Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 73


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


الحب كلمة من حرفين عجز كثير من الناس تفسيرها.حب الحاء = حيره الباء = بلاء


Al Hubbu kalimatun min harfain, ajiza katsirun minan naas tafsiruha. “Hubbun” haa’: hairoh Baa’: bala’.


Al Hubbu (cinta) merupakan sebuah kata yang terdiri dari dua kata dan sedikit orang yang bisa menafsirkannya. Ha’= Hairoh (kebingungan) Ba’: Balaa’ (ujian).


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Episode 73


AIsha menenangkan hati Fatih yang begitu sangat menyesal akan tetapi dengan sabar Aisha mencoba membuat Fatih tenang kembali.


Hingga Aisha berbisik di telinga Fatih. "Al Hubbu kalimatun min harfain, ajiza katsirun minan naas tafsiruha. “Hubbun” haa’: hairoh Baa’: bala’. Al Hubbu (cinta) merupakan sebuah kata yang terdiri dari dua kata dan sedikit orang yang bisa menafsirkannya. Ha’= Hairoh (kebingungan) Ba’: Balaa’ (ujian)."


Fatih menatap Aisha dengan sedikit air matanya masih tergenang dan menetes di kedua pipinya.


"Semua pasangan itu ada plus dan minusnya Mas, tidak semuanya pasangan itu hidup senang terus, bahagia terus, bolehlah saat ini satu masalah sudah selesai akan tetapi apakah kita berfikir nantinya akan tidak ada godaan dan cobaan lagi?" tanya Aisha sembari mengusap lembut air mata Fatih.


"Saat genting seperti ini pun kamu masih membuatku tersenyum, saat kamu terluka seperti ini pun. kamu masih bisa membuat nyaman Aisha, aku akan selalu ada buatmu, selalu ada buat anak anak kita kelak" Fatih mengecup kening Aisha.


"Sekarang aku tanya ke Mas Fatih tapi jawab jujur, sekali lagi jawab jujur, bisa Mas?" tanya Aisha sembari mengambil kan air putih untuk suaminya tersebut.


Fatih mengangguk dan memegang pipinya yang sedikit biru dan bengkak akibat pukulan dari Ayah Ahmad Fatihurahman.


"Mau rokok an Mas? Kalau mau aku buatkan kopi atau teh di sini, gimana? Kita ngobrol santai layaknya sepasang kekasih yang baru berpacaran" pinta Aisha ke arah Fatih.


"Aku juga mau menanyakan sesuatu ke kamu juga sayang." suara nada Fatih berubah datar.


Aisha mengangguk dan membuat kan kopi untuk Fatih akan tetapi pintu kamarnya di ketuk dari luar. "Pakai niqab Aish, cepetan pakai niqabnya."


Kini Aisha mengerti apa yang akan di tanyakan Fatih nantinya, Fatih segera membukakan pintu kamarnya yang telah berdiri Ayah Ahmad Fatihurahman, Mama Zahra Khumaira, Umi Fatimah, Abi Hamzah dan Riko.


"Aisha gimana nak?" tanya Umi Fatimah penuh kekhwatiran.


"Alhamdulillah sudah Fatih perban lukanya Umi dan Alhamdulillah tidak begitu dalam lukanya" ucap Fatih mempersilahkan masuk ke dua orang tuanya dan mertua nya tetapi tidak dengan Riko.


"Minggir!! Aku mau lihat kakak iparku!!" bentak Riko ke arah Fatih.


"Jangan kau masuk atau aku hancurkan kepala mu Riko!!" teriak Fatih sembari memegang kerah baju Riko.


Keadaan yang sudah tenang setelah terjadi penangkapan Vina Renata oleh Iqbal dari pasukan khusus negara I kini rumah kembali tenang dan Hafisah yang berada di Panti Asuhan Al-Azhar tidak mengetahui kejadian yang mungkin bisa membuat nya trauma.

__ADS_1


"Ku bilang minggir Kak!!!" teriak Riko bersikeras masuk untuk menemui Aisha.


"Gak usah masuk Dik, Kakakmu cemburu tuh wajahnya" ucap Mama Zahra Khumaira menatap Riko dan Fatih tengah bersiap saling adu jotos.


"Huh pelit!! Padahal tadi aku tak kelihatan wajahnya Kak Aisha dan awas kau Kak, jika sekali lagi kau sakiti Aisha maka ku akan habisi nyawa mu dengan tangan ku sendiri" ancam Riko.


"Tak akan, sudah sana!! Jadi berangkat ke Mesir?" tanya Fatih dengan rasa penasaran.


"Besok pagi, kenapa? Mau ikut?" tanya Riko.


