Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 92


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


" Ulurkan cintamu karena Tuhanmu dan tariklah cintamu karena Tuhanmu, kamu tentu tak akan kecewa." Rasulullah Muhammad SAW.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Episode 92


Aisha menyeduh secangkir kopi dan secangkir the untuknya dan tak lupa dia mengambil beberapa camilan ringan untuk menemaninya mengibrol dengan suaminya, Fatih Nur Rakhman. Setelah meletakkan semuanya di balkon kamar kini Aisha membuka jilbabnya dan berdandan secantik mungkin untuk suaminya tersebut.


Fatih tertegun menatap Aisha yang terlihat sangat cantik menawan malam ini. “Aish, kamu cantik malam ini, bagaimana bisa aku mengalihkan mata dan hati ini untukmu semata?”


Aisha yang mendengar pujian Fatih hanya tersenyum sembari berjalan ke arah Fatih yang tengah ingin membakar rokoknya. “Mata dan hati itu berbeda tipis Mas, akan tetapi jika Mas Fatih bisa menjaga pandangan hanya untukku pasti hatinya Mas Fatih juga ikut terjaga juga. Bentar ya Aish ambilkan asbak.”


Aisha yang beranjak ingin mengambil asbak untuk Fatih kini terhenti karena tubuhnya di peluk erat oleh Fatih. Fatih mengecup lembut bibir Aisha. “Aku tak ingin merokok Bae, aku ingin ngomong sesuatu tapi aku takut menyakiti hatimu nantinya.”


“Mas, tidak baik jika dalam rumah tangga ada yang di tutupi, coba cerita ke Aisha sini.” ucap Aisha sembari duduk memangku kepala Fatih kemudian membelai rambut Fatih.


“Benar apa yang di katakan Rasulullah Muhammad SAW, jika hati seorang suami sangat nyaman di pangkuan istrinya.” ucap Fatih sembari menatap wajah Aisha.


“Bukan hanya hati suami yang teduh di pangkuan istrinya Mas, akan tetapi hati istri juga nyaman ketika berdua dengan suaminya. Seperti saat ini, Aisha bahagia bisa merasakan Mas Fatih sudah bertambah semakin baik.”


“Benarkah itu Bae? Padahal aku merasakan jika aku belum berubah untukmu dan untuk keluarga kecil kita bahkan aku juga gagal menjadi seorang kakak untuk Riko.”


Aisha tersenyum mendengar ucapan suaminya tersebut, sembari menyisir rambut suaminya tersebut dengan lembut, “Kenapa dengan Riko, Mas? Coba ceritakan ke Aisha sini.”

__ADS_1


Fatih menggeleng pelan kemudian dia bangkit dan menatap langit malam. “Aku yang anak pertama dari keluarga Al-Fatih merasa tak berguna Bae, aku dulu sangat di butakan cinta ke dia.”


“Dia? Vina Renata? A….” suara Aisha terputus karena jari manis Fatih menempel di bibirnya.


“Cukup sebut namanya dengan dia karena aku malu Bae. Aku anak dan bahkan suami yang gagal saat itu sampai aku tak mengetahui jika dulu Riko telah mencaari keberadaan keluarga Yance yang tersisa.” Fatih menunduk sembari menghapus air matanya perlahan.


“Menyesal itu boleh Mas tetapi Mas Fatih juga harus berfikir dan bertindak sesuai realita saat ini dan jika Riko sudah mengetahui Kak Shinta memiliki saudari kembar maka jangan bersedih juga Mas, Mas Fatih sebentar lagi akan menjadi ayah lho.” balas Aisha sembari mengelus perutnya seraya tersenyum ke arah Fatih.


“Aku akan menjagamu,menjaganya dan menjaga keluarga kita semua hingga nafasku yang terkahir kalinya Bae, aku cinta kamu Aisha Khumairah.” ucap Fatih memeluk erat Aisha dengan bercucuran air mata.


Kini Aisha tersenyum merasakan ketulusan hati suaminya dan dia merasakan semua perubahan Fatih. Aisha menatap langit malam di tengah tubuhnya di peluk suaminya, “Ya Allah ridhai rumah tanggaku seperti engkau meridhai rumah tangganya rasul rasulmu.”


“Aku boleh cerita semuanya Bae? Semuanya tentang apa yang aku alami sebelum bertemu denganmu seperti ini, boleh?” tanya Fatih sembari mengusap air matanya.


