Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 48


__ADS_3

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


ุฃุนูู†ุฏู…ู‘ุง ู†ูุญุจู’ ุชูŽุฑุชุจูุท ู…ุดุขุนูุฑูู†ู‘ุง ุจู [ุงู„ุฎูŽูˆู] ุŒ ู†ูŽุฎุงูู ุงู„ูู‚ุฏู’ .. ู†ูŽุฎุงูู ุงู„ููุฑุขู‚ ุ› ูˆูŽ ู†ุฎุงูู [ุงู„ู†ูŽุตููŠุจ] ุฃูƒุซูŽุฑ


Indama nuhibbu tartabitu masyairina bil Khouf, nakhoful faqda, nakhoful firoq, wa nakhofu an Nashib aktsar.


Artinya: Ketika kita mencintai, perasaan kita akan merasakan ketakutan; takut kehilangan, takut perpisahan dan takut berbagi.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Episode 48


Cklek (suara pintu kamar inap Aisha terbuka).


"Assalamualaikum wr wb Nona Aisha." ucap Shinta.


"Waalaikumsalam wr wb, Kak Shinta, sini sini, sudah makan?" tanya Aisha.


"Alhamdulillah sudah tadi dengan Kak Anas dan Delon." balas Shinta.


"Duduk sini Kak, kenapa wajahmu di tekuk gitu Kak? Cerita sini sama Aisha." pinta Aisha sembari menepuk ranjangnya meminta Shinta duduk di sampingnya.


Shinta pun mengangguk dan duduk di samping Aisha.


"Ada apa gerangan Kak?" tanya Aisha membuka percakapan.


"Kak Anas." pendek Shinta.


"Kenapa Kak Anas? Coba ceritakan ke Aisha Kak." kembali Aisha meminta.


"Apakah salah jika saya cemburu karena melihat Kak Anas berbicara empat mata dengan seorang gadis? Apakah salah jika saya berharap lebih untuk memiliki hati Kak Anas Nona? Kak Anas tak dapat merespon apa yang ada dalam hatiku tapi hatiku masih malu untuk mengungkapkan semuanya ke Kak Anas, karena saya tak pantas berdampingan dengannya Nona. Lebih baik aku mundur saja Nona untuk mendapatkan hati Kak Anas." Shinta menunduk merasa getir di dadanya.


Aisha mengulum senyumnya, seakan mengetahui apa yang di rasakan Shinta. Akan tetapi Anas memang tidak mudah di taklukan karena dia pernah sakit hati dengan orang yang dulu pernah di harapkan.


"Kalau Aisha boleh tahu siapa nama perempuan itu yang dekat dengan Kak Anas?" tanya Aisha.


"Sahabat Nona yaitu Sofiyah dan dia kini telah berhijrah lebih tertutup daripada saya Nona." ucap Shinta seraya menunduk.


"Masya Allah Kak Shinta jangan pesimis begini, Aisha yakin ke Kak Shinta bisa menaklukkan hati Kak Anas kok, yok semangat Kak Shinta!!" ucap Aisha mengepalkan tangannya ke atas.


Shinta tersenyum melihat kelakuan Aisha untuk menyemangatinya. Aisha tidak membela sepihak meskipun Sofiyah adalah sahabatnya dan Kak Shinta adalah orang pertama yang telah berhasil melindunginya ketika di culik oleh Vina Renata.


"Kak, ada saat kita menyerahkan semuanya ke Allah SWT dan ada saatnya kita berusaha untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, berdoa dan berikhtiar yang keras maka tidak akan sia sia akan tetapi jika semua sudah Kakak Shinta lakukan tapi belum di kabulkan oleh Allah SWT, Kakak Shinta jangan suudzon ke Allah SWT ya karena mungkin Allah SWT rindu dengan Kak Shinta bermunajat kepadanya." ucap Aisha sambil tersenyum ke arah Shinta.


Shinta mengangguk memahami perkataan Aisha.


" Indama nuhibbu tartabitu masyairina bil Khouf, nakhoful faqda, nakhoful firoq, wa nakhofu an Nashib aktsar. Artinya: Ketika kita mencintai, perasaan kita akan merasakan ketakutan; takut kehilangan, takut perpisahan dan takut berbagi." jelas Aisha kembali.


"Nona Aisha, siapa sih yang mau kehilangan dengan orang yang kita cintai tapi saya boleh bertanya?" tanya balik Shinta.

__ADS_1


"Pasti menanyakan Mas Fatih kan? Yauda Kak Shinta tanya saja dan Aisha akan jawab kok." tebak Aisha seraya tersenyum.


"Hehehehe, tadi Delon cerita jika Nona dan Tuan umrah dan saya juga ikut juga?" tanya Shinta penuh keheranan.


