Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 67


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


*إِذَا أَحَبَّكَ مِلْيُوْنُ شَخْصٍ فَأَنَا مِنْهُمْ ، وَإِذَا أَحَبَّكَ شَخْصٌ وَاحِدٌ فَهُوَ أَنَا ، وَإِذَا لَمْ يُحِبَّكَ أَحَدُ فَاعْلَمْ أَنِّي مِتُّ***.**


idzaa ahabbaka milyuunu syakhshin fa`ana minhum, wa idzaa ahabbaka syakhshun waahidun fahuwa ana, wa idzaa lam yuhibbaka ahadun fa'lam annii mittu.


Jika sejuta orang mencintaimu, aku salah satunya...Jika hanya satu orang mencintaimu, akulah orangnya...Dan jika tak seorangpun mencintaimu, ketahuilah bahwa aku sudah tidak ada...


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Episode 67


Setelah makan malam, Fatih masih duduk di balkon rumahnya, di tatapnya langit malam.


"Ya Allah, boleh kah aku memulai dari nol untuk mencintai seseorang yang halal baik agama maupun negara ya Allah? Aku masih belum pantas untuk bersanding dengannya." Fatih menunduk meneteskan air matanya.


Aisha yang sudah mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat sunnah witir kini berjalan ke arah Fatih yang tengah merenung.


"Mas, ikut shalat sunnah witir? Mas ...." Aisha berjalan ke arah Fatih yang masih menunduk.


Fatih menoleh ke Aisha setelah air matanya di hapus tetapi Aisha tersenyum mengetahui Fatih telah baru saja bercucuran air mata.


"Mas kenapa menangis? Yuk shalat dulu, Aisha ada hadiah buat Mas Fatih malam ini." ucap Aisha sembari mengajak Fatih untuk shalat sunnah witir berjamaah.


Setelah shalat witir, Fatih mencium kening Aisha sangat lama, di panjatkan doa doa terbaik untuk Aisha. Hatinya hangat ketika memperlakukan Aisha begitu lembutnya.


"Mas Fatih, kenapa nangis tadi? Coba ceritakan ke Aisha deh, mungkin Aisha bisa menemukan jawabannya untuk Mas Fatih" Aisha tersenyum lembut ke arah Fatih.


Fatih terdiam, di tatapnya lekat manik mata Aisha. Wajah Aisha bersemu kemerahan mendapatkan tatapan mesrah dari Fatih.


"Aku minta maaf belum bisa menjadi suami yang baik, sekali lagi aku minta maaf Aisha" Fatih mencium kening Aisha.


"Mas ....Manusia semuanya memiliki dosa dan banyak sekali kesalahan, Aisha tidak se suci apa yang Mas Fatih lihat dan rasakan, Aisha juga masih banyak kekurangan nya, jika Mas Fatih ingin merubah maka kita rubah bersama karena rumah tangga itu tidak bisa di rubah hanya dari suami maupun istri saja akan tetapi saling melengkapi" Aisha menyenderkan kepalanya ke dada Fatih.


"Maaf kan suamimu ini Aisha belum memberikan hak dan kewajiban sebagai suami tetapi kamu sudah memberikan semuanya" Fatih mengecup pucuk kepala Aisha.


Aisha menatap Fatih dengan lekat. "Bagaimana dengan ku juga Mas? Aku juga belum memberikan hak nya Mas Fatih juga dan tanggung jawab apa yang Aisha berikan ke Mas Fatih?."


"Aku berjanji Aisha untuk selalu di sampingmu, di samping anak anak kita kelak kemudian menua bersama dengan mu, aku ingin memulai semuanya dari nol denganmu Bae" Fatih mengecup bibir Aisha.


Aisha membalas respon dari Fatih, sangat lama mereka saling mengecup mesrah hingga Fatih menggendong Aisha ke kasur king size.


"Shalat Sunnah dua rakaat yuk Aish." Anas menghentikan aksinya ke Aisha.


Aisha yang mengerti malam ini akan melepaskan dan memberikan hak Fatih mengangguk sembari terlihat warna kemerahan dari wajahnya. Anas segera mengambil wudhu karena telah menyentuh Aisha.


Setelah mereka shalat Sunnah dua rakaat kini Fatih berbisik lirih ke Aisha. "Malam ini aku berikan hak mu Bae dan kita berdoa malam ini hingga akhir hayat kita selalu bersama sayang."


Aisha membalas dengan anggukan, wajahnya bersemu merah mendengar ucapan Fatih. "Berjanjilah Mas untuk selalu seperti ini hingga maut memisahkan kita."


Fatih mencium tengkuk leher Aisha yang sudah terlepas dari jilbabnya setelah shalat tadi. Fatih memulai dengan sangat lembut menyentuh Aisha, malam ini dia dan Aisha menyatu dalam satu raga.


"Aku akan pelan pelan sayang" bisik Fatih di telinga Aisha.


Tubuh Aisha dan Fatih bersatu di bawah selimut tanpa sehelai benang untuk menutupi kedua tubuh mereka. Fatih meninggalkan kissmark di beberapa tubuh Aisha sebelum melakukan penyatu-an.


Anas berniat dalam hatinya sebelum menyatu dengan Aisha "Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa."


Tubuh Aisha menegang keras ketika ada sesuatu benda yang masuk ke inti tubuhnya dan air mata bahagianya jatuh. "Mas .....sakit Mas Fatih."

