Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 66


__ADS_3

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


ุฃูุถู„ ุดุนูˆุฑ ู‡ูˆ ุนู†ุฏู…ุง ุชู„ุชูุช ุฅู„ู‰ ูˆุฌู‡ู‡ ูˆุชุฌุฏู‡ ูŠุญุฏู‚ ุจูƒ.


สพAfแธalu ลกuสฟลซr huwa สฟindamฤ taltafitu สพilฤ waวงhihi ลซtaวงiduhu yuแธฅaddiqu bik.


Artinya: Perasaan terbaik adalah ketika dirimu menoleh ke wajahnya dan menemukannya sedang menatap dirimu.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Episode 66


"Bae, jangan kasih lihat wajahmu ya ke Ayah ku, please " rengek Fatih.


Aisha menggeleng dan tersenyum sangat manis tetapi sayang terhalang niqabnya. Fatih memonyongkan bibirnya merajuk seperti anak kecil yang meminta es krim. Semua tertawa melihat Fatih seperti anak kecil bermanja-manja di pangkuan Aisha.


Hari demi hari, kini Aisha sudah di perbolehkan pulang setelah semua di cek kesehatan nya dengan baik serta teliti oleh tim dokter terbaik di rumah sakit milik keluarga besar mertuanya tersebut.


Aisha kini di ajak Fatih ke sebuah kompleks perumahan elit yang terlihat mewah dan tak jauh dari kompleks pesantren An-Nur milik Abi Hamzah dan Umi Fatimah.


"Mas ini rumah siapa?" tanya Aisha menatap ke rumah besar di depannya.


"Rumah kita Bae, nanti aku izin Mama, yuk masuk" ajak Fatih menggenggam tangan Aisha.


Fatih menggenggam erat jemari Aisha memasuki rumah yang di beli nya diam diam tanpa sepengetahuan Aisha, Mama Zahra Khumaira dan Ayah Ahmad Fatihurahman. Beberapa bodyguard yang di suruh oleh Delon kini telah berjaga tak jauh dari Fatih dan Aisha hanya bisa berdiri sejauh tiga ratus meter untuk mengamankan Aisha dan Fatih yang masih di incar Vina Renata sampai detik ini.


"Assalamualaikum wr wb, Tuan dan Nona Besar" ucap asisten rumah tangga sembari membukakan pintu untuk Fatih dan Aisha.


"Waalaikumsalam wr wb, bagaimana mbok? Sudah bersih semuanya? Mamang Yanto kemana?" tanya Fatih menatap ke asisten rumah tangga di depannya.


"Yanto di belakang Tuan, Tuan dan Nona jika ingin sesuatu saya persiapkan sekarang." ujar si Mbok.


"Bae mau makan sesuatu? Atau kita berkeliling dulu?" Fatih menawarkan ke kekasih nya itu.


Mbok asisten rumah tangga Fatih dan Aisha yang mengerti setelah di berikan kode dari Fatih untuk meninggalkan Fatih dan Aisha untuk berdua saja pun bergegas pamit ke Fatih dan Aisha.


"Bentar Mas, Aisha ingin Mas Fatih izin dulu ke Mama dan Ayah dulu, bagaimanapun juga Mas Fatih itu masih dan memiliki tanggungjawab ke kedua orangtuanya Mas Fatih termasuk Mama Zahra Khumaira Mas, Aisha mohon Mas kita bicara dengan Mama dan Ayah dulu." Aisha merengek seperti anak kecil ke Fatih.


Fatih tertegun mendengar penjelasan Aisha. "Mas, surgamu itu masih di telapak kaki Mama Zahra Khumaira dan surganya Aisha ada di Mas Fatih, Aisha khawatir jika Mama Zahra Khumaira tak ridha jika kita tidak berembuk dulu Mas, boleh kita hidup mandiri setelah menikah akan tetapi Mas Fatih juga harus minimal izin dan berdiskusi ke Mama Zahra Khumaira juga Mas Fatih." Aisha melanjutkan penjelasannya.


