
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
*أفضل شعور هو عندما تلتفت إلى وجهه وتجده يحدق بك***.
ʾAfḍalu šuʿūr huwa ʿindamā taltafitu ʾilā waǧhihi ūtaǧiduhu yuḥaddiqu bik.**
Perasaan terbaik adalah ketika dirimu menoleh ke wajahnya dan menemukannya sedang menatap dirimu.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 71
Fatih berjalan ke tengah keluarga besar Al-Fatih, keluarga besar Abi Hamzah dan keluarga besar Vina Renata. Sementara Delon dan Shinta menghilang entah kemana.
Fatih menghirup udara sebanyak-banyaknya untuk memulai pengakuan nya selama ini terhadap mahligai rumah tangganya bersama Aisha.
"Aku ceritakan semuanya akan tetapi perlu di garis bawahi aku melakukan hal tersebut, hal yang di mana hanya di lakukan manusia laknat seperti aku saat itu, aku melakukan dengan Vina Renata sehari sebelum aku menikah dengan Aisha akan tetapi aku meminta maaf ke Abi Hamzah dan Umi Fatimah bahwa aku lah yang merebut Vina Renata dari Kak Anas saat SMA dulu karena ..... karena Vina Renata mengungkapkan bahwa dia sudah tak bersama dengan Kak Anas kemudian seiring waktu aku di jodohkan dengan Aisha dan aku melakukan hal tersebut tidak sampai mengeluarkan nya di dalam rahim Vina Renata serta ......" ucapan Fatih terhenti karena mendapat pelukan Aisha secara tiba tiba.
"Jangan kamu teruskan, itu aib Mas, itu aib yang harus di kubur dalam dalam. Jangan ceritakan kembali apa yang tidak harus di cerita kan." pinta Aisha sembari menatap lembut ke manik mata Fatih.
Fatih merasakan kesejukan mendapatkan tatapan Aisha, dirinya kini takluk di depan kekasihnya, lebih tepatnya istrinya yang dulu pernah di tolak nya mentah mentah. "Biar Mas selesaikan dulu Bae, bagaimanapun ini dosa ku saat itu karena tindakan ku tanpa ku pikirkan untuk menerima mu di dalam hidup mati ku Aisha istriku."
Vina Renata yang merasakan panas melihat perlakuan mesrah Fatih terhadap Aisha segera mencabut pistol nya dan mengarahkan ke Aisha akan tetapi Riko yang sudah berada di belakangnya dengan menodongkan pistolnya ke belakang kepala Vina Renata. "Taruh!!! Dan jika kau melepaskan peluru itu maka nyawamu akan hilang saat ini juga Vina Renata!!! Delon!!! Shinta!!! Putar filmnya yang antara Vina Renata dengan Andre segera!!! Dan apakah mau ku putar adegan ranjangmu dengan Iwan beserta Andre, Vina Renata??"
Semua tersentak mendengar ucapan Riko yang menyebutkan nama Andre, tak terkecuali keluarga besar Vina Renata. Vina Renata mendelik ke arah Riko yang ingin memutar adegan ranjangnya dengan Andre dan Iwan saat itu.
Delon dan Shinta yang sedari tadi menghilang kini telah membawakan sebuah alat pemutar video beserta layarnya di ikuti beberapa polisi kepercayaan dari keluarga besar Al-Fatih.
"Sudah siap Tuan Muda Riko, apakah ada pementasan layar tancap? Film mana yang akan di putar? Apakah film berjudul Vina Renata vs Andre atau Vina Renata vs Iwan? Aku mempunyai keduanya Tuan Muda Riko." Delon tersenyum membunuh ke arah keluarga besar Vina Renata.
Semuanya menatap ke arah keluarga besar Vina Renata yang sangat ketakutan melihat beberapa polisi dan Riko yang berada di belakang Vina Renata segera melumpuhkan dengan tiga kali tembakan tepat di kaki Vina Renata.
__ADS_1
Dor.....
Dor....
Dor....
Vina Renata meringis kesakitan mendapat tiga tembakan di kaki nya dari Riko. "Itu hadiah dari aku. tembakan pertama karena kamu berusaha membawa kabur saham keluarga besar Al-Fatih. Tembakan kedua karena kamu ingin mencelakakan kakak ipar ku dan tembakan ke tiga karena kamu telah berusaha menjauhkan keluarga Yance saat itu Vina Renata!!!"
Riko segera menodongkan pistolnya kembali ke arah Vina Renata yang terjatuh tak berdaya di lantai rumah keluarga besar Al-Fatih. Suasana rumah keluarga besar Al-Fatih sangat tegang, tidak ada satupun yang berani menghentikan langkah Riko untuk menembakkan peluru sebelumnya, hingga....
"Riko, biarkan Mas Anas menjelaskan semuanya dan kita putar video antara Vina Renata dengan siapa tadi?... Andre?" Aisha berjalan tenang ke arah Riko dan merebut senjata api milik Riko dari tangan Riko.
Aisha menatap Vina Renata dan berusaha untuk menolong nya akan tetapi Shinta segera menangkap tangan Aisha dengan dalih untuk tidak menolong Vina Renata sedikitpun. "Aku tak pernah dendam ke siapapun Kak Shinta, meskipun di dalam perutnya itu memang benar atau tidak anak dari Mas Fatih biar waktu yang menjawab semuanya dan jika ada yang bilang aku munafik, aku wanita lemah. Maaf aku tak ingin lagi ada pertumpahan darah di depanku, tolong ambilkan perban dan beberapa obat-obatan untuk lukanya."
