Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 58


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


الحب الحقيقي يكون بين الطرفين ويصحبه الصدق والامانه ما عادا ذلك فيكون خيال


Al Hubbul haqieqie yakunu baina thorfaini wa yushohibuhus shidqu wal amanah. wa maa ada dzalika fa yakuna khoyal.


Artinya: Cinta itu melibatkan dua belah pihak dan disertai kejujuran dan amanah. Jika tidak, maka cinta hanyalah hayalan.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Episode 58


"Kalian kenapa diam? Apakah Abi salah mengucapkan nasehat? Kalau salah Abi Hamzah minta maaf ke kalian ya." ucap Abi Hamzah tulus.


Pemuda pemudi di depan Abi Hamzah menoleh dan menatap sayu ke arah Abi Hamzah, terdapat guratan wajah yang menyesal telah melakukan semua tindakan mereka semuanya.


Hingga seorang pria dan wanita mengucap salam dan masuk ke dalam ruang inap Aisha. Semua membalikkan badan menatap pria dan wanita yang di depan pintu.


"Assalamualaikum wr wb, Ahmad? Zahra? Bagaimana kabarmu Ahmad? Zahra??" ucap pria tersebut menyalami Ayah Ahmad Fatihurahman.


"Waalaikumsalam wr wb, Ali kan? Ali Dirgantara kan? Masya Allah Ali." balas Ayah Ahmad Fatihurahman memeluk pria tersebut.


Ya! pria tersebut bernama Ali Dirgantara dan wanita yang di sampingnya adalah istrinya bernama Sukma Indah. Ghea yang menatap lekat Ali dan Sukma keheranan.


"Papi? Mami? Kenapa kesini??" tanya Ghea keheranan.


"Lha kenapa kamu di sini Ghea? Papi Mami kesini mau jenguk menantunya sahabat Papi." ucap Papi Ali menjelaskan kedatangannya.


"Menantu? Sahabat? Wanita ini maksudnya Pi??" tanya Ghea seraya menunjuk Aisha.


Ali Dirgantara dan Sukma Indah menatap jari telunjuk Ghea yang mengarah ke Aisha. Tapi mereka berdua terkejut mengenali dua orang yang dulu pernah hidup bersama di pondok pesantren. Ya!! mereka Abi Hamzah dan Umi Fatimah.


"Hamzah? Ini Hamzah? Masya Allah Hamzah kita bertemu kembali Hamzah." ucap Papi Ali menyalami tangan Hamzah.


"Waalaikumsalam wr wb Ali dan Sukma, ya benar sekali aku Hamzah. Ahmad ini Ali yang dulu ikut kita membolos waktu ngaji kitab sorof kan??" tanya Abi Hamzah ke arah Ayah Ahmad Fatihurahman.


"Hahahahahahaha, benar Hamzah, kita semua pelakunya, masih ingat ternyata kamu Hamzah, hahahahahahaha." tawa Ayah Ahmad Fatihurahman meledak mengingat ketiganya pernah nakal saat di pondok pesantren.


"Ahmad!! Jangan membuka aib lah, kita sama sama membolos saat itu apalagi membolos nya sambil melihat santriwati, kamu melihat Zahra, Hamzah melihat Fatimah dan aku melihat Sukma, hehehehe." kelakar Papi Ali bernostalgia mengingat masa lalu mereka bertiga.


"Mending kita bertiga membolos lha kalian tahu ndak? Author pernah bolos juga kabur menikmati rokok dan kopi lho saat ngaji kitab Qurratu Al-Uyun?. hahahahahahaha." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman mengejek author.


Semua memandang ke arah author, sementara author yang di pandangi mereka semua be like....


"Apa? Mau ngebully? sini baku hantam kalian semua maju semuanya." tantang author.


Semuanya terdiam tak berani menantang author 🤣🤣🤣🤣🤣.


Papi Ali menatap Ghea dengan penuh banyak pertanyaan hingga...


"Ali, tutup pintunya dan aku mau ngomong penting tapi jangan emosi ke anakmu ya." pinta Ayah Ahmad Fatihurahman.


Papi Ali segera menutup pintu ruang inap Aisha dan berjalan ke arah Abi Hamzah dan Ayah Ahmad Fatihurahman.


"Ada apa ini Hamzah? Sepertinya tegang sekali, jangan bilang Ghea mencoba merebut Fatih dari anakmu Hamzah." Papi Ali menerka jawaban dari wajah Abi Hamzah.


Abi Hamzah tetap tenang akan tetapi Aisha menatap Ghea penuh iba.


"Gini Ali, .........." Abi Hamzah menceritakan kronologi yang terjadi terhadap Ghea dengan Delon secara terperinci tanpa di kurangi maupun di tambahi.


Papi Ali tersenyum berat setelah mendengar ucapan Abi Hamzah. Dia menggeleng menatap Ghea dengan penuh kecewa.

__ADS_1


"Ghea, sudah Papi ingatkan kan? Jika Fatih itu sudah memiliki istri, terus maunya kamu bagaimana??" Papi Ali menahan kekecewaan nya terhadap Ghea.


Aisha yang sedari tadi hanya menatap Ghea dengan perasaan sangat iba membuka suaranya.