Fatih yang menatap wajah Aisha sangat dalam dan teduh kini semakin mendekat kemudian ******* bibir Aisha sangat dalam tanpa permisi dari pemilik nya. Aisha membalas ciuman Fatih dengan sangat lembut hingga tak mengetahui jika Mama Zahra Khumaira dan Ayah Ahmad Fatihurahman berdiri di belakang mereka berdua.


"Ekhem, Ma sepertinya kita menggangu, yuk kita pulang ....!!" suara bariton milik Ayah Ahmad Fatihurahman menggema.


Aisha segera mendorong dada Fatih untuk segera menjauh setelah kepergok bermesraan dengan Fatih. Fatih menggeleng dan mendengus kesal karena kemesraan nya di ganggu oleh ayahnya.


"Assalamualaikum wr wb, Mama, Ayah, sudah lama menunggu?" tanya Aisha menunduk malu setelah mencium tangan Mama Zahra Khumaira dan Ayah Ahmad Fatihurahman untuk bersalaman dan di ikuti Fatih.


"Waalaikumsalam wr wb, kenapa menunduk Aish? Sudah biasa aja, duduk sini menantuku." ajak Mama Zahra Khumaira mengajak Aisha untuk duduk di sampingnya.


Mama Zahra Khumaira dan Ayah Ahmad Fatihurahman menatap isi rumah yang di beli Fatih diam diam tanpa ada yang tahu seorang pun.


Fatih yang paham dengan tindakan kedua orangtuanya kini menunduk, Ayah Ahmad Fatihurahman menelfon seseorang. " Carikan rumah yang tepat di dekat rumah anakku dan usahakan besok sudah bisa aku tempati dengan istriku."


Aisha menatap Fatih dengan beribu-ribu pertanyaan tetapi Fatih segera menggenggam tangan Aisha dengan begitu lembut seolah-olah berkata. "Tenang, aku yang ngomong setelah ini."


Mama Zahra Khumaira menatap Fatih tajam dengan beribu-ribu pertanyaan yang siap atau tak siap untuk di jawab Fatih.


"Fatih, Mama mu ini boleh tanya?"


"Ma, sebelumnya Fatih memohon maaf jika Fatih tak beri informasi jika Fatih membeli rumah untuk rumah tangga ku dengan Aisha karena aku ingin memulai semuanya dengan Aisha dari nol dan menebus kesalahanku ke dirinya akan tetapi Fatih bersalah tidak meminta izin serta restu dari Mama" wajah Fatih menunduk penuh penyesalan.


Mama Zahra Khumaira tersenyum ke arah Fatih. "Kamu sudah berubah Nak, kekuatan apa yang di berikan Aisha untukmu, doa apa yang di panjatkan Aisha untuk hatimu yang keras hingga melunak saat ini" Mama Zahra Khumaira menatap mata Fatih penuh keibuan.


Ayah Ahmad Fatihurahman yang mengerti jika istrinya ingin ngobrol bertiga dengan anak serta menantunya kini meninggalkan mereka bertiga untuk berbicara dengan Delon yang tengah memberikan instruksi ke bodyguard untuk Aisha dan Fatih. "Bagaimana kondisi di sini Delon? apakah aman dari wanita busuk itu?."


"Aman Tuan Besar akan tetapi saya dapat surat dari Komandan Iqbal untuk menunda keberangkatan Shinta karena ....." ucapan Delon terputus.


"Karena apa Delon? Apa yang terjadi sebenarnya?" Ayah Ahmad Fatihurahman terlihat sedikit panik.


Delon memberikan sebuah foto ke arah Ayah Ahmad Fatihurahman dan beberapa surat dari kemiliteran dimana Anas bertugas.


"Shanti sudah di temukan oleh Tuan Anas beberapa hari yang lalu dan saat ini komandan Iqbal ingin menangkap Andre terlebih dahulu karena Shinta dan Shanti adalah saudara kembar yang ternayata sahabat anda Tuan Besar Ahmad Fatihurahman" ucap Delon sedikit memelankan suaranya.


Ayah Ahmad Fatihurahman mengangguk sebagai jawabannya. "Hubungannya Shinta tidak menyusul Anas kenapa??"