"Iya Kak, semuanya ikut, Aisha sebenarnya ingin dari dulu untuk bermunajat di Raudhah dan Hijir Ismail memanjatkan doa untuk Aisha dan keluarga Aisha." perjelas Aisha.


"Tapi kenapa Nona Aisha begitu mudahnya memaafkan Tuan Fatih? Bukankah Tuan Fatih sudah berbuat, maaf tidak sangat baik ke Nona, kalau saya jadi Nona pasti sudah saya hempaskan punya lelaki macam begitu." ketus Shinta.


"Astaghfirullah Kak Shinta. Kak, bila saling memaafkan dan memberikan kesempatan ke Mas Fatih pasti dia akan berubah kok karena siapa sih Aisha Kak? Aisha juga manusia biasa, Aisha juga cemburu ketika Mas Fatih berduaan dengan Vina Renata apalagi Aisha istri sahnya tetapi semuanya pasti ada jawabannya Kak Shinta karena cemburu yang berlebihan hingga di tampak kan di depan orang yang Aisha cinta i yaitu Mas Fatih itu juga tak baik karena Mas Fatih juga manusia biasa yang sama dengan Aisha banyak kekurangan dan dosa juga." Aisha menjelaskan panjang lebar hingga tak mengetahui bahwa Fatih mendengar penjelasannya ke Shinta.


Shinta yang mendengar ucapan Aisha hanya tersenyum. โ€œSemoga dan secepatnya Nona Muda Aisha mengandung dan memberikan anak untuk Tuan Muda Fatih serta tak ada lagi yang menghalangi cinta Nona Muda Aisha dengan Tuan Muda Fatih.โ€


Aisha mengamini sembari menatap Shinta yang tengah kembali tersenyum setelah berbincang dengannya tadi, Aisha dan Shinta menghabiskan waktu dengan berbicara tentang masa lalu Fatih dengan Vina Renata.


โ€œBerarti dulu Mas Fatih sangat mencintai Vina Renata ya Kak Shinta? Dan apakah aku bisa mendpatkan hatinya Mas Fatih seperti Vina Renata ya kak?โ€ Aisha menatap ke ponselnya dengan background pernikahannya dengan Fatih.


โ€œKalau sepengetahuanku sih iya Nona tetapi saat ini si kadal kunyuk itu sudah keluar dari penjara. K โ€ฆ karena ada yang menjamin atas perbuatanya.โ€ Shinta memberikan berkas laporan Vina Renata yang telah bebas bersyarat.


โ€œHah? Benarkah itu Kak Shinta? Aisha harus bagaimana? Apalagi Mas Fatih belum bisa move-on dari Vina Renata juga. Apakah Aisha harus terus berdoa dan bermunajat ke Allah SWT? Atau โ€ฆ?โ€ ucapan Aisha terputus ketika menatap Fatih yang sudah kembali dari ngopinya.


"Assalamualaikum wr wb, Shinta sudah boleh pergi kamu, aku ingin menghabiskan waktu untuk istriku." pinta Fatih dengan menatap Aisha lembut.


Shinta menunduk dan memberikan hormat untuk undur diri, setelah Shinta keluar dari kamar inap Aisha, suasana kembali hening hanya terdengar Fatih membuka sesuatu untuk Aisha.


"Untuk kamu Aish, makanlah." ucap Fatih sembari menyuapi sebatang coklat untuk Aisha.


Aisha yang menyadari bahwa Fatih mendengar penjelasannya tadi ke Kak Shinta membuat semburat merah di wajahnya terlihat malu.


"Makasih Mas, Aisha suka coklat kok, tadi gak dengarkan apa yang Aisha katakan ke Kak Shinta?" tanya Aisha.


"Aku dengar, begitu hinanya aku Aish, mensia-siakan kamu, melanggar janji pernikahan kita tapi apakah masih ada jalan kah untuk memiliki mu kembali?" jawab Fatih tulus.


Aisha memakan coklat sembari mendengar ucapan Fatih yang begitu mendalam.


"Mas, Aisha sudah memaafkannya dan Aisha menerima Mas Fatih untuk kembali dengan Aisha akan tetapi jika Aisha tidak sesuai harapan Mas Fatih seperti Vina Renata dan yang pernah mengisi hatinya Mas Fatih. Aisha minta maaf karena bagi Aisha adalah mencintai Mas Fatih karena Allah SWT dan dari Allah SWT juga." Aisha memperjelas ucapannya.


"Bagaimana caranya aku menebus dosaku semuanya ke kamu Aish?" tanya Fatih menatap lekat Aisha.


Aisha yang mendapati jarak dengannya dengan Fatih sangat dekat hanya bisa memberikan senyuman ke arah Fatih sambil tersipu malu.


"Berubahlah Mas, berubah untuk menjadi imam ku dan imam untuk keluarga kita kelak." jawab Aisha mengecup bibir Fatih.


