Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 35


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


"Cinta sejati tidak berakhir dengan kematian. Jika Allah SWT menghendaki, cinta itu akan berlanjut sampai ke surga."


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Episode 35


Fatih terdiam dan menghentikan langkahnya, Riko yang mengetahui Kakak nya terpancing perkataan dengan segera dia memberikan sesuatu ke Fatih.....


"Perhatikan baik baik Kak, ini videonya yang sudah tersebar hampir di semua sosial media dan jangan tanya darimana aku mendapatkan nya karena ini semuanya demi Kak Fatih." Riko memberikan handphone yang sedang menampilkan adegan panas dua sejoli memadu kasih di atas ranjang.


Fatih yang semula marah mendengar ucapan Riko terdiam dan mengamati video dari handphone Riko, hati Fatih terasa di iris akan tetapi dia segera menepis isi video tersebut karena menganggap mungkin bukan kekasihnya Fatih mengamati video itu kembali hingga tak menyadari Delon di sampingnya.....


"Oh video itu Tuan Fatih? Saya sudah melihatnya dan sudah hampir tiga juta lebih yang melihat juga, alangkah baiknya Tuan Fatih segera masuk ke dalam karena semuanya sudah menunggu." bisik Delon kemudian berjalan menyusul Tuan Mudanya yaitu Riko.


Fatih segera memasukkan handphone milik Riko ke jas nya dan berjalan masuk ke dalam Masjid Pondok Pesantren An-Nur dengan segera.


"Nanti akan aku tanya ke Vina Renata langsung saja, karena ku yakin itu bukan Vina Renata juga kok dan setelah pernikahan dengan nya akan ku buat kontrak pernikahan dengan gadis itu." batin Fatih memantapkan hatinya.


Fatih segera duduk di hadapan penghulu pernikahan akan tetapi dia menoleh ke sebelahnya yang kosong....


"Maaf ini kok kosong?" tanya Fatih ke penghulu di depannya sambil menunjuk di sebelah tempat duduknya yang seharusnya ada Aisha di sampingnya.


Ayah Ahmad Fatihurahman dan Abi Hamzah menggeleng pelan Daan tertawa lirih mendengar perkataan Fatih, hingga....


"Sabarlah anak muda, setelah ijab kabul nanti mertuamu yang mengantarkan istrimu, bisa kita mulai saudara Fatih?" tanya penghulu itu.


Fatih mendengar ucapan penghulu di depannya hanya bisa nyengir karena di dalam anganya ada Aisha yang duduk disampingnya.


"Baiklah dengan sekali tarikan nafas ya saudara Fatih." ucap penghulu menjabat tangan Fatih untuk memulai Ijab kabul dan Fatih menganggukan kepalanya.


"Bismillahirrahmanirrahim,Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara/ananda Fatih Nur Rakhman bin Ahmad Fatihurahman dengan saudara yang bernama Aisha Khumairah binti Hamzah dengan maskawinnya berupa seperangkat alat shalat dan emas seberat enam gram serta uang tunai sebesar lima miliar rupiah, tunai.”


Fatih menarik nafas dalam-dalam dan ...... "Saya terima nikahnya dan kawinnya Aisha Khumairah binti Hamzah dengan maskawinya berupa seperangkat alat shalat dan emas seberat enam gram serta uang tunai sebesar lima miliar rupiah, tunai.” ucap lantang dan tegas dari Fatih.


Aisha yang mendengar suara Fatih menunduk dan menangis bahagia, saat ini detik ini, menit ini, jam ini, hari ini, bulan ini dan tahun ini dia sah sebagai istri sah Fatih Nur Rakhman.


Umi Fatimah memeluk erat Aisha yang menangis bahagia dan di ikuti Mama Zahra Khumaira, sementara Shinta menatap keharuan itu tersenyum "Aku tetap akan melindungimu Nona Muda Aisha, berbahagialah Nona Muda Aisha hingga maut memisahkan Nona Muda Aisha dengan Tuan Muda Fatih." batin Shinta yang ikut meneteskan air matanya.


"Bagaimana saksi? Kyai Hamzah? Sah?." ucap penghulu.


