Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 76


__ADS_3

πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Ψ₯Ψ°Ψ§ Ψ§Ω„Ψ΄ΩŠ Ω…Ω† Ω†Ψ΅ΩŠΨ¨Ωƒ ΨΉΩ…Ψ±Ω‡ Ω…Ψ§ ΩŠΩƒΩˆΩ† Ω„ΨΊΩŠΨ±Ωƒ


If something is destined for you, never in million years it will be for somebody else.


Jika sesuatu memang ditakdirkan untukmu, sampai kapanpun tidak akan pernah menjadi milik orang lain.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Episode 76


Jam kuliah Aisha pun berakhir dengan sangat mudah di lahapnya dengan cepat dan mengerti serta Aisha meminta materi yang dia rasa tertinggal sangat jauh. Setelah merapikan buku dan beberapa barang ke loker miliknya di dampingi Shinta dan kedua sahabatnya kini Aisha berjalan menuju kantin untuk menceritakan semuanya.


Aisha menghubungi Fatih suaminya untuk sekedar memberikan semangat dan mengingatkan untuk jangan lupa kebutuhan nya beribadah kepada Allah SWT.


"Cie yang sekarang sudah halal langsung kirim pesan ke suaminya cie." goda Dina.


"Duh apa sih Din, mau cerita ndak nih aku?" tawar Aisha.


"Eh Aish, kemana Kakak mu Anas? Dina merindukan nya lho dan tadi berbisik ke telinga ku untuk meminta nomornya, boleh Dina meminta nomor nya? Siapa tahu bisa menjadi kakak ipar mu dia ,hahahahahahaha." tawa Sofiyah membuat Dina cengar-cengir.


Shinta yang mendengar nama Anas di sebut segera memberikan gesture tubuh tak suka dengan Sofiyah maupun Dina, Aisha yang mengerti gesture tubuh Shinta yang tak nyaman dengan segera langsung memberi isyarat ke Dina dan Sofiyah untuk tidak berisik.


"Kak Anas sudah ada yang punya jadi jangan mendekat ke Kakak ku, lagian kalian cantik cantik pastinya banyak laki laki yang suka kalian berdua, sudah yuk ke kantin, ini mau aku ceritakan ndak nih?" ancam Aisha.


Mereka berdua mengangguk dan mengikuti Aisha yang berjalan di depan dengan Shinta di sampingnya. Sementara itu Fatih yang mendapat pesan dari Aisha istrinya langsung memberikan informasi ke Delon yang tengah makan di depannya.


"Masih lama habisnya Delon? Kalau masih lama minta tolong siagakan pasukanmu untuk di sekitar Aisha karena sekarang dia di kantin bersama Shinta dan kedua sahabatnya." pinta Fatih dengan nada khawatir.


"Hah? Gak salah dengar kah Tuan Muda terdengar sangat khawatir ke Nona Muda Aisha?" tanya Delon sembari meledek Fatih.


"Mau ku hilangkan nyawamu atau kau mau menolong ku hah!!" ancam Fatih dengan nada membunuhnya.


Delon mengangguk cepat dan segera menghabiskan sisa makanannya dan segera berangkat untuk mengamankan area kantin yang terdapat Nona Muda Aisha milik Fatih Nur Rakhman putra pertama keluarga besar Al-Fatih.


Sementara Dio dan Arman menatap Fatih tak percaya, keduanya saling menatap kemudian menatap Fatih kembali. Fatih yang tak suka dengan tatapan kedua sahabatnya tersebut hanya melengos.


"Mau tanya? Tanya aja, mau kepo? Kepo aja." ucap Fatih malas.


"Kamu ndak jadi nikah sama Vina Renata? Siapa Aisha? Apakah istrimu?" tanya Dio hati hati.


"Ya, Aisha adalah istriku yang paling aku cintai tapi aku terlambat mencintainya." ucap Fatih dengan nada sedih.


