Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 43


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


إذا قدر لي أن أعيش حياتي مرة أخرى لكنت وجدتك عاجلاً.


ʾIḏā quddira lī ʾan ʾaʿīša ḥayātī marrah ʾuḫrā lakuntu waǧadtuka ʿāǧilan.


Artinya: Jika aku bisa menjalani (mengulangi) hidupku lagi, aku akan menemukanmu (mengenalmu) lebih cepat.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Episode 43


Malam semakin larut, selepas shalat Isya Fatih tertidur dengan posisi terduduk hingga adzan Shubuh berkumandang, Fatih yang tengah tertidur pun tak menyadari jika Aisha sudah tersadar.


"Aku dimana?" ucap Aisha lirih.


Aish menoleh ke samping nya, di lihatnya Fatih suaminya tengah tertidur seraya menggenggam erat tangannya.


"Qad lā ʾakūn rafīq mawʿiduk al-ʾawwal, qublatuka al-ʾūlā, ʾaw ḥubbuka al-ʾawwal, ūlakinnī ʾurīdu ʾan ʾakūn al-ʾaḫīr." lirih Aisha sambil mengusap kepala Fatih dengan lembutnya.


Fatih yang tersadar mendapatkan usapan di kepalanya segera dia terbangun.


"Maaf, sebentar aku panggilkan dokter." ucap Fatih segera beranjak dari duduknya tetapi Aisha segera menggenggam erat tangan Fatih dan menggeleng pelan seraya berkata..


"Shalat dulu yuk Mas, Imam i Aisha ya." pinta Aisha.


"Tapi Aish? Aku panggil dokter dulu setelah itu sholat." kekeh Fatih seraya menekan nomor Delon.


"Assalamualaikum wr wb, Tuan, ada yang bisa saya bantu?" teriak Delon dari luar.


"Waalaikumsalam wr wb, panggil kan dokter, Aisha sudah sadar dan ingat dokter perempuan serta satu lagi, jangan masuk!!" Balas Fatih dengan tegas.


Aisha yang menyadari jika jilbabnya tidak melekat segera menutup dengan selimut.


"Kenapa di tutup? aku sudah melihatnya Aisha, aku minta maaf ya." ucap Fatih tulus.


"Qad lā ʾakūn rafīq mawʿiduk al-ʾawwal, qublatuka al-ʾūlā, ʾaw ḥubbuka al-ʾawwal, ūlakinnī ʾurīdu ʾan ʾakūn al-ʾaḫīr." balas Aisha.


"Artinya apa?" tanya Fatih kemudian.


"Artinya: Aku mungkin bukan kekasih pertamamu, ciuman pertamamu, atau cinta pertamamu, tetapi aku ingin menjadi yang terakhir, Mas Fatih mau kan menjadikan Aisha yang terakhir?" pinta Aisha.


Fatih yang mendengar ucapan Aisha tersenyum kemudian Wajah Fatih mendekat ke arah Aisha, Aisha menatap lekat Fatih yang semakin mendekat ke wajahnya dengan menutup matanya untuk menerima perlakuan dari Fatih, akan tetapi....


"Assalamualaikum wr wb, eh maaf Tuan, jangan dulu, Nona Aisha masih sakit nanti nunggu sembuh dulu." ucap dokter membuyarkan aksi Fatih yang berniat mencium bibir Aisha.


"Waalaikumsalam wr wb, eh dokter, maaf." ucap Aisha tersipu malu.


"Waalaikumsalam wr wb, tekan bel dulu sebelum masuk napa sih dok?" Fatih menggerutu menyembunyikan wajahnya yang terlihat kikuk.


"Emang ada bel nya Tuan? Yauda permisi saya cek kondisi Nona Aisha." ucap dokter sambil mengecek kondisi jahitan Aisha yang sedikit membuat Fatih berkeringat dingin.


"Putih banget." batin Fatih sambil menelan ludahnya.


