
ππππππ
"Kami tidak memiliki solusi bagi manusia yang sedang jatuh cinta, kecuali menikah"Β (HR Ibnu Majah).
ππππππ
Episode 39
"Waalaikumsalam wr wb, Mama?." balas Aisha yang kini beranjak dari pangkuan Fatih.
"Lain kali kunci kalau mau bermesraan ya Fatih dan Aisha,paham? Minggir Fatih Mama rindu Aisha." ucap Mama Zahra Khumaira memeluk Aisha.
Fatih melirik ke arah Mama Zahra Khumaira yang tengah memeluk Aisha.
"Gak kangen Fatih Ma?" ucap Fatih mendekat ke arah Mama Zahra Khumaira.
Aisha memberikan Fatih ruang untuk memeluk Mama Zahra Khumaira.
"Sehat nak? Sudah makan siang?" tanya Mama Zahra Khumaira menatap Fatih dan Aisha bergantian.
"Belum Ma." ucap Fatih dan Aisha kompak.
"Hemmm, kamu itu gimana sih Fatih, yauda nih Mama sudah bawa masakan dari rumah, yuk makan tapi kok ada yang kurang ya?" ucap Mama Zahra Khumaira menoleh ke seluruh ruangan.
Aisha dan Fatih saling berpandangan melihat gelagat Mama Zahra Khumaira yang tengah menelisik ruangan saat ini.
"Assalamualaikum wr wb, Fatih!!! Aisha!!!." suara teriakan laki laki dari luar ruangan.
Aisha mendengar suara teriakan segera memeluk Mama Zahra Khumaira dan Fatih menggeleng karena suara itu adalah Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Kalian berdua!!! kenapa ada....." ucapan Ayah Ahmad Fatihurahman terputus karena mendapat lemparan sepatu dari Mama Zahra Khumaira.
Dukk (lemparan sepatu mengarah ke tubuh Ayah Ahmad Fatihurahman.)
"Waalaikumsalam wr wb, ngapain sih Yah teriak teriak hah?!!" nada suara Mama Zahra Khumaira berubah meninggi.
"Eh Mama, maaf maaf maaf, eh ada Aisha, gimana kabarmu nak?" tanya Ayah Ahmad Fatihurahman berubah lembut.
"Waalaikumsalam wr wb, baik yah, ayah sendiri gimana?" tanya balik Aisha.
"Alhamdulillah baik, mana Fatih?" tanya Ayah Ahmad Fatihurahman mencari Fatih di setiap sudut ruangan.
Fatih yang ketakutan bersembunyi di punggung Aisha, meskipun Fatih sudah besar pun tetap Ayah Ahmad Fatihurahman lah yang di takuti nya.
"Waalaikumsalam wr wb Yah, ayah sehat?" balas Fatih di balik punggung Aisha.
"Sini kamu!!! Ayah tanya, kenapa ada si kunyuk di kantor ini?" tanya Ayah.
"Kunyuk? Siapa sih Yah?" tanya Mama Zahra Khumaira penasaran.
"Oh sih Vina Renata Yah? Ayah ketemu dimana?" ucap Aisha yang mengerti ucapan Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Tadi di kantin nemuin Riko dan Delon kemudian ketemu dia, ngapain dia di sini Fatih?" tanya Ayah Ahmad Fatihurahman sambil menatap tajam Fatih.
"Aisha yang minta ke Kak Shinta Yah karena bagaimanapun juga dia juga butuh pemasukan juga Yah." sahut Aisha cepat.
Mama Zahra Khumaira dan Ayah Ahmad Fatihurahman menoleh ke arah Aisha. Sementara Fatih termangu mendengar jawaban Aisha.
"Nih yah buktinya kalau Vina Renata melamar juga ke perusahaan ini dan oleh karena itu Mas Fatih satu ruangan sama Aisha." ucap Aisha sambil memberikan dokumen lamaran milik Vina Renata ke Ayah Ahmad Fatihurahman.
__ADS_1
Ayah membuka lembaran dokumen lamaran milik Vina Renata, sementara Mama Zahra Khumaira ikut melihat yang di lakukan suaminya itu.
"Hemm gitu, kamu gak takut jika Fatih berselingkuh di belakangmu nak?" tanya Mama Zahra Khumaira.
