Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 74


__ADS_3

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


ุงูุญุฑูุต ุนูŽู„ู‰ ู‚ูŽู„ุจูŠ ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ูƒูŽ ููŠู‡


Iแธฅriแนฃ สฟalฤ qalbฤซ liสพannaka fฤซh.


Artinya: Jagalah hatiku karena kamu ada di dalamnya.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Episode 74


Setelah Ayah Ahmad Fatihurahman menjelaskan panjang lebar siapa Shinta kini Abi Hamzah mengerti alasan di balik semua rencana Andre ke Aisha dan keluarganya begitu juga Anas yang ingin menyadarkan Vina Renata terhadap tindakan dan perilakunya. (Biar kalian kepo baca aja lagi "Di Antara Rosario dan Tasbih").


Pagi hari menjemput Riko untuk menyusul Anas untuk membantu menangkap Andre. Setelah Shalat Sunnah Dhuha Fatih segera bergegas menyiapkan beberapa perlengkapan kuliah Aisha dan pulang dari kampus langsung menuju kantor keluarga besar Al-Fatih.


Kini Fatih telah menunggu Aisha untuk ikut mengantar Riko menuju ke Mesir ke bandara nasional negara I. Shinta yang tengah menelfon seseorang tengah di perhatikan Fatih dan Aisha dari belakangnya.


"........."


"Waalaikumsalam wr wb, Mas Anas sehat di sana? Ini sehat semua Mas Anas tetapi kemarin Vina Renata datang dan Tuan Muda Fatih mengungkapkan semua kesalahannya terhadap Nona Muda Aisha. "


"......."


"Nona Muda Aisha lagi sama Tuan Muda Fatih di kamar sedang bersiap untuk mengantarkan Tuan Muda Riko ke bandara untuk ke Mesir. Untuk kemarin alhamdulilah Tuan Muda Fatih hanya bersalah telah melakukan penyatu-an nya dengan Vina Renata tapi itu terjadi sebelum dia menikah dengan Nona Muda Aisha."


"........"


"Ya itu benar Mas tapi aku ingin menanyakan sesuatu tentang .......tentang kabar Mas Anas bagaimana di sana?"


".........."


"Insya Allah aku akan menyusul Mas Anas ke Mesir setelah umrah bersama keluarga besar Al-Fatih karena bagaimanapun Andre belum tertangkap juga kan? ,yauda Mas Anas, Shinta mau berangkat dulu, assalamu'alaikum wr wb Mas Anas"


"........."


Shinta senyum senyum menatap ponselnya yang menunjukkan foto Anas bersama dengannya saat pesta pernikahan Fatih dengan saat itu. Aisha yang usil dengan spontan menepuk keras bahu Shinta dan .....


"Siapa kamu!!!!" Shinta mengunci tangan Aisha hingga Aisha tak bisa bergerak.


Fatih yang melihat istrinya tengah di kunci Shinta dengan segera menjatuhkan Shinta dan menolong Aisha. "Kau!!! Tak lihat siapa yang kau kunci hah!!."


Shinta menatap kebelakang dan melihat pergelangan tangan Aisha memerah akibat kuncian yang di berikan nya barusan.


"Maaf Nona Muda, maaf kan saya" Shinta meminta maaf ke Aisha.


"Hehehehe, santai Kak, kakak habis telfon siapa? Kok tadi kelihatan berbunga bunga? Kak Anas?" selidik Aisha.


"Maaf Nona Muda, bukan Mas Anas kok" jawab Shinta malu malu.


"Halah halah, bilangnya bukan tapi nanti kalau Kak Anas dapat gebetan baru di sana baru tahu rasa kau Shin, cepat ambilkan kompres buat istriku dan Hafisah sudah berangkat?" tanya Fatih ke Shinta.


"Sudah Tuan Muda di antar Delon dan sebentar lagi Delon akan kembali untuk mengantarkan kita semua ke bandara, saya permisi dulu untuk mengambil kompres, permisi" pamit Shinta ke arah Aisha dan Fatih.

__ADS_1


Fatih mengangguk dan Aisha menatap tangan Fatih yang masih berusaha untuk mengelus-elus tangannya yang memerah.


