
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
أريد أن أكون “مرحبا” المفضلة لديك وأصعب وداع بالنسبة لك.
ʾUrīdu ʾan ʾakūna “marḥaban” al-mufaḍḍalah ladayk ūʾaṣʿabu wadāʿ bilnisbaẗi lak.
Artinya: Aku ingin menjadi sapaan “Halo” favoritmu, dan kata selamat tinggal yang paling sulit.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 45
"Maaf sayang, aku tak tahu." ucap Fatih mengusap rambut Aisha.
"Hah? Apa? Sayang? Emangnya sudah berani manggil sayang ke Aisha?" tanya Aisha menatap lekat Fatih.
"ehm itu, serba salah ya sama wanita." ucap Fatih.
"Aku tidak secantik Aisyah dan bukan pula selembut Siti Khadijah Mas Fatih akan tetapi aku hanya wanita biasa yang tak bisa memberikan segalanya, jangan terburu-buru untuk mencintai ku Mas karena hatimu harus kamu tata dahulu." ucap Aisha sembari mengelus pipi Fatih lembut.
"Tapi aku ingin memperbaiki semuanya ke kamu Aisha, memperbaiki perilaku ku ke rumah tangga kita." lirih Fatih.
"Jangan memperbaiki itu semuanya sekaligus Mas karena Mas Fatih juga harus memperbaiki diri ke Allah SWT terlebih dahulu, yauda Aisha mau ke kamar mandi." pamit Aisha.
"Aku bantu ya, jangan menolak." ucap Fatih langsung menggendong Aisha persis laga Hollywood.
Mendapatkan perlakuan dari Fatih, Aisha hanya mendelik menatap Fatih.
"Assalamualaikum wr wb, nak Aisha? Astaghfirullah Fatih!!!" teriak Mama Zahra Khumaira.
"Waalaikumsalam wr wb, Mama?" ucap Fatih dan Aisha bersamaan.
"Kamu apakan Aisha? Jangan macam macam kau Fatih!!" ucap Ayah Ahmad Fatihurahman terdengar tegas sekaligus menjewer telinga Fatih.
"Aaaddduuhhh, Yah sakit!! Ini mau bantu Aisha ke kamar mandi, lepasin gak yah? Sakit!!!" teriak Fatih kesakitan.
"Oh, yauda hati hati, jangan kau apa apakan menantuku di kamar mandi!! Belum sembuh!!!" tegas Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Hais, Aisha saja mau pakai bersayap tuh, apa namanya sayang?" tanya Fatih sembari memegang sebungkus pembalut di tangan nya.
"Mas!! Sini!! Malu ada Ayah Mama!!." rengek Aisha.
Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira menggeleng pelan melihat adegan di depan mereka.
"Uda stop!! Tunggu di luar!!" pinta Aisha dengan tegas.
"Yauda, jangan lama lama." pinta Fatih.
Belum lama Aisha masuk ke kamar mandi. "Aaaakkkkkhhhhhh hust hust sana sana." teriak Aisha dari dalam.
"Aish!! Buka Aish!!" teriak Fatih panik.
Bbbbrrraaakkk (suara pintu terkena tendangan Fatih).
"Aish, kamu gak apa apa?" tanya Fatih penuh kecemasan.
"Ada kecoa, hu hu hu, itu di sana." telunjuk Aisha mengarah ke kecoa yang sedang bersiap untuk terbang.
__ADS_1
"Haishh, sini ku bantu, sudah ganti pembalutnya?" tanya Fatih sambil mengusir kecoa yang membuat Aisha pucat pasi.
"Uda, makasih ya Mas, Mas Fatih sekarang bisa keluar lagi ya." pinta Aisha.
"Diem!! Yuk ganti baju, pakai niqab, aku gak mau ada yang melihat wajahmu di depan laki laki lain." tegas Fatih.
"Lha? Emang Aisha kan wajahnya hanya untuk Mas Fatih, berbeda dengan Mas Fatih yang...." ucapan Aisha terputus karena bibirnya di kecup Fatih.
"Mau lagi?" tanya Fatih.
Aisha terkejut mendapatkan perlakuan dari Fatih untuk pertama kalinya.
"Maaf kalau terkejut, maaf jika bibir ku pernah dengan yang lainya tapi aku...." ucapan Fatih terputus karena Aisha membalas kecupan Fatih.
"Berjanjilah untuk berubah Mas, jaga pandanganmu hanya untukku bukan yang bukan mahrammu, bisakah Mas?" ucap Aisha memeluk Fatih.
Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira menggeleng pelan melihat adegan anaknya dan menantunya tersebut.
"Fatih Aisha, jangan dulu bermesraannya nanti saja saat sudah sembuh beneran, yuk Aisha Mama bantu ganti baju." pinta Mama Zahra Khumaira.
