Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 59


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


أحس أنني أشبه لنفسي بكثير عندما أكون معك.


ʾUḥissu ʾannanī ʾašbahu linafsī bikaṯīrʿindamā ʾakūnu maʿak.


Artinya: Aku merasa lebih dari diriku ketika aku bersamamu.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Episode 59


Shinta tersenyum ke arah Aisha yang tengah memperhatikannya sangat lekat.


"Kakak boleh menyusul Kak Anas? Kakak rindu Kak Anas Nona." ucap Shinta tanpa malu malu.


Aisha melongo mendengar ucapan Shinta kemudian menggeleng pelan.


"Susul dia Kak, tak pamit ke Aisha juga ternyata Kak Anas tuh anak, minta tak rujak nantinya ya." suara Aisha terdengar menggemaskan.


Fatih yang berbicara dengan Riko adiknya menoleh ke arah Aisha.


"Mau rujak? Tunggu ya tak belikan." ucap Fatih berjalan keluar rawat inap.


Semua terbengong mendengar ucapan Fatih yang langsung membelikan Aisha rujak untuknya.


"Eh Mas, duh kenapa rujak sih, Umi kenapa tak menahan Kak Anas untuk tak kembali berakrobat di dunia militer sih? Terakhir dia pulang dengan penuh luka. Kali ini apalagi yang di bawa pulang kelak??" tanya Aisha.


Umi Fatimah tersenyum mendengar ucapan Aisha sementara Shinta menyimpan kembali surat dan foto Anas.


"Kak Anas mendapat khitbah dari anak Kyai akan tetapi...." ucapan Umi Fatimah menggantung dan menatap lekat ke arah Shinta.


"Dia menolaknya dengan kembali ke dunia militer dan ternyata Shinta lah yang di tuju oleh Anas Aish." ucap Umi Fatimah mengelus pucuk jilbab Aisha.


Semua menatap ke arah Shinta tak terkecuali Riko yang tengah berbalas pesan dengan seseorang.


"Kenapa Kak Anas tak berani mengucapkan ke Kak Shinta? Cemen tau itu Abi Umi, bagaimana caranya Kak Anas pulang!!" suara Aisha sedikit memaksa.


Semua tertawa mendengar suara Aisha yang terdengar memaksa akan tetapi sedikit menggemaskan. Shinta yang namanya di sebut kini sudah berubah warna wajahnya bersemu merah mendengar namanya di minta oleh Anas.


"Kak Shinta, bawa pulang Kak Anas, Aisha takut kalau Kak Anas terpincut wanita Mesir seperti Halimah, Yeni dan Maryam. Kak Shinta tak mau gitu membawa pulang Kak Anas??" tanya Aisha menyelidik ke arah Shinta yang tengah merona kemerahan wajahnya.


Shinta gelagapan mendengar permintaan Aisha akan tetapi Umi menggeleng ke arah Shinta untuk tak menjawab permintaan Aisha.


"Biar nanti Umi ngomong sama Kak Shinta mu Aish tapi kamu yakin jika tak ada Kak Shinta? Bagaimana juga Umi yakin jika Fatih sudah berubah untuk memilikimu seutuhnya. " ucap Umi Fatimah.


Ponsel milik Shinta berdering menuliskan sebuah nama yang selalu membuat jantungnya berdetak kencang. Ya! Anas lah yang memanggilnya untuk menerima panggilan itu.


Shinta menatap lekat ke arah Aisha untuk meminta jawaban dan Aisha memberikan anggukan untuk segera menerima panggilan Kakaknya yang mungkin di lema dengan hatinya saat ini.


"Assalamualaikum wr wb, ya Mas??"

__ADS_1


"Waalaikumsalam wr wb, Aisha bagaimana kabarnya? Kata Riko dia masuk rumah sakit karena Vina Renata??"


"Iya Mas, Alhamdulillah sudah baik kan Nona Aisha, ada apa Mas??"


"Aku...., yauda salam ke Umi dan Abi tentunya kamu jaga kesehatan juga ya Shinta."


Wajah Shinta berubah merona kemerahan mendengar sedikit perhatian dari Anas.


"Assalamualaikum wr wb, Kak Anas, ini Aisha, kapan pulang? ngapain di Mesir? tugas lagi? pulang besok!!"


"Waalaikumsalam wr wb Dik, maafkanlah Kakak mu ini belum bisa balik tapi tolong jangan di loud speaker karena Kakak mu ini mau ngomong sama Shinta, berikan ponsel nya ke Shinta."


