Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 44


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


عِندمّا نُحبْ تَرتبِط مشآعِرُنّا بِ [الخَوف] ، نَخافُ الفقدْ .. نَخافُ الفُرآق ؛ وَ نخافُ [النَصِيب] أكثَر


Indama nuhibbu tartabitu masyairina bil khouf, nakhoful faqda, nakhoful firoq, wa nakhofu an Nashib aktsar.


Artinya: Ketika kita mencintai, perasaan kita akan merasakan ketakutan; takut kehilangan, takut perpisahan dan takut berbagi.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Episode 44


"إذا قدر لي أن أعيش حياتي مرة أخرى لكنت وجدتك عاجلاً.


ʾIḏā quddira lī ʾan ʾaʿīša ḥayātī marrah ʾuḫrā lakuntu waǧadtuka ʿāǧilan. Jika aku bisa menjalani (mengulangi) hidupku lagi, aku akan menemukanmu (mengenalmu) lebih cepat." sambung Aisha mengecup pipi Fatih dengan penuh kasih.


Fatih merasakan kehangatan dari perlakuan Aisha ke dirinya hingga sebuah tepukan di bahunya tidak menyadarkannya.


"Selamat Pagi, maaf bisa bertemu dengan Tuan Muda Fatih?" suara seorang perempuan di belakang Fatih dan Aisha saling berpelukan.


Fatih menoleh ke arah suara sambil mengusap mata sembabnya, Aisha memiringkan kepalanya melihat suara perempuan yang tengah mengganggunya bermesraan dengan Fatih.


"Maaf, siapa?" tanya Fatih.


Wanita di depan Fatih tersenyum kagum melihat ketampanan Fatih akan tetapi senyumannya sirna ketika tangan Fatih menggenggam erat tangan Aisha Khumairah di belakang tubuhnya.


"Halo, anda siapa? Dan ada keperluan apa ya?" tanya Fatih kembali.


"Kak Fatih tak ingat aku? Aku Ghea Kak, masih ingat?" ucap Ghea mengulurkan tangannya ke arah Fatih.


"Oh Ghea, maaf." balas Fatih tersenyum dan mengangguk ke arah Ghea.


"Oh ya Kakak di rumah sakit ada apa? Siapa yang sakit?" ucap Ghea sambil menyentuh wajah Fatih.


Fatih menepis tangan Ghea dan tersenyum ke arah Aisha.


"Istriku yang sakit, ada keperluan apa Ghea?" tanya Fatih to the point.


Ghea menatap Aisha dengan sinisnya "Oh benar ini istrinya? Bisa apa sih dia? Bagaimanapun juga Kak Fatih harus menjadi suamiku." batin Ghea tetap tersenyum sinis.


"Ini siapa lagi coba? Duh banyak bener yang suka Mas Fatih, jangan jangan ini pelakor juga nih." batin Aisha.


"Hei, kenalkan aku Ghea, kekasih Kak Fatih." ucap Ghea terang terangan.


Fatih risih dengan ucapan Ghea dengan menatap tajam Ghea yang menyebut namanya sebagai kekasihnya.


"Waalaikumsalam wr wb Ghea, oh pacar Mas Fatih lagi? Kemarin Vina Renata sekarang Ghea? Oh ya namaku Aisha Khumairah, istri sahnya Mas Fatih." balas Aisha tersenyum manis.


"Ghea!! Jangan mengada-ada!! Sampai kapanpun aku bukan kekasihmu!!" bentak Fatih.


Ghea yang mendengar bentakan Fatih tersenyum smirk ke arah Fatih.


"Sampai kapanpun Ghea tetap akan menjadi kekasih Kak Fatih meskipun harus ku tempuh jalan yang salah." balas Ghea sambil tersenyum smirk ke arah Aisha.


Aisha tersenyum mendengar perkataan Ghea kemudian melirik ke arah Fatih yang tengah menjaga jarak dengan Ghea.


"Mas, Aisha mau ke kamar mandi dulu, nanti kalau ada dokter tampan bilang ya, Aisha mau ketemu." ucap Aisha sambil mengambil tabung infus nya berjalan ke arah kamar mandi.