"Sah!!!!!!!." suara menggema di Masjid Pondok Pesantren An-Nur yang penuh oleh santriwan dan santriwati.


"Alhamdulillah, Allâhummaj’al hâdzal ‘aqda ‘aqdan mubârakan ma’shûman wa alqi bainahumâ ulfatan wa qarâran dâiman wa lâ taj’al bainahumâ firqatan wa firâran wa khishâman wakfihimâ mu’natad dunyâ wal âkhirah, aaaaammmmmmmiiiiinnnnnn aaaaammmmmmmiiiiinnnnnn aaaaammmmmmmiiiiinnnnnn." penghulu pernikahan mengucapkan doa dan amini seluruh tamu yang hadir.


Setelah itu Abi Hamzah menggandeng tangan Aisha di ikuti Umi Fatimah dan Mama Zahra Khumaira.


“Baiklah sudah selesai anakku Fatih, ini dia bidadari surgamu, jagalah dia seperti aku menjaganya sejak kecil dan pulangkan jika kamu sudah tidak memiliki perasaan ke anakku, karena dia adalah cinta keduaku setelah istriku Fatimah." ucap Abi Hamzah dengan suara bergetar.


Fatih mendengar ucapan Abi Hamzah dengan tulusnya mengangguk dan mencium tangan Abi Hamzah dan pandangannya mengarah ke Aisha.....


"Aisha????." suara Fatih bergetar menatap Aisha yang hari ini benar benar cantik dan sangat indah di mata Fatih dan sedikit hatinya memberontak berkata "Masya Allah bidadari surgaku.".


"Assalamualaikum wr wb suamiku." ucap Aisha malu malu sambil mencium tangan Fatih.


Dengan segera Fatih mencium balik tangan Aisha kemudian mencium kening Aisha, Aisha yang mendapatkan perlakuan dari suaminya yaitu Fatih segera berdoa dalam hatinya “Allahumma baarikli fi ahli wa baarik li-ahli fiyya warzuqhum minni warzuqniy minhum, “Ya Allah ya Tuhan, berkahilah aku dalam permasalahan keluargaku."


Sementara Fatih yang entah sadar atau tidak dia berdoa hampir sama dengan Aisha ucapkan, apakah ini awal dari semua nya? Apakah ini awal dari kisahnya dengan Aisha? Begitu juga dengan Aisha apakah mampu menaklukkan hati Fatih, suaminya tersebut?.


"Sudah Fatih jangan lama lama, nanti malam saja, sini sayang peluk Mama." suara Mama Zahra Khumaira terdengar Fatih hingga dia melepaskan ciumannya dari kening Aisha.


"Eh iya Ma." Fatih terlihat kikuk di depan mertuanya dan kedua orangtuanya.


"Fatih, pakailah ini untukmu dan istrimu." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman sambil memberikan sebuah kotak berlapis kain beludru berwarna merah hati.


Fatih mengangguk dan membuka kotak tersebut....


"Pakailah, itu emas putih, ayahmu ini dan mertuamu yang memilihkan." suara Ayah Ahmad Fatihurahman kembali membuyarkan lamunan Fatih.


Fatih mengangguk dan mengambil cincin untuk di lingkarkan di jari manis Aisha, dengan gemetaran dia melingkar kan cincin kawin di jari manis Aisha.


"Makasih Mas Fatih." ucap Aisha mencium khidmat tangan Fatih.


Hati Fatih terasa terbang ke awan mendapatkan perlakuan dari Aisha hingga tak sadar cincin sudah melingkar di jari manisnya.


"Jangan di lepas ya sayangku, Mas Fatih." bisik Aisha kemudian mencium pipi Fatih.


Semua melongo melihat perlakuan Aisha ke Fatih termasuk Shinta, Riko, Anas dan Delon.


"Alhamdulillah, akhirnya kita saudara ipar Kak Anas dan sebentar lagi menikahlah dengan Shinta Kak, lihat tuh Shinta yang ingin di perlakukan seperti Aisha ke Kakakku Fatih, hehehehehehehehe." cengir Riko.