"No!! Biar Fatih Ma, Mama tunggu di luar saja." balas Fatih cepat.
"Awas sampai ngapain ngapain kau Fatih!!" teriak Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Yauda, segera ganti baju terus sarapan kalian berdua, Mama tinggal dulu." ucap Mama Zahra Khumaira.
Aisha mengangguk dan membalikkan tubuhnya untuk membuka bajunya.
"Aish, sini ku bantu." ucap Fatih.
Fatih segera membalikkan badan Aisha untuk membuka kancing baju Aisha, Fatih mencoba menahan gejolak dari tubuhnya.
"Maaf." ucap Fatih pelan sembari membantu Aisha memasang baju.
Aisha yang kini sudah berpakaian serta memakai niqabnya dan jilbabnya di papah Fatih berjalan ke ranjangnya kembali.
"Ayah, Abi Hamzah tidak bareng Ayah tadi?" tanya Aisha ke arah Ayah Ahmad Fatihurahman.
Mama Zahra Khumaira yang mendengar suara Aisha menatap lekat Aisha dari atas sampai bawah.
"Aish, kenapa pakai niqab?" tanya Mama Zahra Khumaira.
Aisha menatap Fatih untuk meminta menjawab pertanyaan Mama Zahra Khumaira.
"Aku yang menyuruh, gak ada yang boleh melihat wajah istriku, termasuk Ayah." ucap Fatih.
"Halah halah, bilang aja cemburu, Ayah sudah punya Mamamu, lagian kita di sini sudah tahu juga wajah Aisha semuanya kecuali yang bukan mahramnya Aisha, tadi Abi mu mengurus dua cecunguk yang bebas bersyarat tapi kenapa Kakakmu Anas sangat dendam ke Andre ya Aisha?" tanya Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Kurang tahu Yah, udah Yah jangan membicarakan orang lain." pinta Aisha.
"Ma Yah, gak ada ide pulang gitu?" tanya Fatih.
Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira menoleh ke arah Fatih.
"Kamu mengusir Mama mu ini Fatih? Seharusnya Mama tanya ke kamu!! Kenapa kamu masih berhubungan dengan Vina Renata sampai terjadi hal seperti kemarin!!!" tegas Mama Zahra Khumaira sambil menunjukkan rekaman CCTV di perusahaan keluarga besar Al-Fatih.
Fatih menelan ludahnya dengan kasar mengingat serangkaian kebersamaan dengan Vina Renata.
__ADS_1
"Fatih jawab!! Kamu itu suaminya Aisha kenapa harus bersama dengan Vina Renata!! Jawab!!." bentak Mama Zahra Khumaira.
"Ma Yah, Fatih ceritakan semuanya ya, entah itu nanti Mama Ayah kecewa bahkan marah, Fatih siap akan tetapi Fatih memperbaiki semuanya, meskipun sulit untuk mencintai Aisha seperti aku mencintai Vina Renata dulu, maaf Aisha." ucap Fatih bersungguh-sungguh.
Fatih menceritakan semuanya tanpa di tutupi sedikit pun, mulai dari melakukan penculikan terhadap Aisha hingga adegan panasnya dengan Vina Renata serta menceritakan bahwasanya dia belum menyentuh Aisha sama sekali.
"Astaghfirullah Fatih, kalau kamu seperti itu Mama tak akan menikahkan kamu dengan Aisha, kamu telah bersetubuh dengan Vina Renata berarti kamu merenggut kesuciannya Fatih?!!." suara tegas Mama menghujam jantung Fatih.
"Andre Ma yang merenggut nya. Vina Renata cerita semuanya tentang keinginannya untuk menghancurkan perusahaan keluarga besar Al-Fatih, Fatih bodoh Ma, Fatih minta maaf Ma." tangis Fatih pecah sembari mencium kedua kaki Mama Zahra Khumaira untuk meminta maaf.
Aisha menatap Fatih dengan menunduk, hatinya terasa nyeri entah kenapa terasa begitu menyakitkan ketika Fatih suaminya dulu membagi tubuhnya dengan wanita yang bukan mahramnya.
"Minta maaflah ke istrimu juga Fatih, bagaimanapun juga dia menerima pernikahan ini karena Allah, segeralah bertaubat nak." suara Ayah Ahmad Fatihurahman melunak.
Aisha segera ikut bersimpuh di samping Fatih yang tengah menangis di telapak kaki Mama Zahra Khumaira.
"Belum terlambat Mas Fatih, jika Mas Fatih meragukan Aisha, maka izinkanlah Aisha masuk ke hati Mas Fatih." ucap Aisha mengelus kepala Fatih dengan lembut.
Fatih menatap Aisha dengan lekat, wanita di depannya sangat kuat,cerdas dan kenapa dia mensia-siakan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Gaes terimakasih telah membaca, vote nya dong dan komentarnya ya, terimakasih.