"Mas sudah, ini gak apa kok cuman merah saja, lagian ini kulitku juga putih pula, kalau memar dikit atau merah dikit kelihatan ya Mas" ucap Aisha sembari berdiri di samping Fatih.


"Nanti langsung ke kampus dan tak antar sampai masuk kelas atau gak usah ke kampus saja langsung ke kantor, gimana?" Fatih menawarkan ke Aisha.


"Lha terus kuliah kedokteran ku gimana? Cita cita ku kan pengen jadi dokter spesialis jantung Mas Fatih dan aku sudah absen lama, jika aku tak masuk lagi gimana ceritanya absen ku mas?" Aisha merengek dan cemberut di depan Fatih.


Fatih segera mengecup bibir Aisha sangat dalam dan Aisha membalas kecupan Fatih. "Sudah aku atur semuanya sayang jadi semua kampus sudah tahu nantinya jika kamu adalah istri dari Fatih Nur Rakhman."


Aisha mendelik mendengar ucapan Fatih, dia membayangkan bagaimana nasibnya nanti di kampus yang notabene nya pengagum Fatih Nur Rakhman anak pertama dari keluarga besar Al-Fatih.


"Nanti fansmu cemburu lihat aku bersamamu Mas, nanti ada Vina Renata ke dua lagi Mas Fatih" Aisha menggoda Fatih.


"Jagalah hatiku karena kamu ada di dalamnya Aisha dan aku jaga hatimu dari wanita yang bukan mahram ku karena cukup dia yang membuat ku hancur untuk pertama kalinya dan terakhir kalinya" ucap Fatih kembali mengecup bibir Aisha.


Aisha mendelik melihat Mama Zahra Khumaira dan Ayah Ahmad Fatihurahman memergoki dia dan Fatih sedang berciuman. Aisha berusaha mendorong tubuh Fatih akan tetapi Fatih semakin mengecup bibir Aisha lebih dalam.


"Boy!!! Sudah cukup!! Masuk kamar kalau mau lebih!! Bikin pemandangan pagi kotor aja!!" ucap Ayah Ahmad Fatihurahman menepuk bahu Fatih sangat keras.


Fatih melepaskan pautan dari bibir Aisha dan menoleh ke arah Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira yang tersenyum sumringah ke arahnya.


"Sejak kapan Mama dan Ayah di sini Bae? Besok pindah ke rumah baru aja ya biar gak ada yang ganggu." Fatih menggenggam tangan Aisha dan mengajak nya untuk sarapan pagi guna menghindari ledekan dari Ayah dan Mama nya.


"Sebentar Mas, aku gak pakai niqab, emang gak apa?" tanya Aisha.


Fatih segera menggendong tubuh Aisha ala bridal masuk ke dalam kamar agar tidak di lihat oleh Riko, Delon maupun anak buah bodyguard keluarga besar Al-Fatih.


"Delon, tolong jaga Kakak ku ini dan Kakak Ipar ku, Andre masih di Mesir akan tetapi tidak menutup kemungkinan dia bisa lolos untuk kembali ke negara ini" Riko membakar rokoknya di ruang khusus untuk merokok.


"Siap Tuan Muda!! Akan tetapi Tuan Muda Riko harap tidak kembali ke dia Tuan karena ...." Delon tak meneruskan ucapannya.


"Uda lupakanlah Delon, dia pasti juga sudah punya kekasih di sana dan lagian aku masih ingin sendiri, Kak Fatih nanti ada interogasi atau jadwal pemeriksaan untuk Vina Renata oleh karena itu kamu dan Kak Aisha harus datang, bisa?" tanya Riko sembari menyodorkan ponselnya ke arah Fatih.


"Kenapa harus aku datang bersama Aisha? Bukankah sudah harus langsung di periksa oleh polisi?" tanya Fatih.


Riko menyerahkan berkas perusahaannya yang dulu pernah di jual oleh Vina Renata ke Fatih. "Ini perusahaan mu sudah kembali dan oleh sebab itu datanglah untuk menambah hukuman untuk Vina Renata."


Fatih mengangguk dan membaca berkas perusahaannya yang telah kembali ke tangannya.