Pluk (tangan Anas melayang ke dahi Riko lumayan keras.)

__ADS_1


"Mau lagi? Sini adik ipar sini!!!" ucap Anas mengapit kepala Riko di ketiaknya.


"Ampun Kak, ampun, lepaskan bau ketekmu tuh, Delon bantu lepasin tolonglah." ucap Riko berpura-pura kesakitan dan meminta pertolongan ke Delon.


Delon hanya menggeleng ke arah Riko karena dia menatap tatapan tajam Anas ke arahnya seolah-olah untuk tidak membantu Riko.


"Maaf Tuan Muda Riko, saya tidak bisa membantu." ucap Delon membungkuk.


Shinta hanya menggeleng pelan melihat gurauan mereka bertiga.


"Kita kawal Nona Muda Aisha karena si Vina Renata bakal melancarkan aksinya, coba lihat." Shinta membuyarkan gurauan Riko dan Anas dengan memberikan ponsel Fatih di tangan nya yang menampilkan beberapa pesan dari Vina Renata.


"Tuh anak gak pernah kapok juga ya, minta di bogem tuh anak, awas kau Vina Renata jangan harap bisa menyentuh kedua kakakku ya." ucap Riko gemas.


Mereka sedang asyik menatap pesan dari Vina Renata hingga tak sadar Hafisah menarik gamis Shinta.


"Akak, itu kenapa akak jahat sama akak Aisha?" tanya Hafisah membuyarkan mereka bertiga.


"Urus dulu Shin, antar ke Nona Aisha." pinta Delon.


Shinta mengangguk dan menggendong Hafisah untuk bergabung dengan Aisha dan Fatih.....


"Accalamuaicumm wr wb unda, unda udah nikah? Api kok Ama akak jahat?" ucap Hafisah di gendongan Shinta.


Aisha yang mendengar suara Hafisah segera mengambil alih Hafisah dari Shinta dan menggendongnya sambil berbisik " Bunda sayang dia Hafisah. Jadi Hafisah mau ya memaafkan suami bunda Aisha?"


Hafisah mengangguk dan berteriak..... "Aaaayyyyaaahhhh, endong Hafisah." ucap Hafisah manja sambil mengulurkan tangan minta gendong ke Fatih.


Fatih melongo mendengar panggilannya menjadi Ayah saat itu.... "Ayah? Sejak kapan jadi Ayah?" tanya Fatih ke semua orang.


"Sejak kamu jahat ke dia!!!" suara Mama Zahra Khumaira tegas.


Fatih melongo dan mengingat kejadian dua hari yang lalu kemudian dia tersenyum dan mencium pipi Hafisah.


"Maafkan aku ya anak manis." ucap Fatih sambil mencium gemas Hafisah.


Semua tertawa mendengar ucapan Fatih ke Hafisah, setelah itu Fatih mengikuti Aisha yang tetap menggendong Hafisah untuk makan bersama karena semua santri sudah membawa nampan yang berisikan makanan dan beberapa minuman.


Semua sudah berkumpul di ruang Keluarga Aisha yang sudah di alih fungsikan menjadi ruang makan secara dadakan.


Ayah Ahmad Fatihurahman dan Abi Hamzah segera mengambil makanan untuknya begitu juga Mama Zahra Khumaira dan Umi Fatimah sementara Fatih yang akan mengambil piring nya terhenti ketika tangannya menyentuh tangan Aisha yang sedang mengambil piring.


"Biar adik yang ngambilkan Mas, mau makan pakai lauk apa?" tanya Aisha.


"Sudah nanti lanjut di rumah, ayah paham pengantin baru ya gini, benar begitu sahabatku Hamzah?" Ayah Ahmad Fatihurahman membuka suaranya.


"Benar sekali Ahmad, sepertinya ingatan kita berdua kembali ke pernikahan kita dulu, sampai sampai kita berdua ingin...." ucapan Abi Hamzah terputus karena lengannya di cubit mesrah Umi Fatimah.


