Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 86


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


"Jangan pernah datang kembali jika hanya ingin mengaku kita pernah bertemu dan kemudian mengikat janji janji manis tetapi datang kembali untuk merubah antara kebencian menjadi kedamaian untuk kita berdua." Khibban NurCahyo


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Episode 86


“Maaf dan maaf Vina Renata. Jangan pernah datang dan tolong menjauhlah dari keluarga kecilku dengan Aisha Khumairah, istriku. Dan sampai kapanpun cerita masa lalu kita milikmu dan aku akan memulai dari awal dengan pasanganku yang mampu mengetuk hatiku Vina Renata. Jika kamu tak menjauh dan berniat menyerang keluarga besarku dan keluarga besar istriku maka jangan heran nantinya kamu akan aku bunuh sendiri dengan tanganku.” ucap Fatih menatap Vina Renata dengan tatapan membunuh.


Vina Renata yang mendengar ancaman Fatih tersenyum menggoda ke arah Fatih. “Dengar kamu Fatih? Wanita seperti dia apakah pantas menjadi pendampingmu? Bahkan aku sudah tak melihat Fatih yang aku kenal dulu.”


Fatih mencium kening Aisha untuk mencoba menetralkan pandangan Vina Renata yang sedikit tersisa kenangannya bersamanya saat dulu. “Bantu aku untuk berubah sayang, aku mohon. Aku sangat mencintaimu.”


Aisha yang mendengar suara lirih suaminya yang tengah mencium keningnya hanya bisa tersenyum di balik niqabnya. Tatapan netranya mengarah ke netra Fatih yang tengah meneteskan air mata ketulusan. Aisha mengangguk menjawab ucapan Fatih kemudian kepalanya menyender ke tubuh Fatih.


“Mas…jika Mas Fatih mencintai Aisha cukup ada nama Aish di hatinya Mas Fatih berdampingan nama Allah SWT dan tambahkan nama Rasulullah Muhammad SAW. Mas……” Aisha mengelus perut datarnya sembari menatap Vina Renata yang tengah mendengus kesal.


“Bae lapar? Atau butuh sesuatu?” tanya Fatih sembari mengelus perut Aisha.


“Pengen ngemil nasi bebek di tambah nasi bakar ikan tongkol. Sepertinya enak ngemil nasi bebek di dampingi nasi bakar ikan tongkol deh Mas Fatih.”


“Ngemil? Tapi ……” ucapan Fatih terputus ketika seorang perawat memanggil nama Aisha Khumairah untuk menuju ruang dokter kandungan yang sudah di siapkan oleh keluarga besar Al-Fatih.


“Nanti ya beli, tuh sudah di panggil. Ayo Mas Fatih kita masuk.” Aisha menggandeng tangan Fatih untuk beranjak masuk ke ruang pemeriksaan dokter yang berkelas VVIP.


Kedua mata Vina Renata terbelalak menatap Aisha dan Fatih yang berjalan ke arah ruang dokter kandungan khusus keluarga besar Al-Fatih. “Jika dia hamil berarti ini kesempatanku untuk kabur kemudian lari ke negara Mesir kemudian aku akan hancurkan Aisha dan merebut Fatih kembali. Tetapi kemana Andre saat ini? Apakah dia tak ingin aku dan bayinya ini selamat?”


Mata Shinta yang menatap ke Vina Renata yang tengah mengikuti kedua suami istri yang telah masuk ke ruang pemeriksaan khusus kini dengan cepat dia duduk di sebelah Vina Renata. “Jangan pernah bermimpi untuk kembali ke Tuan Muda Fatih karena cepat atau lambat kamu akan membusuk di penjara bersama Andre Villa Boaz, Vina Renata.”


Setelah hampir setengah jam pemeriksaan pada janin Aisha kini Fatih yang tengah sedang duduk menunggu istrinya tersebut di buat tersenyum dengan Aisha yang tengah berlari ke arahnya. Aisha yang tengah sangat berbahagia dengan menenteng sebuah foto janin yang berumur hampir satu mingguan itu memberikan ke arah Fatih.


“Anak kita lucu Mas, lihatlah imut imut gini.” Aisha memberika foto USG ke Fatih.


“Emang bisa di USG ya dok? Terus ada saran untuk perjalanan kita umrah nantinya dok?” tanya Fatih sembari memeluk pinggang ramping milik Aisha yang berbalut dengan gamis panjang berwarna hijau.


“Nona Muda yang meminta untuk foto USG Tuan Muda, alhamdulillah janin dan ibunya sehat semuanya dan untuk nanti saat umrah akan saya kasih beberpa multivitamin untuk Nona Muda Aisha.” Ucap dokter sembari memberikan resep yang berisikan multivitamin ke Fatih.


“Terus untuk kemanan berhubungan badan apakah masih aman dok? Saya takut ketika melihat istri saya kesakitan, aaaww……” ucapan Fatih terhenti karena cubitan pelan dari Aisha.

__ADS_1


“Mas…..maaf ya dok, Mas Fatih terlalu vulgar omongannya.” ucap Aisha sembari menunduk ke dokter kandungan di depannya.


“Tidak apa apa Nona Muda karena hal seperti tidak boleh untuk di tutupi juga. Apakah Nona Muda Aisha merasakan sakit saat bercampur dengan Tuan Muda Fatih?” tanya dokter ke arah Aisha.