"Insya Allah ndak bakalan Ma, bukan begitu Mas Fatih?" ucap Aisha menoleh ke arah Fatih.
Fatih terdiam karena dokumen lamaran milik Vina Renata bukan Fatih yang memasukkannya ke perusahaan akan tetapi Aisha sendiri. Fatih mendengar pembelaan terhadap dirinya dari Aisha seakan tertarik sedikit demi sedikit ke Aisha.
"Benar Fatih? Aisha yang memasukkan Vina Renata? Bukan kamu?" tanya Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Benar Ayah, yauda yuk makan, gak baik menekan suaminya Aisha begitu." ajak Aisha sambil menata makanan yang di bawa Mama Zahra Khumaira.
Mama Zahra Khumaira mendengar ucapan Aisha tersenyum karena merasakan Aisha yang begitu membela Fatih di depannya dan suaminya. Makan siang pun telah selesai dan perbincangan hangat di mulai dari Mama.
"Kalian berdua kapan kasih Mama cucu nak? Mama pengen gendong cucu." ucap Mama Zahra Khumaira.
Aisha yang tengah membereskan makanan menunduk malu karena sejak malam pertama dia tak di sentuh sekalipun oleh Fatih. Fatih yang mendengar permintaan Mama Zahra Khumaira terdiam.
"Lho kok pada diam? Haduh Mama sih buat mereka terdiam lho?" ucap Ayah Ahmad Fatihurahman menatap Aisha dan Fatih bergantian.
Fatih memandang Aisha yang terpaku mendengar ucapan Mama Zahra Khumaira nya sementara Aisha yang masih sibuk dengan hatinya hanya bisa tersenyum dan kembali tersenyum untuk menguatkan hatinya.
"Yauda yuk Yah kita pulang, gak enak sama mereka. Tadi mereka berdua tuh berjauhan dan Mama lihat Fatih memangku Aisha lho, yuk kita pulang." ajak Mama Zahra Khumaira.
"Yauda jangan lupa kunci kalau mau bermesraan ya Fatih dan Aisha kalau saran Ayah sih lebih baik bermesraan di rumah lebih panjang waktunya, hehehehehe." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman menggoda Fatih dan Aisha.
Aisha menunduk malu mendengar ucapan dari Ayah Ahmad Fatihurahman mertuanya itu, Fatih yang kikuk pun menetralisir perasaan hatinya mengingat kejadian tadi dengan Aisha.
Setelah kepulangan Mama Zahra Khumaira dan Ayah Ahmad Fatihurahman, Aisha kembali menatap layar laptopnya untuk menyiapkan pertemuan dengan kliennya.
"Aish? Sibuk? Aku mau bicara bisa?" ucap Fatih di depan Aisha.
Aisha mendengar suaminya tersebut segera menutup laptopnya dan menatap intens ke arah Fatih.
Hari Fatih bergetar menatap senyuman Aisha di depannya, rasanya berbeda dengan menatap senyuman kekasihnya yaitu Vina Renata.
"Aisha cantik ya Mas? Kok gak berkedip gitu menatap Aisha." suara Aisha membuyarkan lamunan Fatih yang menatap nya.
"Ehm iya eh maksud ku gini, apakah kamu yang memasukkan Vina Renata ke kantor ini untuk bekerja? Dan kalau boleh tau apa sebabnya?" tanya Fatih.
Aisha yang mengerti ucapan Fatih hanya mengangguk dan kembali tersenyum ke arah Fatih.
"Aisha buatkan kopi dulu ya Mas Fatih." ucap Aisha beranjak ke arah dapur mini di ruang kerjanya.
Fatih mengangguk sebagai jawabannya, segera dia mengambil sebatang rokoknya dan membakarnya dengan segera, Aisha menggeleng menatap suaminya yang lagi berfikir alasannya memasukkan Vina Renata ke kantornya.
"Ini Mas Fatih." ucap Aisha memberikan dua cangkir berisi kopi hitam.
"Lho kok dua? Emangnya kamu juga ngopi?." tanya Fatih.
"Ndak ngopi Aisha Mas, itu untuk Mas Fatih keduanya." ucap Aisha duduk di depan Fatih.
Fatih menatap Aisha keheranan "Pelajaran apalagi ini? Kenapa selalu membuat teka-teki dia?" batin Fatih sambil menyesap secangkir kopi buatan Aisha.