"Tak ada dokter tampan!! Semuanya dokter perempuan yang merawatmu, aku antar ya." pinta Fatih.


Aisha menggeleng menolak permintaan Fatih, Aisha menolak bukan berarti tak taat ke suaminya akan tetapi Aisha hanya ingin menyendiri di dalam kamar mandi. Fatih yang mendapat penolakan Aisha hanya menunduk sebagai jawaban ke Aisha.

__ADS_1


"Assalamualaikum wr wb, Tuan Muda Fatih di mana Nona Muda Aisha?" tanya Shinta yang tengah berdiri di pintu kamar.


"Waalaikumsalam wr wb, di kamar mandi." pendek Fatih.


"Kenapa gak di temani Tuan? Suami macam apa Tuan ini?" ejek Shinta sembari menaruh beberapa pakaian ganti untuk Aisha.


Aisha yang mendengar suara Shinta bergegas menghapus air matanya dan segera beranjak keluar dari kamar mandi.


"Kak? Bisa minta tolong? Sini deh aku mau ngomong." ucap Aisha melambaikan tangan ke arah Shinta.


Shinta pun bergegas ke arah Aisha tanpa memperdulikan Ghea yang tengah menatap lekat Fatih tetapi Fatih bersikap cuek dengan Ghea.


"Aku belikan pembalut Kak, bocor nih, sama minta tolong bawakan hijab dan niqab ku ya, aku tunggu di dalam." bisik Aisha setelah itu dia kembali masuk ke dalam kamar mandi.


Shinta segera keluar menuju swalayan terdekat akan tetapi Fatih mencegahnya.


"Apa yang di minta istriku?" tanya Fatih.


"Emang Tuan Fatih mau membelikannya?" tantang Shinta.


"Sudah cepat katakan, aku juga mau merubah sikapku dan sifatku ke istri ku." tegas Fatih.


"Nona Aisha minta beli pembalut dan camilan kesukaannya, emang tahu pembalut?" tanya Shinta kembali.


"Insya Allah tahu, yauda tunggu di sini, assalamualaikum wr wb." pamit Fatih.


Ghea yang merasa Fatih beranjak, dengan segera dia menyusul Fatih akan tetapi gerakannya terkunci oleh Shinta yang tengah memegang erat tangan Ghea.


"Jangan dekati Tuan Fatih karena dia sudah beristrikan Nona Aisha, duduk!!" Shinta menghempaskan tubuh Ghea ke tempat duduk dengan kasar.


Ghea mendengus mendapatkan perlakuan dari Shinta akan tetapi dia memikirkan menyingkirkan Aisha dari Fatih, kembali ke Fatih yang tengah kebingungan ketika memasuki sebuah swalayan di dampingi Delon.


"Pembalut wanita tapi aku gak tau modelnya juga yang di maksud istriku." ucap Fatih.


"Istri? Sejak kapan menyebut panggilan istri ke Nona Aisha? ahahahahahahaha Tuan Fatih bucin ya?" ledek Delon.


"Sekali lagi kau ledek aku, aku pastikan kau terdampar di jahanam nantinya." ancam Fatih sambil menunjuk ke arah wajah Delon.


Di tengah perdebatan Fatih dengan Delon. "Maaf Tuan Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pegawai swalayan.


"Oh ya mbak, pembalut wanita itu yang mana?" tanya Fatih polos.


"Sebelah sini Tuan, ini pembalut memakai sayap dan yang ini tidak memakai sayap, ini yang bisa mendapatkan rasa dingin di daerah kewanitaan dan ini memakai ekstrak daun sirih Tuan, emangnya pacar Tuan pesan yang bagaimana?" tanya pegawai ke arah Fatih yang tengah kebingungan melihat begitu banyaknya pembalut di depannya.


"Istriku tak bilang yang mana mbak, yauda ambil semuanya dengan jumlah kelipatan lima bungkus ya, yauda saya mau beli camilan dulu." pamit Fatih menuju stand camilan untuk Aisha.