"Gimana Abi sayang? Mau apa? Nikah lagi hemmmm?" ucap Umi Fatimah hingga membuat Mama Zahra Khumaira melotot tajam ke arah Ayah Ahmad Fatihurahman.


"Eh sayang bukan begitu maksudnya, aduh kita salah ngomong kan Ahmad." Abi Hamzah terlihat panik.


Umi Fatimah menoleh ke arah Mama Zahra Khumaira seakan-akan memberikan kode dan....


"Gak ada jatah malam ini!!! Titik!!" ucap Umi Fatimah dan Mama Zahra Khumaira bersamaan.


Ayah Ahmad Fatihurahman dan Abi Hamzah melotot mendengar ucapan istrinya tersebut sementara itu Hafisah yang duduk hanya menoleh kanan kiri menatap mereka berempat dan ......


"Jatah mayam apa ya kung uti? Jatah malam pelgi alan alan? Hafisah ikut ya." rengek Hafisah.


Aisah yang sedang melayani Fatih untuk mengambilkan makanan dan mendengar ucapan kedua orangtuanya langsung bersemu merah wajahnya....


"Astaghfirullah, ada anak kecil lho Yah, Ma, Umi dan Abi ini, gak baik bilang gitu." ucap Aisha menutupi wajahnya yang kemerah-merahan nya.


Semua tertawa melihat perubahan wajah Aisha terkecuali


Fatih yang masih sibuk dengan pikiran dan hatinya menatap Aisha dalam dalam "Cantik dia tapi kenapa hatiku masih ke Vina Renata?" batin Fatih.


Setelah semuanya berakhir dan langit berubah menjadi malam....


"Fatih duduk mendekat sini." Ayah Ahmad Fatihurahman memerintah ke Fatih.


Fatih menggeser duduknya ke arah Ayah Ahmad Fatihurahman yang sedari tadi menatap wajah Aisha yang tengah bermain dengan Hafisah.


"Ini rumah kalian berdua, ingat jangan pernah lukai menantuku baik batin dan lahirnya, jadilah Suami yang baik dunia akhirat untuk keluarga kecilmu dan Ibu Zulaikha nanti tolong carikan asisten rumah tangga untuk membantunya serta Hafisah akan tinggal bersama kalian berdua, jangan menolak jangan membantah." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman tegas sambil memberikan kunci rumah.


Fatih mengangguk dan...."Tapi kan Hafisah bukan anak Fatih dan Aisha, eh maksud Fatih..." ucapan Fatih terhenti ketika Hafisah duduk di pangkuannya.


"Ayah, becok kita alan alan ya, atu anji nanti idur cendili." ucap Hafisah ke Fatih sambil bermanja-manja.


Aisha menatap Hafisah yang tengah bermanja-manja di Fatih suaminya tersebut segera mendekat dan membisikkan sesuatu....


"Hafisah anak yatim piatu Mas Fatih dan jangan membuatnya sedih, Aisha mohon." bisik Aisha di telinga Fatih.

__ADS_1


Fatih mengangguk seolah-olah tersihir dengan ucapan Aisha, setelah itu Fatih dan Aisha pamit untuk undur diri karena mereka akan balik ke rumah kecuali Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira ingin bermalam di Pondok Pesantren An-Nur, Shinta segera mendorong koper milik Ibu Zulaikha dan miliknya sendiri untuk ikut dengan Aisha dan Fatih ke rumah barunya.


Selama di perjalanan Fatih menatap Aisha dan Hafisah yang tengah bergurau layaknya ibu dan anak hingga kedua tatapan mereka bertemu dan Aisha tersenyum sangat manis ke arah Fatih.


Setelah hampir dua puluh menit perjalanan ke rumah baru Aisha dan Fatih akhirnya sampai juga, Aisha segera membopong tubuh Hafisah yang tengah tertidur dan memindahkan ke kamar milik Hafisah setelah itu Aisha masuk ke kamarnya yang sudah di dahului Fatih


Hingga sebuah percakapan itu terjadi ketika sebuah telfon dari Vina Renata dari handphone milik Aisha....


"Mas, dari Vina Renata nih." ucap Aisha santai.