“Coba sini cerita ke Aisha dan minum kopinya dulu gih Mas, nanti keburu dingin. Bentar Aisha ambilkan asbak untuk Mas Fatih merokok.” ucap Aisha sembari beranjak mengambi asbak.


“Insya Allah Mas karena wanita mana sih yang tak cemburu jika suaminya menyebut nama yang lainya selain ibunya, istrinya dan anaknya? Tetapi jika Mas Fatih bercerita untuk kebaikan maka Aisha akan tahan cemburunya Aisha demi Mas Fatih.” balas Aisha mengecup bibir Fatih lembut.


“Perlakuanmu seperti inilah Bae yang membuatku ber-hijrah karena Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW. Demi Allah dan Rasulullah, aku mencintaimu Aisha Khumairah.” batin Fatih menatap manik mata Aisha sangat dalam.


“Mas? Ada yang salah dengan Aisha? Sayang kenapa kok ngelihatnya gitu?” Aisha kembali mengecup bibir Fatih.


“Kamu cantik Aish, cantikmu hanya bukan wajahmu tetapi hati dan sifat sikapmu yang mampu membuat Fatih ini bertekuk lutut, janji ya jangan cemburu nanti aku ceritakan semuanya tentang masalaluku dengan dia.” Fatih kembali meminta persetujuan Aisha.


“Janji tapi Mas Fatih beneran tak mau merokok dulu? Atau Mas Fatih ingin sesuatu?”

__ADS_1


“Nnanti saja Bae, baiklah aku ceritakan semuanya dan setelah ini aku harus bagaimana kedepanya denganku yang masih berlumuran dosa masa lalu. Vina Renata dulu sangat dekat denganku, akan tetapi aku yang dulu masih buta akan cintaku ke dia hingga dia menanyakan sebuah perusahaan milik ayah dan mama yang ingin aku berikan untuknya akan tetapi setelah aku berikan dua perusahaan untuknya dia sering menghilang dariku saat itu dan bertemu denganku hanya saat dia butuh materi dariku. Bodohnya aku langsung memberikan semuanya yang dia inginkan hingga Riko dan Delon menemukan dua perusahaan yang telah di jual olehnya.” ucap Fatih sembari menatap netra Aisha yang tengah menyimak penjelasannya.


“Terus dua perusahaan yang Mas Fatih maksud itu, dua perusahaan yang Aish beli dulu? Sejujurnya Aish saat itu tak tahu jika itu perusahaan keluarga Al-Fatih juga. Saat itu Aish hanya melihat dua perusahaan tersebut terbengkalai tidak terawat manajemennya, padahal kedua perusahaan tersebut bergerak dalam bidang kemanusiaan. Terus apa yang akan lakukan Mas Fatih setelah ini? Dengan melihat semua realita yang telah ada?” tanya Aisha sembari tersenyum tipis.


“Yang pasti, aku akan menjagamu dari siapapun termasuk Andre Villa Boaz yang masih mengincarmu untuk dimilikiny dan aku akan terus berdoa dan beriktiar agar tetap bersamamu hingga maut memisahkan kita berdua Bae serta selalu ingatkan jika aku salah nantinya dalam perjalanan rumah tangga kita. Love you Aisha.” Fatih mengecup lembut bibir Aisha.


“Makasih ya Mas, jaga hati dan pandangan Mas Fatih ini hanya untuk Aisha semata.” Aisha menunjuk dada Fatih.


“Jangan bosen juga nantinya selalu aku ajak sharing terkait apapun yang mungkin bisa menenangkan hatiku setelah aku bercengkrama dengan Allah SWT ya sayang.” balas Fatih sembari tersenyum di depan Aisha.


“Tentu dan selalu Mas, karena bagaimanapun juga sebuah rumah tangga itu kuncinya yang utama adalah saling berkomunikasi antara suami dan istri di samping berkomunikasi dengan Allah SWT tentunya. Aish tinggal masuk ke dalam ya. Mas Fatih merokok aja dahulu setelah itu Aish tunggu di tempat tidur.” Aisha membelai rambut Fatih sembari memberikan senyuman termanis untuk suaminya tersebut.


.


.


.


.


.


Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?


Jangan lupa vote dan like serta komentar nya ya🙏🙏, untuk menambah semangat author juga😊😊.

__ADS_1


Terimakasih semuanya.


Wassalamu'alaikum wr wb.


__ADS_2