanya demi Kak Fatih." Riko memberikan handphone yang sedang menampilkan adegan panas dua sejoli memadu kasih di atas ranjang.
Fatih yang semula marah mendengar ucapan Riko terdiam dan mengamati video dari handphone Riko, hati Fatih terasa di iris akan tetapi dia segera menepis isi video tersebut karena menganggap mungkin bukan kekasihnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Siapakah pemeran dalam video tersebut? apakah Fatih bisa mempercayai isi video tersebut?
Gaes komentar nya dong please πππ
__ADS_1
Terimakasih