__ADS_1


Aisha mendesis pelan ketika Fatih telah berhasil memberikan nya malam ini, Fatih melakukan nya sangat lembut, kedua insan manusia yang dulu di jodohkan sekarang sudah saling memiliki dan tinggal bagaimana mereka berdua melewati jalan cinta mereka berdua.


Hampir setengah jam mereka berdua menyatu satu raga, menyatu satu cinta dan tentunya menyatu dalam satu selimut untuk membuat dan menghasilkan benih benih Fatih Aisha junior dengan di iringi desis an dari Aisha maupun Fatih saling bersautan.


Hingga ........


Fatih mempercepat gerakannya ke inti tubuh Aisha, tubuh Aisha berguncang hebat sesaat Fatih menambah kecepatan. "Sayang aku mau sampai, kita bareng keluarnya sayang."


Aisha mengangguk di dalam temaram lampu kamar. "Kita sama sama keluar sayang."


Tubuh Fatih semakin mempercepat gerakannya dan dalam hati Fatih berdoa "Allahummaj'alnuthfatna dzurriyyatan thayyibah.” “Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh)."


Kedua tubuh dua insan itu saling bermunajat di tengah puncak percintaan mereka berdua malam ini.


"Sayang maaf membuat mu sakit." Fatih mengecup kening Aisha.


Aisha mengangguk kecapekan setalah malam ini memberikan apa yang harus di berikan sebagai seorang istrinya Fatih.


Fatih segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya akan tetapi.....


"Aaadddduuuhhh sakit Mas." teriak Aisha dari ranjang.


Fatih segera kembali berlari ke ranjang di mana Aisha memegang bawah perutnya. Dalam keremangan kamar, Fatih menatap ke bawah tempat dimana dia dan Aisha telah menyatu. "Bercak darah? Makasih sayang, aku kan menjaga keluarga kita berdua."


Fatih segera menggendong tubuh polos Aisha ke kamar mandi dan menaruh perlahan ke bathtub yang sedang terisi air hangat.


"Mandi lah sayang di sini, aku mandi di shower." Fatih beranjak menuju ke shower akan tetapi tangannya di genggam erat Aisha.


"Ada apa sayang? Apa ada yang sakit lagi?" tanya Fatih.


Aisha menggeleng pelan dan menarik tangan Fatih untuk mengajaknya satu bathup dengannya.


"Nambah pahala Mas Fatih dengan mandi bersamaku sini." Aisha berbisik di telinga Fatih.


Setelah mandi bersama, Aisha di bopong Fatih untuk mengambil baju dan setelah itu Fatih mengganti sprei nya.


"Mas ...biar Aisha aja, Mas Fatih istirahat ya."


"Sudah Bae, duduk sini dulu dan mau minum apa? Aku ambilkan ke dapur." ucap Fatih setelah mengganti sprei dan mengecup kening Aisha.


"Teh hangat saja Mas,kkrucuk kkrucuk( suara perut Aisha)."


"Sama nasi ya, mau ku buatkan maem apa Bae?" Fatih menawarkan makanan ke Aisha.


"Ndak Mas, itu suara perut saja kok."


Fatih menggeleng pelan mendengar kebohongan Aisha, dengan segera dia mencium bibir Aisha. "Aku minta lagi jika Bae tak nurut lho."


"Hah? Mau lagi? Sekarang Mas??" tanya Aisha polos.


Fatih mencubit hidung Aisha sangat gemas sambil terkekeh kecil. "Ajari aku jadi lebih baik lagi ya sayang."


Fatih berlalu untuk menuju dapur setelah merapikan selimut di tubuh Aisha. Ruang dapur yang gelap kini perlahan Fatih menyalakan lampu penerangan untuk memasak sesuatu untuk istrinya.


Fatih yang tengah memotong beberapa sayuran dan daging sapi untuk di tambahkan sebagai campuran mie kuah yang di buatnya tiba-tiba ada yang menepuk dari belakang.


"Lagi ngapain Mas?" Riko menengok ke arah masakan yang di buat Fatih.


"Bikin racun, mau?" tanya Fatih.

__ADS_1


"Tumben Tuan Muda memasak, ada setan mana yang lewat nih Tuan Muda Riko." Delon yang tiba tiba berdiri di samping kirinya.


Fatih menggeleng mendengar pertanyaan Delon, kemudian dia mengingat berkas yang di bawa Ayah Ahmad Fatihurahman tadi siang.


"Shinta jadi berangkat ke Mesir kapan Delon?" tanya Fatih.


Delon dan Riko saling bertatapan setelah mendengar pertanyaan Fatih, mereka berdua berniat pergi tetapi sayang sekali, Fatih memberikan isyarat dengan memotong buah dengan sangat keras. "Kalian berdua pergi dari sini setelah berikan semua yang sudah kalian atur dan bagaimanapun yang di Mesir itu adalah kakak ipar ku!!!"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Assalamualaikum wr wb, gaes komentar nya dong gaes, biar semangat nih, jika ada yang komentar dan like maka Othor janji satu hari up sampai tiga bab deh.

__ADS_1


Makasih yang sudah menjadi pembaca setia ya.


Sekian dari Othor, wassalamu'alaikum wr wb.


__ADS_2