"Mohon maaf Om Ali dan Tante Sukma. Alangkah baiknya jika Ghea segera di nikahkan saja, bukan maksud Aisha ikut campur akan tetapi kemauan dan keinginan Ghea untuk memiliki Mas Fatih dengan seperti yang di ceritakan Abi Hamzah itu sangat menyimpang Om dan Tante, Aisha mohon maaf jika ucapan Aisha salah." ucap Aisha sembari menunduk.


Semua pasang mata menatap Aisha tak terkecuali Ghea, Aisha tersenyum di balik niqabnya ke arah Ghea. Ghea yang merasakan senyuman Aisha meskipun tertutup niqab itu membalas senyuman Aisha.


"Masya Allah, ini siapa? Apakah istrimu nak Fatih??" tanya Papi Ali ke Fatih.


"Iya, Om, perkenalkan namanya Aisha Khumairah." balas Fatih tersenyum ke arah Aisha.


"Salam kenal Om Ali, saya Aisha, Ghea saya memohon maaf sebesar-besarnya ke dirimu atas tindakan dari Riko, Delon dan suamiku. Menikahlah dengan Delon agar terhindar dari apa yang harus di hindari nantinya." ucap Aisha ke arah Ghea.


Ghea berjalan ke arah Aisha, semua menatap ke arah Ghea dan Aisha.


"Aish, maafkan aku, jika aku tidak membuat tindakan berlebih ke Kak Fatih maka aku tidak akan seperti ini. Apakah ada pintu taubat untukku Aish??" tanya Ghea sungguh sungguh di depan Aisha.


Aisha kembali tersenyum di balik niqab nya ke arah Ghea dan segera dia memeluk Ghea yang dulu pernah mencoba merebut Fatih dari dirinya.


"Hust, tak boleh bicara seperti itu Ghea, semua pasti ada jalan taubatnya kok dan yang terpenting jangan kembali melakukan hal yang serupa yaitu berbuat yang di benci Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW. Itu saja." ucap Aisha menenangkan Ghea.


Fatih menunduk mendengarkan ucapan Aisha ke Ghea, hatinya semakin terkagum ke sosok istrinya saat ini.


"Dia ternyata tidak seburuk apa yang aku pikirkan dulu ya Allah, aku telah mensia-siakannya." batin Fatih berkecamuk.


Aisha menatap lekat Ghea dan mengusap pucuk kepala Ghea dengan sangat lembutnya.


"Ghea, yang terpenting menikahlah dengan Delon dan berubahlah menjadi lebih baik lagi atas izinnya maka kamu kan bisa merubah dirimu menjadi lebih baik Ghea." Aisha kembali mengusap pucuk kepala Ghea dengan sangat lembut.


Ghea mengangguk dan kembali memeluk Aisha dengan sangat erat seraya menitikkan air mata nya.


Semua keluarga besar menatap Ghea dan Aisha tersenyum tak terkecuali Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira merasa sangat beruntung memiliki Aisha sebagai menantunya.


"Fatimah, ku lihat kemana Anas tidak kelihatan sama sekali saat ini??" tanya Mama Zahra Khumaira ke arah Umi Fatimah.


Umi Fatimah tersenyum mendengar pertanyaan dari sahabatnya tersebut, Umi Fatimah hanya mengeluarkan sebuah foto dan di serahkan ke Shinta.


Semua terpana menatap foto Anas yang tengah menenteng senjata dengan atribut lengkap tentaranya.


"Kakaknya Aisha sudah berangkat ke medan pertempuran Zahra, dia menitipkan ini untuk Shinta, nak Shinta ini untukmu." ucap Umi Fatimah memberikan sepucuk surat ke Shinta.


Aisha menatap Shinta yang sedikit pias wajahnya. Sedikit kekacauan terlukiskan di wajahnya saat ini.


"Umi, Mas Anas sudah berangkat??" tanya Aisha.


"Sudah nak, saat ini dia bertugas di Mesir dan sebentar lagi menjadi pasukan khusus atau pasukan elit Mesir akan tetapi...." ucapan Umi Fatimah terputus.


Semua hening mendengar perkataan Umi Fatimah tetapi Abi Hamzah tersenyum mendengar pertanyaan Aisha.


"Dia mencari sesuatu yang ingin di selesaikan nya di negara Piramida itu Aisha dan Shinta di harapkan Abi untuk menyusulnya kesana, boleh Ahmad??" tanya Abi Hamzah ke Ayah Ahmad Fatihurahman.


"Jika itu terbaik untuk Anas maka lakukanlah Hamzah sahabatku akan tetapi menantuku bagaimana nantinya? Aku saja masih. sedikit tak percaya dengan anakku yang telah menjadi suaminya itu." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman menatap tajam ke arah Fatih.


Shinta terdiam membaca surat dan sedikit puisi dari Anas untuk nya.....


Perempuan datang atas nama cinta


Bunda pergi karena cinta


Digenangi air racun jingga adalah wajahmu

__ADS_1


Seperti bulan lelap tidur di hatimu


yang berdinding kelam dan kedinginan


Ada apa dengannya


Meninggalkan hati untuk dicaci


Lalu sekali ini aku melihat karya surga


dari mata seorang hawa


Ada apa dengan cinta


Tapi aku pasti akan kembali


dalam satu purnama


Untuk mempertanyakan kembali cintanya.


Bukan untuknya, bukan untuk siapa


tapi untukku


Karena aku ingin kamu, itu saja.


Aish menatap lekat wajah Shinta yang memerah menahan gejolak asmaranya akan tetapi.....


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Hayo lho Anas buat baper anak orang, hayo lho....


__ADS_2