Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 23


__ADS_3

πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


"Alhubbu kal harbi, minas sahli an tus’ilaha, walaakin minas sha’bi an tukhmidaha. (Cinta itu laksana sebuah perang, amat mudah mengobarkannya, namun amat sulit untuk memadamkannya)" Khibban NurCahyo.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Episode 23


"Berseri gundulmu, kenapa sih harus wanita yang menjadi pemimpin di perusahaan keluarga besar kita Bukankah aku ini yang cakep, pintar, cerdas dan laki banget lah, kenapa harus di ganti sih pemimpin perusahaan keluarga besar kita?" ketus Fatih membakar rokok nya.


Riko menatap ke Delon yang tengah memainkan ponselnya, Fatih yang tengah kalut mendengar teriakan suara wanita dari luar rumahnya.


"Sayang!!!!! Keluar!!!! Gua tak boleh masuk sama satpam rumah mu!!" teriak Vina Renata dari depan gerbang rumah Fatih.


Delon melangkahkan kakinya untuk menyambut Vina Renata sementara itu Fatih menjadi ciut menatap perubahan wajah Delon yang tengah melangkah ke arah pintu untuk menemui Renata.


Riko pun berjalan mengikuti Delon yang tengah meradang emosi nya saat Vina Renata telah dengan nyali besar datang ke kediaman keluarga besar Al-Fatih.


"Usir wanita itu!!!" teriak Delon di teras rumah.


Riko yang menatap Vina Renata hanya menggeleng pelan....


"Biarkan dia masuk dulu Mas Delon, sepertinya dia mau bertemu dengan Kak Fatih juga." pinta Riko.


"Tapi Tuan Muda? Terlalu beresiko nantinya menyediakan tempat untuk gadis binal macam dia." sarkas Delon.


"Aku yang jamin, sebentar lagi Ayah dan Mama pulang juga kan? Dan kalau dia bertindak seenak jidatnya tinggal dorr saja, beres toh?" balas Riko.


Akhirnya Vina Renata di perbolehkan untuk masuk ke rumah keluarga besar Al-Fatih.


"Masuk!!!! Jangan berfikiran kita menerima kamu." ucap Riko sambil memandang Vina Renata sinis.


"Eh jangan begitu sama calon kakak iparmu ini, mana Fatih? Sayang aku datang!!!" suara Vina Renata manja.


"Dih sok akrab, siapa pula mau punya kakak ipar model cacing kremi macam kau!!" culas Riko.


Vina Renata tak mendengarkan ucapan Riko langsung nyelonong masuk mencari Fatih kekasihnya, Fatih yang menatap Vina Renata sedikit berlari itupun segera memeluknya erat.


"Aku di sini sayang." Fatih menenangkan Renata.


"Kenapa kamu tidak menjadi pimpinan perusahaan lagi? Kenapa harus wanita bercadar itu? Kenapa harus juga kamu akan menikah dengan nya?." suara Vina Renatabergetar.


Fatih mencermati ucapan Vina Renata "Wanita bercadar? Pemimpin perusahaan?."


Fatih tetap memeluk Vina Renata sangat erat karena dia yakin akan cintanya ke Renata."


"Jawab!! Kenapa dia si wanita bercadar itu yang menggantikan posisimu sebagai pemimpin perusahaan dan kenapa dia juga harus menikah dengan mu!!!?? Apa kurangnya aku sih Fatih? cantik iya, seksi iya, pintar cari duit iya, masa sih kamu mau menikah dengan wanita bercadar yang tak memiliki body goals sama sekali?" ucap Vina Renatamenatap mata Fatih.


"Maksudnya gimana sayang?" tanya Fatih seolah-olah bego dengan pertanyaan Vina Renata.


Delon dan Riko yang menjadi penonton setia perdebatan Fatih dengan Vina Renata hanya mengangguk-angguk seolah menonton sinetron ikan terbang di depannya.


