Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 65


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


أحس أنني أشبه لنفسي بكثير عندما أكون معك.


ʾUḥissu ʾannanī ʾašbahu linafsī bikaṯīrʿindamā ʾakūnu maʿak.


Artinya: Aku merasa lebih dari diriku ketika aku bersamamu.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Episode 65


"Ya, Fatih dulu tak seperti ini, dia bengal, sarkas, sombong, angkuh dan tidak ada seperti saat ini, semoga terus seperti ini dia hingga maut memisahkannya dengan Aisha." balas Ayah Ahmad Fatihurahman menahan getir mengingat kehidupan masa lalu Fatih.


Fatih yang tengah tertawa lepas bersama Aisha dan Hafisah yang mulutnya penuh dengan roti dan berceloteh ria dengan mereka berdua memberikan nuansa bagi orangtua mereka yang berharap agar Fatih selalu tersenyum lepas seperti saat ini.


"Untuk Hafisah biar saya yang merawatnya Bu Zulaikha dan nantinya biar segala sesuatu saya yang mengurusnya" ucap Mama Zahra Khumaira.


"Baiklah Nyonya dan ini berkasnya untuk adopsinya Hafisah" balas Ibu Zulaikha memberikan berkas adopsi anak ke Mama Zahra Khumaira.


Setelah semua berkas di baca dan di tandatangani oleh Ayah Ahmad Fatihurahman dan Abi Hamzah sebagai saksi mereka menjelaskan ke Fatih dan Aisha setelah semua anak anak Panti Asuhan Al-Azhar pulang terlebih dahulu.


Setelah Hafisah dan beberapa anak Panti Asuhan Al-Azhar pamit untuk pulang dan Aisha beserta Fatih saling pandang ketika melihat berkas adopsi anak atas nama Hafisah di tangan Mama Zahra Khumaira.


"Nak, Mama dan Ayah ingin bicara terkait ini semua, boleh?" pinta Mama Zahra Khumaira.


Setelah semua duduk dengan tenang, Fatih dan Aisha yang membaca berkas berita acara adopsi anak kini mengerti kenapa Mama Zahra Khumaira mengajaknya berbicara dan menjelaskan semuanya.


"Biar Mama dan Ayah beserta Abi dan Umi mu Aisha untuk merawat Hafisah, boleh jika Mama meminta permintaan seperti itu? Lagian anak anak Mama sudah besar juga" jelas Mama Zahra Khumaira.


"Nanti biar Fatih yang berbicara dengan Aisha Ma karena ini juga keinginan Fatih untuk belajar menjadi ayah untuk anak anak Fatih kelak dengan mengadopsi Hafisah juga" Fatih menjelaskan keinginan nya.


Semua menatap Fatih dengan tatapan tak percaya, anak yang sedari dulu selalu membuat ulah dan bahkan membuat ke-dua orangtuanya mengelus dada kini sudah beranjak berfikiran dewasa.


"Coba Mama tanya Aisha ya Fatih, jika keinginan Aisha mengadopsi Hafisah untuk kalian berdua maka Mama tak bisa berucap sepatah katapun" suara Mama Zahra Khumaira terdengar agak sedih.


Aisha yang mendengar nada sedih Mama Zahra Khumaira segera menarik ujung baju Fatih untuk mendekat ke arahnya dan berbisik lirih....


"Biar Mama Zahra Khumaira yang merawat Hafisah, Aisha ikhlas Mas" bisik Aisha di balik cadarnya.

__ADS_1


Fatih tersenyum sembari mengecup kening Aisha sangat dalam. Dua keluarga besar yang menatap kemesraan Fatih dan Aisha tersenyum lepas ke arah mereka berdua.


"Boy, kapan ayah gendong cucu?" tanya Ayah Ahmad Fatihurahman menyudutkan Fatih yang masih menatap wajah Aisha sangat dalam.


Fatih tak menggubris ucapan Ayah Ahmad Fatihurahman dan terus menikmati memandang manik mata Aisha yang begitu meneduhkannya, meneduhkan hatinya. Sementara Aisha yang di pandangi suaminya hanya bisa tersenyum manis di balik niqabnya.


"Mas, di panggil Ayah, tak baik jika tak menghiraukannya" ucap Aisha pelan.


"Biarin, aku hanya ingin menikmati keindahan manik manik yang membuat ku ingin memilikimu seutuhnya tidak hanya sekali atau dua kali" bisik Fatih di telinga Aisha yang berhasil membuat Aisha me remang bulu kuduknya.


Fatih yang tak menyadari jika Ayah Ahmad Fatihurahman berdiri di belakangnya yang tengah menikmati keindahan Aisha kini harus menerima akibatnya.