Fatih tersenyum merasakan kelembutan Aisha terhadap nya, di balas kecupan Aisha dengan mesranya.


"Ana uhibbuka Aisha, maafkan aku." lirih Fatih.


"Ahabbaka-lladzii ahbabtanii lahu Mas Fatih dan yang benar itu tambahkan Fillah di belakangnya." pinta Aisha.


"Masih terlalu berat jika aku mencintaimu membawa nama Allah Aisha." ucap Fatih mengusap pipi Aisha yang merona kemerahan.

__ADS_1


Aisha mengangguk mendengar ucapan Aisha, Fatih merapatkan tubuhnya untuk naik ke kasur Aisha.


"Aish, sekali lagi bimbing aku untuk menjadi imammu karena aku begitu banyak kekurangan untukmu dan keluarga kecil kita." Fatih memeluk Aisha sangat eratnya.


Aisha mengangguk sembari memberikan senyuman untuk suaminya yang tengah memeluknya. โ€œAku hanya wanita biasa Mas. Aisha juga tak luput dari dosa juga akan tetapi Mas Fatih mau tahu kuncinya agar Mas Fatih mau berubah untuk Mas Fatih sendiri dan keluarga kecil kita?โ€


Fatih yang tengah memeluk Aisha kini menatap wajah istrinya dengan seribu pertanyaan. Aisha yang mendapat tatapan dari Fatih, suaminya tersebut hanya bisa mengangguk dan tersenyum.


โ€œUkir nama Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW di sini, di hati Mas Fatih setelah itu Mas Fatih akan mendapatkan cinta dari dua dzat suci tersebut Mas.โ€ Aisha menunjuk dada Fatih tepat di jantung Fatih.


โ€œCaranya? Dan apakah aku masih bisa diterima taubatku oleh Allah SWT, Aish? Aku banyak dosa dan bahkan aku saja tak pantas memilikimu Aish.โ€ Fatih menunduk di depan Aisha.


Aisha yang mengetahui air mata suaminya yang mengalir tulus itu dengan segera dihapusnya sembari menatap lekat kedua netra Fatih. โ€œMas Fatih, tak boleh pesimis begitu. Aisha akan dampingin Mas Fatih juga tapi pintaku cuman satiu ke Mas Fatih, mau dengar?โ€


Fatih mengangguk dan berusaha menunggu permintaan Aisha yang tengah menatap langit langit kamar inap.


โ€œVina Renata telah lepas Mas dan apakah nantinya Mas Fatih bisa melupakanya kelak? Meskipun Aisha berusaha sekeras mungkin mengisi hati milik Mas Fatih akan tetapi Mas Fatih tidak memiliki keinginan untuk melupakanya ya berarti sama saja.โ€ Aisha tersenyum tepat di wajah Fatih.


โ€œAku sudah tahu itu Aish dan aku sudah bertekad untuk mencintaimu dan menjadi imam di keluarga kecil kita, bimbing aku, Bae.โ€ ucap Fatih mencubit hidung Aisha dengan mesrah.


โ€œJanji Mas? Sudah yuk kita shalat Isya dulu terus istirahat agar tengah malam nanti kita bisa sepertiga malam dan bermunajat bersama.โ€ Aisha mengajak Fatih untuk mengambil air wudlu.


Aisha tersenyum menatap Fatih yang tengah bersiap menjadi imam shalat Isya denganya, Fatih yang segera memulai untuk shalat dengan khusyu. Beberapa menit kemudian setelah kedua insan yang sudah menikah itu bermunajat dan saling mendoakan untuk kebaikan di pernikahan mereka berdua kini saling terdiam.


โ€œMau tidur sekarang?โ€ tanya Fatih sembari merapikan peralatan shalatnya.


โ€œIya Mas, tapi Mas Fatih tidur di sini.โ€ pinta Aisha sembari menepuk kasurnya.


Fatih mengangguk dan dengan segera mereka berdua terlelap untuk istirahat. Fatih memeluk Aisha, hingga merasakan kedua jantung mereka berdua berdegup kencang.


โ€œMaaf. Aku masih canggung.โ€ lirih Fatih.


โ€œSama Mas tetapi aku tak malu dan canggung kok. Yuk tidur, good night my lovely husband. Cup cup cup.โ€ Aisha mengecepu bibir Fatih.


Mereka berdua terlelap hingga alunan adzan shubuh berkumandang membangunkan mereka berduaโ€ฆโ€ฆ


.


..


.


.


.


.


Assalamualaikum wr wb gaes, gimana kabarnya? sehat semua kan? author hanya ingin meminta like dan komentar nya dong please ๐Ÿ™๐Ÿ™.

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mengikuti Jalan Cinta Aisha Khumairah ๐Ÿ˜Š


__ADS_2