
ππππππ
ΩΨ§ ΨͺΩΨ³Ψ± ΩΩΨ¨Ψ§Ω ΩΨ±Ψ§Ω Ψ§Ψ¬Ω Ω Ω Ψ§ ΩΩ ΩΩ
Do not break a heart that considers you itβs most precious treasure.
Jangan kau hancurkan hati seseorang yang memperlakukanmu layaknya harta paling berharga miliknya.
ππππππ
Episode 79
Fatih terkekeh mendengar Aisha merajuk, kini di pandangi wajah Aisha istrinya itu dengan tatapan penuh dengan penghayatan, tangan Fatih membuka niqab Aisha dan semakin mendekat ke arah bibir Aisha dan Aisha merespon Fatih, akan tetapi ........
"Kkkkyyyyyyaaaaaa ....!!!!, Tuan dan Nona!!!! Mohon di kunci jika berbuat mesum." Delon menutup kembali pintu ruangan.
Aisha dan Fatih yang mendengar teriakkan Delon yang terdengar barusan segera menatap ke arah pintu yang sudah tertutup rapat.
"Cepat banget nutupnya tuh anak." ketus Fatih.
Wajah Aisha bersemu merah karena sempat terpergok Delon yang hampir berciuman dengan Fatih. Sementara Fatih segera menuju tempat berwudhu untuk menunaikan ibadah shalat Dzuhur nya dan Aisha segera menyusul Fatih untuk berwudhu kemudian menunaikan ibadah shalat Dzuhur berjamaah dengan suaminya tersebut.
Ketika Aisha dan Fatih tengah bersenda gurau bersama, pintu terketuk berkali-kali. Fatih segera beranjak untuk membuka pintu sementara Aisha segera masuk ke ruang kamar.
"Sudah selesai mesumnya Tuan Muda Fatih?" ledek Delon ke Fatih.
"Ada apa Delon?" suara Fatih berubah dingin ke arah Delon.
"Yaelah marah, nih ada surat buat Nona Muda Aisha tapi gak tahu siapakah yang mengirimkan nya, bagaimana tadi acara meracik adonannya Tuan Muda? Berhasil kah?" Delon kembali meledek.
Fatih tak menggubris ucapan Delon, di tatap nya surat yang tanpa nama pengirimnya kemudian menatap Delon kembali. "Laki laki atau perempuan yang mengirimkan nya?."
Delon mencoba mengingat pengirim surat tersebut. Aisha yang telah keluar dan berdiri di samping Fatih menatap surat di tangan suaminya. "Surat untuk siapa Mas??"
Mendapat pertanyaan Aisha, Anas segera memberikan kode ke Delon untuk keluar dari ruangannya. Fatih memberikan surat ke Aisha. "Gak tau Bae tapi kata Delon tadi untukmu, apa kamu pernah berkirim surat sebelumnya? Mungkin ke seseorang?."
Aisha mengerenyitkan dahinya kemudian menatap surat yang kini di tangannya. Dengan perlahan di buka surat tersebut dan di baca perlahan dengan Fatih di sampingnya.
Mata Aisha membulat membaca isi surat itu tetapi Fatih mengetahui siapa yang menulis dan mengirim kan surat iseng tersebut.
"Jangan di pikirkan Bae, kata katanya tak pantas di baca." Fatih mengambil surat dari tangan Aisha kemudian menggenggam tangan Aisha erat.
Kedua insan saling menatap, Fatih tersenyum ke arah Aisha. "Mereka akan ku hadapi jika kamu izinkan Bae, apa ku datang ke orangnya??"
"Apakah semua wanita bercadar itu tak baik Mas? Apakah aku salah jika berdampingan dengan mu? Dan apakah perlu aku melepaskan cadar ku? Apakah ......" bibir Aisha berhenti berucap karena jari tangan Fatih memberi isyarat.
__ADS_1
"Jika kamu membuka cadarmu maka aku tak bisa menjagamu sayang, karena apa aku berbicara seperti itu? Karena kamu pernah ngomong saat itu, jika wajah, bibir dan tubuh mu milik ku Bae? Berarti orang lain berhak dong menatap paras indah wajahmu Bae? Aku ngomong ya sama pengirim surat tersebut, boleh?" pinta Fatih.
Aisha menggeleng kemudian melepas cadarnya. "Apakah aku tak secantik mereka Mas? Apakah aku harus seperti ini untuk mendampingi mu?"
Fatih menggeleng mendengar ucapan Aisha yang begitu sendu, di kecup nya pelan bibir Aisha kemudian Fatih kembali memasang kan niqab milik Aisha kembali. "Jika kamu menanggalkan cadar mu karena omongan orang orang yang syirik kepadamu Bae maka biarkan saja dan izin kan aku yang memperbaiki diriku lebih baik lagi untukmu dan untuk keluarga kita, kalau gini kan cantik istriku dan terlihat sangat mempesona untuk ku di dunia dan di surga kelak."
