Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 55


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


أنا لست بحاجة إلى الجنة لأنني وجدتك. ولست بحاجة للأحلام لأنك معي.


ʾAnā lastu biḥāǧaẗin ʾilā al-ǧannah liʾannanī waǧadtuk. walastu biḥāǧaẗin lilʾaḥlām liʾannaka maʿī.


Artinya: Aku tidak butuh surga karena aku menemukanmu. Aku tidak butuh mimpi karena kamu bersamaku.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Episode 55


Delon yang bersama Shinta dan Riko berada di luar rawat inap Aisha bertatapan hingga.....


"Mampus kau Delon!!!" ucap Riko dan Shinta serempak.


Delon menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal, membayangkan setelah ini akan di berikan ceramah dari Nona Muda nya dan di berikan siraman rohani yang akan berlangsung berjam-jam. Delon segera masuk ke ruang inap Aisha akan tetapi sebuah lemparan sepatu melayang tepat di kepalanya.


"Jangan masuk!!!!" bentak Fatih seraya membenahi niqab Aisha.


Setelah niqab Aisha terpasang dengan benar dan rapi....


"Masuk Delon, ajak Riko juga, kita sidang isbath ini." teriak Fatih penuh ketakutan.


Delon dan Riko masuk sembari menundukkan kepalanya dan di belakang mereka Shinta mengikuti mereka berdua.


"Duduk!!" ucap Aisha tegas dan menatap Delon dan Riko dengan tatapan membunuh.


Satu


Dua


Tiga .......


"Kalian bertiga!! kenapa Delon harus merenggut kesucian wanita sebelum menikahinya? Dan kamu Delon!! Kamu sudah tak anggap saudara tapi kenapa mau mengikuti kemauan Kak Riko??" tanya Aisha.


"Bae, ralat boleh? Riko panggil saja adik, okeh Bae?" ucap Fatih sembari mengimutkan wajahnya.


"Ter-se-rah!!. Sekarang Aish tanya Mas, apa benar melakukan tindakan seperti itu!!?? Apa benar kita membalas semuanya dengan perlakuan jahat ke mereka??" tanya Aisha menatap Fatih dan berganti menatap penuh intimidasi ke Riko dan Delon.


Semuanya menunduk tak terkecuali Fatih, pagi pagi sudah kena omel ustadzah Aisha Khumairah. Shinta hanya mengelus punggung Aisha untuk bersabar.


"Jawab Delon!! Kamu mau menikahinya atau tidak?!!" tanya Aisha tegas.


Delon yang menunduk segera mengangguk untuk memberikan jawaban.


"Bagus!! Dan kamu Kak Riko!! Kenapa berfikiran seperti itu? Apa landasanmu Kak??" tanya Aisha berganti sasaran ke Riko.


Riko menunduk, serba salah jadinya menghadapi wanita. Prinsip Riko lebih baik berhadapan dengan preman daripada menghadapi wanita yang super duper membikin kepalanya pusing tujuh keliling.

__ADS_1


Aisha terus memberikan ceramah pagi ini terkait tindakan Riko, Fatih dan pelaku utamanya yaitu Delon. Waktu terus berputar hingga menunjukkan pukul enam pagi.


"Bae, kamu gak capek? Yuk bubuk." rayu Fatih sembari berjalan ke arah Aisha.


"Duduk Mas!! Biarkan aku berbicara terus agar kuping kalian tidak buntu!!" tegas Aisha.


"Bae, cukup lah, ingat kondisimu juga ya Bae." bujuk rayu Fatih keluarkan untuk Aisha.


"Kenapa harus cukup?!!! Jangan jangan Mas Fatih juga ikut andil dalam penyatuan dengan Ghea?!!" suara Aisha terdengar membunuh Fatih.


"Astaghfirullah Bae, istighfar Bae, istighfar. Buat apa aku ikut andil. Ingat Bae, Fatih sudah bertaubat untuk Allah SWT dan untukmu Bae serta untuk keluarga kecil kita." jurus rayuan Fatih keluar.


"Awas berbohong kamu Mas!!" Aisha memukul dada Fatih pelan.


"Yauda biarkan mereka bertiga istirahat, Bae gak capek?" tanya Fatih mengecup mesrah kening Aisha.


"Mas, ada mereka, jangan gini." pinta Aisha sudah mulai lembut.


"Bae, udah ya marah marahnya, Bae kan lagi pemulihan, yuk bubuk cantik." ajak Fatih akan tetapi tangannya memberikan kode ke arah Riko dan Delon untuk keluar dari ruang kamar inap Aisha.


"Yauda, yuk bubuk, tapi? Bentar!! Kak Riko!! Delon!!. Hubungi Ayah Ahmad Fatihurahman untuk mempertanggungjawabkan ulah kalian berdua!!" tegas Aisha menatap Riko dan Delon seakan membunuh mereka berdua.


Riko dan Delon mengangguk dan bergegas keluar dari rawat inap Aisha. Fatih yang sudah mengantuk segera memeluk Aisha di ranjangnya.


"Mas ngantuk? Yauda bubuk dulu ntar Aisha bangunin." ucap Aisha ke Fatih yang ternyata sudah memeluk erat dirinya.


Aisha menatap Fatih yang terlelap, di lihatnya wajah Fatih sangat lekat. "Mas, jika nanti waktu itu akan tiba jangan pernah menyesali telah menjadi bagian hidupku. Aku juga perempuan lemah Mas, tak secantik Aisyah dan selembut Khadijah." lirih Aisha.