Shinta menunduk setelah melihat manik mata dan mendengar ucapan Aisha yang begitu jujur tak ada sedikitpun dendam kepada Vina Renata meskipun Fatih dulu sebelum menikahinya telah berbuat layaknya suami-istri.
Sembari mengobati luka Vina Renata, Aisha menatap Vina Renata. "Jika benar itu anak dari Mas Fatih maka buktikan dengan sejujurnya akan tetapi jika bukan benih dari Mas Fatih maka kamu aku lenyapkan sendiri Vina Renata."
Fatih menunduk mendengar ucapan Aisha, hatinya terasa sakit, dia merasakan mengapa baru sekarang dia merasakan cinta dan kasih sayang yang tulus dari seorang wanita setelah Mamanya.
"Maaf Aisha, Mama tak setuju jika kamu meninggalkan Fatih dan Mama yakin jika benih itu bukan milik Fatih, Delon, coba putar video antara Vina Renata dengan Andre, karena aku merasa mengenal Andre, benar begitu Yah?" Mama Zahra Khumaira menatap suaminya yang tengah mengingat sebuah nama.
"Coba putar Delon, meskipun ini aib Vina Renata, biar keluarga besarnya mengetahui perilaku anak perempuannya." pinta Ayah Ahmad Fatihurahman.
Delon mengangguk dan segera memutar video rekaman antara Andre dan Vina Renata yang sedang memadu cinta di atas ranjang begitu ganas, semua orang melotot tak terkecuali Fatih yang dulu merasakan bahwa Vina Renata lah kekasihnya, bahwa Vina Renata lah yang di sentuhannya saat dia tak menginginkan perjodohannya dengan Aisha. Hingga video selesai di putar semua menatap Vina Renata dan Fatih bergantian.
"Sekarang coba putar video Iwan dengan Vina Renata serta apakah benar itu benih dari anakku yaitu Fatih Nur Rakhman." pinta Mama Zahra Khumaira ke Delon.
Delon tampak ragu dengan memandang Fatih untuk memberikan jawaban. Mama Zahra Khumaira yang melihat Delon sedang menunggu jawab dari Fatih. "Delon, jangan melihat Fatih, meskipun ini aib Fatih tapi yang perlu kita garis bawahi adalah apakah benar dia telah merencanakan sesuatu untuk keluarga besar ku??"
Delon mengangguk mantap, Aisha segera memeluk Umi Fatimah karena hatinya terasa sangat pedih dan sakit ketika mengetahui bahwa suaminya pernah tidur pertama kali bukan dengannya, tetapi dengan wanita lain.
__ADS_1
"Sabar, jika tak kuat peluk Umi mu ini Aish, Umi yakin kamu mampu menghadapi semuanya Aish" Umi Fatimah mengelus kepala putrinya tersebut.
Semua menatap ke layar monitor terkecuali Abi Hamzah dan Umi Fatimah beserta Aisha yang menganggap Fatih dulunya adalah yang terbaik buat Aisha tetapi dalam kenyataannya saat ini Fatih telah merusak semuanya, termasuk kepercayaan Abi Hamzah dan Umi Fatimah.
Setelah video berakhir Ayah Ahmad Fatihurahman maju ke arah Fatih dan tanpa pemberitahuan lebih lanjut, Fatih menerima pukulan bertubi-tubi dari ayahnya tersebut hingga membuat luka di bibir, hidung bahkan di pelipisnya.
Fatih tak melawan karena dia sudah mengetahui kesalahan besar di buatnya, kali ini dia tetap akan mempertahankan rumah tangganya.
"Kau!! Kau saat itu sudah tahu dari Riko!! Sudah tahu dari Shinta juga!! Bahwa dia adalah wanita ular Fatih!!! Benar jika kau dalam video tersebut memakai pengaman saat melakukan hal laknat itu terhadap dia!! Akan tetapi ayahmu ini tak pernah mengajarkan kau seperti itu Fatih!!!" Ayah Ahmad Fatihurahman kembali memberikan pukulan demi pukulan ke arah Fatih hingga Fatih terjatuh.
Ayah Ahmad Fatihurahman yang berniat ingin menghabisi Fatih dengan cepat Abi Hamzah menahan tangannya untuk meneruskan perlakuan terhadap Fatih. "Ahmad, sudah jangan terlalu keras, santai saja, memang benar dia seperti itu yauda kita selesaikan secara baik baik akan tetapi kita dengar kan dulu dari pihak Aisha Fatih dan Vina Renata, jika benar itu anaknya Fatih dengan Vina Renata maka biarkan Aisha memilih sesuai dengan keinginannya."
Semua tercengang mendengar ucapan Abi Hamzah tak terkecuali Aisha, Aisha menatap Fatih yang tersungkur setelah menerima pukulan dari mertuanya kini berjalan ke arah Fatih. "Kamu jangan pergi Aisha, aku mencintaimu."
.
.
.
.
.
Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?
Jangan lupa vote dan like serta komentar nya ya🙏🙏, untuk menambah semangat author juga😊😊.
Terimakasih semuanya.
Wassalamu'alaikum wr wb.
__ADS_1