__ADS_1


Delon kembali memberikan sebuah berkas yang berisikan kejahatan Andre dari Iqbal. Ayah Ahmad Fatihurahman menunduk ketika membaca sebuah nama "Yance". Mata Ayah Ahmad Fatihurahman berkaca-kaca dan tangannya gemetar ketika menyentuh foto keluarga besar Yance.


"Shinta sebentar lagi mengetahui siapa pembunuh keluarga besarnya dan Yance bagaimana pun adalah sahabatku Delon, jika nanti Shinta menolak untuk tidak berangkat ke Mesir tolong hadapkan ke aku dan atur keberangkatan Riko untuk menebus kesalahanku dulu yang tak bisa menjaga keluarga besar Yance" pinta Ayah Ahmad Fatihurahman seraya berjalan meninggalkan Delon yang membungkukkan badan untuk memberi hormat.


Mama Zahra Khumaira yang sedang berbincang dan tertawa bersama anak dan menantunya kini melihat suaminya dengan penuh pertanyaan. Fatih yang mengikuti tatapan Mama Zahra Khumaira menatap lurus ke arah sebuah map yang di pegang Ayah Ahmad Fatihurahman.


"Ada apa sayang? Kok mukanya di tekuk gitu?" tanya Mama Zahra Khumaira ke suaminya.


Ayah Ahmad Fatihurahman segera merubah mimik wajahnya menjadi ceria. "Tanah di sini murah murah ternyata Ma dan sudah ku beli semuanya dan besok kita akan membangun rumah di depan rumah Fatih dan Aisha, bagaimana Sayang??"


Mama Zahra Khumaira mengangguk setuju. "Apa yang terbaik dari pilihan Ayah, mama ikut saja Sayang."


Fatih berbisik lirih ke Aisha. "Ada yang gak beres Bae, wajah Ayah tak gitu jika mendapatkan tanah yang murah, apakah gerangan yang terjadi ya Bae??"


Aisha memberi isyarat untuk di bahas nanti dan kemudian Ayah Ahmad Fatihurahman menatap Fatih tajam. "Fatih, Ayah tak ingin jika nantinya menantu Ayah dan Mama mu ini kembali kau sakiti dan Ayah berharap agar kamu menjadi Imam keluarga yang membimbing Aisha dan anak anak mu kelak tak seperti Ayah mu ini, maafkan Ayah mu ini nak."


Fatih tercekat mendengar ucapan permintaan maaf Ayah Ahmad Fatihurahman, di tatapnya Ayah Ahmad Fatihurahman dengan sangat lekat seolah-olah mencari jawaban di kedua manik mata milik Ayah Ahmad Fatihurahman.


"Tidak ada wanita lainya yang kamu cintai selain Mama mu dan istrimu yaitu Aisha Khumairah binti Hamzah, bisa kau menerima permintaan dari ayahmu ini nak?" pinta Ayah Ahmad Fatihurahman.


Fatih menunduk merasakan hatinya bergetar mendengar kembali permintaan maaf dari ayahnya. Matanya berkaca-kaca kemudian mengalir deras air matanya tak bisa di bendung lagi. Fatih mencium kaki Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira. "Ayah, Mama, Fatih masih banyak belajar dari Ayah dan Mama serta belajar dari istriku Ayah, Fatih juga meminta maaf ke ayah jika selalu berkata kasar dan tidak menurut jika di nasehati oleh ayah, Fatih minta maaf Ayah."


Mama Zahra Khumaira tersenyum mendengar suara Fatih dan hati Fatih yang sudah benar benar berubah. "Berjanjilah nak, jika suatu saat nanti ada yang datang kembali entah dari masa lalu mu dan yang belum terjadi. Berjanjilah untuk tetap saling menjaga terutama jagalah Aisha seperti kamu menjaga Mama, hormatilah Aisha seperti kamu menghormati Mama mu ini."


Fatih mencium tangan Mama Zahra Khumaira penuh takzim sangat lama, sementara itu Aisha tersenyum haru melihat perubahan dari Fatih atas izinnya Allah SWT. "Semoga Qanaah ya Mas Fatih suamiku, ya Allah SWT berikan kekuatan mu sekali lagi untuk melewati jalan cinta hamba mu ini seperti Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Siti Fatimah binti Muhammad SAW. Meskipun Aisha memiliki banyak kekurangan nantinya."