"Alhamdulillah kondisi jahitan sudah membaik karena peluru tidak terlalu dalam akan tetapi Nona Aisha jangan makan atau minum yang sembarangan dulu ya, saya pamit dulu Tuan dan Nona, assalamualaikum wr wb." pamit dokter.

__ADS_1


"Waalaikumsalam wr wb. Baik dok, terimakasih atas perhatiannya." balas Aisha seraya menyelipkan anak rambut ke belakang telinganya.


Fatih kembali terkesiap menatap leher jenjang Aisha yang putih hingga tak sadar dokter dan suster telah pamit untuk undur diri.


"Mas Fatih lihatin apa?" tanya Aisha menatap Fatih.


"Itu." tunjuk Fatih polos.


"Apa sih Mas? Yuk dah shalat Shubuh dulu, tapi aku gak bawa mukena." ucap Aisha sedih.


"Istirahat Aish, biar aku yang shalat Shubuh dan kamu jangan memaksa karena kondisimu baru siuman juga, jangan memaksa." tegas Fatih.


"Baiklah, yauda segera mas karena mau habis shubuh nya Mas Fatih, Aish mau istirahat dulu." ucap Aisha.


Fatih segera berwudhu untuk menunaikan ibadah shalat Shubuh sementara Aisha merenung mengingat ucapan Andre yang kemarin berkata tentang suaminya dan Vina Renata telah melakukan hal seperti itu.


"Kalau benar Mas Fatih melakukannya dan nanti Vina Renata hamil bagaimana?" batin Aisha merasakan sakit di hatinya.


"Apakah aku siap di madu?" batinnya berteriak kembali.


Fatih yang telah melaksanakan shalat nya menghampiri Aisha yang tengah melamun.


"Aish? Kok diam? Ada yang sakit?" tanya Fatih menatap wajah Aisha dekat.


"Eh, ndak ada Mas, boleh tanya?" pinta Aisha.


"Pasti menanyakan tentang Vina Renata?" balas Fatih.


Aisha mengangguk memberikan jawaban, sementara Fatih menghembuskan nafas berat.


"Mas, semua manusia tidak ada yang sempurna juga kok tapi jika Mas Fatih ingin menikah dengan Vina Renata karena Vina Renata hamil anak dari Mas Fatih, Aisha harap kita tetap bersama, Aisha rela di madu asalkan jangan gugurkan anak Mas Fatih dengan Vina Renata." jawab Aisha menunduk meneteskan air matanya.


Fatih tercekat mendengar ucapan Aisha, hatinya teriris merasakan sakitnya ucapan Aisha.


"Lupakan itu Aish, aku tak merenggut kesuciannya yang pertama kali dan dulu aku melakukannya karena ingin menjadikan dia istri kedua sebelum aku mengetahui kebusukannya." jawab Fatih sembari menggenggam tangan Aisha.


"Tapi Mas? Bagaimanapun juga Mas Fatih sudah menyetubuhinya kan? Aisha ingin Mas Fatih bertanggung jawab nantinya ke Vina Renata Mas." balas Aisha sembari tersenyum ke arah Fatih.


Fatih kembali menundukkan kepalanya, hatinya bergemuruh hebat mendapat senyuman dari Aisha.


"Tak akan Aish, meskipun dia hamil pun aku tak akan bertanggungjawab karena saat itu keluarkan di luar." Fatih berkata lirih.


"Lho kalau di keluarkan di luar itu kan benar Mas? Bukankah kalau keluar itu yang di keluarkan di luar ya?" Aisha menjawab lugu dan polos.


Fatih terdiam mendengar kepolosan Aisha. Di tatapnya wajah polos Aisha lekat lekat seolah-olah Fatih ingin menerkamnya karena merasa gemas.


"Sudah jangan bahas dia, Aish aku mau tanya, boleh?" tanya Fatih serius.


"Boleh, apapun pertanyaan Mas Fatih akan Aisha jawab kok." jawab Aisha sembari tersenyum manis.