Merasa dirinya di rayu suaminya kini Aisha menatap lekat ke manik mata suaminya tersebut untuk mencari dan menggali lebih dalam dalam netra Fatih akan tetapi Fatih tersenyum dan mengangguk. "Aku akan benar benar berubah karena Allah SWT dan dampingi aku juga Bae biarkan begini cadarmu untuk menutup apa yang aku miliki di kamu dan aku akan menundukkan pandangan ku juga."
Fatih bermanja-manja di pangkuan Aisha yang tengah mengelus rambut Fatih. "Seminggu lagi kita berangkat umrah Bae, apa yang ingin kamu pinta di kedua tempat suci kelak Bae?."
"Aisha buka cadarnya boleh Mas?" pinta Aisha.
"Bentar, aku kunci dulu biar tak ada curut masuk seperti tadi nyelonong masuk aja curut satu itu." ucap Fatih seraya berdiri untuk mengunci pintu ruangan kantor nya.
Tetapi belum sempat Fatih mengunci pintu sebuah ketukan panjang terdengar sangat keras.
"Keluar kau wanita bercadar!!! Kau tak pantas berduaan dengan Tuan Fatih!!!" terdengar suara wanita berteriak dari luar.
Fatih yang mengetahui siapa yang tengah berteriak itu dengan segera membukakan pintu. "Kau!!! bilang apa barusan hah!! Kau sudah tak tahu malu Lia!!."
Lia adalah salah satu teman perempuan SMA yang dari dulu hingga sekarang memiliki perasaan ke Fatih akan tetapi dulu terhalang oleh Vina Renata dan kini dia bertemu kembali dengan Fatih sebelum meeting dengan karyawan perusahaan keluarga besar Al-Fatih.
Lia menatap ke arah wajah Fatih dan berusaha menyentuh wajahnya tapi sayang Aisha menahan tangan Lia. "Maaf, Nona siapa? Dan jika ada keperluan silahkan masuk saja."
Lia menatap Aisha dengan tatapan merendahkan beberapa detik kemudian dia menghamburkan tubuhnya ke arah Fatih.
"Apa yang kamu lakukan Nona? Silahkan masuk dan duduklah, aku akan membuatkan hidangan teh ke anda." ucap Aisha kemudian berjalan ke arah mini kitchen dalam ruang kantor Fatih.
"Bae, jangan beranjak dari sini dan biarkan saja dia tidak di berikan suguhan darimu." ucap Fatih menggenggam tangan Aisha.
Lia menatap tajam Aisha, rasa bencinya Lia ke Aisha muncul ketika Fatih memanggil nya Bae.
"Siapa dia Fatih!! Kenapa setelah Vina Renata yang menghilang dari kehidupan mu kini ada wanita lainya untuk menghalangi ku? Apa kurangnya dari diriku ini Fatih?" ucap Lia sembari memamerkan tubuh seksinya di depan Fatih.
Aisha tak tinggal diam melihat Lia yang mulai memamerkan tubuh seksinya itu kini mengecup tangan Fatih dan bergelayut manja di samping Fatih dan berbisik lirih. "Jika Mas Fatih mau yang lebih dari itu Aisha beri lebih dari wanita itu."
"Tanpa kamu minta keinginanmu aku sudah paham Bae dengan dia jadi tenang saja aku hanya milikmu Bae." balas Fatih berbisik di telinga Aisha.
Lia yang melihat kemesraan Fatih dengan Aisha kini hatinya bergemuruh penuh emosi, dengan cepat dia menarik dan merobek niqab Aisha. Fatih yang mengetahui hal tersebut meradang penuh amarah.
Shinta dan Delon yang baru saja datang untuk mengurus gaji karyawan kini di kaget kan dengan robeknya niqab Aisha hingga Delon menunduk untuk menghindari menatap wajah Aisha.
"Kau Lia!!! Apa yang kamu mau hah!!!" Fatih mencekik leher Lia sangat kuat.
Shinta segera menyuruh Delon untuk membelikan sepasang jilbab dan niqabnya kemudian menutup pintu ruangan dengan sangat kasar.
__ADS_1
"Ku pikir anda sudah keluar Nona Muda Lia, Tuan Muda Fatih biarkan saya saja yang mengurus wanita J@lang ini." ucap Shinta sambil tersenyum membunuh ke arah Lia yang kesakitan akibat cekik kan Fatih.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?
Jangan lupa vote dan like serta komentar nya yaππ, untuk menambah semangat author jugaππ.
Terimakasih semuanya.
__ADS_1
Wassalamu'alaikum wr wb.