Fatih melotot dan kaget mendengar Vina Renata mendapatkan nomor Aisha sementara handphone nya dan nomor nya saat ini masih di sita oleh Ayah dan Mama nya.


"Sudah angkat saja, aku gak apa-apa kok." ucap Aisha sambil menekan tombol loud speaker.


Fatih meraih handphone dari tangan Aisha dan..


"Assalamualaikum wr wb, ada apa Vina Renata?" tanya Fatih.


"Jika Kamu menidurinya maka akan aku bongkar semuanya ke keluarga besarmu itu sayang." ancam Vina Renata.


"Tenang sayangku, aku tidak pernah mencintainya bahkan menidurinya, hatiku hanya milik mu." ucap Fatih tanpa mengindahkan Aisha yang tengah mendengar kan percakapan nya.


Fatih yang sadar loud speaker aktif segera mematikannya dan berjalan ke arah balkon kamarnya.


"Sayang?? Panggilan itu ternyata masih untuknya ya Mas Fatih?" batin Aisha sambil tersenyum menguatkan hatinya sendiri.


Aisha meminta Shinta untuk memberikan nomornya ke Vina Renata dengan dalih nomor Aisha adalah nomor Fatih yang baru. Aisha menyiapkan baju tidur untuk Fatih dan bergegas untuk berganti pakaiannya juga.....


Fatih yang telah menyudahi percakapan nya dengan Vina Renata menatap heran ke arah baju tidurnya yang sudah siap dia atas kasur..... "Jangan harap anda bisa memiliki hatiku karena hatiku hanya milik Vina Renata bukan dirimu." ucap Fatih dingin menatap ke arah Aisha yang telah keluar dari kamar mandi.


"Lakukanlah apa yang kamu inginkan Mas Fatih tapi sebagai istrimu. Aku tetap menjalankan sesuai kewajiban nya dan biarkan hak ku sebagai istrimu kamu abaikan asal jangan meniduri nya, meskipun aku sudah tahu jika Mas Fatih sudah berbuat zina ke dia juga kan? Benar begitu Mas Fatih??" Aisha membalas ucapan Fatih sambil tersenyum manis.


Fatih mendengar ucapan Aisha menelan ludah nya kasar dan.....


"Darimana kamu tahu? Itu privasi ku dengannya!! Kamu tahu privasi!!!." suara Fatih membentak Aisha.


Aisha yang sudah siap dengan Fatih yang membentaknya hanya menggeleng pelan dan tetap tenang menghadapi Fatih yang saat ini sudah menjadi suami sah nya.....


"Privasi yang moralnya rusak kok di banggakan sih Mas Fatih? Harusnya privasi yang moralnya baik itu yang di banggakan contohnya nih ya, privasi membangun masjid, privasi bersedekah, privasi memuliakan istrinya itu yang moralnya baik." ucap Aisha santai.


Fatih melongo mendengar keberanian Aisha berbicara, segera dia mengambil bantal dan selimut untuk di angkut ke sofa akan tetapi.....


"Mas, gak baik tidur sendiri ketika sudah menjadi status suami atau kepala keluarga, sini tidur sama Aisha, Aisha janji gak nakal ke Mas Fatih biar nanti Aisha yang di nakali mas Fatih deh." ucap Aisha lembut mengerlingkan matanya dan mencium pipi Fatih.


Fatih melongo mendapatkan perlakuan Aisha....


"Itu halal Mas Fatih jangan melongo gitu, lagian itu pahala juga kok bukan dosa, biar gak iri pipi sebelahnya. " ucap Aisha kemudian mencium pipi sebelah Fatih.


Fatih mengusap lembut kedua pipinya dan menunduk, hatinya berdebar-debar, hatinya merasa berbeda ketika di cium oleh Vina Renata.


"Ada apa dengan hatiku?" batin Fatih menatap Aisha yang sudah tidur di kasurnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Siapa yang membaca sambil cengar-cengir sendiri dan membayangkan menjadi Fatih hayo?


Author aja cengar-cengir lihat tulisan author sendiri.


Gaes komentar nya dong gaes please, jangan jadi pembaca pasif dong please 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2