Aisha menunduk mendapatkan pertanyaan dari dokter di depanya, wajahnya bersemu merah dibalik niqabnya. Fatih yang menyadari jika Aisha tak menjawab hanya menggeleng dan mencubit gemas hidung Aisha.


“Diam adalah iya dok, terimakasih atas waktu dan tenaganya dokte. Kita berdua undur diri dulu, Assalamualaikum wr wb.” Fatih menggandeng tangan Aisha untuk beranjak dari ruang pemeriksaan.


“Waalaikumsalam wr wb. Jadi benar dia bernama Aisha? Menantu dari keluarga besar Al-Fatih?” lirih dokter menjawab salam dari Fatih dan sedikit cemburu menatap kemesraan Fatih dengan Aisha.


Kini Aisha yang tengah berjalan di samping Fatih berhenti dan memperhatikan ke arah sepasang suami istri yang tengah menggendong bayi. Fatih yang menyadari perhatian Aisha kini menatap ke arah pasangan suami istri tersebut.


“Aku mau bertanya sesuatu nanti sama Abi tapi harus ada kamu boleh Bae?” tanya Fatih sembari mencubit lembut hidung Aisha.


“Hhhemmmm sejak kapan suka cubit hidung sih Mas? Nanti mau tanya Abi apa sebenarnya?” Aisha bertanya balik ke Fatih.


Kini Aisha dan Fatih menuju ke pusat belanja yang tetap mendapatkan pengawalan ketat dari keluarga besar Al-Fatih. Aisha yang tengah berjalan di samping Fatih menatap ke seorang laki laki yang sangat familiar di mata Aisha.


“Sepertinya aku kenal dia deh Mas.” ucap Aisha sembari menunjuk ke laki laki yang tengah bertengkar hebat dengan seorang wanita.


“Apakah dia orang yang pernah hadir dalam hidupmu Bae?” selidik Fatih sembari menyipitkan matanya di depan netra milik Aisha.


“Bukan itu yang aku maksud, bentar sini ikut Aish bentar.” balas Aisha sembari menggandeng tangan Fatih.


“Bae, Bae ada yang terluka? Sini coba aku lihat. Shinta!! Delon!! Seret wanita itu yang menabrak istriku!!” perintah Fatih sembari memapah tubuh istrinya dan mengecek apakah ada yang lecet.


“Alhamdulillah Mas. Aisha tidak apa apa. Nona apakah saya boleh bertanya tentang laki laki tersebut?” tanya Aisha sembari menunjuk laki laki yang sedang mencoba beberapa pakaian pernikahan.


“M…maaf Tuan dan Nona. Maafkan saya.” ucap wanita itu sembari menunduk ketakutan di hadapan Fatih dan Aisha.


“Nona saya tidak apa apa. Apakah laki laki tersebut bernama Hasan Ali Fatih?” tanya Aisha sembari menunjuk seorang laki laki yang lebih muda usianya darinya.


“B…benar Nona Aisha dan maafkan saya Tuan Fatih Nur Rakhman. Sebentar saya panggilkan Tuan Muda Ali.” ucap wanita tersebut menunduk sembari memberikan kode untuk memanggil Ali.


Setelah menunggu beberapa menit kini Aisha menatap seorang perempuan dan laki laki di depanya. “Dik Ali? Dik Cinta? Benar kaliankah itu?”


“Kak Aish? Ini Kak Aish adiknya Kak Anas?” wanita itu balik bertanya.


Fatih yang menatap ke arah laki laki di depanya segera menjabat tangan laki laki tersebut. “Fatih Nur Rakhman suami Aisha Khumairah binti Hamzah Ibnu Fatih.”

__ADS_1


“Hasan Ali Fatih bin Hasan Ibnu Fatih. Kok namamu sama dengan nama belakangku? Apa kamu copy paste?” tanya Ali sembari cengengesan.


Fatih tersenyum mendengar pertanyaan Ali yang terlihat langsung akrab dengannya. Sementara itu Cinta Arabella yang tengah mengobrol dengan Aisha menunjuk ke arah Fatih.


“Ini suamiku Dik Cinta, Mas Fatih kenalkan ini Dik Cinta Arabella dan yang ini Dik Ali.” ucap Aisha sembari mengenalkan Ali dan Cinta ke Fatih.


“Assalamualaikum wr wb, Fatih.” Fatih memberi salam dengan menelungkupkan kedua tanganya di depan Cinta.


“Oh ini yang bikin Kak Aisha kelepek kelepek? Bagaimana kabar Abi Hamzah Kak?” tanya Ali sembari duduk di samping Cinta.


“Alhamdulillah baik dan sehat semuanya, oh ya Mas Fatih. Ali ini saudara sepupuku dari Abi Hamzah dan kalau Cinta Arabella dulu pernah menaruh hati ke Kak Anas tapi ada yang mengganggu saat itu.” ujar Aisha sembari menunjuk ke arah Cinta Arabella.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?


Jangan lupa vote dan like serta komentar nya ya🙏🙏, untuk menambah semangat author juga😊😊.

__ADS_1


Terimakasih semuanya.


Wassalamu'alaikum wr wb.


__ADS_2