Setelah berbincang agak lama akhirnya Fatih memutuskan untuk kembali ke rumah Mama Zahra Khumaira dan Ayah Ahmad Fatihurahman untuk memulai kehidupan barunya selama menunggu rumah Ayah dan Mama terbangun tepat di depan rumahnya saat ini.


Aisha tersenyum ketika melihat Hafisah berlari ke arahnya dengan di ikuti Ibu Zulaikha bersama beberapa asisten rumah tangga di rumah Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira.


"Buna tidul sini? Buna kok ada Ayah juga sih?" suara cadel Hafisah membuat Aisha tertawa kecil di balik niqabnya.


"Kan Ayah Fatih suaminya Buna, Hafisah bagaimana Bu Zulaikha untuk sekolah nya? Dan apakah sudah di berikan pengertian jika ....." ucapan Aisha terputus karena Hafisah merengek minta di gendong oleh Mama Zahra Khumaira.


Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira tertawa kecil melihat Hafisah yang minta gendong ke mereka berdua.


"Buna, kenal kan, ini Mama acu lho, Mama baik banget, tadi pagi di antal cekolah telus di ungguin tapi papa tak mau nungguin kalena katanya panas, hapijah tak bolo papa." ucap Hafisah di gendongan Mama Zahra Khumaira.


Mata Aisha membulat sempurna ketika Hafisah memanggil Mama dan papa ke mertuanya itu. Mama Zahra Khumaira mengangguk sebagai jawaban atas tatapan mata Aisha Khumairah ke arah nya dan suaminya bergantian.


"Beneran ini ma? Makasih ya Mama, makasih Ayah, Hafisah sudah makan?" tanya Aisha ke Hafisah yang sedang asik bermain di gendongan Mama Zahra Khumaira.


Fatih tertawa lepas mendengar ancaman dari Hafisah. "Aku punya adik lagi sekarang, hahahahahahaha, iya iya Hafisah sayang, Ayah Fatih tak akan melukai Buna Aisha, karena Ayah Fatih sayang ke Buna Aisha."


Semua tersenyum ke arah Aisha, terutama Mama Zahra Khumaira tersenyum lepas melihat wajah Aisha yang berubah kemerahan meskipun tertutup niqab.


.


.


.


.


.


.


.


.


Assalamualaikum wr wb, hallo gaes, diriku kembali merilis nih, bagi yang sudah merindukan perjalanan cinta milik Aisha. Yuk komentar juga ya please ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™.


Terimakasih bagi pembaca setia "Jalan Cinta Aisha Khumairah"


Wassalamu'alaikum wr wb.


Jangan lupa ibadah nya di jaga ya semua reader.


Ikuti terus ya squell nya.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Di lain tempat Riko menatap selembar foto dengan tulisan "My Mine ". Riko menatap foto wanita yang berlambang Rosario hanya bisa tersenyum kecil di ikuti air matanya mengalir. "Aku bukan meninggalkanmu Diana akan tetapi aku tunjukkan jika kita berbeda termasuk ketika bertemu nantinya."


Kenangan saat pertemuan pertamanya dengan gadis bernama Diana Yance saat berlibur di Mesir sendirian untuk mencari keberadaan adik kandung Shinta atas permintaan dari ayahnya yaitu Ayah Ahmad Fatihurahman.


...๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸƒFLASHBACK ON๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ...


Riko yang pertama kali menginjakkan kakinya di Mesir, dimana negeri yang pernah menjadi bagian sejarah dimana Fir'aun berkuasa. Riko berjalan menuju mobil yang sudah di siapkan Delon dari negara I.


"Darimana aku memulainya?" lirih Riko menatap foto Shanti yang telah di berikan oleh ayahnya yaitu Ahmad Fatihurahman.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


SSSSTTTOOOOOPPPPP, penasaran??? yauda nanti Othor bahas deh setelah kalian tinggal kan komentar dan like nya ya dan Othor taruh di (Kalau penasaran baca juga "Di Antara Rosario dan Tasbih ").


__ADS_2