"Dasar mesum kamu boy, biar Aisha sembuh dulu, oh ya Aisha dan Fatih nanti sekitar jam tiga sore ada yang harus di tandatangani terkait kalian berangkat Umroh dan sesuai dengan keinginan Aisha kita semua ikut kecuali....." ucapan Ayah Ahmad Fatihurahman terputus.


"Kecuali Kak Anas? Abi, apa Kak Anas belum bisa pulang?" rengek Aisha.


Abi Hamzah dan Umi Fatimah menggeleng menatap Aisha yang masih saja sangat manja meskipun status nya sudah menikah.


"Kakak mu masih dalam tugas Aish, besok juga Shinta menyusul Anas juga Aish jadi jangan khawatir " ucap Mama Zahra Khumaira menenangkan Aisha.


Shinta yang kini bersiap untuk menyusul Anas di Mesir kini harus bersiap-siap dan untuk sementara Aisha harus benar benar di jaga Fatih.


"Assalamualaikum wr wb, maaf Tuan Besar dan Nyonya Besar, Shinta sedikit gugup untuk menyusul Mas Anas" ucap Shinta memecah perbincangan hangat dua keluarga besar.


"Waalaikumsalam wr wb" balas mereka semua.


"Kak? Kakak yakin menyusul Kak Anas ...??" tanya Aisha ke arah Shinta.


"Nona, ini permintaan dari Umi Fatimah dan nanti aku mohon dengan sangat ke Tuan Muda Fatih untuk menjaga Nona sekaligus adikku dan jangan sampai lecet ...!!" ucapan Shinta terdengar berat dan membunuh Fatih.


"Baik akan tetapi jangan terlalu lama di sana untuk menyusul Kak Anas, bawa dia kembali dan menikahlah kalian berdua karena aku tak ingin istriku ini sangat khawatir dengan kakaknya" ucap Fatih sembari menunduk di depan Shinta.


"Tumben sekali anda Tuan Muda Fatih tidak menatap saya? Ada yang salah dengan saya?" tanya Shinta setengah menyelidik.


Kedua keluarga besar yang mendengar ucapan Shinta kini menatap lekat Fatih yang menjaga pandangannya yang bukan muhrimnya.


"Bukan urusanmu Shinta, aku jaga istriku dan aku akan menyusul Kak Anas jika kamu tak bisa membawanya kembali" ucap Fatih duduk di sebelah Aisha dan memeluk Aisha sembari meletakkan kepalanya di pangkuan Aisha.


Melihat manjanya Fatih membuat kedua keluarga besar tertawa lepas tak terkecuali Riko yang sembari bercengkrama dengan Delon di belakang Fatih.

__ADS_1


"Sudah jatuh cinta nih Tuan Muda Fatih sepertinya Tuan Muda Riko, ku kira dia masih mengejar wanita lainya, hahahahahahaha " suara tawa dari Delon tak mampu menahan Riko untuk ikut tertawa.


"Padahal dulu paling anti dengan perjodohan dengan Kak Aisha, ingin ku lihat wajahnya kakak ipar ku itu akan tetapi...." ucapan Riko terputus karena dua sepatu milik Fatih melayang ke arahnya dan Delon bersamaan.


"Kalian berdua sekali lagi ingin melihat wajah istriku maka aku ajak kalian duel sampai mampus, mau kalian?" tantang Fatih.


Delon dan Riko saling pandang kemudian tertawa kembali melihat ekspresi wajah Fatih yang terlukis cemburu karena mereka berdua.


"Bilang aja sudah cinta sama Kak Aisha lha Mas, jangan merasa sok sok an gitu, kak Aisha mau dong jadi suami mu, hahahahahahaha" Riko kembali menggoda Fatih.


Seluruh tertawa mendengar godaan Riko untuk Fatih kecuali Aisha yang meredam amarah Fatih yang ingin menyerang Riko.


"Mas Fatih, jangan marah, bagaimanapun juga Aisha pastikan tidak ada yang bisa melihat wajah Aisha kecuali Abi, Umi, Ayah dan Mama serta mahram Aisha" ucap Aisha lembut.


"Ayah Ahmad Fatihurahman tak boleh melihat wajahmu lagi Bae, jangan biarkan dia melihat wajah mu lagi" Fatih memonyongkan bibirnya.


"Eh kau ya Fatih, Ayah sudah tahu begitu juga Mama mu ini dan jangan aneh aneh permintaan kau, sini duel sama ayah kalau berani, sini ....!!!" tantang Ayah Ahmad Fatihurahman ke arah Fatih sembari menggulung lengan bajunya.


"Bae, jangan kasih lihat wajah mu ya ke Ayah ku, please " rengek Fatih.


Aisha menggeleng dan tersenyum sangat manis tetapi sayang terhalang niqabnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf ya gaes update nya lama🙏🙏, selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2