"Ssstttt, taruhan yuk Mas Delon, setelah ini pasti ada kejadian kumenangis membayangkan betapa dirimu melukai diriku." bisik Riko ke Delon.


Delon menanggapi dengan cekikikan kecil.....


"Jawab Fatih!!! Kenapa harus dia mengganti kan semuanya dari dirimu!!" amarah Vina Renatameledak.


"Itu semua karena....." Fatih tak mampu melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


"Karena apa? Karena kamu berselingkuh di belakang ku!!! Jawab!!!" Vina Renata yang tersulut emosinya tak menyadari Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira menatap adegan Vina Renata dengan Fatih yang dimana Vina Renata tengah memarahi Fatih.


"Assalamualaikum wr wb, ada apa ini?" ucap Mama Zahra Khumaira memandangi wajah Vina Renata yang tengah kesal.


"Mama, apa benar Fatih mau menikah dengan wanita bercadar itu? Kenapa wanita bercadar itu juga yang memimpin perusahaan keluarga besar Al-Fatih?" rengek Vina Renata berusaha memeluk Mama Zahra Khumaira.


Ayah Ahmad Fatihurahman mendengar ucapan Vina Renata hanya menggeleng menahan emosi nya yang sedang memuncak karena Vina Renata menyebut nama Aisha dengan sebutan wanita bercadar sedangkan Mama Zahra Khumaira mendengar sebutan wanita bercadar membanting semua yang di bawanya ......


"Stop!! Duduk semuanya!!!" tegas Mama Zahra Khumaira.


Ayah, Riko, Fatih dan Delon segera mengambil sikap duduk seperti anak TK sementara Vina Renata dengan percaya dirinya duduk di sebelah Mama Zahra Khumaira.


"Duduk sana!! Jangan dekat dekat!!! Ngapain juga kesini anda!!" sinis Mama Zahra Khumaira.


Vina Renata mengepalkan tangannya menahan amarah akibat ucapan dari Mama Zahra Khumaira.


"Apa yang anda ingin ketahui tentang wanita bercadar itu?? Dia namanya Aisha bukan wanita yang anda sebut dengan wanita bercadar!!." bentak Mama Zahra Khumaira.


"Iiiiihhhhh Mama, dia kan bercadar, Mama apa mau memiliki menantu macam tidak kelihatan wajahnya dan yang bercadar seperti itu?." suara Vina Renatamanja.


Ayah Ahmad Fatihurahman yang sedari tadi diam menahan emosinya kini sudah tidak bisa di tahan emosinya......


"Aisha bukan wanita yang seburuk ucapanmu!!! Aisha memakai cadar dia menjaga pandangan yang bukan mahramnya!!! Harusnya kamu jadi wanita yang mahal!!! Bukan mengumbar tubuh untuk menjadi tontonan yang bukan mahrammu!! Tak ubahnya kamu dengan binatang yang membuka auratmu di depan umum!!" suara Ayah Ahmad Fatihurahman meledak.


Fatih mendengar ucapan ayahnya menatap pakaian yang di gunakan Vina Renata dan membatin "Benar juga sih kata Ayah tapi kalau sudah cinta ke Vina Renatamana bisa di rubah juga."


Riko hanya cekikikan mendengar ucapan Ayahnya, dia berjalan ke arah Renata.....


"Gini aja deh Renata, mau tanya gua, punya otak?" tanya Riko.


"Punya lah!!" ketus Renata.


"Punya lah!!! Ngapain sih pakai tanya segala!!!!" Vina Renata mengerucut kan bibirnya.


Riko mengambil permen di sakunya dan melakukan persis yang di lakukan Fatih saat itu .....


"Tuh ambil permennya." ucap Riko melempar permen ke dalam asbak.


"Iihhh jorok, gak mau!!" ketus Renata.


Riko memberikan permen yang masih terbungkus ke Renata.....


"Sekarang buka bungkusnya dan makan tuh permen." perintah Riko.