"Berarti benar apa yang menjadi gosip tadi pagi jika kamu menggandeng wanita bercadar itu." kini Arman ikut membuka suaranya.


"Bukan gosip!!! Dia istriku!! Dan benar apa yang kalian katakan sejak SMA dulu, ternyata Vina Renata hanya memandang hartaku saja tetapi hatinya milik orang lain tetapi ketika semua terbuka kebobrokan Vina Renata dan yang membuka itu kalian tahu siapa?" tanya Fatih.


Arman dan Dio menjawab dengan menggeleng. Fatih tersenyum sendiri mengingat awal pertemuannya dengan Aisha, kemudian. "Aisha lah yang membongkar semuanya Man Dio, dia wanita yang bisa membuat hatiku merasa kan kedamaian di dekatnya."


"Boleh kita bertemu wanita itu?" ucap Arman dan Dio bersamaan.

__ADS_1


Fatih menoleh ke arah mereka berdua dengan tatapan elangnya seakan akan mencari masalah dengannya.


"Kalian berdua dekat dengannya!!! Aku pastikan besok tinggal nama di batu nisan kalian!!" seringai Fatih sembari memberikan gerakan tangannya ke lehernya.


Kembali ke Aisha yang sedang memesan beberapa makanan dan minuman di kantin kini merasakan tatapan tak suka pada dirinya.


"Biarkan saja mereka Aish, mereka iri tuh." bisik Dina.


Aisha tersenyum di balik niqabnya, setelah menikmati makanan dan minuman miliknya dan menatap ke arah ponselnya, kini mata Aisha menatap dan mengawasi sekitar kantin yang terdapat beberapa pasukan khusus bodyguard milik keluarga besar Al-Fatih.


"Kak, mereka semua bodyguard nya Mas Fatih?" bisik Aisha di telinga Shinta.


"Iya benar Nona, tuh di sana ada lima, di sana ada enam dan di pojok sana ada sepuluh, satu pasukan membawa pistol dan alat pelumpuh Nona, itu pun yang minta Nyonya Besar Zahra." bisik Shinta.


Beberapa pasukan khusus bodyguard milik keluarga besar Al-Fatih terlihat bersiaga dari jarak yang cukup untuk mengatasi segala hal buruk yang terjadi dengan menantu keluarga besar Al-Fatih tersebut, Delon yang baru sampai kini mengambil duduk agak jauh dari Aisha dan Shinta yang tengah berbincang.


Sementara Sofiyah dan Dina yang telah selesai ritual makan dan menghabiskan jus jeruk miliknya kini menatap Aisha dengan isyarat untuk bercerita.


Aisha yang di tatap kedua sahabatnya pun menggeleng. "Baiklah aku ceritakan semuanya tapi satu hal, kita bukan ghibah atau menjelekkan orang nya akan tetapi hanya membahas sifat dan sikapnya, janji kalian berdua??"


"Janji!!" ucap Sofiyah dan Dina serempak.


Aisha mengangguk dan memulai ceritanya dari mulai pertama kali bertemu Fatih yang kepergok berciuman Dengan Vina Renata, kemudian bertemu keluarga besar Al-Fatih pertama kalinya hingga pernikahan dia dan Fatih terlaksana.


Sofiyah dan Dina mangut mangut seolah faham dengan cerita Aisha. Aisha tak menceritakan bagaimana aib dari Fatih yang dulu pernah menjamah Vina Renata sebelum pernikahannya dengan Fatih akan tetapi menceritakan kebaikan Fatih setelah mengetahui keburukan sifat dan sikap Vina Renata.


"Oh begitu, pantas saja biang kerok tuh gak ada selama ini, ternyata gitu ya manusia yang mengejar duniawi." umpat Sofiyah sembari memaki Vina Renata.


"Terus kamu percaya begitu saja dengan pak Fatih Aish? Bukankah dulu dia pernah berciuman dengan si kutu kupret itu?" tanya Dina.