Fatih mendelik saat merasakan kopinya yang di rasa sangat pahit, terasa getir di lidahnya.
"Hueek ini apa kok gak ada rasa manisnya?" tanya Fatih ke arah Aisha.
"Coba minum air putih dulu Mas Fatih dan minum kopi di cangkir satunya." pinta Aisha tenang sambil memberikan segelas air putih.
__ADS_1
Fatih mencecap lidah nya yang masih meninggalkan rasa pahit dari kopi yang tanpa gula, segera dia menyesap air putih pemberian Aisha. Fatih mengangkat cangkir berisi kopi satunya dan menatapnya hati hati.
"Kenapa di lihat seperti itu? Gak ada racunnya kok Mas Fatih." ucap Aisha berlalu mengambil asbak untuk suaminya.
"Baiklah, bismillahirrahmanirrahim." ucap Fatih kemudian menyesap kopi yang masih hangat itu.
Mata Fatih terbelalak merasakan kopi yang seumur hidupnya baru kali ini merasakan kopi yang pas rasanya, tidak terlalu manis dan pahitnya pas.
"Nah ini baru enak, kamu pinter juga bikin kopi ya Aish." puji Fatih sambil menyesap lagi kopinya.
Aisha mengangguk mendengar ucapan Fatih dan mengambil kopi pahit yang tadi di minum Fatih dan menghabiskan kopi pahit tersebut. Fatih mendelik melihat Aisha meminum kopi pahit yang telah di buat kan untuknya.
"Lho itu pahit lho, kenapa di minum? Nanti lambungmu sakit, sini!!." ucap Fatih segera meraih gelas kopi di tangan Aisha.
Aisha yang sudah menghabiskan kopi pahit buatannya hanya tersenyum menyerahkan gelas kosong ke Fatih.
"Sekarang Aish tanya Mas Fatih, Mas Fatih kan yang sudah pengalaman dalam menjaga hati seorang wanita, benar?" tanya Aisha.
Fatih mengangguk memberikan jawaban ke Aisha, Aisha yang mendapatkan jawaban dari Fatih hanya bisa tersenyum kembali membalas anggukan Fatih.
"Pahit rasanya jadi Aisha Mas, jelas jelas Aisha yang menikah dengan Mas Fatih dan Mas Fatih sendiri yang mengucapkan ikrar janji di depan Abi Hamzah dan Ayah Ahmad Fatihurahman juga kan? Kenapa wanita lain yang mendapatkan hati Mas Fatih? Apa itu adil buat Aish Mas? Jika Aisha melakukan hal yang sama dengan Mas Fatih, pastinya Mas Fatih menganggap Aish murahankan?" balas Aisha sangat tenang tanpa emosi terpancar dari wajahnya dan ucapannya.
Fatih terhenyak mendengar ucapan Aisha, hatinya merasakan hal yang sama di rasakan Aisha.
"Aisha tahu dan paham jika Aisha bukan cinta pertama Mas Fatih akan tetapi Mas Fatih cinta pertama Aisha setelah Mas Fatih mengucapkan ikrar pernikahan. Meskipun kita berdua di jodohkan akan tetapi ada yang lupa dengan Mas Fatih, Mas Fatih memiliki seorang wanita yang telah melahirkan Mas Fatih yaitu Mama Zahra Khumaira kan? Aisha tak ingin memberikan ayat-ayat Allah SWT dan Al Qur'an untuk Mas Fatih kali ini tetapi realitanya Mas Fatih masih mencintai Vina Renata bukan Aisha yang jelas jelas istrinya Mas Fatih." ucap Aisha kembali sambil tetap tenang dan kembali tersenyum.
Fatih menunduk mendengar ucapan Aisha, hatinya bergemuruh mengingat apa yang di katakan Aisha memang benar adanya, Fatih telah berhak dan bertanggungjawab akan Aisha dan keluarga kecilnya dengan Aisha akan tetapi hatinya masih ingin dengan Vina Renata.
"Aku tidak tahu harus bagaimana Aisha, aku bahkan berfikiran tak pantas untukmu karena aku...." ucapan Fatih terputus.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Apakah Aisha mampu membuat Fatih jatuh hati ke dirinya? apakah Aisha mampu bersabar dengan Fatih?.