Aisha memberikan ponsel ke Shinta dan segera mematikan tombol loud speaker untuk privasi Shinta dengan Kakaknya itu.


"Umi, Kak Anas tugas apa sih di Mesir??" tanya Aisha.


"Umi juga kurang tahu Aish, bahkan Abi mu saja tak tahu menahu hanya saja pesan nya satu untuk Umi dan Abi." ucap Umi Fatimah sembari mengetuk jarinya di pelipis kepalanya mengingat sesuatu.


Aisha mengerutkan dahinya mendengar ucapan Umi Fatimah nya karena sejak kecil yang kakaknya namanya Anas tak pandai menyembunyikan sesuatu ke dirinya.


"Pesan apa Umi??" tanya Aisha kembali.


"Kakak mu berucap seperti ini "Aku tak perlu bahasa apapun, untuk mengungkap aku cinta dia dan aku tak pernah beristirahat untuk mencintainya sesuai janjiku." ucap Abi Hamzah mengambil jawaban dari Umi Fatimah.


"Hah? Dia? Dia siapa sih??" Aisha membeo.


Shinta yang menutup ponselnya terlihat mengusap air matanya membelakangi Aisha dan ke kedua keluarga besar Abi Hamzah dan Ayah Ahmad Fatihurahman.


"Benar itu Shinta apa yang pinta sahabatku Fatimah, jika kamu dan dia saling mencintai untuk memiliki. Susul dia Shinta." ucap Mama Zahra Khumaira.


Shinta berlari memeluk erat Mama dan Umi bersamaan dengan tangisan yang telah pecah.


"Umi, Nyonya. Aku mencintainya. Aku tak ingin jauh darinya." Shinta terisak sangat berat.


Aisha yang menatap adegan itu tersenyum mengerti keadaan saat ini yang telah menerpa Shinta dan Anas.


"Kak, sini cerita ke Aisha, tadi Kak Anas bicara apa saja??" tanya Aisha.


Ayah Ahmad Fatihurahman mengajak Abi Hamzah untuk keluar dari rawat inap setelah menerima kode dari Mama Zahra Khumaira. Shinta melepaskan pelukannya dari Mama Zahra Khumaira dan Umi Fatimah untuk menghampiri Aisha.


"Kakak kenapa? Apa yang di ucapkan Kak Anas ke Kak Shinta??" tanya Aisha menggenggam tangan Shinta sangat eratnya.


"Aku mencintainya Nona. Tapi...." ucapan Shinta terputus.


"Tapi Kak Anas menggantung perasaan Kak Shinta??" tanya balik Aisha.


Shinta menggeleng untuk jawabannya. Aisha mengerutkan dahinya. Fatih yang datang dengan delapan bungkus rujak buah menatap keheranan ke arah Shinta yang telah menangis.


"Habis nangis Shin??" tanya Fatih.


Shinta tak menjawab pertanyaan Fatih, Aisha menatap Fatih untuk memintanya untuk diam sebentar.

__ADS_1


"Kalau Kak Anas tak menggantung perasaan Kak Shinta terus??" suara Aisha bertanya kembali ke Shinta.


"Saya di suruh menjauh Nona karena Mas Anas yang takut akan kehilangan saya nantinya." balas Shinta sembari menunduk.


Aisha menatap lekat ke arah Shinta akan tetapi Shinta hanya bisaa menunduk menyimpan pertanyaan besar untuk alasan dari Anas untuk menjauhinya.


"Hah? Bentar bentar ini ada apa Ma Umi??" Fatih bertanya ke Mama Zahra Khumaira dan Umi Fatimah dengan penuh penasaran.


"Kak ikut Riko dulu keluar sama Ayah dulu sana." pinta Mama Zahra Khumaira.


Fatih mengangguk menurut untuk keluar dari rawat inap Aisha.


"Kak, Aisha tanya, jawab jujur, Kakak suka sama Kak Anas? Kakak menaruh hati ke Kak Anas??" tanya Aisha.


Shinta mengangguk lemah sebagai jawabannya dan di ikuti senyuman dari Umi Fatimah dan Mama Zahra Khumaira melihat respon dari Shinta.


"Masya Allah Kak, berikan ponsel nya, Aisha hubungi tuh Kakak durhaka, gimana sih menggantung perasaan seorang wanita." gerutu Aisha sembari merebut ponsel Shinta.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ada apa dengan Anas? bagaimana Aisha dan Fatih nantinya? Karena Vina Renata masih berkeliaran bebas?

__ADS_1


__ADS_2