"Gak!! Sudah sana!! Minggir ku tutup pintu nya!!" ucap Fatih seraya mendorong tubuh Riko untuk menjauh dari pintu kamarnya.


Setelah Riko di rasa sudah menjauh dari pintu kamarnya, kini Fatih duduk di bawah sembari menunggu Aisha yang sedang membuat kopi untuk nya.


Kamar Fatih yang terdapat mini kitchen sengaja di buat olehnya sejak sebelum menikah dulu dan kini jika Fatih sedang malas turun dengan mudahnya dia membuat kopi atau di buatkan Aisha.


"Abi, Umi mau teh? Ayah kopi ya? Mama teh ya tanpa gula" ucap Aisha sembari menyiapkan minuman untuk mereka berlima.


Fatih segera menyusul Aisha ke mini kitchen dengan di ikuti pandangan mata ke empat orang tua mereka berdua. Setelah selesai kini Ayah Ahmad Fatihurahman menatap Fatih dengan lekat.


"Tujuh hari lagi kita berangkat umrah dan sudah ku siapkan semuanya dan besok kita semua suntik meningitis dan Ayah minta jika tadi memukulmu lebih kejam dari yang dulu tapi sepadan lah dengan perilaku terhadap menantu ku Fatih" Ayah Ahmad Fatihurahman menyeruput kopi buatan Aisha.


Fatih hanya menunduk kembali meratapi kesalahannya terdahulu. Abi Hamzah yang di dekat Fatih segera mengusap pundak Fatih seolah-olah memberikan semangat.


"Belum ada kata terlambat untuk merubah dirimu menjadi baik Fatih, semua manusia punya masa lalu, bukan begitu Ahmad? Lha mumpung ada aku dan istriku di sini coba ceritakan siapakah Andre Villas Boas itu dan apa hubungannya dengan pembunuhan keluarga siapa tadi??" Abi Hamzah mencoba mengingat nama yang di sebut oleh Vina Renata.


Abi Hamzah segera mencoba mengingat nama Andre yang disebutkan oleh Ayah Ahmad Fatihurahman pernah ke Pondok Pesantren An-Nur nya. Tiba tiba mata Umi Fatimah berubah menjadi sayu dan menatap ke arah Aisha.


"Namanya Aisha Khumairah Kak Ahmad dan yang menolak pinangan Andre adalah ......" suara Umi Fatimah terputus dan terasa tidak kuat untuk meneruskan ucapannya.


"Siapa sayang? Apakah Andre yang pernah di sebut oleh Anas anak kita?" tanya Abi Hamzah.


"Ya benar Abi, yang menolak pinangan Andre adalah Anas karena .....karena saat itu Anas yang baru pulang dari dinasnya memergoki Vina Renata tengah bermesraan dengan Andre." ucap Umi Fatimah sembari menyeka air matanya.


Semua melongo mendengar penuturan Umi Fatimah tak terkecuali Aisha yang tengah mencari informasi tentang Andre di sebuah dark web yang pernah di ajarkan oleh Shinta ke dirinya.


"Ya baguslah kalau Anas menolak pinangan karena Vina Renata tengah bermesraan dengan Andre .....eh tapi bukankah saat itu Fatih sudah bersama Vina Renata ya Ahmad? Kan tadi aku menangkap bahwa Fatih memulai hubungan percintaan dengan Vina Renata sejak SMA ya?" Abi Hamzah menatap Fatih untuk meminta jawaban.


"Ya benar Abi dan setelah itu Ayah dan Mama berangkat ke Mesir untuk bekerjasama dengan sebuah perusahaan besar dan aku ingat sekarang semuanya, nama perusahaan itu ada Yance Company Group." balas Fatih sembari mengambil alih tangan Aisha dari laptop untuk menggenggam tangannya.


"Hamzah, berarti kamu tahu siapa Shinta sebenarnya?" tanya Abi Hamzah menatap tajam ke arah Ayah Ahmad Fatihurahman.


Ayah Ahmad Fatihurahman kemudian menghubungi Delon untuk mengambil sebuah berkas rahasia terkait siapa Shinta dan sebab musabab awal tragedi perjalanan jalan cinta Aisha Khumairah.

__ADS_1


Setelah Delon menyerahkan berkas rahasia terkait keluarga besar Yance kini dia menghubungi Iqbal untuk mengirimkan berkas rahasia keluarga Yance ke Anas, ya kenapa ke Anas? (Othor bahas di novel "Di Antara Rosario dan Tasbih).


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?


Jangan lupa vote dan like serta komentar nya ya🙏🙏, untuk menambah semangat author juga😊😊.

__ADS_1


Terimakasih semuanya.


Wassalamu'alaikum wr wb.


__ADS_2