Vina Renatasegera mengikuti omongan Riko, sementara Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira tersenyum menatap Riko anak keduanya yang mampu meredam amarah mereka berdua. Setelah Vina Renata memakan permen yang di berikan Riko.....


"Katanya punya otak, tuh kenapa permen yang di asbak gak di ambil? Kan otak tak tahu kalau itu kotor, mentah dan sebagainya?" sinis Riko.


"Ya itu kan sudah kebuka plastik permennya bego!!! Punya adik ipar bego amat!!!" Vina Renata menggerutu.


"Yang bego kau!! Uda tau punya akal masih saja menggunakan pakaian yang terbuka, emang kalau kau di perkosa laki laki di jalan yang salah emang laki laki tapi tubuh kau yang memancingnya bego!!" suara Riko meninggi.


Vina Renata terbengong mendengar perkataan Riko.....


"Vina Renata ya Vina Renata, Vina Renata bukan wanita bercadar itu, terus kenapa Ayah mertua memberikan jabatan wanita bercadar itu sebagai pemimpin perusahaan Al -Fatih? Bukankah yang berhak memegang itu Fatih?" tanya Vina Renata tanpa rasa malu.


Ayah Ahmad Fatihurahman dan Riko membakar rokoknya bersamaan untuk mengurangi stress akibat ulah Renata, sementara Fatih mendengar ucapan Vina Renata tersenyum karena Vina Renata membelanya di depanΒ  orangtuanya.


"Karena Aisha sebentar lagi menjadi istri Fatih, ada hal yang tak perlu saya jelaskan karena anda sendiri sudah melakukan hal yang merugikan perusahaan keluarga besar Al-Fatih dulu." ujar Ayah Ahmad Fatihurahman tenang.

__ADS_1


"Tapi itu kan demi masa depanku dengan Fatih bukan karena aku ingin menjualnya seenak saya sendiri." jawab Vina Renata tak mau kalah.


"Kalau begitu mana hasilnya jika itu buat masa depan kalian berdua? Delon!! Beritahu semua aset perusahaan ku dulu yang di jual mereka berdua!!!" perintah Ayah Ahmad Fatihurahman ke Delon.


Delon yang mendengar perintah dari Tuan Besar nya segera mengambil berkas dan melemparkan di depan Fatih dan Renata.


"Baca Renata!!! Dan jangan lagi mengganggu keluarga besarku Al-Fatih dan Hamzah!!!." gertak Ayah Ahmad Fatihurahman.


Vina Renata yang menatap dokumen di depannya lekas mengambilnya dan merobeknya dengan perasaan marah yang memuncak.


"Percuma anda merobek, itu hanya copyannya yang asli sudah saya serahkan di Kepolisian Negara, silahkan Fatih anakku jika memilih jalan mu dengan Vina Renata maka tidak hanya rugi dunia nantinya kamu akan tetapi akhirat mu akan di pertanyakan juga." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman meninggalkan Fatih dan Renata.


Mama Zahra menyusul suaminya sambil berkata.....


"Fatih, Vina Renata telah membunuh seseorang yang di percaya oleh Ayahmu dan dulu kamu mengenalnya dekat akan tetapi Mama tak akan bercerita biarkan Aisha yang menceritakan semuanya karena berkas sudah di pegang Aisha dan keluarga besarnya terkait kejahatan Vina Renatasaat dulu." ucap Mama berlalu.


Fatih mengerenyitkan dahinya mendengar ucapan Mama nya sementara Vina Renata berusaha menenangkan Fatih agar tidak terbongkar kedok nya "Aku harus melakukan cara terakhir untuk merebut perusahaan keluarga besar Al-Fatih meskipun nantinya aku kotor sekalipun." batin Renata.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Apa yang akan di lakukan Vina Renata selanjutnya? Apakah ada keterkaitan dengan Aisha beserta keluarga besarnya? Bagaimana kabar Aisha ya gaes?

__ADS_1


__ADS_2