"Apakah masih ada jalan di hatimu untukku yang telah melakukan kesalahan pada pernikahan kita? Apakah kamu mau memaafkannya Aish? Jujur aku masih merasakan hampa ketika melihat realita jika Vina Renata hanya menginginkan hartaku bukan memiliki dan menjaga tubuhnya untuk ku, maaf aku berbicara seperti ini ke kamu Aish." ucap Fatih dengan seriusnya.


Aisha mengangguk seakan memahami perkataan dan pertanyaan Fatih suaminya itu.


"Kalau Aisha balik tanya begini Mas Fatih, apa Mas Fatih sudah mencintai Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW Mas? Apakah Mas Fatih benar benar ingin merubah semuanya? Bertaubat maksudnya Aisha, Mas Fatih imam milik Aisha kan? Imam nya anak anak kita kelak dan iman nya keluarga kecil kita nantinya, jika Mas Fatih bertanya ke Aisha apakah Aisha cemburu ke Vina Renata yang bisa membuat Mas Fatih mencintainya? Jawabannya iya jelas cemburu Mas akan tetapi Aisha sadar kok jika Aisha bukan yang pertama di hatinya Mas Fatih tetapi Aisha hanya menginginkan yang terakhir dan satu satunya untuk Mas Fatih, apakah itu berat bagi Mas Fatih?" tanya Aisha hingga membuat Fatih menunduk sangat dalam.

__ADS_1


Aisha yang menatap Fatih tengah menunduk pun faham akan kekosongan hati Fatih saat ini. Akan tetapi Aisha hanya manusia biasa yang akan menjaga dan mempertahankan rumah tangganya.


"Mas, jika Mas Fatih masih mencintai Vina Renata akan tetapi Mas Fatih sudah mengetahui sifat dan sikap Vina Renata ke Mas Fatih, Mas Fatih bisa mencari jawaban itu semuanya di sujudnya Mas Fatih serta izinkan Aisha mengisi kekosongan hatinya Mas Fatih meskipun sulit bagi Aisha nantinya." ucap Aisha sambil memegang dagu Fatih untuk menatap wajahnya yang tengah tersenyum.


Fatih yang mendapat perlakuan seperti itu menatap Aisha lekat hingga tak terasa air matanya terjatuh membasahi pipinya.


"Maafkan aku Aish, izin kan aku memperbaiki diri untuk kita, untuk keluarga kecil kita meskipun sulit dan banyak rintangan nantinya, izinkan aku memenuhi hatimu Aisha." Fatih menghamburkan tubuhnya memeluk Aisha sangat erat.


Aisha yang di peluk Fatih suaminya itu membalas dan memberikan pelukan hangat untuk suaminya yang tengah menangis sesenggukan.


"Kita berjuang bersama-sama Mas, Mas Fatih harus menambah ibadah wajib dan sunnah juga ya, minta ke Allah SWT jangan ke Aisha saja Mas, karena hati Aisha itu yang menciptakan adalah Allah SWT." bisik Aisha sembari mengeratkan pelukannya.


"إذا قدر لي أن أعيش حياتي مرة أخرى لكنت وجدتك عاجلاً.


ʾIḏā quddira lī ʾan ʾaʿīša ḥayātī marrah ʾuḫrā lakuntu waǧadtuka ʿāǧilan. Jika aku bisa menjalani (mengulangi) hidupku lagi, aku akan menemukanmu (mengenalmu) lebih cepat." sambung Aisha mengecup pipi Fatih dengan penuh kasih.


Fatih merasakan kehangatan dari perlakuan Aisha ke dirinya hingga sebuah tepukan di bahunya tidak menyadarkannya.


"Selamat Pagi, maaf bisa bertemu dengan Tuan Muda Fatih?" suara seorang perempuan di belakang Fatih dan Aisha saling berpelukan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Siapakah perempuan tersebut? apakah??

__ADS_1


Yuk jempolnya gaes halo gaes jempol, like dan komentar nya gaes.


__ADS_2