"Itu yang ngurus dan mengembalikan bukan aku dan Delon tetapi Shinta dan Kak Aisha, untuk ceritanya tanyakan sendiri ke mereka berdua dan satu yang harus Kak Fatih ingat, jaga Kakak Aisha, kalian berdua sudah berumah tangga dan jangan seperti anak kecil yang selalu merengek Kak Fatih." Riko memberikan secangkir kopi pesanan untuk mereka bertiga.


Fatih menunduk merasakan ucapan Riko adiknya itu sangat lah benar, sedari kecil hingga dewasa bahkan sesudah menikah pun sifat dan sikapnya masih kekanak-kanakan. "Aku malu dik dengan perbuatan ku ke Aisha, aku juga beda denganmu tapi aku buktikan untuk bisa merubah demi Aisha dan keluarga kecil ku."


Aisha yang sedang bercanda ria dengan Shinta kini menatap ke arah Fatih yang tengah berjalan bersama Riko sementara Delon di belakang mereka berdua. Terlihat beberapa anak buah Delon dan Shinta menyebar untuk pengamanan keluarga besar Al-Fatih.


Abi Hamzah dan Umi Fatimah yang baru saja datang dengan bantuan Retno untuk menyetir kini berjalan ke arah keluarga besar Al-Fatih untuk bercengkrama sementara Riko tidak sengaja menatap Retno.


"Aku tinggal dulu dik, Delon beri waktu untuk mereka berdua." Fatih menarik tangan Delon untuk menjauh dari Riko dan Retno.


Fatih duduk di samping Aisha yang sedang bercengkrama dengan Umi dan Abi nya yang baru saja Fatih salami. "Makan yuk habis ini Bae, aku lapar lagi."


"Makan lagi? Perasaan tadi Mas Fatih sudah makan banyak lho yauda kalau lapar nanti mau Aisha masakin apa?" Aisha menawarkan beberapa menu ke Fatih.

__ADS_1


"Gampang itu, yauda yuk Ayah, Mama, Umi dan Abi kita antar Riko dulu karena waktu sudah akan berangkat." ajak Fatih ke ke-dua orangtuanya dan mertuanya.


Aisha meminta izin ke Fatih untuk memberikan sebuah surat dan beberapa makanan kesukaan kakaknya yaitu Anas untuk nantinya diberikan, Fatih pun mengangguk dan mendampingi Aisha berbicara dengan Riko yang tengah bersenda gurau dengan Retno.


"Maaf mengganggu waktunya Retno, dik Riko titip ke kak Anas ya ini dan tolong jaga dia juga di sana dan ini Retno kan? Gimana kabarnya Retno?" tanya Aisha sembari mengulurkan tangannya ke Retno.


"Alhamdulillah baik Nona Muda Aisha, bagaimana kabarnya Nona dan Tuan? Anak anak Panti Asuhan Al-Azhar menunggu kedatangan Tua dan Nona di sana." ucap Retno sembari tersenyum ke arah Riko.


"Insya Allah kita berdua akan kesana nanti." jawab Fatih pendek dan memberikan kode ke Aisha untuk membiarkan Riko dan Retno jalan berdua sebelum keberangkatan Riko ke Mesir.


Setelah hampir masuk waktu pemberangkatan penumpang yang menuju ke Mesir, Riko memeluk orang tuanya dan Abi Hamzah serta meminta restu ke Umi Fatimah. Riko menatap Aisha akan tetapi deheman dari Fatih membuat nyalinya menciut.


"Sudah punya juga lihatin istriku, mau ku buat perkedel kau?" ancam Fatih ke arah Riko.


"Hehehehehehe, canda kak, do'akan aku selamat Kak Fatih dan Kak Aisha. Untuk Kak Aisha jangan di manjakan Kakak ku ini dan kalian semua aku tunggu di Mesir termasuk kamu Shinta." Riko menatap tajam ke arah Shinta.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


..


.


.


.


.


.


Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?


Jangan lupa vote dan like serta komentar nya ya๐Ÿ™๐Ÿ™, untuk menambah semangat author juga๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š.


Terimakasih semuanya.


Wassalamu'alaikum wr wb.

__ADS_1


__ADS_2