Ayah Ahmad Fatihurahman, Mama Zahra Khumaira, Abi Hamzah dan Umi Fatimah menatap Fatih dan Aisha yang saling berpelukan seperti anak kecil di atas ranjangnya.


"Ahmad, semoga Aisha bisa menjadikan hati Fatih lunak dan lembut seterusnya." ucap Abi Hamzah.


"Hamzah. Sepertinya sudah lunak hatinya Fatih akan tetapi setelah ini mereka berdua harus kita dampingi terus karena..." ucapan Ayah Ahmad Fatihurahman terputus mengingat Vina Renata dan Andre bebas bersyarat.


"Jangan terlalu di pikirkan Ahmad, serahkanlah semuanya ke Allah SWT, jika memang Lauhul Mahfudz Fatih jodoh Aisha dan begitu pula sebaliknya. Maka Allah SWT akan meridhoi rumah tangga mereka berdua." ucap Abi Hamzah menenangkan Ayah Ahmad Fatihurahman.


Setelah hampir dua jam Aisha dan Fatih terlelap saling berpelukan. Fatih yang terlebih dulu bangun menatap ke arah Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira serta kedua mertuanya.


"Lho, kok ada??" tanya Fatih polos.


"Assalamualaikum wr wb, nyenyak tidurnya nak Fatih??" ucap Abi Hamzah seraya tersenyum ke arah Fatih.


Fatih bergerak pelan untuk mencium punggung tangan Abi Hamzah.


"Waalaikumsalam wr wb, alhamdulilah Abi, Fatih nyenyak. Lho kok ada Ayah dan Mama??" ucap Fatih melirik ke arah ke-dua orangtuanya.


Fatih bergegas untuk turun tapi sayang. Tangan Aisha menarik tubuh Fatih untuk tetap di tempatnya.


"Assalamualaikum wr wb, sudah duduk sana, tuh tangan istrimu tak mau melepaskanmu." Ayah Ahmad Fatihurahman sedikit meledek Fatih.

__ADS_1


"Waalaikumsalam wr wb, aku haus Yah, mau rokokan juga." ucap Fatih.


Aisha menggeliat manja dan tanpa melihat sekelilingnya dengan segera mengecup bibir Fatih sangat lembut.


"Sudah bangun Mas? Kenapa Mas Fatih melongo? Mas Fatih gak suka tak cium? Iya? Gak suka?? Apa bibriku tak semanis madu hah??" nada bicara Aisha sedikit meninggi.


Fatih hanya membalas memberikan kode ke sampingnya untuk memberikan informasi bahwa ada Ayah Ahmad Fatihurahman, Mama Zahra Khumaira, Abi Hamzah dan Umi Fatimah.


"Ada apa sih Mas? Mas demam? Kok matanya lirik lirik begitu??" tanya Aisha sembari memegang dahi Fatih.


Aisha mengecek suhu Fatih dan mengecup pipi Fatih dengan sangat gemas secara berulang-ulang. Aisha tak menyadari jika Mama Zahra Khumaira berdiri di belakangnya.


"Assalamualaikum wr wb Aisha, bagaimana kabarnya hari ini menantuku sayang??" ucap lembut Mama Zahra Khumaira.


"Waalaikumsalam wr wb, eh Mama, Mama lewat mana ya??" tanya Aisha polos.


Mama Zahra Khumaira menggeleng tersenyum mendengar pertanyaan Aisha.


"Mas, kenapa gak bilang ada semuanya sih? Aisha kan malu." ucap Aisha menunduk menyembunyikan wajahnya yang kemerahan.


Semua tertawa ringan mendengar Aisha yang tertangkap mesrah terhadap Fatih. Aisha merutuki tindakan yang tidak melihat sekitar.


"Yauda, Bae istirahat hari ini pulang kan? Mas mau berangkat kerja terus ke kantor. Nanti kalau sudah mau pulang kabari Mas ya Bae." ucap Fatih lembut.


"Di sini saja Fatih!! Jangan kemanapun, tunggu sampai Aisha benar benar sehat, semuanya sudah di urus Delon." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman.


Mendengar nama Delon, Fatih dan Aisha saling bertatapan. Wajah Aisha mengisyaratkan untuk memberikan informasi terkait kejadian pagi tadi. Sementara wajah Fatih mengisyaratkan untuk tidak di bahas sekarang.


"Yah, bisa panggil kan Delon, Kak Riko dan Kak Shinta??" pinta Aisha lirih.


Ayah yang mendengar permintaan menantunya itu menoleh ke arah Abi Hamzah seolah memberikan pertanyaan "Ada apa lagi ini?.". Akan tetapi Ayah Ahmad Fatihurahman segera mengirimkan sebuah pesan singkat dari ponselnya ke Delon, Riko dan Shinta untuk ke ruang inap Aisha dengan segera.


"Baiklah, ini sudah Ayah hubungi mereka bertiga, bentar lagi mereka bertiga kesini, ada apa emangnya Aisha Fatih?." tanya Ayah Ahmad Fatihurahman menyelidik.


Fatih menggeleng ke arah Aisha untuk tidak menjawab akan tetapi Aisha mengangguk untuk meminta restu untuk menceritakan semuanya.


"Assalamualaikum wr wb, Ayah Mama ada apa??" ucap Riko menghamburkan diri ke arah Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira.


Setelah mencium punggung tangan satu persatu para keempat orang tua di depan mereka, akhirnya mereka tersadar akan terjadi sesuatu selanjutnya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Assalamualaikum wr wb gaes, sehat semua? Jangan lupa like dan komentar nya ya gaes, saya tahu jika tulisan saya kurang bermutu 🙏🙏, maaf ya🙏🙏.


__ADS_2