Fatih mengambil beberapa camilan untuk Aisha dan dirinya, Fatih yang telah selesai mengambil camilan segera ke kasir untuk membayar semuanya dan bergegas kembali ke kamar inap Aisha.


"Tuan kita sarapan dulu." ajak Delon.


"Kamu aja dulu, aku mau ke kamar, ada cacing soalnya." ucap Fatih menahan emosi ketika mengingat Ghea berada di kamar inap Aisha.


"Cacing? Yauda nanti saya bungkuskan Tuan." ucap Delon sembari melangkah ke warung makan di sebelah swalayan.


"Oke terimakasih Delon, assalamualaikum wr wb." ucap Fatih terlihat terburu-buru.


"Waalaikumsalam wr wb, dasar bucin yang datang terlambat." umpat Delon menggeleng ke arah Fatih yang berlari kecil ke dalam rumah sakit.


Di dalam kamar inap Aisha tengah berdebat dengan Ghea yang tetep bersikukuh memiliki Fatih.


"Ghea!! Jika kamu ingin memiliki Mas Fatih jangan harap ada jalan untukmu!!" tegas Aisha.

__ADS_1


"Hei!! Ingat ya kamu!! Kamu hanya wanita yang di jodohkan dengan Kak Fatih dan belum tentu Kak Fatih mencintaimu!! Ingat!! Kak Fatih hanya milikku!!" tegas Ghea.


Fatih yang mendengar ucapan Ghea meradang emosi dan di tendangnya pintu kamar inap Aisha.


Bbbbrrraaakkk.


"Cukup Ghea!! Jangan kamu menganggapku sebagai kekasihmu!! Aku mencintai Aisha!! Aku telah mensia-siakannya!! Pergi dari sini!!! Cepat!!!!" usir Fatih yang tengah menahan emosinya.


Ghea yang mendengar suara kasar Fatih menelan ludah nya kasar, Shinta yang sedari diam hanya manggut-manggut memahami keadaan yang tengah terjadi.


Ghea pun keluar dengan mengucapkan "kita lihat saja siapa yang bisa mendapatkan kamu Kak Fatih!! Dia atau aku!! Ingat itu!!" ancam Ghea.


Fatih mendengus kasar mendengar ucapan Ghea, segera dia berjalan ke arah Aisha yang tengah menatap ke arahnya dengan keheranan yang membawa beberapa kresek berisikan pembalut wanita untuknya.


"Kak Shinta berbohong? Katanya yang membelikan pembalut Aisha secara online? Kok Mas Fatih yang beli?" tanya Aisha.


"Maaf Nona, tadi Tuan Fatih yang memaksa, saya mau keluar dulu, assalamualaikum wr wb, jaga dia Tuan!! Jangan sampai kau menyesal nantinya!!" ancam Shinta sembari meletakkan pistol ke pelipis Fatih.


"Sudah sana keluar!!" perintah Fatih.


Ruang kamar inap kembali sunyi, Fatih yang tengah membuka kresek berisikan pembalut wanita di tahan Aisha.


"Ngapain beli banyak gini? Kalau gak tau tanyakan dulu, mubadzir ini namanya." ucap Aisha mengambil alih kresek berisikan pembalut untuknya.


"Maaf sayang, aku tak tahu." ucap Fatih mengusap rambut Aisha.


"Hah? Apa? Sayang? Emangnya sudah berani manggil sayang ke Aisha?" tanya Aisha menatap lekat Fatih.


"ehm itu, serba salah ya sama wanita." ucap Fatih.


"Aku tidak secantik Aisyah dan bukan pula selembut Siti Khadijah Mas Fatih akan tetapi aku hanya wanita biasa yang tak bisa memberikan segalanya, jangan terburu-buru untuk mencintaiku Mas karena hatimu harus kamu tata dahulu." ucap Aisha sembari mengelus pipi Fatih lembut.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Halo gaes, gimana kabarnya? tinggalkan jejak dong gaes, terimakasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2