Ketika mereka berempat bersenda gurau dan ngobrol ringan sekaligus menunggu jadwal kuliah selanjutnya, tiba tiba seorang laki laki duduk di samping Aisha dan menggenggam tangan Aisha dan berusaha menarik paksa niqab Aisha. Shinta yang duduk di seberang Aisha segera mendaratkan pukulannya ke wajah laki laki yang telah menarik paksa niqab Aisha. Delon segera memberikan instruksi untuk membalikkan badan agar tidak menatap dan melihat wajah Aisha selain mahramnya yaitu Shinta dan kedua sahabatnya saat ini.


Delon segera menghubungi Fatih untuk segera ke kantin. Setelah Aisha membenarkan niqabnya kembali, air matanya jatuh tetapi sebuah tangan yang dia kenal menghapus air matanya.


"Bae, jangan nangis ada aku di sini." ucap Fatih menenangkan hati Aisha.


Fatih segera mencabut pistol yang berada di tangan Delon dan mengarahkan ke laki laki yang menarik niqab istrinya tadi.


"Kau!! Aku bunuh kau!!" Fatih segera menarik pelatuk pistol tetapi segera di tahan oleh Dio dan Arman yang tadi ikut berlari menyusul Fatih.


"Hei hei, sabar bro sabar, kenapa terburu-buru membunuh nya? Alangkah baiknya kita bermain sebentar bro." ucap Dio .


"Shinta, bawa istriku ke ruanganku dan Delon pastikan bajing@n ini masuk ke leopard kesayangan ku." ucap Fatih menyuruh Shinta untuk membawa keruangan nya.


Shinta segera mengajak Aisha untuk keruangan Fatih dan Setelah Aisha sampai di ruangan milik Fatih kini dia menatap ke Shinta dan ke arah dua sahabat nya.


"Kalian mengenal laki laki tadi?" tanya Shinta ke Dina dan Sofiyah.


Mereka terdiam dan dengan segera Aisha menelfon Fatih yang mungkin saat ini masih emosi di kantin.


"Assalamualaikum wr wb, Mas, aku sudah tidak apa apa, kembalilah kesini, jangan biarkan emosi mu menguasai mu, Aisha tak apa Mas." ucap Aisha penuh kecemasan.

__ADS_1


Sementara itu Shinta segera melacak laki laki yang melakukan tindakan tidak hormat ke Aisha kini mendapatkan jawabannya.


"Ternyata mahasiswa lama yang dulu mencintai Vina Renata." ucap Shinta sembari mencocokan database miliknya.


Delon yang meringkus laki laki tadi dengan kasar membantingnya di depan Aisha. "Hei bajing@n!! Kau minta maaf ke Nona Muda Aisha!!!."


Laki laki itu tersenyum sinis ke arah Delon dan beberapa bodyguard keluarga besar Al-Fatih kemudian menatap Fatih tajam dan seolah membunuh. "Kau sakiti Vina Renata wanita jal@ng!! kau tak pantas menikah dengan wanita bercadar itu!!!"


Bugh


Bugh


Bugh


Tiga pukulan di berikan Fatih ke arah perut laki laki tersebut karena berucap menghina Aisha di depan Fatih.


"Kau!! Ternyata masih hidup!! Gilang Angga, mahasiswa akhir ternyata dan kamu juga yang pernah menghasut wanita jal@ng itu tapi sayang wanita mu telah ku masukkan ke penjara dan sebelum masuk penjara aku berikan hadiah seperti adik ku memberikan hadiah ke dia!!" Fatih mencabut pistol nya dan mengarahkan ke Gilang.


Aisha segera memeluk Fatih, menahan Fatih agar tidak di kuasai emosional nya. "Aku baik baik saja Mas, sabar Mas, sabar, istighfar Mas, tidak semua di lakukan dengan kekerasan."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?


Jangan lupa vote dan like serta komentar nya yaπŸ™πŸ™, untuk menambah semangat author juga😊😊.

__ADS_1


Terimakasih semuanya.


Wassalamu'alaikum wr wb.


__ADS_2